Five Baby Twins

Five Baby Twins
bab 3


__ADS_3

apalah arti cinta, jika didalamnya terdapat penghianat.


.


.


.


"apa kamu sekarang bersama Simon? maksudku kalian sekarang berada di mana?" tanya Zahra menahan sesak di dada.


"kami berada di restoran, sedang dinner romantis, oh ya ada apa ya?" tanya balik wanita itu


tutt


panggilan terputus


masih dalam mode syok Zahra bagai orang linglung setelah berbicara dengan wanita tadi


bahunya bergetar menahan tangis, tangannya terkulai lemas melepaskan ponsel yang sedari tadi di pegang.


"aaaaaaaaakkkkkkkkhhhhhhhh, brengsek.......bajingan.....kau laki-laki bajingan simonnnnnn...." teriak Zahra sambil mengacak-ngacak semua yang telah dia siapkan.


makanan yang tertata rapi di meja berantakan semua akibat ulah Zahra.


"jadi....jadi, karena ini kamu berubah Simon?" tanya Zahra sendiri sambil menatap langit.

__ADS_1


"sudah berhari-hari aku merasakan ada sesuatu yang aneh di dirimu ternyata kamu selingkuh di belakangku?" teriak Zahra pada langit yang ia anggap Simon


"aakkkhhhh" teriak Zahra yang terus merusak dekoran yang ia siapkan untuk dinner bersama sang suami namun siapa sangka ternyata suaminya tengah dinner dengan wanita lain.


setelah puas menghancurkan semuanya Zahra berlutut di taman dengan pandangan kosong hingga tetesan air mata yang kini bercampur dengan tetesan air hujan.


alam seakan tahu kondisi hati Zahra hingga ia ikut bersedih


tetesan hujan menerpa tubuh Zahra, seakan memeluk Zahra dan menenangkan hatinya.


Zahra menumpahkan tangisnya seiring dengan derasnya air hujan dan suara petir petir yang saling bersahutan.


"hiks.....hiks...aku mencintaimu dengan tulus tapi apa yang kau balas?" lirihnya


.


.


.


Zahra memutuskan untuk masuk ke dalam rumah Jika dia tidak mengingat nyawa yang ada di kandungannya mungkin Zahra akan melakukan hal yang lebih nekat lagi.


entah bagaimana cara mengontrol emosinya yang terjadi saat ini dia hanya merebahkan tubuhnya setelah mandi sambil menunggu suaminya pulang.


tak lama kemudian terdengar suara deruan mobil.

__ADS_1


Simon turun dari mobil matanya tertuju pada taman yang begitu berantakan lalu dia tersadar akan sesuatu, iya tadi istrinya menghubungi dirinya agar cepat pulang karena istrinya tengah menyiapkan sesuatu.


namun Simon benar-benar lupa akan hal itu, perasaan bersalah pun muncul di benak Simon dengan buru-buru Simon masuk ke rumah menuju kamar.


ceklek


terlihat sang istri tiduran sambil menatap datar suaminya.


simpan mendekati ranjang


"sayang....maaf tadi aku lupa karena pekerjaanku begitu banyak sampai lupa jika kau menungguku" jelas Simon dengan ada yang penuh penyesalan


cara tersenyum, entah apa maksud dari senyuman itu


"tidak apa-apa kok, sekarang bersihkan dirimu lalu istirahat kau pasti sangat lelah hari ini" jawab Zahra masih dengan senyuman penuh makna.


wow... seperti tidak terjadi apa-apa, bahkan Zahra berbicara dengan suami seperti biasa, namun hal aneh muncul di perasaan Simon entah lah dia merasa Zahra sedang begitu marah padanya karena telah mengecewakan, apalagi dia telat pulang.


sudah pasti Zahra marah, kecewa dengan ku, dia sudah menyiapkan segala hal tapi aku malah tidak hadir, bodoh kau Simon.


Simon menatap wajah Zahra terlihat jelas dari matanya kalau Zahra habis menangis.


"yang maafkan, aku aku benar-benar menyesal" ucap Siman bersimpuh di pinggir kasur


"iya tidak apa-apa" jawab Zahra

__ADS_1


"sayang" panggil Simon dengan wajah penyesalan


"ku mohon jangan begini, kau boleh memarahi ku, boleh memukul ku, tapi jangan seperti ini" ucap Simon mengiba


__ADS_2