FORMUISIKA

FORMUISIKA
18 - Jealous


__ADS_3

Dilapangan bola yang luas, terlihat Bright, Win dan teman-teman lain berlatih bermain bola untuk persiapan pertandingan mahasiswa dari kelas Matematika. Bright berhenti sejenak dan memperhatikan sekitarnya.


" Dimana anak itu ? " Tanya Bright sedikit kesal.


" Sebentar lagi dia akan datang Bright " Jawab Win.


Tet !


Tet ! Tet !


Teeeeeeeeet !


Terdengar suara mobil yang keras dari pinggir lapangan. Terlihat sebuah mobil putih bermerek " Lotus Evija " berhenti. Pandangan Orang-orang sekitar tertuju pada mobil mewah itu dan penasaran dengan siapa yang ada disalam mobil tersebut.


Pintu mobilpun terbuka, seseorang terlihat keluar dari dalam mobil itu dan betapa kagetnya mereka melihat siapa yang keluar dari dalam mobil tersebut.


Ya


Siapa lagi kalau bukan Aon dan bersama pemilik mobil " Lotus Evija " itu yaitu Park Kitti.


Para fans dari Park Kitti pun mulai berhamburan untuk menghampiri pujaan mereka yang bersama dengan mobil mewahnya tersebut.


Hal ini membuat Aon canggung dan terdiam melihat suasana yang penuh kehebohan tersebut.


" Kyaaa ! , Kak Park mau kemana hari ini ? " Tanya salah seorang fansnya.


Tapi sepertinya Park Kitti tidak begitu menghiraukan pertanyaannya dan malah membuat gerakan tangan untuk menepi. Para fans setia pun menuruti dan mereka membukakan jalan untuk mereka lewat.


Aon dan Park Kitti berjalan setengah keramaian itu, seolah-olah terlihat seperti seorang bintang artis ternama. Aon hanya berjalan menunduk sambil menahan malu dengan suasana yang penuh sesak ini.


" Wah, itu anak bukanya dari teknik teknologi itu ya "


" Iya benar, sepertinya mereka berdua memiliki hubungan khusus " Ujar salah satu fans Park Kitti.


Mereka berdua akhirnya sampai didekat Bright dan lainya. Terlihat Bright menatap tajam kearah Park Kitti begitu lama. Kemudian dia mendekati Aon dan kemudian menarik tangannya dengan kuat.


" Aww... Sakit Bright " Jerit Aon.


" Hey apa yang mau kau lakukan pada Aon ? " Tanya Park Kitti sambil menarik tangan sebelah Aon.


" Lepaskan tanganmu, kami mau berlatih " Ketus Bright.


" Hey, hey jangan begitu. Aku sudah mengantarkannya. Apa ini ucapan rasa terima kasihmu padaku, Rekan musik "


" Apa maksudmu ha ! " Tiba-tiba nada bicara Bright menjadi keras.


" Sudah, sudah Bright. Anu....Kak Park terima kasih sudah mengantar ku sampai sini " ucap Aon.


" Tidak apa-apa, aku akan menunggumu jika kau mau."


" Ah, tidak perlu kak. Aku tidak ingin membuat kan Park kerepotan. "


" Hahahaha, tidak apa-apa "


Kemudian dia melirik kembali kearah Bright dan sambil tersenyum berkata.

__ADS_1


" Bright, ternyata juniormu jauh lebih tau diri dari pada dirimu "


Tiba-tiba genggaman tangan Bright semakin kuat ditangan Aon, seolah menyuruhnya untuk mengusir Park Kitti dari sini.


" Anu... Kak, saya izin untuk berlatih bermain bola dulu ya " kata Aon yang sudah keringat dingin.


" Baiklah cari aku jika kau butuh sesuatu dariku "


" Ba-Baik Kak "


Aon pun akhirnya pergi sambil ditarik tangannya oleh Bright dengan perasaan yang sulit untuk diungkapkan.


Setelah berada ditempat yang cukup jauh dari Park Kitti, Aon pun memandang kearah Bright dengan wajah yang sedikit kesal dengan perlakuan Bright tadi kepada Park Kitti.


" Kamu ini kenapa sih, Bright ? "


Dia hanya diam dan tak melihat kearahku sama sekalian. Tampang wajahnya masih terlihat kesal dan marah. Aku terus menghujaninya dengan pertanyaan yang sama berulang-ulang kali, hingga akhirnya dia berbicara kepadaku.


" Kenapa kau bisa bersamanya? " Tanya Bright dengan nada yang emosi.


" Dia... kebetulan datang kekosku "


" Bagaimana dia bisa tau dimana kau tinggal ? "


" Lho bukanya kamu sendiri yang memberitahunya "


" Apa kau tidak begitu menggenalku ya, Aon ? "


" Apa maksud mu ! "


Hal itu membuat suasana dilapangan bola menjadi tegang, teman-teman yang melihat sejenak terdiam dalam kesunyian.


Aku benar-benar sangat kesal dengan ucapannya yang tidak jelas dan sikapnya yang aneh ini. Tapi belum sempat aku berbicara Win menghampiri kami berdua.


" Anu.... Aon, Bright sebaiknya kita mulai latihan lagi "


" O-oke "


Akhirnya kami mulai berlatih bermain bola. Dalam latihan kali ini kami membagi kembali menjadi dua grup dimana aku berada di grup cadangan dan lawannya adalah grup utama dan anggota salah satunya adalah dia, Bright.


Dalam latihan kali aku sangat serius dalam menjalankanya, tapi tidak dengan nya. Tatapanya terus menghadap kearahku, cuek terhadap pemain yang membawa bola dan hanya menyerang siasat aku membawa bola.


Ah....yang benar saja kenapa dia bisa tidak sportif hanya gara-gara masalah itu dan tidak menyampingkannya. Bahkan aku sampai babak belur dibuat olehnya karena terus menghadapngku membawa bola. Sepertinya ini benar-benar luapan empunya pada diriku.


" Awww....... "


Priiiiit


" Kamu tidak apa-apa Aon? " Tanya Win.


" Hey Brigh kau ini apa-apaan ! " Teriak P'Bim.


Dia hanya diam dan tak menjawab apapun setelah dia dengan apa yang perbuat kepada diriku hingga kaki ku terkilir.


" Kamu bisa berdiri " Tanya Win.

__ADS_1


" Ti-tidak apa-apa aku masih bisa main, Aww.... "


" Sebaiknya kau bawa dia ke UKS Win " Ujar Leo.


Aku pun dipangku oleh Win dan membawaku ke UKS. Sedangkan Bright masih berurusan dengan teman lain mengenai perlakuannya tadi.


DiRuangan UKS


" Aon, kondisi kaki mu tidak apa-apa. Hanya t3rkilir sedikit nanti bisa sembuh dengan cepat asalkan kau tidak bergerak secara agresif ya " Jelas Dr. Kara.


" Ba-baik dokter, Terima kasih "


Dr. Kara pun meninggalkan ruangan UKS. Sejenak aku termenung memikirkan kelakuan aneh Bright hari ini. Dia benar-benar sangat berbeda dari Bright yang aku kenal selama ini.


Tak lama terdengar suara pintu terbuka, itu Win ia datang sambil membawakan minuman kepadaku.


" Bagaimana keadaanmu ? " Tanya Win.


" Hmm.. tidak apa-apa, kata dokter aku hanya perlu istirahat dan tidak bergerak secara liar saja "


" Syukurlah "


Sejenak aku terdiam dan tertunduk kembali.


" Ada apa ? "


" Tidak ada apa-apa kok "


" Hah.....jangan bohong, sepertinya kamu ada masalah dengan Bright "


Akupun menarik nafas dan meminum seteguk air dari minuman yang diberinya tadi.


" Aku tidak mengapa dia bisa begitu ? "


" Apakah ini pernah terjadi diantara kalian berdua? "


" Belum Win, sama sekali belum pernah "


" Apa yang dia bilang padamu ? "


" Entahlah aku sendiri tidak mengerti, dia hanya bilang aku tidak mengerti tentang dia sama sekali selama ini tentang diri ya " Jelasku pada Win.


Akupun kembali diam dan kembali terbawa oleh suara hatiku yang tidak enak tadi saat ini.


" Mungkin dia cemburu denganmu "


" Haaaaaaa!!!! "


Aku kaget, sangat kaget mendengar perkataan Win ini. Aku sendiri bahka tidak tau apa yang membuatnya sangat cemburu padaku.


" Mana mungkin Win, memang apa yang membuatnya sangat cemburu? "


" Hmm... mungkin karena melihat mu bersama Park Kittty "


Eeeeeeeeeeeeeeeeeeee?

__ADS_1


__ADS_2