
"bukankah kamu juga wanita? kenapa kamu tega menyakiti wanita lain, agar hidupmu bahagia? " deretan pertanyaan dari bibir Sherin
''apa tidak ada laki-laki lain yang bisa kamu miliki ha?'' tanya sherin berteriak sambil menangis hingga para pengunjung bersimpati padanya.
Zahra menatap wanita di hadapannya dengan wajah datar, ? lalu Zahra berdiri menatap tajam wanita di depannya ini
''kau yang datang untuk menghancurkan hubunganku, lalu kau merasa dirimu paling tersakiti, oh ayo sini tunjukkan cara permainan baru" ujar Zahra lalu
plakkkkk.
suaranya begitu nyaring satu tamparan mengenai wajah mulus Sherin.
semua orang terbengong melihat aksi Zahra, karena mereka masih berpikir bahwa Zahra adalah selingkuhan.
" Zahra'' teriak Simon yang terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Zahra
Zahra menatap Siwon dengan tatapan kecewa
"apa? kamu belain dia?" tanya Zahra sambil menunjuk ke arah Sherin
" bukan begitu sayang" ucap Simon gelagapan
"lalu seperti apa?" teriak Zahra
" aku capek mas, selama ini aku diam seolah tidak terjadi apa-apa, kamu dinner romantis dengan dia ketika aku sudah nyiapin dinner untuk kita, kamu tahu saat itu aku benar-benar hancur mas, mendapati kamu sedang dinner di restoran" ucap Zahra
"oh... bukan hanya itu, kamu juga bermesra-mesraan di perusahaan dengan dia tempat di hadapanku mas, aku muak dengan semua ini"
"sayang.... dengerin aku, kamu salah paham...."
"hahaha.... salah paham kamu bilang? kurang jelas seperti apa lagi mas, aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kamu itu berselingkuh" ucap Zahra menggebu-gebu
"Zahra sayang, semua itu tidak benar"
"maksud kamu apa Mon? kamu pikir selama ini aku apa?" tanya shiren tidak terima
__ADS_1
"diam kamu ren" ucap Simon menghentikan shiren
Zahra hendak pergi
"Zahra...tunggu" simon mencoba untuk menghentikan langkah Zahra
"Ra..ok aku minta maaf, selama ini aku tidak jujur padamu" ucap simon
"aku bisa memaafkan semua kesalahan mu tapi tidak dengan perselingkuhan'' ucap Zahra sambil jalan cepat
"Ra tunggu" Simon mencoba untuk menghentikan Zahra namun shiren lebih dulu mengehentikan Simon.
"Mon, jelaskan semua ini!" shiren meminta penjelasan dari simon
"tidak ada yang perlu aku jelaskan pada mu" ucap Simon lalu ia berlari mengejar Zahra
sedangkan Zahra sudah menaiki taksi
"aaakgggrrr. ... sial" umpat simon karena terlambat menghentikan Zahra
"puas kamu!!!!" teriakkk Simon sambil penunjuk wajah Simon
" telah membuat aku dan istriku bertengkar" suara Simon menggelegar
jderr
"istri?" ulang Sherin
"iya, dia istri ku, istri sah ku" jelas Simon
"mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi, aku muak mengikuti permainan kakak, aku tidak peduli dengan penyakit mu itu'' ucap Simon lalu pergi meninggalkan Sherin
"tidakkkkk...tidak mungkin" teriak Sherin dengan air mata yang menetes.
"jadi, selama ini hanya permainan kakak"
__ADS_1
tak lama pandangan nya kabur
bukkk.
.
.
.
di sisi lain Zahra turun dari taksi, ia berjalan menuju ke danau, lalu ia duduk di bebatuan menikmati angin malam.
pandangan Zahra nampak kosong, matanya memerah karena air matanya tidak kunjung berhenti
Zahra memejamkan matanya
"semua telah usai, aku membencimu Simon" teriak Zahra.
.
.
.
"Zahra kamu dimana?" Simon kebingungan mencari keberadaan Zahra
ia sudah mencoba untuk mencari Zahra ke rumah namun nihil, Zahra tidak pulang ke rumah, kini Simon mencari Zahra ke berbagai tempat yang biasanya di kunjungi Zahra.
Simon juga mencoba untuk menghubungi ponsel Zahra
"angkat Ra...." ucap Simon gusar
" maafin aku Ra, aku tidak jujur pada mu"
"Ra ku mohon angkat" ucap simon
__ADS_1
#jangan lupa tinggalkan jejak, biar author semangat untuk update