
POV Nanas
•
•
•
Apasih maksud Zach, aku baru satu hari disini dan dia sudah mengabarkan bahwa dia akan akad nikah dengan wanita lain hari ini.
Dasar Zach! Jadi ini rencananya membawaku kemarin dengan jalur kontrak, seharusnya dari awal ku tolak saja semua ini.
Aku juga dari kemarin malas melakukan apapun, bukan karena apa, kemarin adalah pertemuanku dengan Dilon setelah sekian tahun lamanya.
Dilon adalah sosok yang membawaku depresi karena membatalkan pernikahan kami secara sepihak, perasaan benci membuatku sulit mengekspresikan diri saat bertemu dengan Dilon.
Dia tidak berubah, mungkin sikapnya saja yang agak dewasa sekarang, bukan karena apa, tapi karena memang ini sudah sembilan tahun lamanya.
Aku duduk di balkon hotel, entah kemana Andro saat ini, katanya dia ingin ke kolam renang hotel untuk mengistirahatkan diri.
Mungkin dia kecewa karena Zach akan akad nikah hari ini, mendadak bukan, apalagi tujuan Andro ingin aku bersatu dengan Zach.
Harusnya aku senang tapi kenapa perasaanku tidak enak yah.
Ting!
Suara panggilan dari luar pintu kamar membuatku berjalan menuju pintu untuk membuka pintu, mungkin ini Andro, tapi tunggu, Andro kan membawa kartu akses kamar jadi dia tidak harus mengetuk pintu.
"Siapa ya-" ucapanku benar-benar terhenti saat aku membuka pintu dan melihat siapa tamuku. "Mas Dilon?"
POV Andro.
Aku sekarang benar-benar kehabisan akal untuk menyatukan Daddy dan Mommy, semuanya buyar, apa yang Daddy lakukan sebenarnya, dia akan melakukan akad dengan orang lain hari ini.
__ADS_1
Aku sudah mengirim pesan sebagai Nemo namun Daddy mungkin terlalu sibuk untuk menjawabnya, aku duduk di pinggir kolam renang, malas berenang rasanya.
"Halo Nemo!"
Hah? Aku mendelik, aku membalikkan badan dan melihat Uncle Zian tersenyum kepadaku, okey, apa lagi sekarang.
"Sepertinya Nemo kecil ini lupa mengadaptasikan IPnya di Indonesia, setelah sekian lama aku berhasil mengetahui siapa Nemo itu," jelas Uncle Zian duduk disampingku. "Aku juga tahu, kalau kau anaknya Zach, seperti dugaanku."
Sial! Benar-benar sial, aku lupa mengadaptasikan koneksi IPku di Indonesia, jelas akan mudah di akses retas oleh Uncle Zian.
"Uncle mau apa?"
"Aku tidak akan membongkar identitasmu dan aku tidak akan memberitahu Zach kalau kau anaknya, aku tahu perasaanmu, kedatanganku kesini, ingin membantumu, bagaimana?"
Aku mendelik, apa maksudnya sekarang.
"Aku tahu kau Genius Andro, ada jiwa pria dewasa di tubuh kecilmu, bagaimana kalau kita bekerjasama, aku juga tidak setuju Zach menikah dengan Jia, Jia bukan wanita baik-baik, dan kau pasti sudah tahu kan?" jelas Uncle Zian yang membuat ku menatapnya malas.
"Kenapa tidak Uncle Zian saja yang kesana?"
Terdengar menarik, ini akan menjadi sebuah operasi sarkas tahap pertama.
•
KLIK!
Jahat sih, Aku kini sudah berada di gedung acara akad nikah Daddy, gedung acaranya dibuat tertutup dan aku sudah bisa mendengar penghulu mengucapkan akad melalui mic.
Tapi semuanya gagal karena aku mematikan saklar listrik gedung ini, sehingga membuat mic itu tidak akan bisa menyala.
[Bagaimana, Uncle]
Aku berbicara dengan Uncle Zian melalui telepon karena Uncle Zian yang akan melaksanakan rencana berikutnya.
__ADS_1
[Sudah okey semua, Uncle akan masuk dan membawa Daddymu pergi, kau lakukan tugasmu setelah Uncle beri sinyal, Uncle rasa kita akan bertemu di lobby utama gedung setelah Uncle memasukkan Daddymu ke box mobil]
Kejam sih, ini seperti menculik Lost Daddy ah tidak ini adalah Finding Lost Daddy jilid dua bukan?
Aku bisa mengintip dari sini, beberapa orang tampak huru-hara karena mati listrik, bahkan Daddypun bingung, astaga aku tidak menyangka bisa memiliki ayah seperti Daddy Zach.
"Bom asap, bantu aku yah," Aku melempar dua biji bom asap ke dalam ruangan itu, jelas asap langsung menemui ruangan itu.
[Andro! Lakukan tugasmu sekarang, Uncle sudah berhasil membawa Daddymu!]
Aku berjalan masuk ke dalam ruangan itu di tengah ruangan yang sedang huru-hara, aku berjalan menuju belakang lcd besar yang ada disana, fungsi lcd ini untuk close up kamera saat akad Daddy dan calonnya.
Aku sudah menduga, Orang kaya bebas melakukan apapun, daripada tidak berguna akan ku gunakan untuk keperluan yang lebih baik.
Aku mengeluarkan sebuah flashdisk dari dalam sakuku kemudian memasukkannya ke akses lcd itu, bermodalkan laptop aku bisa mengontrol semua ini sekarang.
[Bagaimana, Andro?]
[Berhasil!]
[Kembali ke Mobil, kita akan menuju rencana berikutnya]
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Lagi demam guys~
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah biar makin semangat hehehehe.