Five Baby Twins

Five Baby Twins
bab 2


__ADS_3

jangan pernah hadirkan orang ketiga dalam sebuah hubungan karena itu hanya akan merusak.


.


.


.


Tatapan Simon seperti ingin memangsa Zahra hidup-hidup, Zahra mencoba untuk tersenyum manis namun hal itu tidak cukup untuk meluluhkan wajah datar suaminya.


"ee.... sayang tadi..." belum juga Zahra menjelaskan Simon sudah memotong ucapan Zahra


"dari mana saja? pergi tidak pamit denganku? dan jam segini baru pulang!" tanya Simon tajam


glek


suasana menegangkan semakin berlanjut karena Zahra tidak kunjung menjawab pertanyaan suaminya.


kenapa aku merasa akhir-akhir ini sifat Simon berubah, apa ini bawaan bayi atau memang sifat Simon berubah.


kenapa aku merasa ada yang lain dari Simon


"kenapa diam? apa kau habis kencan dengan kekasihmu di luar sana?" tanya Simon tajam


"ha??" jawab Zahra spontan


"kamu kenapa sih,kok jadi nuduh yang bukan-bukan?" tanya Zahra dengan sedikit emosi

__ADS_1


"bagaimana bisa kau berfikir kalau aku punya kekasih di luar sana? apa kau sudah tidak lagi percaya denganku hingga kau menuduhku yang bukan-bukan?" ucap Zahra sedikit gemetar menahan tangisnya


"aku tidak pernah menghianatimu" lirik Zahra sambil meneteskan air mata yang sudah tidak dapat dibendung lagi


"hei...." Simon langsung berdiri menghampiri Zahra dan memeluknya


"maafkan aku, aku tadi hanya khawatir, tiba-tiba kamu menghilang" ucap Simon sembari memeluk istrinya


Simon mengelus rambut Zahra, jujur dia tidak kuat melihat istrinya menangis semarah apapun Simon akan penuh dengan air mata Zahra.


"huuussttt... sudah ya, jangan menangis lagi, aku percaya kok sama kamu, maaf telah meragukanmu" ucap Simon menenangkan istrinya yang masih di dekapan pelukannya.


"hikss...kau jahat sekali" lirih Zahra


"huuussttt, maaf ya" ucap Simon menenangkan


Simon mencium pipi istrinya sebagai tanda sayang, lalu menuju bibir manis istrinya, lama-kelamaan Simon terbawa suasana dengan sikap Simon menggendong Zahra ala bridal style menuju kamar melanjutkan adegan yang tertunda.


2 hari sudah gagal memberitahu suaminya tentang kehamilannya, akhirnya Zahra memutuskan untuk memberikan kejutan sang suami dengan cara mendekor taman yang ada di samping rumah.


kini taman itu sudah ia sulap, meskipun sederhana namun elegan.


"sempurna" ucap Zahra sambil memandangi taman itu


Zahra masuk kedalam rumah, ia berhias dengan cantik tidak lupa Zahra juga menghubungi suaminya tadi sebelum mendekor taman untuk segera pulang.


setelah berhias Zahra duduk di taman sambil menunggu suaminya.

__ADS_1


malam ini Zahra berpenampilan yang sangat elegan ditambah aura kecantikannya semakin keluar


lama Zahra menunggu hingga malam hari suaminya belum juga kunjung pulang, ada sedikit kekesalan di hati Zahra karena keterlambatan sang suami.


malam semakin larut ini sudah jam 8 namun suaminya belum juga pulang akhirnya Zahra memutuskan untuk menghubungi suaminya.


tuuutttt. tuttttt tuuutttt


panggilan tersambung


"halo" siapa orang di seberang sana


deg


jantung Zahra berdebar dengan kencang, pikirannya melayang, siapa wanita yang menjawab panggilannya ini? kenapa bisa HP suaminya berada di wanita ini?


Zahra berusaha untuk tetap tegar


"halo, ini siapa ya" papanya Zahra dengan suara gemetar


"saya pacarnya Simon, mohon maaf ini siapa ya?" tanya wanita di seberang sana dengan sopan.


jduuuaarrr


runtuh sudah pertahanan Zahra, nafas menggebu-gebu, tubuhnya merosot ke tanah bersamaan dengan air matanya.


pikirannya melayang dengan sikap suaminya akhir-akhir ini, apakah ini alasannya?, suaminya memiliki wanita lain.

__ADS_1


"halo, ini siapa ya?" tanya lagi wanita di seberang sana karena tidak mendapatkan respon dari Zahra.


__ADS_2