
sungguh diri ini tidak pernah benar-benar melupakanmu, yang kulakukan hanyalah berpura-pura berhenti mencintaimu.
.
.
.
Zahra meneteskan air matanya namun tangan mungil menghapus air matanya, dia adalah Azka putra sulungnya.
''ma jangan bersedih, nanti Aska akan bilang ke mereka agar tidak membahas papa lagi'' ucap Azka, meskipun dia tidak tahu kenapa mamanya selalu merahasiakan papanya, namun yang Azka tahu ia tidak bisa membuat mamanya bersedih.
''maafin mama ya, Mama belum bisa membuat kalian bahagia" ucap Zahra
''tidak ma... kita semua bahagia bersama dengan Mama, karena mama lah kita ada'' ucap Azka menenangkan mamanya
di mansion keluarga Derandra
Simon pulang, dan seorang pelayan menghampiri dirinya
"tuan, tuan besar menyuruh Anda ke ruangannya" ucap pelayan itu
"hem'' Simon hanya membalas deheman
lalu Simon berjalan ke arah ruangan papanya.
ceklek
terlihat tuan Derandra kostum fokus membaca laporan yang ada di tangannya.
"pa" panggil Simon
tuan derandra mendongak menatap wajah putranya yang baru saja masuk ke ruangannya.
"duduk" tintanya
lalu Simon duduk dihadapan papanya, belum memulai pembicaraana suara pintu kembali terdengar.
nyonya derandra, lalu duduk disamping Simon.
"baiklah kalian sudah ada di sini" tuan derandra membuka suara
__ADS_1
"Simon usiamu sudah tidak muda lagi, menikahlah, kita butuh pewaris" ucap tuan derandra
"pa....aku sudah menikah...." belum selesai Simon berbicara, nyonya derandra sudah menyahut
"dengan gadis kampungan itu? Simon kamu dan dia itu berbeda tidak bisa bersama" ucap nyonya derandra
"aku mencintai dia ma, meskipun aku kehilangan ingatanku, tapi hati ku tidak bisa berbohong" ungkap Simon
"buat apa mempertahankan dia? bukankah sudah jelas dia pergi dengan laki-laki lain?'' tanya nyonya derandra
''dari awal Mama sudah tidak setuju kamu dengan dia" lanjut nyonya derandra
perdebatan kembali dimulai.
.
.
.
malam hari
semua anak-anak Zahra telah terlelap menyelami dunia mimpi kecuali satu yaitu Aiden.
"mas, meskipun aku membencimu, tapi jauh dilubuk hatiku cinta ini masih bersemayam" ucap Zahra sambil memeluk foto pernikahan dirinya dan Simon, foto itu adalah kenangan yang ia miliki.
"aku merindukanmu mas'' ucapnya lalu dia bersandar di kepala kasur.
_Denting_
https://youtu.be/4CQDeiUQG\_Q
Denting yang berbunyi dari dinding kamarku
sedarkan diriku dari lamunan panjang
Tak terasa malam kini semakin larut
Ku masih terjaga
Sayang kau dimana aku ingin bersama
__ADS_1
Aku butuh semua untuk tepiskan rindu
Mungkinkah kau disana merasa yang sama
Seperti dinginku di malam ini
Reff
Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini
Kita menari dalam rindu yang indah
Sepi ku rasa hatiku saat ini oh sayangku
Jika kau disini aku tenang
selesai menyanyikan lagu, Zahra terdiam memejamkan mata, hingga tak terasa ia tertidur.
setelah Zahra tertidur, Aiden yang sedari tadi menunggu di luar ini berakhir memasuki kamar mamanya.
dengan langkah pelan Aiden mengambil figura yang digenggam mamanya.
lalu ia menatap wajah yang ada di foto itu.
''oh jadi ini wajah papa" gumannya.
tiba-tiba Zahra terbangun karena merasa ada pergerakan kan.
"Aiden!!" panggil Zahra, mata Zahra melotot melihat figura itu sudah berada di tangan putranya.
foto yang selama ini disembunyikan kini telah diketahui oleh putranya.
"apa ini papa ma?'' tanya Aiden, Zahra memejamkan mata lalu menghembuskan nafas
"iya sayang, dia papamu'' jawab Zahra
"tapi kamu jangan bicara sama kakak kakak kamu ya, mama mau kamu merahasiakan" Zahra memperingati putranya
"kenapa ma?'' tanya putranya
"nanti kalau sudah waktunya kalian akan tahu'' jawab Zahra lalu memeluk putranya itu.
__ADS_1
#jangan lupa tinggalkan jejak biar author semangat untuk update.....
#itu ada link untuk kalian dengarkan lagunya