
Hah.....
Sudah tiga hari berlalu sejak kejadian. Pria tu tak pernah kunjung muncul dihadapkanku lagi. Baik dijalanan maupun di ruang klub Formuisika. Tak kunjung sehelai rambut pun aku melihat bagian dari dirinya.
Aku terus merenung memikirkan apa yang sebenarnya yang terjadi diantara kami berdua. Sambil menginggat perkataan yang dibilang Win kepadaku di ruang UKS.
" Aku rasa dia cemburu melihatmu diantar sama Pak Kiri "
" Apa ? Yang benar saja Win "
" Itu terlihat jelas sekali Aon, dari sikap yang dia lakukan terhadapmu tadi "
" Aku masih belum bisa mengerti Win ? kenapa dia begitu cemburu? padahal sebelum-sebelunya dia tidak seperti ini kepadaku "
" Hmm..... mungkin dia ada masalah dengan Park Kitty sehingga membuatnya kesal melihatmu bersamanya " Ujar Win.
Seketika aku terdiam mendengar perkataan Win. Aku teringat dengan curhatanya tentang seseorang yang sangat tidak ia sukai di klik musiknya sendiri.Siapa sangka kalau orang itu ternyata adalah... Senior Park Kitty.
Aon...
Aon... Aon.....
Aon !!!
Tiba-tiba aku terkejut mendengar suara seorang memanggilnya dengan keras, ya siapa lagi kalau bukan Horor
" Kamu ini, apakah otakmu itu mengalami konsleting akibat kelebihan muatan negatif yang membuat mengeluarkan instatinum graniela di pikiran mu "
" A..... apa maksud mu Horou? "
" Maksud ku, kamu melamun saat kita mengerjakan proyek ini "
" Anu ma-maa Horou "
" Sebenarnya kamu ini ada masalah apa sehingga membuat mu tidak konsentrasi dalam proyek kita ini? "
" Hmm.... "
" Jangan bilang kamu ada masalah dengan pasangan Homo sapiens mi itu "
" Apa? Aku tidak mengerti perkataanmu "
" Ayolah semua spesies diklub kita tau hal itu "
" Ah, pasti Win yang memberitahu kalian "
" Aku tidak begitu ingin membahas ini tapi cepat atau lambat kamu harus memperbaiki hubungan mu itu. Aku tidak ingin ada kekonyolan diantara kita semua "
Sejenak aku terdiam mendengarkan perkataan Horor, mungkin sebaiknya aku pergi menemui dia dan menyelesaikan ini semua.
Tak lama dari kejauhan , muncul sesosok di selebriti maniak Selfi (Elanda) berlarian menuju kearah kami.
" A-ada...Be.. rita Ba....gus " Katanya sambil tergos-gosan.
" Kuharap ini benar- benar bagus " Kata Horou
__ADS_1
" Apa itu Elanda ? "
" Aku... aku.... aku jadian sama Pak Kitty ! " Jawab Elanda dengan suara keras bahagia.
" E.......! "
Aku sendiri terkejut dengan apa yang ia katakan itu, padahal baru beberapa hari ini kami baru berhubungan dengan dan sekarang dia sudah mendapatkan senior Pak Kitty.
Apakah ini yang dinamakan kekuatan aura Narsistik?
" Ah berita konyol " Ujar Horor.
" Cie..... ada yang cemburu, sebaiknya kamu harus cepat Horou "
" Apa maksudmu sih! "
" Hehehe pura-pura tidak tau " Kata Elanda sambil melirik kecil kearahku.
" Berhenti membual " Tegas Horou.
" Oke oke, sebelum itu cis " sambil bersedih bersama kami.
" Aku mau bagi tau yang lain dulu, dadah..... "
Diapun pergi meninggalkan kami berdua.
" Ya Tuhan ! "
Aku terkejut dengan apa yang aku lihat, tiba-tiba Frans sudah ada didekat ku dengan kondisi yang sangat murung
" Ka-kamu kenapa Frans ? "
" Ha ? "
" Bidadari ku lepas dari genggamanku hu....... " Kata Frans sambil menangis tersedu-sedu.
" Hedeh... "
" Tidak kusangka.... aku kalah... kalah dia pria dengan mobil " Lotus Elvija " ugh...... "
" Sudah... sudah.... " kataku sambil mengusap punggungnya.
" Mungkin aku sudah salah karena sudah menjadi pria bumbu "
" Apa maksudmu ? "
" Kalau begitu aku akan membeli mobil yang jauh lebih keren dari itu sekarang agar semua wanita hanya tertuju kepadaku "
" Nga gitu konsepnya bambang "
" Bukan materi yang membuat cinta diantara orang, tapi rasa sayang sesungguhnya lah yang membuat orang jatuh cinta " Ujar Horor.
Tiba-tiba Frans berhenti, pandangannya tertuju kearah Horou dan berlari kearahnya ala-ala india.
" Oh my honey, sungguh kau lah pujaan hatiku "
__ADS_1
" Yak, menjijikkan "
" Mari sini Honey " kata Frans sambil mengarahkan tanganya untuk memeluk Horou.
" Ah kenapa aku mendapatkan banyak kelompokan hari ini " Ujarnya sambil mendorong Frans agar tidak dipeluknya.
Hah..... mereka ini.
Mungkin sebaiknya aku menemuinya setelah sesuai perkuliahan hari ini.
Hari demi hari telah berlalu, seluruh penjuru telah kutelusuri. Klub musik, Formuisika maupun disepanjang jalanan. Tak pernah kulihat sejejak apapun dari dirinya berada di universitas ini.
Sudah kiranya setiap orang yang kenal dengan dirinya. Mereka semua hanya memberikan jawaban yang sama yaitu.....
" Sudah 3 hari dia tidak masuk kuliah hari ini "
Akupun cemas dibuatnya, sudah telepon berkali-kali tidak diangkat sama sekali. Chat ku tidak dibalas-balas. Aku merasa sangat bersalah dengan apa yang telah aku perbuat padanya.
Huf......
Baiklah, mau tidak mau aku harus pergi menemuinya langsung kerumah pamanya. Aku yakin aku tau dia pasti ada disana. Dengan keyakinanku, akupun melangkahkan kakiku menuju kesana.
Malam hari yang gelap dan sedikit mendung, tanda hujan akan segera turun. Ditengah suasana itu aku telah berdiri di tempat keberadaanya. Rumah itu terlihat sangat sepi dan seolah tak ada orang didalamnya.
Aku melihat kesana, kemari. Terlihat cahaya terang dari kamar Bright. Aku yakin dia ada disalam sana.
" Bright .... o Bright... "
Aku memanggil dia dengan suara keras. Tak ada reaksi adapun yang terjadi. Kemudian aku terus memanggilnya berulang-ulang. Tapi tetap saja panggilan itu bagaikan angin lewat.
Kemudian aku terus memanggil sambil melemparkan sesuatu kejendela kamarnya. Tak lama pintu dari kamarnya terbuka. Aku akhirnya melihat sosok yang sudah lama tidak kulihat selama tiga hari ini, rasanya benar-benar.....
Tapi......
Belum sempat hati ini melepas rasa, dia melemparkan sobekan kertas kepadaku.
" Apa? apa maksud semua ini Bright ? "
" Mejauhlah dari ku " Kata dengan amarah yang sangat merah.
Matanya terlihat berkaca-kaca tetapi tetap dengan tatapan yang sangat tajam. Seolah-olah ia sangat marah dan benci kepada.
" Bright ...... Aku..... "
" Pergilah... aku sudah muak melihat mu ! "
" Bright "
" Aku tidak ingin berurusan denganmu lagi sialan ! "
Dia pun masuk kedalaman kamarnya lagi sambil menutupnya pintu dengan keras.
Akupun mendekati serpihan kertas yang di lempar Bright tadi. Akupun membaca kepingan demi kepingan. Betapa sedihnya aku, semua isi dari kertas itu adalah semua kenangan kami. Termasuk lirik lagu yang kami buat bersama untuk festival.
Air mataku mengalir mengalir diiringi hujan lebat yang turun. Akupun berjalan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Hati ku benar-benar hancur, air mataku tak kunjung berhenti keluar seiring hujan lebat yang turun. Aku tidak tau apa? mengapa? dan bagaiamana? Hanya pikiran kosong yang ada dikepala sekrang ini....
Sangat kosong dan hampa.......