FORMUISIKA

FORMUISIKA
14-Repaired Back


__ADS_3

Ku benar-benar kelelahan setengah mati, kenapa? Karena memperbaiki benda berharga Horou tersebut. Aku tidak sempat tidur pulas karena hal itu.


Siapa sangka komponen yang digunakan orang tua Horou ini merupakan komponen yang sangat rumit bahkan aku belum menemukan formula yang cocok untuk memperbaikinya.


” Apa yang kau pikirkan ? ” tanya Bright sambil menepuk pundakku.


“ Ah, apa-siapa aku tidak melakukanya "


Tiba-tiba suasana hening seketika diriingi suara burung gagak yang lewat..Kaak kaak kaak


“ Hah ternyata kau ”


“ Kau kenapa sih ? ”


“ A…. ” aku benar-benar ragu untuk menceritakan padanya.


“ Kalau ada masalah ceritakan saja pada kami” ujar Win.


“ Itu benar Ma chercie apapun untuk mu ” tambah Frans.


“ Kau tidak usah ikut campur ” cegah Bright.


” Hey aku ini khawatir padanya, kau ini bagaimana sih Bright ? ” ujar Frans.


“ Bisa tidak sehari kamu tidak bikin aku kesal ” bentak Bright.


“ Memang apa salahnya aku peduli padannya” bantah Frans.


“ Hey sudah-sudah , kenapa malah bertengkar sih.Bukanya kita ingin mendengarkan masalah Aon ” tegur Wiwin .


Mereka berdua pun akhir terdiam. Akhirnya aku cerita semua kejadian malam tadi pada mereka dan sepertinya mereka kondisi ku tersebut.


“ Hmm benar-benar rumit sekali ” kata Frans.


“ Apa kau tidak tahu komposisi yang digunakan dalam benda itu ? ” tanya Bright.


“ Sudah kubilang aku tidak tau, bahkan aku sudah mencari disumber buku yang ku punya dan artikel di internet. Sepertinya benda pemberian orang tua Horou ini terbuat dari bahan-bahan yang cukup unik” jelasku.


“ Hmm bagaimana kalau kau menanyakanya langsung pada Horou ? ” saran Frans


“ Idemu sama sekali tidak masuk bodoh ” kata Bright.


“ Bodoh bagaimana !?” teriak Frans dengan Histeris.


“ Yang dikatakan Bright benar, kalau aku bertanya langsung itu akan membuat Horou curiga padaku”


“ Sepertinya tidak ada pilihan lain selain memeriksanya di ruang penelitian dan pustaka di fakultas ku ”


“ Kami ikut” kata Win.


“ Kalian tidak usah ikut, biar aku saja yang menemaninya sendiri ” tegur Bright.


“ Hei memangnya kenapa? Kami juga ingin ikut membantu ” bantah Frans.


“ Terserah yang penting kalian jangan ribut lagi ” tegasku.


Ruang penelitian sepertinya masih djgunakan oleh orang lain jadi kami terpaksa menunggu antrian pemakaian oleh orang lain.


Agar tidak membuang-buang waktu percuma, kami mencarinya dari sumber buku di perpustakaan sambil menunggu.


Namun ternyata setelah mencari dari banyak buku kami tidak menemukan petunjuk sama sekali.


“ Rasanya aku mabuk dengan semua angka dan huruf ini ” keluh Win.

__ADS_1


“ Kalau kau tidak niat mencari sebaiknya kembali saja ” kata Bright sambil membaca buku-buku lain.


“ Baiklah, tapi dimana Frans ? ” kami pun melihat kiri dan kanan.


Ternyata dia sedang bicara enaknya dengan gadis di perpustakaan, akupun mendekatinya dan memukulnya dengan buku.


“ Hey kamu datang kesini untuk membantu aku atau bermain dengan gadis-gadis disini ” kataku dengan kesal.


“ A.. aku sedang membicarakan bahan yang kamu cari itu dengan para gadis manis disini ” diapun mengambil benda itu dari tanganku dan menunjukan pada mereka.


“ Gadis-gadis cantik apakah kalian tau bahan untuk membuat benda seperti ini ? ” mereka hanya menggeleng dan pergi.


“ Ha ternyata gadis di fakultas ini tidak kalah cantiknya” ujar Frans.


“ Apa kau pikirikan sih ? Kau ini bisa serius tidak. ” kataku kesal sambil memukulnya lagi pakai buku.


“ Aduh, aduh ampun ”


Tak lama dari pintu para gadis keluar tadi, muncul Horou. Akupun menarik Frans ketempat kami membaca supaya tidak ketahuan dari Horou.


Dia terlihat mencari-cari sebuah buku, semakin dekat, semakin dekat. Dia pun sudah berada didekat kami kami berusaha menutupi diri dengan membaca buku.


“ Tumben kalian disini ” ternyata kami tetap ketahuan.


“ Aha iya ” kata ku dengan gugup.


“ Itu aneh kenapa Bright, Win, dan Frans ada disini ? ”


“ A.. kami disini ingin membaca bersama ” ujar Win.


“ Benar Ma chercie , kami sedang membaca buku-buku ini ternyata sangat menarik ya haha ” kata Frans dengan tertawa terpaksa.


“ Membaca buku di fakultas ini ? ” Horou mulai merasa sedikit curiga.


Duh bagaiamana ini aku berusaha menyembunyikan benda itu, Bright cuma diam saja dan fokus membaca. Dia terlalu menghayati atau bagaimana sih tidak bisa melihat kondisi saat ini.


“ Kami sedang membantu Aon untuk mencari informasi dari buku ini untuk penemuan barunya yang lain ” jawab Birght.


“ Ah iya-iya aku butuh bantuan mereka untuk mambantu ” ujarku panik.


“ Hm kalau begitu kebetulan, aku membaca disini saja ” Horou sambil pergi menuju dekat ku dan duduk disampingnya.


Aku benar-benar risih dan cemas dia duduk didekatku sekali, aku harap dia tidak memperhatikan disekitar kalau tidak dia akan mengetahuinya.


Setelah cukup lama diperpustkaan, antrian pengunaan ruang penelitian belum juga berakhir.


Ini benar-benar sangat lama sekali apalagi harus berada disamping orang yang diwaspadai saat ini, sangat merepotkan sekali tapi ini demi menebus kesalahanku padanya.


“ Oya Aon bagaimana langkah kita berikutnya tentang proyek yang kita buat itu ? ” tanya Horou.


“ Anu.. itu ” aku masih bingung mau menjawab apa.


“ Apakah penemuan baru mu ini ada kaitanya untuk membantuk proyek kita ? "


“ Haha ..begitu sih ” jawab ku deg- degan.


Sepertinya ada yang aneh mereka kenapa mereka diam dan tidak membantu ku bicara sih. Ternyata setelah kuliat kondisi mereka benar-benar menyedihkan Frans dan Wiwin tertidur pulas.


Frans tidur sampai air liur keluar dari mulutnya , Win dengan buku menutupi diwajah sedangkan Bright masih fokus membaca buku tersebut sambil terkantuk-kantuk.


“ Aon untuk mencari benda itu, aku mungkin tidak bisa mencarinya sekarang ” kata Horou.


“ E-eh kenapa ? ”

__ADS_1


“ Aku hari ini masih ada keperluan dengan dosen lain. Jadi mungkin pulangnya mungkin sampai sore ” jelas Horou.


“ Mm begtu ”


“ Tapi bisakah kamu mencarikanya untukku ?”


“ A....baiklah aku akan berusaha mencarinya untukmu” aku ngomong apa sih sampai bicara begini.


“ Terima kasih, aku mengandalkan mu ”


Kata-kata Horou sempat membuatku terdiam dan malu betapa konyolnya tindakan ku ini. Perasaan ku benar-benar kacau karna hal spele ini, aku harus kuat.


“ O sudah waktu, aku pergi dulu ya ” Horou pun pergi meninggalkan kami.


” Berikutnya ” panggil penjaga ruang penelitian.


“ Oh sudah waktunya, hey bangun-bangun ini giliran kita ” kataku sambil membangunkan mereka.


Akhirnya aku mendapat kesempatan untuk melakukan pengecekan terhadap benda penemuan orang tua Horou ini


Tapi aku masih gelisah karena teman-temanku sepertinya tidak begitu tenang karena baru pertama kali memasuki ruangan seperti ini.


Aku harap mereka tidak melakukan keributan saja sudah cukup.


“ Anu jadi seperti ini ruangan para orang jenius ya Aon ” ujar Frans.


“ Kau sebaiknya diam saja biarkan dia konsentrasi ” kata Bright dengan tegas.


“ Ha kau ini bisa sehari tidak bersikap dingin padaku Bright ” kata Frans sambil bersandar.


“ Hey Frans jangan ! ” teriak Win.


“ Ops hampir saja ” sambil melepaskan sandaranya dari benda-benda di ruangan penelitian.


" Sudah kubilang kau ini membuat masalah terus kalau ikut,sebaiknya kau keluar saja” kata Bright dengan ada keras.


“ Aku tidak sengaja ”


“ Oy tenang ” kata Win


“ Dia yang mulai dulu Win ”


Suasana semakin panas, bahkan panasnya membuat diriku meletup-letup seperti lava gunung api dan ini membuatku tidak konsentrasi , Ah aku tdak tahan lagi......


“Diam!!!” teriakku.


Mereka terdiam dan tak berkata-kata sambil menundukan kepala mereka, sekeliling orang memperhatikan dari luar bahkan penjaga ruang penelitan ini sempat bingung dengan apa yang terjadi .


Akupun menarik nafas dan melanjutkan penelitian. Beberapa waktu kemudian data yang kucari sudah kudapatkan dan ternyata benar dugaan ku.


“ Bagaimana hasilnya ? ” tanya Bright.


“ Sudah perkirakan kalau bahan yang digunakan orang tua Horou membuat benda ini dari komponen-komponen unsur terbaru yang belum dipublikasikan sama sekali ”


“ Apa maksudnya, aku tidak mengerti ” kata Win kebingungan.


” Intinya benda ini terbuat dari bahan yang belum pernah kalian pakai selama ini ” jelasku


“ Jadi untuk itu kau harus membuat bahan itu dulu” ujar Bright.


“ Tepat sekali aku harus mencari formula yang tepat untuk menemukan bahan ini sebelum membuat benda itu”


“ Aku tidak mengerti, tapi itu sepertinya fantastis ” kata Frans dengan elegan.

__ADS_1


“ Hei jangan dekati Aon ” cegah Bright.


Ha mereka kembali ribut kembali, tapi sekarang tinggal aku selesaikan formula ini. Kemudian aku menyelesaikan dan memberikanya pada Horou secepat mungkin.


__ADS_2