Five Baby Twins

Five Baby Twins
bab 15


__ADS_3

malam itu Simon menemani Sherin makan malam.


walaupun Simon sudah menolak dengan berbagai alasan, karena ia enggan untuk menemani Sherin makan malam namun Sherin begitu keras kepala.


Zahra pasti sudah menungguku batin Simon


''sayang kenapa makanannya tidak kau makan?'' tanya Sherin melihat Simon tidak memakan makanannya.


''makanlah dengan diam'' ucap Simon datar


''baiklah'' ucap sherin pasrah


selesai makan Simon langsung pulang, simon merasa begitu lelah hari ini mulai dari pikiran hati dan tubuhnya semuanya terasa sangat lelah.


''rasanya ingin aku berbaring di kasur sambil memeluk istriku tercinta'' guman Simon, namun ada sedikit perasaan sedih di hati Simon, ia merasa telah menghianati istrinya.


kini Simon dibuat bingung, bagaimana cara dia ngomong ke istrinya tentang masalah ini.


sampai di rumah Simon menatap wajah istrinya lalu ia memalingkan wajahnya nya, sungguh ia tidak tega menyakiti istrinya.


untuk menatap istrinya saja dia sudah tidak mampu, lalu bagaimana dia mau bicara jujur pada istrinya hal ini pasti akan menyakitkan.


akhirnya Simon lebih memilih diam berbaring sambil menutup mata.


tak lama ia merasa ada sentuhan dari istrinya, karena merasa tidak enak hati Simon berucap

__ADS_1


''aku lelah sayang, lain kali saja aku ingin tidur'' ucap Simon


maafkan aku sayang aku malu menatap wajahmu batin Simon


flashback end


''akgghh...." Simon memegangi kepalanya yang terasa sakit, keringatnya bercucuran di dahi, matanya sayu, tubuhnya melemah


ia terlalu memaksakan diri agar mengingat ingatkan ya di masa lalu, hingga pandangannya kabur


buggg


.


.


.


"mau apa lagi kamu Sherin, sudah kukatakan berapa kali jangan mendekati aku lagi, walaupun istriku telah meninggalkan aku, tapi aku masih mencintai dia" ucap Simon tegas


"oke, tapi aku punya satu permintaan" ucap Sherina


"jangan macam-macam sherin"


"bisakah kita berpelukan sekali saja, ini untuk terakhir kali ini, aku mohon" Sherin terus memohon

__ADS_1


Simon sedikit berfikir lalu mengganggu


"baiklah, dan ingat ini untuk yang terakhir kalinya dan jangan kamu ganggu aku lagi, pergi dari kehidupanku" peringatan Simon


tanpa membuang-buang waktu lagi, Sherin memeluk erat tubuh Simon, Shima membalas dengan menepuk pundak Sherin.


kejadian ini tidak luput dari pandangan seseorang yang tengah duduk di kursi roda, ia menatap lekat kedua insan yang tengah berpelukan itu.


hingga tak terasa air matanya jatuh, sungguh sesak dadanya melihat kejadian ini di depan matanya, meskipun sudah lama berpisah namun cinta itu masih ada bahkan hingga saat ini cinta itu semakin kuat.


Sherin yang tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia mencoba untuk mencium Simon, namun dengan sigap Simon menahan nya.


lain hal dengan Zahra, saat Sherin ndak mencium Simon, tangan seseorang menghalangi pandangannya.


derasnya air mata Zahra tertutup oleh tangan seseorang itu, dia adalah Andre, Andre langsung mendorong kursi roda Zahra, iya membawa Zahra ke tempat yang lebih nyaman.


hingga sampai di sebuah ruangan, Zahra masih menangis dalam diam.


Zahra memejamkan mata, namun air matanya tak kunjung berhenti, rasa sakitnya masih sama seperti dulu, namun ini jauh lebih menyakitkan.


setengah jam, Zahra mulai bisa mengontrol dirinya.


melihat Zahra sudah membaik Andre mulai berbicara.


''apakah masih mencintai dia?'' tanya Android pada Zahra

__ADS_1


''bagaimana mungkin seorang istri tidak mencintai suaminya'' jawab Zahra sambil meneteskan air mata lagi.


#maaf ya tadi malam tidak up, pagi tadi juga tidak, sebenarnya author sudah ngetik panjang banget tapi belum sempat ke update eh teks nya hilang, sedih banget, jadi kayak males gitu.


__ADS_2