Five Baby Twins

Five Baby Twins
bab 23


__ADS_3

Zahra memberontak dengan terus memukul dada simon, Simon tidak goyah sama sekali, ia tetap menguatkan diri agar tidak kalah tenaga dengan Zahra.


''lepas....lepaskan aku brengsek." teriak Zahra memberontak


''lepas. .'''teriak Zahra


''pukul aku Zahra, jika itu membuat kamu tenang'' ucap simon masih menguatkan pelukannya


''kamu boleh mencaci-maki ku sepuasnya'' titah simon


Zahra terus kian memberontak dengan derai air mata yang terus mengalir.


''hiks.... brengsek, kau laki-laki paling brengsek.....hu...huh....'' ucap Zahra dengan derai air mata


''aku membencimu, kau membuat aku menderita''


Simon terus mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir Zahra, dengan memejamkan mata sembari terus menguatkan pelukkannya agar Zahra tidak terlepas.


''kau tahu betapa sakit hatinya aku karenamu?'' tanya Zahra


''kau telah menghianati cintaku, kau yang paling buruk, aku mencintaimu begitu dalam tapi apa yang kau balas? ha?''

__ADS_1


''kau tahu betapa sakitnya aku ketika mengetahui kamu memiliki wanita lain, sakit mon'' ucap suara begitu memilukan


''saat itu aku benar-benar kecewa marah pada mu, malam itu aku menyiapkan semuanya, namun bagai hantaman batu besar, aku mengetahui kamu tengah bersama wanita lain, kau tahu betapa hancurnya aku, hingga tidak ada tangis yang tersisa ketika kau pulang'' teriak Zahra


''dan saat aku datang mengantarkan dokumen yang kuperlukan, aku mendengar kau tengah bermesraan dengan wanita itu''


''lalu ketika kita makan bersama malam itu, kau memperlakukanku Dengan begitu romantis, hingga dia datang, mengacaukan semuanya, saat aku mendengar dia, kau malah membentakku, sungguh saat itu aku benar-benar kecewa padamu''


''aku memutuskan pergi darimu, dan saat itulah hidupku dimulai, aku jatuh bangun, untuk terus menyambung hidup, membuka usaha lalu gagal, membuka lagi gagal lagi, terus seperti itu, namun aku tidak menyerah karena aku punya mereka''


''kau tahu betapa sakitnya aku, ketika mereka bertanya dimana ayah mereka, sungguh aku tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan itu, terlalu sakit untuk diingat''


tubuh secara melemah, ia terus menangis terseguk-seguk.


Simon masih memeluk Zahra memberikan ketenangan pada emosi Zahra.


''menangislah hingga puas'' ucap Simon menenangkan Zahra


setengah jam berlalu Zahra sudah mulai tenang.


''dengarkan aku......'' Simon menceritakan semuanya tanpa terlewatkan

__ADS_1


dengan keadaan Zahra yang sudah tenang itu, cara dapat mendengarkan penjelasan Simon dengan baik, dan mulai mengerti setiap penjelasan yang diberikan oleh Simon.


''benarkah semua yang kau katakan itu?'' tanya Zahra polos


Simon mengangguk sebagai jawaban bahwa yang ia katakan benar.


Zahra mengeratkan pelukannya.


''maafkan aku...'' ucap Zahra


''huuussttt....kamu ga salah, akulah yang salah tidak menceritakan semuanya pada mu dari awal, andai aku bercerita mungkin semuanya tidak akan terjadi seperti ini'' ucap Simon menenangkan Zahra


''seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu''


sesal Zahra


''aku tahu apa yang kurasakan saat itu, andai aku jadi kamu, mungkin aku akan lebih dari apa yang kamu lakukan, mungkin aku akan membunuh anak-anak yang aku kandung, tapi kau begitu kuat, kau masih mempertahankan mereka meskipun ayah mereka telah menghianatimu''


keduanya saling berpelukan dengan arah.


#maaf ya beberapa hari author tidak up, author sibuk di dunia nyata, banyak banget kerjaan yang harus author kerjakan, sampai tidak sempat update

__ADS_1


__ADS_2