
laki-laki sejati adalah laki-laki yang ucapannya bisa dipegang._azka_
.
.
.
''aiden ga mau berpisah lagi dengan papa ma, Aiden capek ma dikatain orang anak haram terus sama teman-teman Aiden'' lanjut Aiden
deg
detak jantung Zahra semakin memburu, apa yang baru saja dikatakan putranya benar-benar menyakitkan.
''iya ma arga juga mau ikut papa'' sahut Arga
''kami juga ma'' ucap Aira dan Aida bersamaan
lalu Zahra tersenyum berusaha menahan air matanya agar tidak terus jatuh.
''baiklah, jika kalian mau ikut apa kalian, pergilah, mama tidak menghalanginya kalian untuk pergi'' ucap Zahra kecewa, lalu zahra menggerakkan kursi rodanya masuk ke dalam kamar.
semuanya memandang kepergian Zahra.
.
.
.
Simon membawa anak-anaknya masuk ke dalam mobil, tinggal Azka yang belum masuk
__ADS_1
''azka, mari masuk nak'' ajak Simon
''kalian jangan nakal disana, turuti perintah dia'' perintah Azka pada adik-adiknya yang sudah di dalam mobil.
Simon mengerutkan kening dengan mengangkat alis sebelah kirinya
''kakak tidak ikut?'' tanya Aida
''jika kita semua pergi, lalu bagaimana dengan Mama?'' tanya Aska balik
lihatlah Putra kita benar-benar seperti orang dewasa sayang batin Simon bangga
Azka menoleh kearah Simon
''Om jaga adik adik saya ya, saya titip mereka jangan sampai terluka'' ucap Aska datar
jderrrr
apa ini putranya ini salah memanggil, atau ada masalah dengan pendengarannya.
''Om? Aska ini papa kenapa kamu panggil saya Om?'' tanya Simon
Aska hanya tersenyum lalu masuk ke dalam rumah tanpa peduli dengan pertanyaan Simon.
ada sedikit rasa kecewa di hati Simon ketika mendapati respon dari anak tertuanya seperti ini.
lalu Simon membawa anak-anak pulang.
''akhirnya Aida punya ayah'' ucap Aida yang membuat hati simon tersentil
kemudian simon memandang wajah Aiden, ada rasa sesal, iya pernah lukai anaknya sendiri demi tidak mengakuinya, bahkan ia tega membuatnya menangis.
__ADS_1
andai aku tahu tidak akan pernah aku melakukannya.
Zahra apa yang sudah kau lakukan benar-benar menyakitkan.
di sisi lain
Aska mengintip mamanya yang tengah duduk di lantai dengan derai air mata.
''mama'' panggil Azka, Zahra langsung menoleh ke sumber suara
''Aska??'' Azka langsung berlari ke pelukan mamanya lalu mengusap air mata yang membasahi pipi mulus mamanya
''Mama jangan menangis lagi, Azka tidak sanggup melihat Mama menangis'' ucap azka
''hiks hiks.... Aska Mama egois, mam telah memisahkan kalian dengan papa kalian'' belum selesai bicara jari telunjuk Azka menempel di bibir Zahra
''Mama tidak egois, Azka tahu kok alasan kenapa Mama meninggalkan papa, karena wanita itu kan?'' tanya Azka yang sudah tahu
''sudah mama jangan sedih lagi ya, di sini masih ada Aska yang selalu ada untuk mama'' ujar Azka menenangkan mamanya
''makasih sayang'' ucap Zahra sembari mencium pipi Azka
''kenapa Azka tidak ikut papa?'' tanya Sarah penasaran
''dia ayah yang buruk, aku tidak menginginkannya, dia telah membuatmu menangis, dia adalah yang terburuk'' ucap Azka
''dan lagi pula azka kan sudah berjanji pada Mama kalau Aska akan selalu bersama mama, bukankah laki-laki sejati itu dipegang omongannya'' lanjut Aska
Zahra tersenyum bangga pada putranya yang satu ini, dia bukan seperti anak-anak pada umumnya, dia memiliki kelebihan.
''oh sayang kenapa kau manis sekali sih'' ucap Zahra gemas, tak lupa tangannya mencubit pipi putranya.
__ADS_1
#maaf mungkin Author cuma sedikit, karena ponakan author sedang sakit.