FORMUISIKA

FORMUISIKA
13-Shared Memories


__ADS_3

Hari ini hujan turun dengan lebat disertai badai kencang dan hal ini membuatku terjebak di dalam kos karena tidak bisa pergi kemana-mana dihari libur seperti ini.


Untuk mengisi waktu yang luang ini aku memebuat penemuan baru yang mungkin dapat digunakan multi fungsi disaat seperti ini. Walaupun begitu, mungkin ini sedikit membosankan karena tidak ada teman disini.


Aku melihat kearah jendelaku dan terlihat seseorang yang basah kuyup dari bawah kosku, tak lama beberapa saat masuk sebuah pesan dari Win. Ternyata orang itu Win dia meminta tolong untuk berteduh ditempatku.


“ Te-terima kasih Aon ” ucap Win sambil mengigil kedinginan.


“ Ini bersihkan dirimu, lalu ganti dengan bajuku sementara ” kataku sambil memberikan handuk.


“ Ba-baiklah , Terima kasih "


Setelah selesai membersihkan diri dan mengganti baju diapun menghampiriku. Hmm... kasihan sekali dia masih terlihat mengigil walau sudah berganti pakaian.


“ Kau ini kedinginan sekali ya ? ”


“ Hehe iya , Ha-hachi”


Eak, air ingusnya mengalir keluar seperti, seperti ah.........ya begitula.


“ Duduk disana dulu, aku buatan minuman coklat panas dulu ”


“ Ba-baiklah ”


“ Kau badai seperti ini mau pergi kemana ? ” tanyaku sambil menyiapkan minuman hangat.


“ Anu.. aku tadi kebetulan sedang joging dari pagi tapi tiba-tiba hujan”


“ Apa kamu tidak melihat perkiraan cuaca dulu ? ”


“ A..tidak hehe ” jawabnya dengan malu-malu.


“ Ha dasar kau ini terlalu bersemangat kalau soal olahraga, ini minumlah”


Kataku sambil memberikan minuman coklat panas tersebut.


“ O te-terima kasih Aon ”


“ Hmm sepertinya masih kurang ”ujar ku yang melihat dia masih menggigil kedinginan.


“ He ? ”


Kemudian aku mengambil jaket hangatku dan memasangkanya ke Win.


“ Sepertinya kau masih dingin jadi pakai saja dulu ”


Dia terdiam dan menunduk kebawah dengan wajah yang memerah seperti termos.


“ Ada apa ? ” tanyaku.


“ Eh..a..ti-tidak haha. Aw panas ” jawabnya sambil meminum coklat panas tersebut.


“ Hei tiup dulu sebelum minum ” kataku.


“ Ah, iya aku lupa ” jawab Win sambil tertawa kecil.


“ O, ya kamu sendiri sedang apa di hari seperti ini ?” tanya Win.


“ O, aku Cuma mengisi waktuku buat penemuan-penemuan lain ”


“ Wah kau rajin sekali ” puji Win.


“ Ah tidak juga ini sudah merupakan kebiasaanku juga ”


“ Kira-kira alat apa yang kamu buat Aon ? ” tanya Win.


“ Kamu bisa liat sendiri ” sambil menunjukan penemuanku.


“ Bukankah itu seperti mantel ” ujar Win.


“ Yap , Benar sekali. aku ingin membuat sebuah mantel dari bahan meta ini yang mampu digunakan dikondisi dibadai seperti kondisi ini yang benar-benar kedap air dan tentunya pada mantel ini akan memeberikan kehangatan secara bersamaan supaya pengguna dari alat ini tidak merasakan kedinginan. Tapi fungsi panasnya belum aktif, sepertinya ada yang kurang dari formula yang kubuat ” jelasku dengan panajang lebar.


Win pun melihat rancangan formulaku yang ada di papan tulis.


“ Mungkin kamu lupa memasukan bagian pemicu panasnya ” ujar Win.


Tiba-tiba rambutku naik ketika mendengar pernyataan dari Win.


“ Kau benar aku lupa soal kalau begitu, lalu begitu” sambil merancang tambahan formula .


“ Akhirnya formula yang tepat sudah jadi, aku tinggal memasangkanya lagi ” kata ku senang sambil memperbaiki mantel itu kembali.


“ Kamu semangat sekali ” kata Win sambil tersenyum.


Akupun mengerjakan penemuanku kembali dengan formula yang telah komplit sampai-sampai Win tertidur pulas yang memperhatikan ku beraksi berjam-jam.


Setelah cukup lama akhirnya selesai juga penemuan baru ku ini dan siap untuk dicoba.


“ Akhirnya siap !!! ” teriak ku keras dengan perasaan senang yang mengejutkan Wiwin yang tertidur.


“ A-ada apa ?”


“ Win liat, akhinya sudah siap. Aku tidak sabar untuk mengujinya” kataku dengan senang.


Namun sayang seribu sayang, aku baru sadar cuaca sudah cerah. Itu membuatku frustasi karena usahaku terasa sia-sia dibuatnya. Padahal aku sudah menunggu momen ini hiks....


“ Hey jangan sedih begitu, kamu bisa menobanya saat hujan atau badai lagi” kata Win menyemangatiku.

__ADS_1


“ Penemuanku..” aku masih menunduk lesu.


Tiba-tiba terdengar suara keroncongan dari perutku, aku juga baru sadar aku belum makan dari tadi selama hujan tadi. Hedeh penderitaan ku bertambah...Hiks.


“ Bagaiamana kalau ki-kita makan, sepertinya kamu lapar sekali ?” ujar Win.


Aku hanya bisa mengangguk karena tak sanggup lagi bergerak karena tenggelam dalam keputusasaan ini.


Win pun membawaku kesebuah restoran yang unik. Unik? ya karena makanannya berupa makanan vegetarian. Bahkan aku semua menunya tidak ada yan menggunakan bahan hewani.


“ Ini tuan silahkan dimakan ” kata pelayan disana sambil menyungguhkan makanan yang telah dipesan Win.


Aku hanya terpana melihat makanan yang terdiri dari nasi, kuah, sayur dan ubi-ubian yang diberi bumbu.


“ Ada apa ? ” tanya Win.


“ Sepertinya disini makananya tumbuhan semua ”


“ Hahaha sepertinya kamu baru pertama kali liat makanan ini” kata Win sambil tertawa.


“ Sini aku tunjukan ” dia mencampurkan semua makanan tadi menjadi satu.


“ Hey apa ini ?”


“ Sekarang coba ”


Aku pun mencoba untuk memakannya. Umm.... ummm.. ou. Rasanya fantastis, diluar dugaanku ternyata makanan ini enak sekali.


“ Bagaimana ? ” tanya Win.


“ Mm ini enak sekali rasanya ” jawabku sambil memakanya.


“ Untung lah kamu suka ” ujar Win.


“ Oya kira-kira aku baru sadar ada tempat makan ini disekitar kos ku, darimana kau tau ? ” tanyaku.


“ Aku dan teman-teman lain sering datang kesini kalau kami ngumpul bersama” kata Win.


“ Benarkah, kapan-kapan ajak aku ya ”


“ Oke”


Huft aku benar-benar sangat kenyang rasanya isi perut sudah penuh karna menambah porsi makanan tadi. Rasanya perutku mau meletus seperti balon hahaha.


“ Oya mau jalan-jalan sebentar sebelum kembali ? ” ajak Win.


“ Hmm boleh juga ”


Kami pergi berjalan di daerah sekitas sana. Sambil berjalan kami saling bertukar cerita tentang kehidupan kami masing-masing.


“ Oya kira hubungan mu dengan Bright sangat dekat ya ” ujar Win


“ A… kira-kira kalian kenal sejak kapan sampai hubungan kalian bisa sedekat itu ?” tanya Win sedikit canggung.


“ Bisa dibilang kami sudah berteman sejak kecil, dulu kami juga disekolah yang sama hingga sampai saat ini bahkan kami kuliah ditempat yang sama juga walaupun beda jurusan sih ” jelasku.


“ O begitu ”


“ Memang kenapa kau tanya hal itu ? ” tanyaku.


“ A.. aku hanya ingin tau saja masa lalu kalian hehe ” jawabnya malu-malu.


“ Hmm kalau bisa dibilang dia itu teman yang sangat baik dan dekat denganku tapi kau taukan kadang dia juga menyebalkan ” ujarku.


“ Begitu ”


Tak lama sebuah bola mengelinding didepan kami dan seorang melambai kearah kami.


“ Kakak bisa tolong lemparkan bola itu kemari”


“ Bolehkah kami ikut bergabung ?” tanya Win.


“ Ow boleh kakak ”


“ Kamu ikut Aon? ”


“ Tidak, aku menonton saja "


“ Baiklah aku pergi main dulu ya ” katanya sambil menuju lapangan sepak bola itu.


Aku pun diduduk di kursi dekat tepi lapangan dan menontonya bermain sepakbola. Terlihat jelas diwajahnya sangat bahagia ketika bermain sepakbola walau lapangan becek dan penuh lumpur karena hujan tadi.


Benar-benar oran yang maniak olahraga,aku hanya bisa tersenyum melihat sosok teman yang seperti ini.


Hari sudah sore, permainan sepakbola telah selesai dengan kondisi mereka yang kotor.


“ Kakak mainya bagus, lain kali kita main lagi” kata orang tadi.


“ Oke ”


Sambil berlari, Dia pergi mengampiriku.


“ Maaf ya, agak kelamaan” kata Win.


“ O tidak apa-apa, permainan yang bagus” pujiku.


“ Ao, terima kasih” jawabnya dengan malu.

__ADS_1


Aku melihat dari rambut sampai ujung kakinya, benar-benar kotor sekali.


“ A..Soal baju aku minta maaf ” kata Win.


“ Tidak apa-apa ” ujarku.


“ Hmm kalau begitu kita kembali ke kosmu ? ”


“ Kondisimu sudah kotor sekali, sebaiknya kamu pulang saja dulu dan bersihkan dirimu”


“ O baju dan bajuku yang diapartemenmu bagaimana ? ”


“ Bawa saja dulu, bajumu besok aku kasih ”


“ O baiklah, terima kasih ”


“ A…Minggu besok kami ada latihan sepakbola lagi, apa kamu mau ikut ? ” tanya Win.


“ Hmm, aku pertimbangkan dulu ”


“ Baiklah, kabari saja ” sambil menepuk pundak ku.


“ Hati-hati dijalan ”


“ Hm kamu juga Aon ”


Kamipun pulang ketempat masing-masing. Dipertengahan jalan aku melihat Horou ditepi pada sungai entah sedang mencari apa di reruputan yang basah.


“ Apa yang kamu cari ? ” tanyaku.


“ Ha, aduh kau ini mengangetkan ku saja” kata Horou terkejut.


“ Aku kehilangan sesuatu, saat jalan disekitar sungai ini ” jelas Horou


“ Apa itu ? ”


“ Barang pemberian orang tuaku, itu merupakan hal berharga bagiku dari pada timah, ferrum ,emas, alumunium maupun pentahidroksi ” jawab Horou sambil mencari-cari lagi.


“ Ha baiklah sini aku bantu cari ” kataku sambil mencari direrumputan itu.


“ O terima kasih ”


Kami pun mencari seluruh tepi sungai hingga hari mulai gelap. Tak lama aku menginjak sesuatu hingga pecah dan mengambilnya.


“ Horou kira-kira barang seperti yang kamu cari ? ”


“ Dia seperti corong piramid tapi ada berlian di tengahnya” tiba-tiba aku panik dan terdiam.


“ Ada apa ? Kau menemukanya ?” tanya Horou .


“ A… Be-belum heheh ”


“ Aneh kau panik begitu ” ujar Horou.


“ Ti-tidak aku hanya tadi memegang serangga aneh, jadi panik begini”


Aku tiak mungkin menunjukannya padanya karena aku tidak sengaja merusak bendanya tersebut. Bisa-bisa dia marah besar padaku .....Haduh.


“ Hmm mungkin ini terlalu gelap, wajar ada hewan liar berkeliaran ” jelasku.


“ Hmm kau benar, Sebaiknya kita pulang ” kata Horou.


“ Bagaimana bendamu itu ? ”


“ Besok saja ” jawabnya dengan wajah lesu.


” A…aku antar ya, ini sudah gelap terlalu bahaya kalau kamu pulang sendiri” tawarku.


“ Tidak apa-apa ” kata Horou.


Akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan membawa benda itu secara diam-diam untuk kuperbaiki nanti.


Sepanjang jalan pulang Horou terlihat sedih dan terdiam cukup lama sambil menunduk, perasaan ku jadi canggung karena suasana ini dan memutuskan untuk berbicara denganya.


“ Hmm kira-kira benda itu kenapa begitu berharga bagimu ? ” tanyaku sedikit canggung.


“ Begitulah ” jawabnya lesu.


" Hmm...? "


“ Itu pemberian hadiah dari orang tua ku sejak kecil diwaktu ulang tahun ku berumur 7 tahun, itu buatan mereka khusus untuk ku” jelas Horou


“ O begitukah, kira-kira orang tuamu seperti apa ? “


” Orang tuaku juga seorng peneliti, Cuma mereka bekerja diluar negri. Hal itu membuat kami jarang bertemu dan berkumpul bersama. Hanya dengan benda itu membuat ku bisa bersama mereka dimana pu aku berada ”


Perkataan Horou membuatku perasaanku tertusuk- tusuk sangking bersalahnya aku telah merusak benda tersebut..... Hiks.


“ Sampai sini saja temapat tinggal ku sudah dekat dari sini ” Kata Horou.


“ Ow baiklah ” kemudian dia menghadap padaku.


“ Terima kasih sudah menemaniku pulang malam ini ” sambil tersenyum.


Hal ini membuatku malu dan merasa tidak enakan padanya.


“ Hati-hati dijalannya ” pesan Horou.

__ADS_1


“ O ya baik, kamu juga ” dia pun pergi menuju tempat tinggalnya.


Setibanya di apartemen aku pun mencari cara memperbaiki bendanya tersebut.


__ADS_2