Five Baby Twins

Five Baby Twins
bab 9


__ADS_3

mobil yang dikendarai Simon masih berhenti meskipun lampu sudah hijau, Simon melihat pemandangan yang mengagumkan.


terlihat anak laki membantu menuntun kakek tua yang ingin menyeberang, karena itu Simon tidak menjalankan mobilnya meskipun kendaraan di belakangnya sudah mengklakson.


Simon memperhatikan setiap gerakan yang anak kecil itu lakukan, setelah sampai di seberang jalan sana anak itu menatap mobil Simon dan membungkukkan badan sebagai tanda terima kasih.


Simon tersenyum hangat meskipun anak kecil itu tidak melihatnya karena kaca mobil dilihat dari luar warnanya hitam.


''luar biasa pasti orang tuanya mendidik dengan baik" ucap Simon pada dirinya sendiri


tittt tittt suara klakson membuyarkan lamunan Simon, mobil Simon mulai berjalan dengan kecepatan sedang


di sisi lain, seorang wanita tengah duduk di kursi roda sambil menunggu anaknya, tak lama yang ditunggu akhirnya muncul.


"Aska sayang dari mana saja kamu? Mama dari tadi mencari kamu?'' tanya wanita itu pada anak laki-lakinya


''tadi Aska bantuin kakek-kakek menyeberang jalan ma, lalu menunggu lampu merah untuk kembali menyebrang'' jelas paskah pada mamanya, wanita itu adalah Zahra.


Zahra tersenyum, meskipun Azka masih kecil namun pemikirannya sudah dewasa.


''ya sudah ayo pulang'' ajak Zahra


''mama.... biar aku yang dorong'' Azka mencoba untuk mendorong kursi roda mamanya


Zahra tersenyum lalu


''apa kamu kuat?'' tanya Zahra pada putranya

__ADS_1


"kuat dong ma, azka kan lelaki yang hebat dan kuat yang akan selalu ada untuk mama dan akan selalu menjaga mama, melindungi mama" ucap Azka


sampai di rumah


''mama'' ''mama'' ''mama'' ''mama'' panggil 4 anak yang usianya sama itu secara bersamaan, lalu mereka berlari mendekati mamanya.


''hati-hati sayang'' Zahra mengingatkan putra-putrinya


tujuh tahun silam Zahra pergi dari kehidupan suaminya dia memulai kehidupan barunya, merintis usaha membuka restoran, cafe, dan putik, dari mana modelnya? iya menjual cincin yang diberikan Simon.


bukan cincin mas kawin loh, cincin itu harganya berapa bener fantastic dengan jumlah yang begitu banyak Zahra dapat membuka usaha dan menghidupi dirinya dan anak-anaknya.


Zahra melahirkan 5 anak sekaligus, awalnya Zahra terkejut saat USG dokter mengatakan dia memiliki 5 calon bayi, di usia 7 bulan kehamilan, Zahra melahirkan anak anaknya secara bersamaan karena saran dari dokter, Zahra tidak bisa menahan janin sampai 9 bulan.


1- Azka (si paling bijaksana)


3- Aira


4- Aiden


5- Aida


3 anak laki-laki dan dua anak perempuan yang kini usia mereka sudah 6 tahun 8 bulan.


kelima anak itu tidak memiliki wajah yang sama hanya sekedar mirip-mirip saja


beberapa bulan lalu Zahra mengalami kecelakaan mengakibatkan Zahra lumpuh sementara dan dia harus melakukan terapi di kota yang selalu ia jauhi, namun ia juga tidak bisa terus-menerus seperti itu.

__ADS_1


akhirnya Zahra memutuskan untuk kembali ke kota ini, untuk melakukan terapi agar bisa berjalan kembali.


''Mama....huaaaa" mereka berempat menangis secara bersamaan


''hei ada apa?'' tanya Zahra kepada putra-putrinya itu yang tiba-tiba menangis secara bersamaan


''ma...tadi di sekolah teman-teman bilang kita anak haram karena tidak memiliki papa'' jelas harga


deg


bagai dihantam batu besar Zahra mendengar peruntunan Arga


sakit rasanya jika anak-anak sudah membicarakan tentang papa mereka


"kalian bukan anak haram, kalian punya papa'' ujar Zahra menenangkan empat anaknya


''di mana dia mah?'' tanya Aira


''dia pergi mencari mainan yang banyak untuk kalian'' ujar Zahra tersenyum


''beneran ma?'' tanya mereka serempak


''hore eeeeee'' mereka kembali ceria lalu melanjutkan mainan yang mereka tinggalkan di kamar.


sedangkan Zahra tersenyum sembari menahan sesak di dada mengingat masa lalunya


#jangan lupa tinggalkan jejak biar author semangat

__ADS_1


__ADS_2