FORMUISIKA

FORMUISIKA
28-Penyusup di Dalam Klub


__ADS_3

Di balik pintu seperti ada sesorang, aku tidak tahu siapa orang itu. Jika dia anggota klub ini seharusnya dia pasti sudah memanganggu tidur lelap ku. Dengan perlahan-lahan ku dekati pintu tanpa sepersen bunyi pun. Pintu itu terbuka perlahan, bersiap panci di digenggaman kedua tangan ku bersiap untuk memukul penyusup itu.


Dengan perlahan terlihat bagian tubuh orang itu dengan jelas. Tapi tiba-tiba dia kembali masuk dan menutup pintu. Aku yang sudah tidak sabaran mendobrak pintu itu, namun tidak ku temukan seorang pun disana. Ku periksa setiap sudut kamar mandi, hanya ku lihat bekas busa sabun dimana-mana. Disaat aku membalik badan, aku terkejut melihat seseorang terlihat samar-samar tepat berdiri di hadapan ku. Panci yang ku ku pegang tadi melayang ke atas dan menimpa kepala ku sampai pingsan.


Setelah cukup lama, aku mulai kembali sadar. Aku melihat kesekitar dan terlihat sudah berada diatas sofa. Kemudian aku menuju ke meja penelitian dan sambil memiijat kepala ku yang sakit. Ku perhatikan ke sekliling ruangan masih belum terlihat satu orang pun yang datang.


Dari arah kamar mandi keluar seseorang yang ku kenal disana. Ternyata dia Bright, orang yang dari tadi di kamar mandi sampai membuat ku begini. Aku dengan kesal memukulinya, dia kebingungan dengan apa yang aku lakukan itu. Aku menjelaskan peristiwa tadi tapi dia mengaku baru datang saat aku masih tertidur di sofa tadi. Keganjalan terasa di dalam ruangan klub ini.


"Kamu serius, itu bukan kamu Bright ?" tanya ku dengan gelisah.


"Tentu saja, saat aku masuk tadi, aku menemukan mu sudah tertidur di atas soda." jelasnya dengan wajah yang tidak terlihat sedang berbohong.


"Sebelum kamu ke kamar mandi, apa kamu melihat bekas busa dan panci disana ?"


"Tidak ada, justru aku melihat kamar mandi bersih waktu aku memakainya."


"Jadi begitu ada orang lain yang masuk sebelum itu disaat aku tertidur." ujar ku yang mengingat-ingat kejadian tadi.

__ADS_1


"Mungkin saja kamu mimpi karena terlalu lelah memikirkan penelitian." ledek pria itu sambil tertawa kecil.


"Aku serius ! Kalau mimpi seharinya aku masih tertidur di atas meja ini." tegas ku dengan kesal.


"Kalau begitu kita tanyakan saja nanti pada yang lain." saran pria itu sambil menepuk pundak ku.


Tak lama kemudian semua anggota klub telah hadir disini. Aku mulai menceritakan kejadian tadi pada yang lain dan menanyakan siapa yang datang ke klub. Mereka mengaku datang ke klub diwaktu yang ku jelaskan tadi. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang mengunakan kamar mandi selain Bright dan mereka juga memiliki cerita masing-masing.


Orang yang pertama datang ke ruang klub adalah Horou. Dia datang klub untuk membantu ku membuat alat temuan kami. Dia melihat ku masih tertidur di atas meja dan melanjutkan merakit alat itu sendirian. Tapi karena kekurangan bahan dari alat tadi dan memutuskan untuk pergi keluar untuk membelinya. Dia juga menunjukkan bahan yang sudah dia beli sambil menjewer telinga ku karena kesal melihat ku ketiduran.


Orang kedua yang datang adalah Frans. Dia datang tergesa-gesa untuk mengambil alat masaknya. Selain itu dia juga lupa menutup pintu saat pergi. Teman-teman yang lain langsung marah dan mencubit pria playboy itu karena sudah ceroboh membiarkan pintu terbuka. Win sedikit melerai mereka untuk menjelaskan lebih lanjut dari cerita Frans.


Orang berikutnya yang datang adalah Elanda. Sebelum dia sempat membuka pintu dia mendapati pesan dari temannya untuk pergi makan kue di kafe. Di juga punya bukti kuat dari pesan dan jepretan selfie yang dia lakukan bersama teman-teman lainnya. Tapi dia mengaku waktu mau pergi menuju temannya dia mendengar suara benda jatuh dari ruang klub. Benda itu tidak lain kotak kaleng yang ku temui tergeletak di lantai.


Dari cerita mereka semua, cuma Bright orang terakhir yang datang dan sempat menggunakan kamar mandi serta melihat ku tidur di sofa. Teman-teman yang lain sempat berpikir kalau Bright lah orang yang dimaksud. Tentu Bright tidak terima dengan itu semua. Dia juga mengaku kalau d memang ingin menggunakan kamar mandi untuk mandi tapi tidak jadi karena sabun cair disapa sudah habis. Itu bisa dirasakan dari bau keringat yang ada dibacanya sehabis bermain bola.


"Dari cerita yang kalian sampaikan itu, aku dapat menyimpulkan ada penyusup uang masuk kasino diam-diam." jelas ku pada teman-teman yang lain.

__ADS_1


"Oh tidak bagaimana ini nanti foto-foto manis ku akan di curi orang itu !" teriak gadis maniac itu dengan histeris sambil memeriksa lokernya di ruangan klub.


"Tidak mungkin, mana mungkin ada orang yang mau mencuri benda segiempat yang tipis tidak berguna itu." jelas gadis berambut biru muda itu dengan judesnya.


"Perkataan Ma cherchie ada benarnya, penyusup itu pasti mengungkap sesuatu. Aku juga harus periksa barang ku." ujar si pria playboy sambil memeriksa bagian lokernya.


"Memang barang apa yang mau dicuri dari orang seperti mu." ledek gadis itu pada Frans.


"Kamu ini kejam sekali, memang kamu tidak takut ada barang mu yang hilang ?" tanya ku yang sedikit kesal pada gadis itu.


"Tidak ada, hanya orang bodoh yang mencuri tumpukan kertas yang penuh dinamika rumit didalam loket ku." jelasnya dengan santai.


"Baju olahraga mi bagaimana Win ?"


"Tadi aku juga sudah periksa di loker kampus, tapi masih belum menemukan baju ku. Aku akan pastikan dulu di kos." kata Win sambil tersenyum dan mengaruk kepalanya.


"Kamu sendiri bagaimana, bukanya dengan temuan yang serba guna itu kemungkinan tinggi untuk dicuri ?"ujar Bright kepada ku.

__ADS_1


Pikiran ku langsung panik dan ikut memeriksa loker ku. Aku sampai tidak terpikirkan kalau penemuan ku adalah target utama dalam kasus ini. Jika sampai jatuh ketangan yang salah, itu akan mencoreng nama baik ku sebagai penemu masa depan yang brilian.


Matahari mulai terlihat redup, cahaya senja telah bersinar berwarna jingga. Kami duduk dan terbaring di lantai karena lelah mengecek keberadaan barang-barang. Kami bersyukur tidak ada satu pun barang yang hilang. Tapi hari ini sepertinya kami harus lebih waspada lagi karena penyusup itu bisa saja datang kembali. Win pun memberikan usulan kepada kami dalam menanti masalah ini.


__ADS_2