FORMUISIKA

FORMUISIKA
7-Pertandingan Sepakbola


__ADS_3

Pagi hari cerah , panas sinar matahari yang begitu hangat dan lembut diringi angin yang bertiup dengan sepoi-sepoi membawa perasaan seperti air yang mengalir.


Terdengar suara kicauan burung-burung yang merdu eh… tapi ini bukan awal pekenalan cerita atau introkan.


Tersentak aku terbangun dan membuka mata tiba-tiba aku melupakan sesuatu.Seketika itu aku melihat jam dan hari sudah jam delapan kurang seperempat.


Gawat…! aku benar-benar lupa hari ini ada kuliah bersama Profesor Annis .


Aku langsung mengganti baju dan menyiapkan perlengkapan kuliah lalu pergi berlari keluar dari apartemen menuju ke kampus secepat mungkin.


Berlari dan berlari terus tanpa memikirkan hambatan apapun dikejar oleh seekor guguk, tertabrak tiang listrik, melompati kubangan, menyerobot lalu lintas hah benar-benar menyebalkan.


Seketika itu aku berhenti membantu nenek-nenek mengakat bebannya kemudian berlari lagi menunju kampus.


Teng.......teng....


Jam delapan tepat aku datang dan Profesor Annis belum masuk, huft aku benar-benar beruntung.


“ Hey dari mana saja kau ?” tanya Horou.


“ Hah.. aku terlambat bangun ” jawabku sambil mengehela nafas.


“ Kau ini bau sekali seperti CH4N4 baru keluar ” ujar Horou sambil menutup hidungnya .


“ Benarkah ? ”


Akupun mencium badanku dan tenyata. Weak.........Bauk.


“ Aku lupa untuk mandi sebelum pergi ”.


Setelah jam pelajaran selesai akupun pergi mandi di kamar mandi FORMUISIKA untuk menghilangkan bau tubuhku yang menyengat.


“ Benarkah Aon sedang mandi, aku ingi memfotonya ” kata Elanda sambil bergerak ke kamar mandi.


“ Hey kau ini tidak boleh ” kata Win sambil mencegahnya menuju kamar mandi.


“ Itu benar, Elanda. Kamu ini perempuan” tegas Horou.


“ Hmm, Tapi aku penasaran seperti apa Aon mandi, pasti seperti pangeran dalam drama korea ”


“ Ngawur kamu, jangan menghayal yang ngak-ngak deh “


“ Tapi aku penasaran sekali, Horou kau tidak penasaran juga ” ujar Elanda sambil menghadap kearahnya.


“ Ah.. itu …anu CHOOCH+OH3 atau CCH.. SO4 …apa 5 drajat ”


Tiba-tiba Horou kelihatan berubah jadi malu dan mukanya memerah kemudian membalikan badanya.


“ Pokonya tidak boleh ”


“ Mm ,baiklah aku foto pas dia siap mandi saja deh ”


Elanda pun pergi duduk di dekat papan tulis.


“ Akhirnya kau keluar juga ” kata Win.


“ Aon pakai handuk. Duh manisnya kyaaaa, cis” teriak Elanda sambil memfoto.


“ Ada apa ? ” tanya ku ke Win menghiraukan Elanda.


“ Hari ini kita bertanding sepakbola, kamu lupa ”


“ Oya aku hampir lupa tapi perlengkapanku?”


“ Semua perlengkapanmu sudah ada, baju, kaos kaki, sepatu, bahkan ****** ***** juga”


“ Oy itu sudah cukup, jangan berlebihan”


Win pun tertawa kecil.


“ Wah kalian mau bertanding sepakbola ? Elanda ikut dong mau support dan meliat permainan pertama kalian bersama, cis”


“ Ok ayo kita kelapangan ”


“ Horou, kamu ikut ? ” tanya Elanda.


“ A…anu…anu..aku..juga…..ikut ” jawabnya sambil berjalan duluan dengan malu.


“ Ada apa denganya?” tanyaku, tak lama pesan Bright masuk.


Akhirnya , waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba untuk pertama kalinya aku memakai baju bola khusus untukku dan berada disituasi seperti ini.


Dari kejauhan Horou dan Elanda berada di tepi lapangan dekat jualan nya Frans.


“ Frans, tolong minumnya ya dua, cis” kata Elanda sambil memfoto.


“ Baiklah ma chercie ku, sebentar lagi minuman yang penuh cinta akan datang”


“ Frans ,jangan lupa pesanan ku” tanya pelanggan lainya.


“Ok tunggu ma cehercie”


" Aon, Win semangat! ” teriak Elanda dari kejauhan sambil memfoto.

__ADS_1


“ Ha dia itu sunggu malu-maluin saja ”


“ Kenapa kau jadi pemain cadangan Aon ?” tanya Kim.


“ O, ini permintaan Bright.dia menyuruhku untuk menunggunya dulu dan menyarankan aku untuk melihat peramainan dari fakultas sosiologi”


“ Hmm itu benar juga , Baiklah Aon perhatikan pria itu ” sambil menunju pria yang tegar dan keras.


“ Dia itu adalah Balrais ketua sepakbola fakultas sosial itu yang perlu kau waspadai ok”


Kelihatanya pria yang bernama Balrais itu menantapku dengan tajam ketika berbicara dengan Kim, benar-benar orang yang mnyeramkan.


Tak lama permainan sepakbola pun dimulai dimana permainan kuperhatikan sangat sengit sekali permainan fakultas sosiologi benar-benar keras terutama Balrais tersebut.


Sesuai yang telah di jelaskan oleh mereka terlihat sekali cara permainan anak fakultas sosiologi ini terutama Balrais.


Setiap anggotaku banyak kesakitan dan tumbang menghadapinya , terutama Win.


Sejenak aku berpikir bagaimana cara mengatasi mereka namun aku menyadari kalau aku lupa membawa temuanku untuk bermain sepakbola.


Aku pun panik dan bepikir untuk kembali kekos untuk mengambilnya. Tapi tak lama ada pemain tim kami yang cedra dan aku terpaksa harus mengantikanya.


Perasaan ku gugup dan cemas karena takut membuat tim ini kecewa, benar-benar sulit.


“ Aon ada apa ? ” tanya Win.


“ Aku.. aku lupa membawa alat temuan” jawab ku lesu.


“ Hmm kau tidak perlu alat itu lagi ”


“ Kenapa tidak? Tanpa alat itu aku tidak bisa bermain sepakbola sama sekali ” ujarku.


“ Aku sudah yakin padamu. Setelah ku amati dirimu sepanjang latihan, aku bisa tau kau sudah melampaui semua perintah yang ada pada alat temuan mu karna kau tau kita berdua yang membuatnya ” jelas win sambil tersenyum padaku.


“ Yang dikatakan Win benar” kata P’Bim.


“ Kami percaya padamu ”


Serentak teman-teman satu tim menyemangatiku dan memberikan sebuah kepercayaan padaku.


Rasa percaya diriku muncul tapi aku masih tapi aku masih ragu pada satu hal. Tak lama Bright pun diringi suara teriakan fansnya yang mengikuti bahkan teriakan Elanda.


“ Kyaa, oppa Bright” teriak Elanda sambil mefoto-foto.


“ Apa aku terlambat ? ”


“ Wah pas sekali kau dan Aon bisa masuk ganti aku ya” kata P’Bim sambil memukul pundak Bright.


Hah entah kenapa hal ini membuat perasaan ku menjadi lega dan tidak cemas lagi. Akhirnya permainan dilanjutkan.


Sesuai kata Win, akupun bermain dengan baik dan merasakan perintah alat temuanku mengalir dengan sendirinya dalam diriku. Bahkan aku melakukan hal yang tidaak ada dalam perintah sama sekali.


Bright dan Win serta teman-teman selalu menjagaku bahkan Balrais pun tidak sempat menyentuhku karena selalu digagalkan oleh Bright hingga pada akhirnya permainan dimenang oleh tim kami.


Kemenangan ini membuat kami bahagia dan sangat-sangat membuat kami lapar hehe, sehingga kami menuju ketempat Frans untuk merayakannya dengan makan bersama.


“ Keringat sang pemenang, Cis” kata Elanda sambil berfoto bersama.


“ Wow gadis cantik siapa namamu ? ” tanya P’Bim.


“ Ow kenalkan saya Elanda si Caby, oppa pasti P’Bim, Leo dan Kim ”


“ Wah dari mana kau tau ?” tanya Leo


“ Win yang menceritakanya, cis” Sambil mefoto mereka.


“ Wah dia benar-benar cantik” ujar P’Bim.


" Kau ini tidak memberitahu kami kalau kau ada teman gadis cantik Win" kata Kim sambil memukul kepalanya.


" Aduh..."


“ Oya wanita berambut biru siapa namamu?”


“A..anu saya Horou salam kenal ” kata horou malu-malu.


” Wah wanita jepang memang ramah-ramah ya” ujar P’Bim.


“ Mesti dong, negara siapa dulu ” kata Kim dengan sombong.


“ Ah mereka ini bikin malu saja ” kata Win.


“ Hei , pas pertandingan kenapa kau bisa yakin aku bisa bermain tanpa penemuanku?”


Tanyaku penasaran pada Winkarena biasanya cuma Bright yang selalu begitu padaku.


“ Ou, kalau bisa dibilang aku memperhatikanmu selama latihan dan aku bisa lihat itu dari raut wajahmu yang bahagia ketika berlatih, sehingga ku yakin kau bisa melakukanya” jawabnya sambil tesenyum.


“ Benarkah ?” aku tak menyangka dia memperhatikanku sejauh itu


“ Aloha makanan sudah siap, untuk kali semuanya gratis buat tim pemenang” kata Frans dengan bahagia.


“ Kau kerasukan apa ?” tanyaku.

__ADS_1


“ Hey anggap aja ini pemberian ku, ucapaan selamat ku untuk kalian dari orang tampan dan menawan ini” katanya dengan nada sok angkuh.


“ Woah benarkah, terima kasih Frans”


Semua orang berterima kasih dan makan kecuali seseorang yang menyendiri dipojok sehingga membuatku harus mendekatinya.


“ Hey, kau tidak makan” tanya ku pada Bright.


“ Tidak ” jawabnya, akupun duduk disampingnya.


“ Rasanya tidak seru tanpa dirimu” Bright kemudian menatapku cukup lama


“Banjour, ini makanan kalian ” kata Frans dan pergi.


“ Frans ” panggil Bright.


” Terima kasih”


“ Eh aku tidak salah dengar ” ujar Frans.


“ Sekarang kau pergilah” usir Bright.


“ Kalian dengar Beright mengucapkan terima kasih pada ku wohoo” teriaknya bahagia sambil menemui yang lainya.


Aku tersenyum kecil melihat mereka kemudian Bright menatapku lagi.


“ Apa ?”


“ Kau tidak lupakan ” kata Bright sambil menghadap ke makanan.


“ Baik-baik aku suapin deh” jawab ku yang semula membuatku senang menjadi kesal.


“ Suapan romatis,cis ” kata Elanda sambil memfoto.


Tak terasa waktu yang bahagia berlalu, acara kami makan kamipun selesai. Teman-teman lain pulang satu- persatu.


“ Aon, kau jangan pulang dulu “ Kata Bright.


“ Ada apa ?”


“ Tunggu aku dulu, aku ada keperluan di klub sendiri”


“ Hey itu lama sekali, aku mau pulang "


“ Kalau kau sampai jangan sampai menyesal ” ancam Bright.


“ Baik-baik ” jawabku kesal.


“ Anak pintar ”


Dia pun akhirnya pergi menuju klub musik. Tak lama Win datang menghampiriku.


“ Aon kau tidak pulang ? ”


“ O tidak sebentar lagi ”


“ Apa perlu ku antar ?” tawarnya.


“ Ah tidak apa, aku sedang menunggu Bright juga disini”


“ Woi Win kau pulang tidak ” teriak P’Bim dari kejauhan.


“ Hmm baiklah hati-hati dijalan ya ”


“ Ya Win ”


Akhirnya semuanya pulang kecuali Horou yang masih duduk dimeja tadi, aku mengampirinya dan duduk disebelahnya.


" Yo "


" Oh Aon "


“ Kenapa kamu tidak pulang yang lain sudah pada pulang ?”


“ Ah tidak ada aku hanya ingin duduk disini sebentar” jawab Horou sambil mengehela nafas.


“ Permainan mu tadi sangat bagus dan hebat bahkan tanpa bantuan temuanmu” puji Horou.


“Ah benarkah, aku tidak merasa begitu” jawab ku malu.


Kemudian dia menghela nafas kembali dan menundukkan kepalanya kebawah.


“ Hey ada apa Horou ? ” tanyaku penasaran sepertinya ada hal yang membuatnya gelisah.


“ Aon, kamu luar biasa. Kamu sudah berubah dari akar kuadrat menjadi pangkat tiga dengan kamajuan yang sangat baik. Sorakan dan teman-teman baru yang penuh dengan kebahagiaan” jawabnya.


Hal itu tentu membuat ku terkejut apa yang dia bilang dankenapa dia sampai berbicara seperti, benar-benar membuatku bingung.


“ Anu…sebenarnya apa maksudmu Horou?”


“ Apakah aku bisa seperti, mendapat sorak dan kebahagiaan seperti itu ?” kata Horou serius.


Angin sore berhembus dengan perlahan-laham, Aku terdiam dan tak bisa berkata-kata apapun seolah aku merasa ada sesuatu hal lain yang ada di hatinya sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2