Five Baby Twins

Five Baby Twins
25


__ADS_3

nyonya derandra masuk ke dalam dengan begitu angkuh, sedangkan Zahra baru turun dari lantai atas.


nyonya derandra menatap sinis Zahra.


''oh rupanya seorang pelayan bermimpi menjadi nyonya besar telah terwujud'' sindir nyonya derandra


Zahra langsung menunduk, ia sudah terbiasa sedari dulu mendapatkan kata-kata yang pedas dari ibu mertuanya.


''ibu apa kabar?'' tanya Zahra sopan, biar bagaimanapun wanita di hadapannya ini lebih tua dari pada dirinya


''simpan basa-basi mu itu, dan katakan apa tujuan mu kembali ke dalam kehidupan putra ku?'' tanya nyonya derandra


Zahra menghela nafas panjang


''nyonya sampai saat ini tujuan saya masih sama, menyatukan cinta, kami saling mencintai..'''


''cih... cinta... cinta apa ha? jangan berpura-pura lagi, kau itu hanya wanita rendahan, sama seperti ibumu, yang hanya haus akan harta'' ucap nyonya derandra menggebu-gebu


''kau dan ibumu sama-sama ****** yang tidak tahu diri''


''cukup nyonya, jangan membawa ibu saya, dia telah tenang di alam sana, dan ibu saya bukanlah ******'' ucap Zahra sedikit tersulut emosi

__ADS_1


''hah, apa kau lupa? biar ku ingatkan kembali, ibumu telah menggoda adik ipar ku, hingga hadirnya anak haram yaitu kamu.'' ucap nyonya derandra lantang


dada Zahra bergemuruh, matanya berair.


''dan kini kamu menuruni sifatnya, kau hanya ingin menguras habis harta keluarga Derandra dan kini kau kembali dengan membawa anak-anak para hidung belang yang kau layani, lalu kau bilang pada putraku yang bodoh itu jika anak haram mu itu anak nya'' ucapnya panjang lebar


''bahkan aku tidak pernah berniat untuk memberitahu Simon tentang hal ini, namun semua ini sudah takdir yang di garis kan oleh Tuhan'' ucap Zahra gemetar


''halahh.... persetan dengan takdir semua ini adalah rencana busukmu'' tuduh nyonya derandra langsung menjambak Zahra.


namun anak kecil yang sedari tadi tegah menahan amarahnya sejak mendengar setiap kalimat yang keluar dari nyonya derandra yang membuat ibunya sakit, kini tak tahan lagi, ia langsung mendorong tubuh wanita paruh baya itu


''lepaskan tangan kotor mu dari mamaku wanita tua'' teriak Azka dengan sorot mata yang tajam.


''berani sekali kau anak kecil'' ucap nyonya derandra sinis


''lepaskan tangan kotor mu itu'' teriak Azka


''ma lepaskan Zahra'' teriak simon turun dari tangga


''apa yang kau harapkan dari wanita ini semua''

__ADS_1


''dia wanita licik, wanita ini perlu diberi pelajaran''


''ma, Jika kehadiranku hanya membuat keributan maka simon mohon keluar dari rumah simon'' tegas Simon tidak ingin ibunya terus menyakiti Zahra.


nyonya derandra semakin geram dengan pembelaan putranya ini.


nyonya derandra langsung pergi dari kediaman putranya dengan emosi menggebu-gebu.


setelah nyonya derandra pergi, ketika orang itu diam saling bertatap, namun tatapan tajam dari Aska kepada Simon begitu menusuk.


''keluarga anda tidak menerima kehadiran kami, bagaimana tuan simon?'' tanya Azka formal


''apa yang kau tanyakan ini sayang?'' tanya Simon bingung


''semenjak kehadiranmu di antara keluargaku merusak segala ketenangan yang ada'' ucap Azka


''azka, tidak seharusnya kamu bicara seperti itu pada papamu'' tutur Zahra


''ma, dari awal aku sudah tidak suka dengan kehadiran laki-laki ini, kenapa Mama bisa mencintai laki-laki seperti dia, dan sialnya dia adalah ayahku''


''ceraikan saja dia ma, dan kita hidup seperti dulu, Azka janji akan membahagiakan mama dan adik-adik'

__ADS_1


''azka'' panggil Zahra penuh tekanan


__ADS_2