Five Baby Twins

Five Baby Twins
bab 27


__ADS_3

1 bulan berlalu


keluarga Simon terlihat sangat bahagia, dengan anak-anak yang selalu menghidupkan suasana rumah menjadi ramai.


tiada hari tanpa keceriaan, pertengkaran kecil, perdebatan, dan sebagaimana mestinya sebuah keluarga yang saling berinteraksi.


seluruh anak-anak Zahra mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, meskipun hingga saat ini masih ada tembok dingin Antara Azka dan Simon, namun Zahra terus mencoba untuk mencairkan nya.


seperti malam ini seluruh keluarga kumpul di ruang keluarga.


''sebenarnya ada masalah apa sih kamu sama papa?'' tanya simon penasaran


''aku tidak menyukaimu'' jawaban azka datar


''hanya itu? ku rasa ada hal yang lain, yang membuatmu tidak menyukaiku'' ucap Simon masih terus penasaran


''karena kau telah merebut cinta mamaku'' jawan Azka dengan sorot mata yang menatap Simon tajam


''Jadi kau hanya cemburu karena aku merebut cintanya'' ulang Simon


''hanya? kau telah merebut cintanya, mungkin bagimu cinta dia tidak penting tapi bagiku cintanya sangatlah penting untuk kehidupan ku''


glek


Simon menelan salivanya susah payah, ia berada di posisi yang salah, sekarang apa yang harus kita jawab jika sudah kalah telak dengan putranya.


''mamamu masih mencintaimu, kenapa kau harus cemburu?'' Simon berusaha mengalihkan


''iya tapi waktunya untukku berkurang karena kehadiranmu'' ucap Aska tegas


sedangkan anak-anak yang lain dan Zahra hanya diam mendengarkan perdebatan kecil antara kedua laki-laki yang terpaut usianya itu.

__ADS_1


''kurasa kaulah yang yang membuat waktunya berkurang untukku'' kini gantian Simon yang mulai menunjukkan sikap posesif nya


''bukankah sudah 6 tahun lebih kau bersamanya, jadi kurasa cukup, kini gantian aku''


'' mana bisa begitu'' ucap Azka tidak terima


''hei...dia istri ku''


''heiii... dia mama ku'' tak kalah nyolot


''jika kalian masih terus adu mulut, silakan keluar rumah, dan selesaikan masalah ini di luar, dan jangan masuk sampai masalah kalian selesai'' akhirnya Zahra mengangkat suara


seketika keduanya diam.


.


.


.


simon hendak memeluk istrinya dari belakang, namun mendapatkan peringatan tegas dari Zahra.


'' singkirkan tanganmu'' ucap Zahra sambil melepaskan tangan Simon dari pinggang nya


''sayang...'' renggek Simon


''apa?'' tanya zahra sengit


glekk


''kau ini kenapa?'' tanya Simon yang tidak tahu kenapa tiba-tiba istrinya berubah seperti ini

__ADS_1


''tidak kenapa-kenapa'' jawab Zahra datar.


''katakan pada ku, apa yang membuat mu marah?'' tanya Simon masih menatap rambut Zahra yang hitam


''tidak ada'' lagi-lagi Zahra menjawab dengan nada datar


''sayang....'' panggil Simon


''diam lah'' bentak Zahra


Simon terlonjak kaget, hingga matanya melotot.


''sayang...jika aku punya salah, aku minta maaf, jangan marah seperti ini'' ucap Simon memohon


tidak ada jawaban


Simon berfikir keras apa yang telah ia lakukan hingga membuat mood istrinya berubah seperti ini.


dan yah dia baru Ingat satu kesalahan yang ia lakukan tadi, ya saat ia berdebat dengan putra sulungnya, ia sempat mengatakan cinta Zahra tidak penting.


''sayang....tadi aku salah ucap, aku minta maaf''


''aku tahu aku salah, aku minta maaf''


''cinta mu sangatlah penting bagi ku''


''sayang...'' panggil Simon karena tak kunjung mendapatkan respon dari istrinya.


saat Simon menarik pinggang istrinya, ia baru menyadari jika istrinya telah memasuki dunia mimpi.


Simon tersenyum, lalu mengecup kening istrinya.

__ADS_1


''selamat tidur sayang...'' ucap Simon meskipun tidak di dengarkan oleh Zahra.


__ADS_2