Five Baby Twins

Five Baby Twins
bab 1


__ADS_3

Positif!!!!!


Suatu hal yang membahagiakan bagi seorang Wanita yang kini tengah memegang taskpack, senyum Bahagia mengembang di bibir seksinya.


Dia adalah Zahra yang tengah berbadan dua, sungguh ini adalah suatu anugerah yang diberikan Tuhan dengan begitu indah.


Malam hari sang istri berniat untuk memberi tahu kabar bahagia ini pada suaminya, sudah bisa di bayangkan suaminya pasti sangat bahagia mengetahui sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.


Zahra duduk santai di kasur menunggu suaminya, tak lama suaminya mendekati kasur lalu langsung merebahkan tubuhnya, Zahra ingin berbicara pada suaminya namun tampaknya suaminya sudah memejamkan mata, terlihat dia benar-benar lelah.


Zahra tersenyum lalu menepuk bahu suaminya


"mas" panggil Zahra


"aku lelah sayang, lain kali saja, aku ingin tidur" ucap suaminya


hah? Tak biasa mas Simon mengacuhkan ku


Zahra tidak menyerah begitu saja ia berusaha untuk mengatakan pada suaminya.


"Tapi aku ingin mengatakan sesuatu pada mu, kalau aku..." Belum selesai ucapan Zahra, Simon sudah memotong ucapan Zahra


"Sudahlah besok saja" ucapnya sedikit membentak


"Aku lelah ingin tidur, jangan ganggu aku" lanjutnya dengan nada yang lebih tinggi lagi

__ADS_1


Deg


Nafas Zahra sedikit memburu, jujur ia sakit hati dengan ucapan suaminya, selama mereka menikah tidak pernah suaminya mengeraskan suara, dan baru kali ini dia mengeraskan suara.


Apa ini karena aku lagi hamil jadi sedikit sensitif?


mungkin mas Simon sedang lelah, ya sudah besok sajalah aku memberitahu hal ini batin Zahra


"baiklah sayang, good night" ucap sang istri sambil mengecup kening suaminya, sedangkan suaminya sudah menyelami dunia mimpi.


keesokan harinya


Zahra bangun terlebih dahulu lalu membersihkan diri, menyiapkan keperluan suaminya, setelah menyiapkan keperluan suaminya Zahra cara menuju dapur untuk membuat sarapan.


menu sederhana yang dibuat oleh Zahra bukan ketidakmampuan untuk memasak yang lebih mewah namun hari ini Zahra ingin membuat menu sederhana sesuai dengan keinginan makhluk yang berada dalam perutnya.


kini semua makanan itu telah tertata rapi di meja makan, Zahra menuju kamarnya untuk memanggil suaminya.


Zahra dan Simon turun dari lantai atas menuju meja makan, sungguh ini adalah sebuah keluarga yang sangat harmonis.


keduanya tengah menikmati makanan dengan suasana hening hanya ada suara dentingan sendok dan garpu, sesekali Zahra melirik Simon yang tengah menyantap makanan itu dengan begitu lahap.


diakui oleh Simon masakan Zahra memang menggugah selera, rasanya? jangan ditanya lagi, sangat enak, bagi Simon masakan istrinya lebih lezat daripada makan yang berada di restoran-restoran.


selesai makan Zahra berniat memberitahu suaminya

__ADS_1


"emm...." belum juga Zahra berbicara Siman sudah berdiri menggeser kursinya pamit ingin berangkat ke kantor.


"sayang aku berangkat dulu ya....hari ini aku sibuk, soalnya ada rapat penting dengan para investor dari luar negeri" ucap Simon sambil melangkah keluar rumah


"tapi aku mau bilang kalau sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah" ucap Zahra yang sudah tidak didengar oleh suaminya, karena sudah melangkah keluar rumah.


"huh.... sesibuk itukah kamu sampai lupa tidak mengecup keningku, padahal biasanya sesibuk apapun kamu akan selalu mencium keningku" gerutu Zahra sendiri sambil membereskan piring-piring yang kotor


tidak ada kegiatan lain bagi Zahra selain menunggu suaminya, hingga sore hari Zahra memutuskan untuk keluar rumah untuk membeli es krim entah kenapa Zahra sangat ingin makan es krim dan benar-benar tidak bisa ditunda lagi.


mungkin keinginan dedek bayi, akhirnya Zahra keluar tanpa izin suaminya karena ia pikir hanya sebentar lalu ia akan pulang sebelum suaminya di rumah.


setelah sampai di sana Zahra menikmati es krim sambil duduk melihat orang-orang berjalan.


karena terlalu asyik menikmati es krim Zahra lupa waktu alhasil ia pulang kesorean, sudah dipastikan suaminya sudah berada di rumah.


Zahra buru-buru pulang namun sialnya tidak ada satupun taksi yang lewat Zara pun jalan kaki sampai rumah.


"huhhh... melelahkan" guman Zahra setelah sampai di depan rumah


Zahra dengan pelan membuka pintu rumahnya, pintu yang sudah tidak dikunci lagi, lalu Zahra masuk mengintip dan sudah terlihat sang suami tengah duduk di sofa ruang tamu sambil menatap tajam ke arah dirinya.


glek (Zahra menelan salivanya)


"mampus gua" guman Zahra.

__ADS_1


__ADS_2