FORMUISIKA

FORMUISIKA
9-Tes Klub Musik


__ADS_3

Pagi hari yang cerah aku terbangun dari tidurku yang sangat nyenyak sekali dan anehnya aku baru sadar sudah berada didalam kamarku.


“ Lho sejak aku bisa ada dikamarku ?”


Tak lama aku terkejut aku tidak memakai baju ketika tidur. Kemudian aku melirik kesebelah dan ternyata Bright tidur disini..oh Tuhan apa yang telah dilakukan oleh teman ku ini terhadap kesucian ku.


“ Ng.. kau sudah bangun ” kata Bright yang terbangun.


“ Ke…kenapa kau bisa tidur disini ? ” Tanyaku dengan cemas.


“ Ha.. Apa kau lupa. Kau tertidur semalam di ruang klub pas acara sudah selesai” jawab Bright.


Aku hanya terdiam dan menjaga jarak darinya sambil menutupi tubuhku dengan selimut.


“ Aku mengantarmu ke kos mu dan tidur disini ” jelaa Bright.


“ La..lalu kenapa aku bisa aku tidak mamakai baju begini ? Kau pastikan” kataku curiga pada Bright.


“ Kau ngelantur ya”


“ Ha”


“Bukanya kau sendiri yang membuka baju mu ketika dikamar” kata Bright.


“ Eh be-benarkah ? ”


“ Kau bilang panas jadi kau buka bajumu dan langsung tidur”


“ Tapi kenapa kau juga tidur disini juga ? ” tanyaku sekali lagi yang masih curiga padanya.


“ Ha.. kau benar-benar tidak ingat sama sekaliya bukanya kau sendiri yang bilang tadi malam”


“ Anu… ”


Aku masih bingung dan benar-benar tidak bisa mengingat kejadian semalam itu setelah berbicara berdua dengan Horou.


“ Cepat mandi bukanya hari ini kamu ada kuliahkan hari ini” ujar Bright.


“ O.. iya aku mandi dulu ” jawabku sambiil menuju kekamar mandi .


Setelah mandi aku pun keluar dari kamar mandi, Bright melihat ke arahku yang masih menggunakan handuk.


“ Apa yang kau liat ?” sambil menutup tubuhku yang lain.


” Dasar konyol, apasih yang kamu pikirikan ” jawabnya sambil tertawa kecil.


“ Cepat mandi sana, aku sudah lapar” perinthaku dengan kesal.


“ Kalau begitu aku pinjam ini ” sambil menarik handuk di pinggangku.


” Oy Bright ! aku belum pakai apa-apa”


“ Iya aku sudah liat, jenius warnanya putih” katanya santai.


“ Putih !”


Aku langsung mencari pakaian dan memakainya. Hah....Pagi ini benar-benar konyol dengan nya. Setelah itu, kami pun makan di kafe kampus.


“ Aon ”


“ Apa ? ”


“ Hari ini, ada tes diklub musik untuk anggota”


“ O ya” jawabkudengan cuek.


” Hey kau harus lolos dalam tes ini kalau tidak kamu bisa keluar dari klub musik” jelas Bright tegas.


“ Lalu aku gagal bagaimana ? ” ujarku dengan nada jahil.


“ Kalau kamu sampai gagal, kamu akan terima resiko dariku ” jawabnya dengan kesal.


“ iya-iya“


Dia benar-benar kesal sampai tidak mau menatapku sama sekali saat itu.


“ Hey kau ini, oke aku janji akan lulus tesnya ” jawab ku sambil mangajungkan kelingkingku.


“ Baiklah, aku tunggu hasil terbaikmu ” kata Bright sambil tersenyum sambil membalas kelingkinya ke tanganku.


Tak lama kemudian ponselku berbunyi dan itu merupakan panggilan telepon dari Horou.


“ Aon, dimana kamu sebentar lagi akan masuk?” tanya Horou.


“ Anu… aku sedang makan, sebentar lagi aku kesana ”


“ Melakukan pembakaran CO lagikah sambil berkencan dengan Bright”


“ Hey kau ngomong apa sih?”


“ Cepat kemari, Profesor Annis sudah masuk ”


Mendadak telepon dari Horou pun putus tiba-tiba.

__ADS_1


“ Ada apa ? ” tanya Bright.


“Jam proyek kami sudah masuk, aku pergi duluya dah” kataku sambil meninggalkannya.


Di dalam ruang penelitian kami pun meneruskan proyek yang kami buat waktu itu kembali.


“ Saya ingin kalian membuat alat temuan tersebut sebaik mungkin dan kalau bisa alat itu disederhanakan sehingga dapat digunakan dan bermanfaat semua orang” perintah Profesor Annis.


Ha..! yang benar saja. Semakin rumit saja karena kami harus membuat ulang proyek itu menjadi sesederhana mungkin, benar-benar merepotkan.


“ Aon , Cu (Cuprum) ini dipasangkan kemana?” tanya Horou sambil memegang kabel.


“ O itu kamu pasang saja didekat sambungan disamping sana ” jawabku sambil memasang komponen-komponen lain.


“ Kira-kira alat yang kita buat ini akan kita kembangkan seperti ?”


“ Kau lihat saja nanti ”


“ Aku benar-benar tidak mengerti, mengembangkan alat penghasil energi seperti ini sangatlah susah apalagi dibandingkan dengan hukum gravitasi” ujar Horou.


“ Tenang saja karena aku sudah menemukan formula yang tepat untuk penegembangan alat ini ” jawabku dengan yakin.


“ Baiklah, aku akan mengikuti instruksimu”


“ Oya pasang kabel biru dan merah yang ada didekatmu ” perintah ku pada Horou, dia pun memasangnya .


“ Baiklah mari kita coba eksperimen ini ”


Aku pun menekan tombol hidup pada alat itu,kemudian alat tu pun aktif sehingga membuat kegirangan tapi BOMMMMMM....... alat itu meledak dan membuat suara yang keras.


“ Ada apa ini ! ” teriak profesor Annis.


“ A..Aon ”


Profesor Annis dan yang lain terkejut melihat kami berdua dalam kondisi hitam lengam oleh asap ledakan alat kami itu.


“ A..Aon dan Horou silahkan bersihkan diri kalian dan lanjutkan peroyek kalian dipertemuan besok” kata profesor Annis.


Ini benar-bernar memalukan , apa yang salah dengan formula KUUUUUUUUUUU!!!!..............


Diruang Klub FORMUISIKA aku masih memikirkan dan mencari kesalahan formula ku di alat tersebut.


“ Ini, ini kemudian ini ” guma ku.


“ Ada apa denganya ?” tanya Win.


“ Aon, sedang mencari letak kesalahan dari rancangan proyek kami tadi” jelas Horou.


“ A……Apa yang salah dengan semua ini !” teriak ku dengan kesal.


“ Tapi aku benar-benar kesal , aku tidak menemukan kesalahan dalam formula ku sama sekali ”


“ Elanda bisakah berhenti memfoto ” kataku dengan kesal.


“ Ehehe maaf Aon, tapi aku harus mangambil momen ini” kata Elanda.


“ Oya mungkin dari foto-foto yang kamu ambil aku bisa menenmukan kesalahan formulaku” ujarku sambil mengambil ponselnya.


“ Hey tunggu ”


Tak lama ponselku berbunyi, ternyata ada pesan WA dari Bright.


“ Gawat !” teriak ku sambil berlari keluar dari ruang grup FORMUISIKA.


“ Hari ini Aon jadi aneh ” kata Horou.


“ Mungkin karna kesalahan temuanya” Ujar Win.


“ Ha, aku juga hampir lupa sesuatu !” Elanda pun berlari pergi .


“ Ah aku juga lupa sesuatu, aku pergi dulu Horou” kata Win.


“ Mereka semua pada kenapa sih hari ini” kata Horou kebingungan dalam hatinya.


Aku pun belari menuju tempat klub musik, hampir saja aku melupakan tes itu gara-gara terlalu fokus dalam mencari kesalaham formulaku.


” Baiklah sekarang giliran Aon ” kata Lilia.


Semuanya terdiam, terlihat Bright kelihatanya begitu gelisah karena dia belum juga tiba-tiba.


“ Baiklah kalau begitu…”


“ Tunggu ”


Akhirnya aku sampai tepat waktu sebelum giliran ku dipotong oleh peserta lain.


“ Baiklah silahkan ambil alat musik ”


Aku pun mengambil gitar dan siap untuk melakukan tesnya.


“ Baiklah sekarang kamu mainkan sebuah lagu dengan alat musikmu dan jelaskan kunci dasar bermain gitar ” perintah Park Kitti


Bermain musik sambil bernyanyi, ini sungguh tes tidak masuk akal kenapa harus melakukan itu sedangkan yang kupelajari kunci dasar saja.

__ADS_1


“ Kenapa diam saja ? ” tanya Park Kitti.


Suasana menjadi tegang. Keringat dinginku keluar , aku terpaku dan terdiam dalam kebingungan tiada dua .


“ Anu…aku mulai dari kunci dasar dulu?” tanyaku


“ Terserah dirimu ” kata Park Kitti.


Akupun memainkan kunci dasar tersebut.


“ Ini kunci A ”


“ Salah ” kata Park Kitti.


“ Kunci G ”


“ Salah “


" Kunci C ”


salah, salah,salah dan salah lagi. Semua kunci dasar yang kulakukan semua salah, yang benar saja bukanya ini yang sudah diajarkan padaku.


“ Permainan kunci benar tapi kunci yang kamu sebutkan itu salah ” ujar Park Kitti.


Aku benar-benar lupa karena tidak bisa konsentrasi gara-gara memikirkan kesalahn formula ku tersebut.


“ Hah baiklah berikutnya nyayikan sebuah lagi dengan alat musikmu”


Akupun bingung harus melakukan apa kemudian aku melihat Bright. Tiba- tiba teringat oleh ku sesuatu.


“ Baiklah saya akan mulai mennyayikan sebuah lagu ”


Aku pun mulai memainkan gitar dan bernyanyi, kuharap aku tidak melakukan kesalahan


Serentak suasana ruangan yang ramai menjadi cair dan tenang, orang-orang terpaku diam dan mendengar dengan seksama penampilanku.


Hingga saat detik-detik terakhie semua bertepuk tangan untuk penamilanku yang baik tersebut.


“ Wah baru pertama kali masuk sudah bisa bermain dengan baik, berikan tepuk tangan lagi ” Kata Lillia.


Akupun pergi duduk di dekat peserta lainya.


” Baiklah selanjutnya Elanda”


“ Ya saya sudah tiba “


Teriak Elanda yang baru sampai dan sekarang adalah giliranya.


Setelah tes selesai aku pun berdiri dekat lorong sambil melihat pemandangan sore dengan pikirianku memikirkan kesalahan formula .


“ Ada apa kau kelihatan lesu ?” tanya Bright datang menghampiriku.


“ O tidak apa-apa”


“ Apa ini karna kesalahan dalam proyekmu ?” tanya Bright kembali.


“ Dari mana kau tau ?”


“ Huh. Tadi Elanda bilang saat siap tes tadi” jelas Bright.


“ O begitukah, oya ngomong-ngomong soal tes tadi aku mintak maaf karna tidak bisa menghasilkan hasil memuaskan” kataku sedikit kecewa.


“ Kurasa hasil mu tidak buruk”


“ Kau pikir begitu ?”


“ Ya, kau memainkan lagu dan alat musik mu itu sudah sangat baik, jarang sekali ada orang pertama kali memainkan alat musik langsung bisa menguasainya sepertimu ”


“ itu karna aku ingat dirimu”


“ Maksudmu? ”


“ Kau sering bermain musik dan bernyanyi didekatku setiap saat, baik itu diwaktu aku sedih maupun bahagia. Aku pun sering memperhatikan mu ketika waktu jadi aku hanya mengingat setiap petikan dan nyanyian yang pernah kau lakukan itu” Jawabku sambil tersenyum padanya.


“ Dasar konyol ”


Kata Bright sambil tertawa kecil. kemudian dia mendekatiku dan mengelus kepalaku.


“ Eh ”


” Aku senang mendengarnya “ sambil menarik hidungku.


“ Hey sakit tau “ jawabku kesal.


“ Sudahlah ayo kita pulang, sambil bicarakan formula” sambil menarik tanganku.


“ Baik-baik, tapi lepaskan tanganmu sakit tau”


“ Oya besok datang ketempatku ya ?”


“ Ngapain, mending aku memikir formula ku”


“ Akan ku bantu, pokonya harus datang ” tegas Bright.

__ADS_1


“ Hei ”


Dia tak mendengarkanku sama sekali , Hah dasar Bright...........


__ADS_2