FORMUISIKA

FORMUISIKA
17-Something


__ADS_3

Buk !


Buk ! Buk !


Plak ! Plak !


What the hell !


" Siapa sih yang memukul-mukul ku dipagi buta ini,ganggu orang tidur saja " Teriak ku dengan kesal.


Aku melihat sekeliling dan tak melihat siapapun disana .Aku pun kembali menutup mataku dan menarik selimut. Tak lama kemudian.....


Plakkkkkkkkkk!!!!


" Awwwwww!!!!!! "


" Bangun "


" Sakit tau "


" Makanya kalau orang bangunin baik-baik bangun dong " katanya sambil tertawa kecil.


Aku memoles-moles pipi ku yang di pukulnya. Perbuatanya membuatku sangat kesal dan marah sehingga aku tak ingin melihat kearahnya sama sekali.


" Sini kulihat "


" Tidak usah "


" Sini "


Dia pun menarikku sehingga membuat ku tersandung di dadanya. Kemudian tanganya meraih wajah ku dan menariknya ke bagian pipi ku yang ia pukul tadi.


Bright terus memandangi bekas pukulanya tadi dipipiku dan terus memandanginya. Akupun merasah risih dibuatnya tapi aku tidak berdaya karena genggaman tanganya terlalu kuat.


Tiba-tiba perlahan wajahnya mendekati pipiku.


Wait, apa jangan-jangan dia mau.....


Akupun berusaha tapi tidak bisa sama sekali hingga akhirnya aku hanya bisa pasrah dan memejamkan mataku.


Hembusan nafas nya yang hangat semakin dekat dengan pipiku.


Hatiku deg, deg ,deg.


Apa yang dia akan lakukan padaku.


Tiba-tiba melepaskanku dan mendadak memukuli kepalaku.


" Sudah mendingankan "


" ....... "


" Kenapa ? "


Aku hanya bisa terdiam karena tindakan tadi. Hal itu benar-benar membuatku canggung untuk berbicara dan menatapinya.


" Hallo "


" A.... kau pikir itu lucu ha , coba rasakan olehmu "


Kata ku sambil memukulnya. Dia hanya tertawa geli merasakan pukulan yang aku berikan padanya. Setidaknya suasana tadi akhirnya bisa cair juga.


" Hari ini kau ada kuliahkan Aon ? "


" Oh iya benar, aku harus mandi "


" Mandi bareng yuk "


" What ! Ogah "


Aku pun segera mengambil perlengkapan mandi dan menuju kekamar mandi dengan cepat suapaya dia tidak masuk duluan kedalam kamar mandi.


" Aon ayolah mandi bareng "


" Tidak boleh "


" Kan kau mandi di kamar mandiku "


" Pokonya tidak boleh , week "


" Kau serius ? "


" Iya "


Dengan senyum iblisnya dia pun mendorong masuk kekamar mandi hingga akhirnya diapun berhasil mencapai tujuannya untuk mandi bersamaku.


Hedeh........


Di ruang klub FORMUISIKA aku terduduk melamun tentang kejadian tadi pagi mengenai tindakan Bright tersebut. Hal itu membuatku senang namun juga membuatku sedikit aneh.


Ah.....benar-benar bikin pusing.


Ah sepertinya kepusinganku bertambah lagi dengan muncul gadis maniac foto , Elanda.


" Hai Aon "


" Ya ada apa? "

__ADS_1


" Masih ingatkan "


Aduh.....


Akupun memukul kepalaku dan teringat kejadian kemaren dimana dia memintaku untuk mengajarinya untuk bermain gitar.


" Baiklah, aku akan ambil gitarnya dulu "


Akupun pergi mengambil gitar dan memeberikan satu kepadanya. Aku pun tanpa basa-basi mengajarinya cara memainkan gitar. Aku pikir ini akan berjalan dengan tapi......


“ Beginikah ? ”


“ Bukan, Kalau begini namanya kunci dasar A, seperti ini kunci dasar D ”


Jelasku sambil mengarahkan jarinya di senar gitar.


” Begini ”


“ Lebih keraskan lagi ”


Kreng.....


Ctack!!!


“ Ha sakit ” Jerit Elanda.


“Jangan merengek begitu, kalau tidak seperti itu suaranya tidak akan keluar dengan jelas”


“ Sekarang ulangi kunci-kunci tadi ” perintahku .


Setiap kunci yang dilakuakan semuanya salah sedangkan kunci yang benar dia lakukan dia menyebutkanya dengan salah. Hah..benar-benar merepotkan.


“ Sepertinya kamu harus mengulang-ulangnya dengan benar setiap hari Elanda ” ujarku.


“ Ha apa tidak bisa langsung bisa bermain gitar saja ? ” keluh Elanda.


“ Tidak bisa semua itu proses, jadi berusaha la ”


“ Anu.. Aon boleh tidak aku tanya sesuatu ? ”


“ Apa itu ? ”


“ Aon tinggal dimana ? ”


“ Bukanya aku sudah pernah bilang waktu pertama kali perkenalan di ruang klub ? ”


“ Yaaaa..., aku lupa hehehe ”


“ Hm, aku tinggal di kos dekat perempatan sana tidak terlalu jauh juga dari kampusku ”


" Ya mana tau aku mampir kesana suatu hari nanti "


“ kamu ini cewek, mana mungkin boleh bermain ketempat cowok “


“ Hmm tapi kan bisa diluarnya ”ujar Elanda.


“ Ha terserah kau saja ”


” Boleh tanya lagi tidak Aon ? ”


“ Apa lagi ? ”


“ Makanan favorit Aon apa ? ”


“ Huft ini yang terakhir aku suka steak, bakpawn, salad, es krim dan lain-lainya yang bisa dimakan kecuali ranting dan batu “jawabku dengan kesal.


“ Hmm oke,oke ”


“ Untuk latihan hari ini kita cukupkan dulu, aku ada kelas sekarang ”


“ Baiklah Aon ” sambil memfotoku.


Akupun pergi meninggalkanya dan menuju kekelas.


Jam pelajaran hari adalah membahas pengembangan proyek baru yang kami lakukan.


Tapi aku sedikit tidak bisa fokus karena terus memperhatikan Horou sibuk menulis sesuatu di buku aneh yang sempat membuatku dalam masalah dulu.


“ Apa yang kamu tulis lagi ? ” tanyaku.


“ A… apa ? ”


Tiba-tiab dia terkejut dan wajahnya berubah menjadi merah padam.


“ Apa kamu menulis tentangku lagi? ”


“ A….60 derajat ”


“ Apa ? ”


“ Sama dengan akar kuadrat dua ”


“ Kamu ini ngomong apa sih, kenapa panik sekali ”


Dia kemudian terpaku diam dan tidak menghadap kearahku. Aku menaruh curiga kembali , jangan-jangan dia mengisi buku itu tentang diriku lagi.


” Coba aku lihat ?”

__ADS_1


Tiba-tiba hantaman buku melantun diatas kepala ku dengan keras. Aku menghadap kearah orang yang memukul ku tadi, siapa lagi kalau bukan Profesor Annis.


“ Masih asik pacaran saja kamu ” Tegus Profesor Annis.


“ A..anu ma-maaf profesor ” ucapku panik.


“ Sekarang jelaskan jawaban pertanyaan saya yang disampaikan Horou ? ” Tegas Profesor Annis.


“ Ha ? ”


Ternyata Horou tadi itu jawababan pertanyaan daei Profesor, pantas saja dia tidak mendegarkan ku sama sekali dari tadi, Ah..... aku benar- benar sial.


Sehabis mata pelajaran aku pun kembali menanyakan tentang buku yang selalu sering dia tulis dan ada tentang diriku disana


“ Horou aku mau tanya sesuatu ? ”


“ Hmm ”


“ Buku yang dulu pernah kamu tulis waktu itu kubaca didepan kelas, sebenarnya buku apa ? ”


“ O maksud mu buku yang berwarna magenta ini ? ”


sambil mengeluarkan buku itu.


“ Iya, itu ”


“ Ini buku harianku ”


“ Ta-tapi kenapa ada tentang ku disana dan kenapa kamu selalu menulisnya saat dijam pelajaran?”


“ Kapan aku menulis tentangmu? dan kapan aku menulis saat jam pelajaran ? kamu ini benar-benar aneh deh ”


Pernyataannya benar-benar bikin aku bingung bukanya jelas kemaren itu aku membacanya dan selalu melihat dia menulis. Aku yang salah atau bagaiamana sih ini.


“ Eh ka-kalau begitu aku liat isi bukunya ”


“ Tidak boleh, ini buku pribadi masa aku menunjukannya pada orang lain ” kata Horou dengan kesal.


“ Tapi.... ”


“ Sebaiknya kamu berendam di tumpukan bara api biar tidak mencairkan processormu yang penuh halusinasi ”


“ Hey, Horou tunggu ”


Pada akhirnya aku thanya menambah beban masalahku hari ini. Dimana tadi pagi ketemu kejadian aneh, pas diruang grub begitu dan sekarang hubungan ku dan Horou kacau lagi.


Aduh... pusing-pusing.


Untuk saat ini aku harus melupakannya sesaat dan beristirahat di kos ku untuk persiapan nanti karena aku ada janji latihan bola bersama Win dan teman-temanya.


Tak lama terdengar ketukan seseorang dari pintu kamar kosku , akupun segera menuju kepintu dan membukanya.


“ O Senior Park Kitti, si-silahkan masuk ”


Aku terkejut dia datang ketempatku dengan tiba-tiba dan membuat diriku salah tingkah karena aku masih dalam kondisi yang berantakan.


“ Hmm jadi disini tempat tinggal mu ” ujar Park Kitti sambil melihat sekitar dan duduk.


“ Ha-hahah iya seperti ini lah kondisinya ” kataku dengan malu dan canggung.


“ Ini untuk mu”


Dia memberikan sebuah bungkusan yang berisi banyak makanan.


“ O terima kasih, seharusnya senior tidak usah repot-repot ” ujar ku merasa tidak enak denganya.


“ Tidak apa-apa ”


Kemudian dia kembali berdiri dan melihat-lihat penemuanku.


“ Anu… ada perlu apa senior datang kesini ? ” tanyaku dengan segan.


“ Aku cuma ingin bertamu ketempat junior baru dari klub musik ku saja, ow kira-kira penemuanmu juga” ujar Park Kitti.


“ Ow ya begitulah senior ”


“ Jangan formal begitu. Panggil saja aku Park” .


Rasanya tiba-tiba perasaanku sedikit kurang nyaman dan tidak merasa enak denganya.


Tiba-tiba pesan WA Win masuk.ke ponselkun.


“ Se-senior ”


“ Park saja ” tegasnya.


“ A…Park aku sepertinya harus pergi sekarang karena ada latihan sepakbola dengan teman-teman ku hari ini” jelasku.


“.O begitukah kalau begitu biarku antar dengan mobilku.” Tawarnya.


“ A... ”


“ Tidak usah ragu, aku juga mau kekampus hari ini”


“ Ba-baiklah ”


Akhirnya aku pergi bersamanya ke lapangan bola. Tapi aku masih bingung dari mana dia tau tempat tinggalku, mungkin ida tau dari Bright ujarku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2