
Diujung lorong kampus terlihat sosok seorang pria alay nan narsis yang sudah lama tidak kami ihat. Siapa lagi kalau bukan Frans si raja cinta alias playboy.
Dia berdiam diri seperti bukan dirinya yang biasanya menggoda para wanita yang lewat. Aku pergi mengampirinya.
“ Oy kau kemana saja akhir-akhir, kami jarang melihat mu?” tanyaku.
“ Hmm ”
Dia terlihat lesu dan menunduk, seperti memiliki masalah pada dirinya.
“ Apa kau punya masalah? ” tanya Win.
“ A..anu ”
Dia masih kelihatan lesu dan ragu-ragu untuk mengatakanya pada kami.
“ Kalau kau ada masalah cerita saja pada kami ” ujarku sambil tersenyum.
Mendadak dia berubah dan kami seraya memeluk kami dengan kuat sampai membuat sesak nafas ku.
“ Oh Ma Chercie , Kalian adalah sahabat sehatiku”
Ungkapnya sambil berekspresi melo drama yang konyol dan menyebalkan.
” Hey lepaskan sesak tau ” jawab ku kesal.
Kami pun mengajaknya ke ruang grup FORMUISIKA untuk mendengarkan masalahnya bersama anggota yang lain.
Alangkah terkejutnya kami mendengar masalah yang ia alaminya yaitu masalah keuangan dengan jumlah yangTidak main-main ..... Hedeh pusing.
“ Bisakah aku meminjam uang kalian aku sangat butuh untuk tugas ?” tanyanya sambil dengan penuh drama sedih.
“ Tapi uang sebesar 1 juta dollar itu terlalu banyak ” kata Win.
“ Bukanya kau itu punya banyak uang? ” ujarku.
“ Hah kalian tau hidup ku ini dengan penuh gadis cantik nan manja tak mungkin aku tak memberikan mereka apapun. Kau tau aku ini pria yang tidak bisa hidup tanpa wanita, Ma chercie” jelasnya.
“ Dasar konyol”
“ Jadi bagaimana bisakah kau membantu ku Aon?”
Justru aku tidak biaa membantunya karena tidak memiliki uang sebanyak itu apalagi dia menghabiskan uangnya untuk hal-hal konyol.
” A untuk uang sebanyak itu aku tidak punya ”
Dia pun bebalik badan dan menghadap ke arah Win sambil mendekatinya.
“ Maaf, akaupun uang untuk hari ini untuk bayar aparetemenku ”
Next , dia mendekati Horou.
“ Kertas minyak tidak cukup untuk memenuhi aluminium logam itu”
Ke Elanda.
“ Mm, mian frans ” sambil memfoto
Dan terakhir dia meminta ke Bright.
“ Uangku tidak cukup untuk kekonyolanmu” jawabnya dengan dingin sambil keluar dari ruangan.
“ Aaa bagaimana ini? Keluhnya sedih”
Tak lama, Dia melirik kearah ku lagi.
“ Oya Aon bagaimana kita menjual penemuan mu ? pasti harganya mahal” tanyanya sambil senyam-senyum yang menyebalkan.
“ Hey penemuan ku tidak untuk dijual, meskipun dijualpun orang yang membelinya pun tidak akan tau menggunkananya dan akan berdampak sangat buruk” jelasku.
“ Bagaimana kalau kau mambantu ku membuatkan aku alat untuk menghasilkan uang kumohon Aon” jawabnya sambil memohon dan menarik-narikku.
“ A…” aku masih ragu-ragu.
“ Aon, bantu Frans aku yakin Aon yang jenius dapat membantunya” kata Elanda.
“ Ya , itu benar ” tambah Win.
“ Ha baiklah ”
“ Terima kasih , Ma chercie” jawabnya senang sambil memeluk dengan kuat lagi.
__ADS_1
“ Pelukan kasih sayang Cis ” Kata Elanda sambil memfoto.
Aku memang bilang akan membantunya, tapi siapa sangka dia terus menempel pada ku disetiap perjalanan apalagi ditatap oleh para fans-fans wanitanya yang sinis dan penuh kecemburuan.
“ Aon , apa kau sudah memikirkan alat untuk membantuku?” tanyanya untuk yang ke 100 kalinya.
“ Ah , kau ini sudah kubilang aku tidak mungkin memkirkanya secepat itu dan berhentilah mengikuti ku” jawabku kesal.
“ He tapi Win bilang kau bisa memikirkanya dengan cepat kalau terus bersama seseorang, jadi akan selalu disampingmu” jawabnya sambil menggoda, sungguh menjijikan.
Tak lama kemudian, kami dihampiri oleh jutaan fans maniac dari Frans.
“ Frans sayang kapan kita bersenang-senang?” tanya para fansnya.
“ Oh para my ma chercie ku, maafkan aku untuk hari ini aku tak bisa bersama kalian karena aku ada bisnis bersama pria tampan ini ” jawabnya dengan santainya.
Aku merasa hawa permusuham diantara mereka terhadapaku. Hah, sepertinya aku menjadi musuh bagi para fansnya hari ini.
Tak lama kemudian Bright tiba .
“ Kau dari mana saja sebentar lagi kita akan latihan” sambil menarik tanganku tapi Frans menahanku.
“ Apa masalahmu ? ” tanya Bright.
“ Wow, wow kau ini tidak sopan sekali tiba-tiba menyeret patner bisnisku begitu saja tanpa izin ” jawab Frans dengan nada angkuh.
“ Minggir kau , dia ini sekarang ada kursus diklub musik” jawab Bright.
“ Bagaiamana kalau aku juga ingin ikut ?” ujar Frans.
“ Yang bukan anggota klub musik tidak boleh menggangu” bantah Bright.
Suasana semakin panas apalagi disaksikan oleh kedua fans dari fans mereka, hal ini membuatku canggung dan bagaimana pun aku harus mengehentikan pertikaian mereka.
“ Sudah cukup, Frans tolong tunggu aku siap latihan diklub musik dulu. Bright ayo pergi” jelasku sambil menarik tanganya dan pergi.
Diklub musik adalah hari pertama kami latihan bagi anggota baru dimana kami disuruh memiih alat musik yang akan mainkan.
“ Ada apa Aon? “ tanya Lillia.
“ A.. Bolehkah aku menggunakan alat musik yang tidak ada disini misalnya penemuanku?” Tanya ku.
” Maaf Aon ,kau harus memilihi yang ada disini” jawabnya sambil tersenyum.
“O maksud mu gitar ini ” sambil memberikanya pada ku.
” Jadi bagaimana aku memainkanya ? ”
“ Kau harus memainkannya dengan jarimu dengan kunci yag tepat ”
“ O, benarkah apa saja itu ?”
“ Ini kunci D” sambil mengarahkan jari tanganku.
“ Sekarang ayunkan tanganmu” perintahnya dan terdengar suara gitar tesebut.
” Nah beikutnya Kunci E” sambil mengarahkan ku seperti tadi.
” Lalu kunci A bagaimana?” tanyaku.
Mendadak senior Lillia terdiam dan tak berkata sepatah kata apapun soal kunci A.
” Aaa, maaf Aon spertinya kau harus memperlajari kunci yang dasar tadi saja dulu, aku lupa kunci yang lain. Jadi lanjutkan sendiri oke” Lillia pun pergi meninggalkan ku dan menuju anggota lainya.
Dari kejauhan aku melihat Frans bersembunyi dibalik pot bunga agar tidak ketahuan. Dasar konyol ngotot sekali sih dia sampai bertindak seperti itu.
Tak lama Bright menghampiriku yang membuat Frans terkejut dan kabur tapi menabrak tembok sehingga membuatku sedikit membuat ku tertawa kecil.
“ Ada apa ? ” tanyanya Bright.
“ O, tidak ada apa-apa”
“ Bagaiamana latihanmu ? ”
“ Ya seperti kau lihat aku masih belajar dasar tapi ada beberapa kunci yang belum kuketahui” ujarku.
“ Mari kuajari ” katanya sambil duduk didekatku.
“O baiklah” dia pun mengajariku tapi seperti yang kalian ketahui tidak mudah mempelajari alat ini.
“ Sepertinya kau harus menguasainya dirumah juga” ujar Bright.
__ADS_1
“ Tapi aku tidak punya gitar ”
Kemudian mengambil gitarnya dan memberikan padaku.
“Gunakan gitar ku ”
“ Lalu kau bagaimana ? ”
“ Tidak apa aku masih ada gitar di rumahku, aku pergi dulu ada kelas hari ini ingat jangan lupa latihan setiap hari” dia pun pergi.
Setelah sekian lama, akhirnya latihan diklub musik selesai. Aku melihat Frans masih menunggu disana.
“ Owh Aon kau sudah selesaikah ?” tanyanya.
“ Yah seperti kau lihat ”
“ Oya maukah kau pergi berkunjung ke apartement ku hari ini ?”
“ O, ada apa?” tanyaku penasaran karna tidak biasanya aku diajak ke apartemen dia.
“ Yah sambil membahas alat yang kau buatkan untukku my ma chercie”
“ Huh baiklah kebetulan hari ini tidak ada latihan sepakbola dengan Win, aku akan ikut”
“ Benarkah my ma chercie terima ka..”
“ Eits jangan peluk lagi” cegah ku padanya.
” Baiklah ayo ”.
Berapa jam kemudian akhirnya kami tiba di apartmenenya dan aku terkejut dan melongo melihat kamarnya .Aku tak menyangka kamarnya luas seperti hotel bintang lima.
“ Hey silahkan masuk” katanya sambil menarikku.
“ Kamarmu ini hotel atau apasih ? ”
“ Yah seperti kau tau pria tampan sepertiku harus selalu mendapatkan fasilitas terbaik, jadi aku harus memilih sesuai keinginanku” jawabnya dengan percaya diri.
“ Huh yang benar saja, uang saja kau susah sekarang” jawab ku.
“ Ak….itu karna orang tua ku sudah membatasi uang jajan ku karena terlalu boros bermain cewek terus hehehe” jawabnya malu.
“ Pantas ”
“ Yah karna itu aku disuruh mandiri oleh orang tuaku lagi, Silahkan duduk aku siapkan makanan ”
“ Oya ngomong-ngomong kenapa tidak kau jual saja barang-barang dan gambar mu ini?” tanyaku pada Frans.
“ Haaa, kau ini mana mungkin aku menjual barang-barang tercintaku itu penuh kenangan tau, apalagi karya gambarku tidak terlalu banyak dimiati oleh orang” jawabnya sambil memasak.
“ Hmm dasar kau ini anak kesenian tapi tidak kreatif sama sekali ” ledakku.
“ Hey jagan tertawai aku terus , tidak semudah itu tau meskipun aku tampan dan merupakan mahasiswa tidak bisa berpikir seperti jenius sepertimu”
Tak lama masakanya pun siap dan dia menghidangkanya di meja makan dengan pesona ala-ala paris.
“ Tada , silahkan cicipi makanan khas Francis” kata Frans.
“ Kau tidak menaruh racunkan biar aku pingsan” tanyaku sambil bercanda.
“ Hahaha tidak my Ma cherchie ,liat aku makan ini” jawabnya sambil memakanya.
“Baiklah akan ku makan ”
Ketika aku memakannya tiba-tiba aku terdiam dan tubuhku mati rasa yang membuat lidah benar-benar tidak percaya.
Rasanya sangat luar biasa , bumbunya terasa dan rasanya seperti makanan mewah. Benar-benar masakan fantastis dan membuatku tidak berhenti memakanya.
Benar-benar sulit dipercaya orang sepertinya dapat memasak seperti ini, benar-bnear diluar dugaan.
“ Apakah kau yang benar-benar memasak ini, ini sangat“ tanyaku.
“ Kau liatkan tadi aku yang masak ”
“ Kau bisa memasak makanan lezat sperti ini! kenapa tidak bekerja direstoran atau menjualnya saja” tanyaku sambil menyantap makanan enak itu terus.
“ Ha bekerja direstoran itu merepotkan apalagi kau tau kita ini mahasiswa sedangkan jualan sendiri harga bahan yang akan kubelipun tak cukup dengan uang ku yang sekarang”
Tiba-tiba rambut ku naik, aku akhirnya menemukan cara yang tepat untuk membantunya.
“ Oy Aon, rambutmu.....”
__ADS_1
“ Frans aku sudah menemukan formula yang tepat untuk membantumu” ujarku.