FORMUISIKA

FORMUISIKA
21-New Member


__ADS_3

Semua menatap kearah ku, seakan-akan mereka melihat sesosok makhluk ghoib. Kemudian mereka mencubit dan meremas pipiku secara bersamaan.


"Ah, Sakit tau !"


"Wah dia asli."


"Ada apa sih dengan kalian ini ?"


"Ada apa, ada apa. Kamu ini sudah lebih satu minggu tidak ada datang ke kampus tau !" jawab Horou dengan kesal.


"Anu...itu..."


" ... dan sekarang kita juga kedatangan orang baru yang tiba-tiba ingin bergabung dengan klub kita ini."


"Ooo, aku yang meminta senior untuk bergabung di klub ini."


"Hee !"


Semuanya terkejut, kecuali Elanda yang justru kegirangan dengan kehadiranya.


"Kamu serius Aon ?" tanya Frans.


"Iyap"


"Tidaaakkkk !!!" teriak Frans dengan suara histeris.


"Hampir lupa, anggota baru cis." kata Elanda sambil berselfie dengan kami semua.


Teet...


Teet... Teet...


Terdengar suara ponsel yang berdering keras. Pria itu terbangun dan mengambil ponselnya.


Terlihat sebuah panggilan tak terjawab dari orang yang menjengkelkan, Frans.


Dia meletakkan ponselnya dan kembali tidur. Tapi suara pendeknya terus berdering hingga muncul itu notifikasi dari sebuah pesan gambar masuk kedalam ponsel nya. Kemudian pria itu pun membuka ponsel dan melihat isi foto tersebut.


Betapa terkejut nya dia melihat isi foto tersebut. Terlihat tatapan yang tajam dan gigi nya yang mengeram. Dia pun bangkit dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi.


Di dalam sana, dia memandangi dirinya di cermin. Kemudian dengan amarah yang sangat tinggi, dia memukul cermin tersebut hingga pecah dan membuat darah disekitar tangan nya.


Di ruang klub, terlihat ramai sekali sejak kedatangan ku bersama senior Park Kitty. Kecuali Frans yang terlihat murung dan putus asa dengan perasaannya yang patah hati kepada senior yang telah merebut Elanda.


"Hei kau harus fokus." tegur Horou.


"Ma-maaf Horou"


"Kita harus cepat menyelesaikan ini karena waktunya sudah hampir dekat. "


"Hahaha tenang saja kan ada aku."


"Apa katamu! " dia pun menarik telinga ku.


"Aduh, aduh sakit Horou !" jeritku.


"Serius !"


"Ba-baik. "


Beginilah suasana sekarang terlihat ramai dengan kegiatan kami masing-masing seperti. Elanda yang asyik bersama senior Pak Kitty, Win yang berlatih jangling bola dan Frans yang memasak dengan hati yang penuh luka.


Haa...

__ADS_1


Suasana terlihat seperti sedia kala di klub ini. Kecuali dengan dirinya yang belum menampakkan diri.


Tiba-tiba terdengar hantaman pintu yang keras. Semua melihat kearah sana dan terpaku dengan apa yang terjadi. Terlihat seseorang berdiri di depan nya. Dia adalah Bright.


"Bright akhirnya kau kembali !" teriak Frans dengan senang sambil berlari ke arahnya untuk memberi pelukan.


Akan tetapi pria itu mendorongnya sampai terjatuh. Dia menatap tajam ke arah ku dan sekilas melirik senior Pak Kitty.


Kemudian dia berjalan tepat kearah ku. Dia berdiri dihadapkan ku dan memandangi ku. Kemudian dia menarik tangan ku.


Dengan segera aku melepaskan tangan ku dari nya dan bergerak menjauhinya.


"Ayo ikut dengan ku, ada hal yang ingin ku bicarakan." tegas Bright yang berulang kali menarik tangan ku.


Tapi aku tetap melepaskan pegangganya dan terus menjauhinya . Kemudia Aku berlari mendekati Park Kitty dan berlindung di belakang nya.


"Apa yang sebenar nya terjadi ?" tanya Horou.


"Win, tolong ajak Aon keluar." perintah Park Kitty.


"Aon."


"Aon, tunggu." kata Bright.


"Hei, jangan buru-buru." cegat Park Kitty.


"Ini bukan urusan mu !" tegas Bright.


Tetapi senior Park Kitty terus menghadang Bright agar tidak bisa mendekati ku.


Aku dan win pergi meninggalkan ruangan klub tersebut untuk menghindari konflik ku bersama Bright. Sedangkan Bright di tahan oleh senior Pak Kitty.


Hal ini akan menjadi hal yang sangat serius. Tapi, Ku harap jangan terjadi hal buruk diantara mereka.


"Ini."


"Terima kasih Win."


"Aon, apa kamu yakin melakukan ini ?" tanya Win dengan nada khawatir.


"Aku... entahlah aku juga kurang yakin."


"Kalau dia sampai tau bagaimana ?"


"Itu risiko yang harus kuterima, demi menyadarkan dia dari perbuatan yang dia lakukan."


Ya...


Ini semua adalah rencana ku.


Aku berniat dengan memasukan senior Park Kitty kedalaman klub akan memancing Bright. Aku juga sudah meminta kerja sama dengannya dan juga Win untuk selalu melindungi ku dari Bright.


Dengan begini aku berharap bisa menyadarkan dirinya dengan sikap yang sering ia lakukan pada ku.


Mulai saat itu aku selalu bersama dengan Park Kitty dan Win. Setiap Bright menemui ku mereka selalu melakukan hal sama berulang kali. Namun terkadang juga salah satu dari mereka yang bersama ku.


Hari-hari ku penuh dengan pengawasan mereka. Bahkan hampir setiap saat mereka menemani sampai ke kamar mandi.


Apa boleh buat ini untuk penjagaan ku sampai tiba waktunya.


"Oy Aon apa kau sudah siap"


"Jangan kesini Win !"

__ADS_1


"A..aku..aku tidak liat itu..."


Hedeh.... skip.


Walaupun aku, Win dan Elanda bisa menerima keberadaan Senior Park Kitty. Tetapi teman-teman ku yang lain masih risih terhadapnya seperti Horou dan Frans. Mereka sempat memperdebatkan posisi senior Park di klub.


"Aon, bagaimana ini? " tanya Horou.


"Ya, mana mungkin kita asal terima begitu saja. " ujar Frans.


"Aduh kalian ini apakah itu memang harus diperhitungkan sekali ?"


"Tentu saja !" kata Frans.


"Yang benar saja, sejak kapan kita menetapkan sistem seperti ?"


"Itu... "


"Saat klub ini pertama kali ini dibentuk." ujar Frans dengan cepat.


"Serius ?"


"Iya Aon."


"Kalau begitu aku ingin bertanya. Frans, kau menjabat sebagai apa ?" tanya ku dengan tegas.


"Anu... itu..."


"Itu apa ?"


"Sebagai koki diklub ini."


"Jangan berbohong, kamu baru bisa memasak itu sejak aku membuatkan alatnya untuk mu tau. " jelas ku.


"E-hehehe."


"Bagaimana pun juga senior Park Kitty akan tetap menjadi klub Formuisika ini."


"Tapi Aon, bukan kah keputusan mu sedikit egois." ujar Horou.


"Kita sudah melakukan pemunggutan suara tadi dengan suara terbanyak dari Win, Elanda dan aku, berarti senior Park Kitty sudah resmi menjadi anggota ini."


"Bright bagaimana ?"


"Yang tidak datang tidak masuk hitungan."


"Aduh coba kamu pertimbangkan lagi."


"Kalian ini kenapa sih ? ngotot sekali tidak setuju dengan keberadaan senior. " tanya ku dengan kesal.


"Kamu sendiri juga kenapa begitu, seharusnya kamu mempertimbangkan perasaan bagian sisi hati mu." jelas Horou.


"Maksudmu ?"


"Bright, Bright, Bright Aon. Apakah kamu tidak memikirkan perasaannya setelah apa yang ia lakukan kepada mu waktu itu !" jelas Frans.


"Justru karena untuk dia lah aku melakukan semua ini !" jelas ku dengan tegas kepada mereka.


"Apa ?"


Huft...


Sepertinya aku harus melakukan ini, menjelaskan cerita ini dari awal sampai akhir.

__ADS_1


__ADS_2