FORMUISIKA

FORMUISIKA
27-Siapa itu ?


__ADS_3

Hari ini sangat cerah sekali, tak telihat satu awan pun menyelimuti langit di siang ini membuat terik matahari semakin menyengat sampai ke ubun-ubun. Di ruangan yang ramai ini membuat perasaan sesak dan gerah. Terutama dengan kelakuan mereka yang menambah rasa panas di dalam ruangan ini semakin meningkat pesat seperti air mendidih.


Tangan jahil mulai mengusik ku yang tengah fokus melanjutkan proyek penemuan. Layangan tamparan kasih sayang aku dapatkan ke wajah menyebalkannya dan aku minta kepada dia untuk bermain dengan gadis yang suka berselfie. Pria playboy itu masih belum terima karena dia belum berhasil merebut perhatian sepenuhnya gadis itu. Dia terus memohon kepada ku untuk membantu kekonyolanya tersebut.


Seketika orang kepercayaan ku datang sambil menyuruh pria itu menjauhi ku. Dengan bentakan yang luar biasa dia akhirnya berlari mendekati Win. Kemudian pria itu duduk disamping ku sambil memainkan beberapa alunan musik dari gitarnya.


Di dalam kesibukan itu, dia merekam ku secara diam-diam. Segera ku ambil ponselnya dengan cepat, tapi dengan sigap di menghindari setiap tangkapan ku. Aku sangat kesal dan malu karena dia belum berhenti merekam ku. Dia menegaskan ini semua silakukan hanya untuk ku. Aku tak mengerti maksud dari ucapan dia dan tetap bersikukuh menghentikan dia.


Di tengah kegaduhan seseorang datang telah datang dengan jas baju yang bagus. Sambil mengambil ponsel Elanda mengambil foto bersama. Kemudian dia datang mendekati ku perlahan. Terasa aura yang sangat panas didekap ku dan terlihat pria didampingi sudah berharapan langsung dengan orang itu.


"Hm...jadi kamu sudah kembali ya ?" ledek pria itu sambil melihat jari jemarinya yang halus.


"Tentu saja aku akan kembali." ujar Bright dengan ketus. Pria mewah itu melihat kearah ku dan mengarah kepada dia lagi.


"Kalau begitu tugas ku sudah selesai disini. Tapi jika kamu berulah lagi, aku akan mengambilnya dari mu selamanya." ujar pria itu dengan senyum licik.


"Aku akan layani kamu."


"Aon, Aku pergi dulu. Sampai jumpa di klub musik ya." pria itu pun meninggalkan ruangan klub ini.

__ADS_1


Tangisan kesedihan keluar dari gadis maniac itu. Sementara si pria playboy itu malah makin kegirangan dengan kepergiaan pria. Meski dia adalah gadis yang dingin, wanita berambut biru itu menghibur gadis manis yang malang itu dengan mengingat dia masih bisa terus bertemu klub musik. Seketika mengubah suasana hati gadis kembali berseri seperti bunga yang disirami. Sedangkan pria itu kembali kehilangan harapannya lagi.


Aku hanya bisa tertawa kecil melihat kekocakan dari mereka semua. Terasa suasana kembali seperti semula walau harus keluar satu anggota lagi, tapi jumlah anggota tetap sama seperti sebelumnya. Aku akan bertemu lagi dengannya untuk mengucapkan terima kasih.


Hm... tapi sebelum itu aku harus mengurus yang satu ini dengan pria disebelah ku. Dia masih tetap merekam ku terus dan aku langsung menyerangnya. Tidak akan ku biarkan seenaknya walau dia akan cemberut nantinya.


Siang hari di kelas, aku ada jadwal perkuliahan dengan profesor Annis. Hari banyak kelompok yang mepresentasikan hasil temuan mereka masing-masing. Penemuan mereka sangat unik dan menarik sepertinya melebihi dari temuan ku lakukan bersama Horou. Aku sedikit cemas dibuat oleh penemuan mereka.


Disamping itu, aku yang merasa gelisah malah melihat gadis ini tidak memperhatikan sama sekali. Dia masih melakukan rutinitas biasanya untuk menulia ditengah pelajaran ini. Aku intip secara diam apa yang dia tulis dengan radar pendeteksi super kuatnya langsung menutupi buku itu. Tanpa harus ku lihat aku sudah tahu apa yang sudah sedang di tulis.


Ha... mending aku habiskan waktu ku untuk mengamati presentasi ini agar aku bisa mengembangkan alat penemuan kami kedepannya.


"Kamu ini ngapain sih ?" tanya ku penasaran sambil menurunkan ponselnya yang menyorot kearah ku.


"Aku sudah bilang aku sedang membantu mu." jawab dia dengan santai dan terus merekam ku.


"Sudah cukup, kalau kamu mau membantu, mending kamu sekarang ikut aku keriangan klub untuk menyelesaikan formula ku untuk mengembangkan penelitian ku."


"Aku sangat ingin membantu mi tapi hari ini aku ada jadwal berlari main bola bersama yang lain." ujar pria itu agak sedih.

__ADS_1


"Baiklah, tidak apa-apa."


"Bagaimana kalau kamu ikut aku untuk menyoraki ku disana ?" tawar Bright dengan nada menggoda.


"Kamu gila, aku harus segera menyelesaikan penelitian ini tahu jangan berpikir macam-macam."


"Ok, ok, ok aku hanya bercanda kok. Tapi sehabis ini aku akan menemui mu disana." sambil mengeluhkan tanyanya di kepala ku dia pun pergi.


Ha... ruangan ini terlihat sangat kosong dan berantakan tanpa ada seorang pun. Bau busuk tercium disapa sini membuat mood ku tidak betah disana. Sepertinya yang piket hari ini lupa untuk melakukan tugasnya. Ku lihat didaftar piket ditembok, sesuai dengan dugaan ku. Pria playboy itu melupakan giliran tugasnya untuk membersihkan tempat ini. Jika dia kembali aku akan menghajar sehabis-habisnya.


Aku putuskan untuk membersihkan ruangan klub ini agar aku bisa lebih nyaman dalam melanjutkan penelitian ku. Aku mencoba mengecek rak lemari dan ku temukan alat kebersihan dari hasil penemuan ku. Dengan bantuan alat ini aku bisa lebih mudah membersihkan ruangan klub dengan lebih cepat.


Jauh dari dugaan ku ternyata aku membersihkan ruangan ini memakan waktu yang cukup lama. Aku sudah lama tidak menggunakan alat ini sehingga harus mempelajarinya terlebih dahulu. Walau cukup lama, akhirnya aku bisa membersihkan ruangan ini.


Kerja keras ini membuat ku sangat lelah. Rasanya badan ku pegal dan mata ku terasa mengantuk. Aku usahakan mata ku untuk tetap selalu terbuka. Tapi aku tak berdaya menahan beratnya mata yang menimpa hingga membuat ku terhanyut dalam.


Di dalam bawah sadar ku aku merasakan kehadiran seseorang. Tapi kucoba untuk tetap tenang dan berusaha menjaga kenyaman tidur ini. Tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh dengan keras dan itu membuat ku terkejut. Aku langsung terbangun dan melihat sekitar. Kemudian ku lihat pintu depan sudah terbuka dengam sendirinya.


Ku lihat sekitar ruangan, tidak ada seorang pun yang ku temukan selain sebuah kaleng besi yang tergeletak di lantai. Tak lama terdengar suara percikan air dari kamar mandi. Dengan penuh kewaspadaan, aku mendekati tempat itu sambil membawa panci. Seketika pintu kamar mandi terbuka dengan sendirinya perlahan-lahan.

__ADS_1


__ADS_2