
hari ini Zahra menghadiri acara reuni dengan teman sma-nya dulu di bar kota.
walau Zahra engan untuk datang namun paksaan dari teman-temannya dan izin dari Azka membuat Zahra mengalah dan ikut menghadiri.
disini Zahra di ruangan yang penuh dengan minuman, tidak banyak yang dilakukan oleh Zahra karena keterbatasannya.
ia hanya memandangi teman-temannya yang sedang bergurau, sekali melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu.
duduk di kursi roda sambil memegang segelas minuman wine.
''zahra jangan diam saja'' celetuk teman laki-laki Zahra
''apa yang bisa aku lakukan, aku hanyalah wanita cacat yang tidak bisa bergerak bebas'' keluh Zahra dalam candaan
''hahaha, aku yakin sebentar lagi kaki mu bisa berjalan dengan lancar, dan mengejar kau seperti anjing'' gurau laki-laki itu.
.
.
.
Zahra bercanda ria tanpa sadar seseorang menatap dirinya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
duduk di pojok ruangan dengan pakaian serba hitam, laki-laki itu menyamar agar tidak ketahuan.
__ADS_1
teruslah bercanda sayang, lihat saja nanti aku akan menghukummu. batin laki-laki itu
siapa lagi kalau bukan Simon, iya membuntuti istrinya, mana tega dia membiarkan istrinya pergi ke Bar sendirian tanpa pengawasan ditambah istrinya tidak bisa berjalan.
Zahra sedikit minum, tidak sampai mabuk, karena pada dasarnya Zahra kuat minum.
laki-laki bernama Kenzo yang sedari tadi menempel pada Zahra kini laki-laki itu mulai menunjukkan gelagat yang tidak sepantasnya.
iya memegang paha Zahra, Zahra sedikit risih meskipun Zahra tidak merasakan sentuhan itu namun ia tahu laki-laki itu tengah menyentuh pahanya.
''ken bisakah kau melepaskan tanganku dari pahaku" pinta Zahra
"kenapa?'' Kenzo bertanya seolah-olah tidak tahu apa-apa
bukannya melepaskan Kenzo malah ndak memeluk Zahra.
belum sempat ia memeluk Zahra ia sudah mendapatkan bogem mentah dari seseorang yang baru saja menghampirinya.
buggg
Simon menghajar habis-habisan Kenzo, sedari tadi kepalanya sudah memanas melihat Kenzo mendekati Zahra.
riuh sudah ruangan itu, semuanya berantakan karena perkelahian antara Simon dan Kenzo.
sampai salah satu dari mereka ada yang memisahkan keduanya.
__ADS_1
di ruangan pribadi, Zahra membantu mengobati luka-luka di wajah tampan Simon, Zahra dengan telaten memberikan obat ke luka, simon terus memperhatikan wajah Zahra.
''kenapa kau menatapku begitu?'' tanya Zahra tidak suka, namun dalam hati ada kecemasan melihat luka yang ada di wajah Simon.
jujur tadi ia merasa sangat ketakutan melihat simon baku hantam dengan Kenzo, ia takut Simon kenapa-napa.
''aku senang melihat kamu perhatikan dengan ku'' ucap Simon tanpa mengalihkan pandangan
''ini juga sebagai bentuk terima kasih, karena kamu sudah menolongku'' ujar Zahra
''jika menolong bisa mendapatkan perhatian, maka aku rela di pukul berkali-kali asal bisa mendapatkan perhatianmu setiap hari'' ucap simon menggoda
plakkkk
''auhhhh'' ringis simon sambil memegangi pipi kirinya yang baru saja mendapatkan tamparan dari wanita yang ada di depannya.
''kenapa kau menamparku? baru saja perhatian'' ucap simon berpura-pura ternistakan
''ingat batasan mu, aku belum melupakan kesalahan yang kau lakukan'' ucap Zahra serius
wajah Simon berubah memelas, ia tahu ini saatnya ia menyelesaikan semua masalah yang terjadi antara dirinya dan Zahra
''zahra'' panggil Simon dengan suara berat
''sayang....'' panggil Simon dan langsung memeluk tubuh Zahra.
__ADS_1