Five Baby Twins

Five Baby Twins
bab 8


__ADS_3

"Zahra sayang, kamu di mana?" dengan tangan kanan memegang setir, Simon terus mencoba untuk menghubungi nomor Zahra


tiba-tiba di depan sana ada trek dengan kecepatan tinggi berlawanan arah dengan mobil Simon, sedangkan Simon yang tidak fokus tiba-tiba


brakkkkkkkk


mobil yang di kendarai Simon berguling-guling


dengan kesadaran terakhir Simon mengucapkan


"maafin aku Ra, aku mencintaimu" ucap Simon lalu ia memejamkan matanya.


.


.


.


Zahra memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan Simon, ia menaiki kereta api dimalam hari.


duduk sendirian, ia tidak memiliki tujuan, namun ia hanya ingin pergi jauh, sejauh mungkin.


tak lama ada laki-laki duduk di sampingnya, laki-laki itu memperhatikan Zahra


"hai nona" sapa laki-laki itu namun Zahra tidak meresponnya


"kata orang di Dunia ini tidak ada yang sempurna, lalu dari mana asalmu nona?" celetuk laki-laki itu sambil bertanya


lagi-lagi Zahra hanya menatap laki-laki dihadapannya dengan tatapan tajam


"kalem nona, cara menatap mu mengintimidasi diriku nona" ucap laki-laki dengan tersenyum

__ADS_1


"kenapa kau menatapku seolah-olah aku orang jahat, aku bukan orang jahat nona"


"siapa yang tahu isi hati orang'' celetuk Zahra


"ya kau benar nona"


"bolehkah aku mengenalmu nona?" tanya laki-laki itu


"tidak" jawab Zahra


"perkenalkan, nama ku Andrew, laki-laki tertampan di dunia ini" ucap laki-laki itu dengan gaya menggoda


masih tampan suamiku batin Zahra


"kemana tujuan mu nona, malam-malam berpergian tanpa membawa apa-apa" tanya laki-laki itu lagi


"bukan urusanmu" jawab Zahra cuek


sama halnya dengan Zahra, dia juga memilih untuk tidur sembari menunggu kereta berhenti.


.


.


.


tujuh tahun berlalu.


laki-laki berusia 33 tahun itu tengah termenung menatap pemandangan kota dari jendela perusahaannya.


''sebenarnya apa alasan dia meninggalkanku?" tanya Simon pada dirinya sendiri

__ADS_1


"apa benar yang dikatakan oleh Mama, dia meninggalkanku karena laki-laki lain?" ucapnya sambil menatap lurus keluar jendela


"sayang'' tiba-tiba ada orang masuk keruangannya tanpa permisi, semua menatap tajam wanita itu.


"sudah berapa kali aku bilang padamu jangan menggangguku" ucap Siman tajam


''kapan kau akan menikahiku Simon?" tanya wanita itu mengalihkan perhatian


"mimpi" ucap Simon


"apa kau masih berharap pada wanita yang sudah meninggalkanmu demi laki-laki lain?" tanya Sherin mengompori


"aku tidak percaya dengan ucapanmu" ujar simon


"meskipun aku kehilangan separuh ingatanku, tapi aku masih percaya pada istriku" lanjut Simon


''apa yang kau harapkan dari wanita itu? dia sudah bahagia dengan yang lain'' Sherin semakin mengompori Simon


iya setelah mengalami kecelakaan Simon dinyatakan kehilangan separuh ingatannya, iya sempat, selama 1 tahun setengah.


ia hanya ingat pernah bahagia dengan istrinya, namun selebihnya dia tidak mengingat lagi, bahkan kenapa istrinya meninggalkan dirinya saja dia tidak ingat.


yang ia tahu dari mamanya bahwa istrinya meninggalkan dia karena laki-laki lain, namun ia masih memiliki kepercayaan pada istrinya, selama semuanya belum terbukti secara nyata di hadapannya.


"pergilah Sherin" usir Simon


''kau tidak bisa menghindariku Simon, sampai kapanpun aku akan tetap mengejarmu" ucap sering lalu meninggalkan ruangan Simon


#jangan lupa tinggalkan jejak biar author semangat untuk update


#kalo rame nanti malem author up lagi

__ADS_1


#terimakasih untuk semua pembaca yang sudah mampir di karya abal-abal author


__ADS_2