FORMUISIKA

FORMUISIKA
11-Persiapan Hari Sebelum Festival


__ADS_3

Hari ini aku sangat senang sekali , rasannya perasaanku benar-benar bebas. Sambil berjalan menikmatinya dengan santai menuju kampus.


Tak lama aku melihat digrup FORMUISIKA terlihat ramai dan penuh debu serta ada Horou . Aku pun pergi menghampirinya.


“ Hei Horou , ada apa ini ?” tanyaku dengan senyum manis.


kemudian dia menghadap kearah ku dengan tatapan serius yang penuh kekejam kepadaku .


“ He, a..anu ada apa Horou ?”


Dia masih diam dan menatapku seperti itu.


” Ngomong-ngomong aku sudah menemukanya” kataku dengan panik supaya mengalihkannya.


“ Lupakan itu dulu !” teriak Horou.


“ Eh ”


“ Hari ini adalah hari bersih-bersih untuk acara festival”


“ Pembersihan ?”


“ Hu cerebrummu sepertinya hilang ingatan, setiap festival fakultas kita melakukan penilaian terhadap ruangan klub kita tau” jelas Horou.


“ He...hehe”


“Ayo cepat kerja”sambil menarik terlinga ku ke ruangan.


“ Aduduh, sakit ! ”


Semua anggota akhirnya sudah berkumpul di ruangan klub FORMUISIKA kecuali Bright.


“ Oya ngomong-ngomong dimana Bright ?” tanyaku pada Horou.


“ Bright sudah meminta izin karena dia ada latihan musik untuk festival besok bersama anggota musik lainya”


" Ow begitu "


" Aku jadi iri " ujar Frans.


“ Diam, Baiklah aku sudah mengatur pembagian tugas kita. Aku dan Elanda akan membersihkan bagian luar dan jendela ,Aon dan Win memebrsihkan bagian dalam ” tegas Horou.


“ Oke ” kata Elanda sambil memfoto.


“ Dia kenapa sih, kenapa dia yang mengatur?” Bisikku pada Wib dan Frans.


“ Entahlah aku kurang tau” jawab Win.


“ Hey kalian dia tidak tau, kalau seorang gadis seperti itu berarti mereka sedang PMS, mengerti haha” ujar Frans sambil tertawa.


“Aku dengar yang kau bilang Frans ” kata Horou sambil menjewer telinganya.


“ Aduh maaf ma cherci, maaf ma chercie ”


“ Kamu memebersihkan bagian toilet ” perintah Horou.


“ Ha…! Aduh ma chercie jangan kasih aku bagian itu, kamu menegerti pria tampan dan romantisku tidak pantas melakukan itu ” ujar Frans sambil merayu.


” Tidak ada tawar-menawar laksanakan cepat ” tegas Horou.


“ Tidak !!!! ” teriak Frans frustasi.


Sementara itu di tempat Bright dia sedang berlatih dengan anggota klub musiknya.


“ Kau hebat juga, bisa membuat lagu dan instrumennya dalam sehari “ kata Park Kitti.


“ Tidak juga aku sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari dan juga mendapat bantuan dari temanku” ujar Bright.


“ Apakah bersama pria jenius itu ? ”


“ Hmm ”


“ Hmm aku sangat tertarik padanya, jarang sekali ada orang yang bisa bermain gitar tanpa latihan terutama aku sangat suka pada gadis maniac foto itu” ujar Park Kitti.


“ Rasanya aku ingin memakan mereka”


Tiba-tiba Bright berhenti bermain gitar ketika mendengar perkataan Park kitti dan menatap Park Kitti dengan serius.


“ Hahaha aku hanya bercanda, kita lanjutkan latihan ini ” Kata Park Kitti sambil tertawa tapi kelihatanya Bright tidak begitu senang.


Diruang klub FORMUISIKA kamipun memulai pembersihan masal sesuai dengan tugas kami yang sudah dibagi oleh Horou.

__ADS_1


“ Elanda, sudah jangan foto-foto sambil menyapu ” kata Horou.


“ Iya Horou ”


“ Letakan ponselmu dekat meja disana ”


“ Ok ” Elanda pun meletakannya.


“ Cis ” sambil berfoto.


“ Elanda ” panggil Horou.


“ Aku segera kesana ”


Ternyata dia sudah mengatur foto otomatis untuk memefotonya ketika bekerja hedeh.


Sementara itu aku dan Win memebersihkan bagian dalam ruangan dari mengatur posisi benda benda disana , menyapu dan membersihkan tepi ruang.


“ Hei Win, kamu terlihat bersemangat sekali ”


“ Ah iya aku sangat suka sekali bersih-bersih seperti ni, rasanya seperti olahraga” ujar Win.


“ Dan ditambah lagi.....”


Tiba-tiba mukanya memerah dan terdiam melihatku.


“ Ditambah lagi dengan apa ?”


“ Ah tidak ada apa-apa ”


Kemudian dia mengalihkan pandangannya dari ke sebuah meja di ruangan.


“ Aon sepertinya meja ini kurang cocok disni bantu aku memindahkanya” ujar Win.


“ Baik Win ” kami pun segera mengangkat meja tersebut.


Di dalam toilet, pria palyboy Frans menatapi nasibnya yang harus membersih toilet tersebut terutama membersihkan closet yang sangat kotor saat itu.


“ Kenapa pria tampan seperti ku ini harus melakukan pekerjaan kotor, aku benar-benar malang sekali ” keluh Frans dengan putus asa.


“ Tapi demi dewi cantikku aku akan melakukanya asal dia bahagia ” ujarnya sambil memasang masker dan sarung tangan.


“ Ah keliatnya closetnya mapep ”


Frans pun mengambil penyedot toilet dan mencoba mengatasi , tiba-tiba airnya menyembur mengenai mukanya.


“ Aaaaa !!! ” teriak Frans sangat keras.


“ Suara apa itu ” kataku sambil terkejut.


“ Aon, aon aku terjepit ! ” Jerit Win.


“ Ha ,benarkah ” tanpa sengaja aku melepas peganganku.


“ Aaaa !!!” teriak Win kesakitan karena kakinya terhimpit meja tadi.


“ Mereka sedang apa sih ! ” Horou pun masuk kedalam dan Elanda ikut sambil membawa ponselnya.


Beberapa saat kemudian, masalah mulai reda kamipun beristirahat


“ Win, maaf aku tidak sengaja ” kataku sambil mengobati kakinya.


“ Ti..tidak apa-apa Aon,aw ” katanya sambil menjerit menahan sakit ketika diobati.


“ Bau…bau ” kata Frans sambil menyeprot parfum pada dirinya.


“ Kau ini berlebihan Frans, membersihkan toilet sampai begitu konyolnya” kata Horou.


“ Aduh Ma chercie, kau tidak tau pengorbananku ini ” jawab Frans sambil menyemprot lagi.


“ Lalu kau tidak mandi habis itu ?” tanyaku.


“ Tidak sempat aku sebentar lagi ingin menemui pujaan hati yang lain ” ujar Frans.


“ Ih jorok ” kata Elanda sambil memfoto.


“ Sebelum itu, Masing-masing dari kita harus menyajikan pameran disini”


“ Pameran, untuk apa ? ” tanyaku.


“ Hm untuk pengunjung yang menilai dengan pengujung yang lain, kita tidak mungkin menyambut mereka dengan kosong begitu kan” jelas Horou.

__ADS_1


“ Memangnya ruang ini museum”


“ Wah kalau begitu aku bisa memamerkan maha karya ku dan berjualan disini” kata Frans.


“ Dilarang berjualan karena dapat membuat tempat ini kotor” tegas Horou.


“ Kalau aku akan memajang hasil foto-fotoku” kata Elanda sambil memfoto.


“ Kamu sendiri apa Win ? ” tanyaku.


“ Mungkin aku peralatan-peraltan olahragaku, kalau kamu sendiri?”


“ Aku mungkin meletekan beberapa hasil penelitian ku dan gambaran formula dipapan tulis itu ”


“ Baguslah ”


“ Oya, kau sendiri Horou bagaimana ?” tanyaku padanya.


" Kalian bisa lihat besok ,Baiklah kalau begitu cepat bereskan dan kau jangan lupa mandi CH4N4”


“ Baik-baik Ma chercie ”


Tiba-tiba aku teringat Bright dia belum menentukan apa yang ia pamerankan, tapi sepertinya aku punya Formula yang tepat untuk membantunya.


Setelah cukup lama akhirnya hal yang melelahkan sudah selesai aku dan Win duduk sejenak di ruang FORMUISIKA sedangkan Horou, Elanda dan Frans sudah pergi karena ada keperluan masing-masing.


“ Hah, akhirnya selesai ” ujarku sambil melentangkan tubuh di lantai.


“ Kamu terlihat lelah sekali ”


“ Yah begitulah begitu rasanya benar-benar capek sekali, kamu sendiri Bagaimana ?”


“ Kalau aku sangat senang sekali, bagi ini seperti olahraga bagiku ” jawabnya dengan senang.


“ Haha, Kau sudah bilang itu tadi ” kata ku sambil tertawa.


“ Benarkah aku lupa ”


“ Ha rasanya tenggorokan kering karna pekerjaan ini ”


“ Oya Aon tunggu sebentar ya ” Win pergi meninggalkanku.


“Yah aku sendirian deh ”


Tak lama kemudian, Bright muncul menghampiriku dan membawa sesuatu.


“ Ini, kau pasti lelah setelah bersih-bersih seharian ” kata Bright sambil memberikan minuman.


“ Wah pas sekali, Terima kasih” sambil meminum minuman yang diberikanya.


“ Maaf kalau aku tidak ada seharian ini ”


“ Hey apa maksudmu? Kamu kan latihan seharian ini” ujarku.


“ Tapi rasanya tidak senang kalau tidak melihat mu seharian”


Tiba-tiba aku tersedak ketika mendengar kata-kata Bright tersebut.


“ Kau ini ngomong apasih “


Dia hanya tertawa kecil sambil melihatku.


“ Oy ngomong-ngomong bagaimana latihanya ? apakah mereka hari buatan kita?” tanyaku.


“ Latihan cukup lancar hari ini, mereka juga menyukainya”


“ Benarkah ? Baguslah ”


“ Oya tadi Horou bilang kalau kita membuat pameran di ruangan ini jadi aku membuatkannya untukmu." Sambil menunjukanya.


" Jadi kalau kau sudah siap tampil pas acara itu alangkah bagusnya kesini dulu untuk bernyanyi diruangan ini”


“ Kau ini sangat baik ” kata Bright sambil mengarah memeluk ku.


“ Hey tidak usah peluk-pelukan kau ini ” cegahku.


“ Oya tapi jangan lupa kita jalan-jalan dulu ” kata Bright mengingatkanku.


“ Baik-baik ”


Dibalik perbincangan kami yang hangat, Didekat pintu Win berdiri terdiam mendengar pembicaraan itu sambil memegang dua minuman.

__ADS_1


__ADS_2