
Aiden duduk di depan perusahaan, ia menunggu seseorang.
hingga sosok yang ia tunggu akhirnya keluar, Aiden langsung berlari menuju laki-laki yang baru saja keluar dari perusahaan.
''papa.....'' panggil Aiden berteriak dengan perasaan gembira, Simon sekilas menoleh ke arah anak kecil itu lalu mengabaikannya
''papa kamu sedang mengabaikanku?'' tanya Aidenn menggemaskan
''apa kita pernah bertemu?'' tanya Simon dikit angkuh
''kamu....?'' Aiden merajuk dengan melipat kedua tangannya
''sudahlah, kau sudah melupakan aku''
''aku ke sini datang untuk memberitahu kamu, kalau mama menangis setelah aku menemui dirimu dan kau menghancurkan mainanku'' ucap Aiden panjang lebar
''apa kamu sudah selesai bicara anak kecil?'' tanya Simon
''ha..'' jawab Aidan sambil mengangguk
Simon berjongkok menyetarakan tingginya dengan Aiden
''anak kecil dengarkan aku, aku bukan papamu, aku tidak memiliki hubungan dengan ibumu'' jelas Simon
''dan aku sekarang sedang sibuk, tidak ada waktu untuk meladeni kamu'' lanjut Simon lalu memanggil satpam
''iya tuan''
''bawa anak kecil ini pergi'' perintah Simon lalu Simon langsung masuk kembali ke gedung
''tidak papa......, aku mau bersama papa'' rengek Aiden, Aiden memberontak saat satpam itu mau menggendong dia.
''tidak.....huaaaaaa...papa.....papa......papa Simon...'' teriak Aiden di iringi tangisan yang memilukan
__ADS_1
''hiks...hiks....papa...'' sambil terus memberontak
"lepaskan" perintah seseorang yang baru saja menghampiri satpam dan Aiden
satpam pun melepaskan karena melihat sosok yang baru saja memerintahkan dia.
''tuan Andrew'' sapa satpam sambil mengangguk
''uncle....hiks....hikss....'' Aiden memanggil Andre masih dengan tangisannya
Andre langsung menggendong tubuh kecil Aiden.
'' huuussttt, ada apa hmm?'' tanya Andre dengan nada lembut
''aiden mau bertemu dengan papa, uncle, tapi...hiks...papa dak mau bertemu Aiden'' adu nya pada Andre
''papa?'' tanya ulang Andre
deg
bagai sebuah hantaman batu besar tepat di kepala Andrew, Simon sepupunya kah yang di maksud oleh Aiden ini?
''simon papa mu? apa pemilik perusahaan ini yang kau maksud nak?'' tanya Andre dengan nafas memburu
''hu u'' jawab Aiden sambil mengangguk
jduarrr
jantung andrew semakin berdebar dan kencang.
''dari mana kau tahu dia papa mu?'' tanya Andre sedikit menguatkan hatinya
''Mama yang bilang, saat itu aiden melihat foto pernikahan mama dan papa, lalu Mama menjelaskan pada Aiden, tapi Aiden disuruh janji sama mama agar tidak memberitahu kakak-kakak'' jelas aiden panjang lebar.
__ADS_1
badan Andrew ketika melemas, hampir saja kehilangan tenaga.
aku tidak mungkin bersaing dengan saudara sepupuku sendiri dalam benak Andrew
lalu Andre menatap lekat wajah Aiden dan ia baru menyadari jika wajah Aiden memiliki kemiripan dengan saudara sepupunya.
oh Tuhan, kenapa dunia ini sangat sempit
.
.
.
Simon sedang memegang kepalanya, sekelebat bayangan masa lalu seakan berputar, lama-kelamaan kepalanya terasa sangat sakit.
"aaaakhhhrrrr, kenapa ingatan ini sangat sulit untuk aku putar kembali" Simon terus memaksa ingatannya untuk kembali
flashback on
aku benar-benar bingung sekarang apa yang harus aku lakukan, Zahra salah paham dengan semua ini, aku tidak pernah menghianatinya.
sial kenapa semua jadi seperti ini.
.......
''aku mohon Simon, tolong adikku, kau hanya perlu berpura-pura mon, dia hanya mengingat kalau dia masih berpacaran dengan mu'' pinta kakak Sherin yang terus memohon pada Simon
sering mengalami kecelakaan saat pulang ke Indonesia karena kecelakaan itu ingatan Sherin hilang setengah, ingatan terakhir nya dia masih berpacaran dengan Simon.
jujur Simon enggan untuk membantu namun dia juga kasihan pada Sherin, biar bagaimanapun mereka pernah menjalin sebuah hubungan.
''baiklah aku akan membantumu semampuku, namun aku tidak bertanggung jawab jika dia mengetahui kalau aku sudah beristri'' ucap Simon
__ADS_1