
Senyum lebar terus terpancar padaku, alunan musik gitar ku mainkan sambil mengingat kejadian terakhir saat malam tersebut.
Tapi suasanaa hati yang tadinya senang berubah ketika sesorang memukul kepalaku dengan buku siapa lagi kalau bukan dia, Bright.
“ Kamu sepertinya senang sekali sampai senyum-senyum sendiri seperti orang gila ” kata Bright.
“ Kau ini kasar kali, sakit tau ” jeritku sambil mengusap kepala ku.
“ Apa yang membuat sampai seperti ini ? ”
“ O, itu rahasia week ”
“ O Kau ini udah bisa kayak gituya ” katanya sambil mengelitik pinggangku.
“ Hahah sudah hentikan ”
“ Ngomong-ngomong , bagaimana dengan rencana malam itu ? ”
“ Hm sempat bermasalah sih. Tapi untuk behasil dengan baik ”
“ Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi tadi malam, makanya membuat kamu bisa seperti hari ini ” ujar Bright.
“ Sudah kubilang rahasia week ”
“ O mulai lagi ”
Diapun kembali membalas ku kembali dengan gelitik lagi.
“ Bright kamu dipanggil Park Kitti ” kata Lillia.
“ O baiklah ”
“ Untuk mu jangan lupa, kita masih ada urusan ”Kata Bright.
“ Haa ? ”
“Jangan bilang kau lupa dengam yang kau katakan kemaren ”
“ Ya-ya ”
Diapun akhirnya pergi dan aku bisa menkmati permainan musik lagi. Tapi sayang seribu sayang itu tidak tidak akan pernah terjadi. Disaat ingin bermainan , muncul si gadis maniac foto.
“ Aon ” sapa Elanda.
“ Ada apa ? ”
“ Boleh aku duduk disini ? ”
“ Silahkan ”
“ Tumben kamu tidak berfoto-foto seperti biasanya” ujarku.
“ Anu sebenarnya batrai ponselku habis ” jelas Elanda.
“ O jadi mau pinjam ponsel kesini ”
“ Ti-tidak bukan begitu ”
“ Lalu apa ? ”
“ Begini maukah kamu mengajarku bermain gitar?”
“Kenapa ? ”
“ Begini tes kemaren aku masih gagal, tapi Park Kitti bilang masih ada kesempatan lagi kalau aku bisa ikut tes private dengannya ”
“Begitukah”
Aku sedikit bingung dengan pernyataan Elanda karena Bright tidak pernah menjelaskan soal tes private sebelum aku masuk dulunya..
“ Kebetulan tesnya itu bermain alat gitar. Jadi bisakah kamu mengajariku Aon ? ” tanya Elanda.
“ Sebaiknya kamu belajar gitar bersama Bright saja, dia lebih jago dari padaku ”
“ Tapi kamu taukan dia seperti apa, pasti tidak akan mau ”
“ Hmm betul juga sih katamu, Baiklah aku akan mengajarimu ”
“ Benarkah ? ”
“ Hmm ”
“ Kira-kira kapan ? ”
“ Kapan aku ada waktu luang ku bagi tau ”
__ADS_1
“ Aaa terima kasih Aon ”
Dia dengan perasaan riang menguncang-ngucang tubuh yang membuay ku sesak.
“ Hey hentikan ”
“ Kalau begitu guru baru , cis ” sambil memfoto kami berdua.
“ Bukanya batrai ponselmu habis ”
“ Masih bisa memfoto beberapa, kalau begitu sampai jumpa Aon ”
Dia pun pergi meninggalkan ku sambil melompat-lompat kegirangan, benar-benar orang aneh.
Di ruang labor kami melanjutkan proyek kembali, sepertinya sebentar lagi proyek buatan kami akan segera selesai hanya sedikit menambahkan beberapa kekurangan.
“ Horou tolong ambilkan aku itu ”
“ O,ini ”
Ketika aku ingin mengambilnya, tanpa sengaja aku memegang tangannya dan membuat suasana sedikit canggung.
“ Anu.. maaf ” kataku dengan malu dengan wajah merah padam.
“ Ti-tidak apa-apa ”
Wajahnya yang putihpun ikut terlihat merah padam seperti diriku.
“ A.. tolong siapkan yang lain ”
“ Biaklah ”
Kemudian Profesor Annis datang dan terlihat sangat senang sekali. Tidak terlihat seperti biasanya dosen yang seram ini bersikap seperti itu.
“ Hari ini ibuk mengumumkan bahwa akan ada seminar internasiol di universitas tentang penemuan-penemuan di fakultas kita yang akan dihadiri oleh pakar penelitian dari berbagai negara lain.
Barang siapa yang terpilih penemuanya untuk menjadi objek seminar dan mempresentasikanya akan sangat beruntung karena bisa mendapatkan penghargaan besar ”
Semua orang bertepuk tangan dengan keras dan senang mendengar itu.Ah bisa kubayangkan jika Aku dan Horou berhasil maka kami bisa mendapatkan kesempatan penghargaan itu. Ini benar-benar kesampatan langka aku harus berusaha sebaiknya.
Digrup FORMUISIKA Frans dan Win tidak sabar mendengarkan cerita ku tadi malam bersama Horou tapii tentu saja jual mahal untuk menceritkannya secara detail.
“ Ayolah Aon, bukanya itu ideku harusnya kamu menceritkannya padaku ” kata Frans.
" Hmmmm....... "
“ Aku juga mau tau Frans ” Bantah Win.
“ Kamu tidak ada membantu ”
“ Tapi aku yang mendukung idemu ”
“ Pokonya tidak boleh ”
Aku hanya senyam-senyum dan hanya melihat melihat mereka ribut berdebat dengan lucu.Tak lama Horou muncul dan membuat suasana kembali hening.
“ Apa yang kalian ributkan ? ” tanya Horou dengam nada tegas
“ Anu… ma chercie tidak apa-apa hehe ” jawab Frans panik.
Kemudian Horou mendekati Frans dan langsung menjewer telinganya dengan keras.
“ Aduh, aduh adap apa Ma chercie ? ” tanya Frans sambil menjerit kesakitan.
“ Ada apa, ada apa lihat keluar fans mu banyak yang antri membeli makanan ” jelas Horou.
“ O begitu ”
“ Cepat bereskan, sudah pernah kubilang jangan buka jualan didekat klub ini ” sambil menarik telinganya keluar.
“ Iya, iya aku mengerti sekarang lepaskan, aduduh” kata Frans.
Kemudian aku mendekati Win dan memberikan pakaiannya yang dulu tertinggal di kosku.
“ Ini aku lupa kemarin memberikanya ”
“O terima kasih Aon ” ucap Win.
“ A bajumu besok aku bawa, aku lupa menyiapkanya tadi ”
“ Tidak apa-apa ”
“ Oya rencana malam itu bagaimana ? ’” tanya Win kembali.
“ Yah bisa dibilang lancar walaupun sedikit masalah sih ”
__ADS_1
Tak lama ponselku berbunyi, aku pun mengeceknya dan ternyata isi pesan WA adalah mimpi burukku yaitu melayanin keinginan Bright karena ucapakan yang sebelumnya.
Akupun terpaksa melakukan keinginan dari Bright yaitu menginap bersama ditempatnya. Aku sidikit gugup dan berdiri di dekat pintunya, entah permainan seperti apa yang akan dia lakulan hari ini.
“ Apa aku harus benar-benar melakukanya ? ” kataku dalam hati.
“ Apa yang kau tunggu, masuk.” kata Bright dari atas jendela kamarnya.
Aku pun masuk dan naik kekamarnya, ku harap aku tidak menemukan hal yang mengejutkan lagi seperti waktu itu, Ah...jangan bayangkan lagi.
” Akhirnya kau tiba ”
“ Hmm ”
“ Bagaimana barang-barang yang kau perlukan untuk besok kuliah ? ” Tanya Bright.
“ Sudah kubawa ” jawabku sambil memperlihatkan semuanya.
“ Kau ini seharusnya tidak perlu bawa itu ” ujar Bright .
“ Kalau aku tidak bawa aku mau pakai apa besok , dasar konyol ”
“ O seharusnya tidak perlu membawa itu semua. Semua keperluanmu sudah ada disini ”
“ Eh ”
“ Sabun, shampo, sisir, pasta gigi, sikat, buku, baju, celana bahkan ****** ***** baru sudah ada untuk mu ”
“ S-stop kau ini berlebihan ”
“ Tidak apa ini semua untukmu ” jelas Bright
“ Oh ”
“ Letakan barang-barangmu.”
Akupun menaruh perlengkapanku dan duduk di atas kasurnya sambil menahan pusing karena perbuatanya tadi.
“ Cepat sekali, kau ingin main ya? ” goda Bright.
“ Apa maksudmu ? Jangan berpikir yang tidak-tidak”
Dia hanya tertawa kecil sambil mengerjakan sesuatu diatas meja belajarnya.
“ Kau sedang apa ? ” tanyaku.
“ Ini tugas dari kampus ” jawab Bright.
“ O ”
“ Bagaiamana kalau kau memebantuku ? ”
“ Tidak kita beda fakultas materimu tidak sama denganku ”
“.Ayolah, kau kan jenius yang gila penegtahuan pasti bisa ” ledek Bright.
“ Tidak mau, mending aku tidur ”
Tiba-tiba dia berdiri dan mendekatiku dengan senyum iblis yang sangat memcurigakan dekat.
“ Oy apa yang kau lakukan ? ” tanyaku panik.
“ Kau bilang ingin tidur makanya aku akan akan meniduri mu ”
“ Oy Bright jangan "
“ Tidak mau kecuali jika kau bantu aku mengerjakanya dulu ”
“Jangan merengek kayak anak kecil , cepat menyingkir ”
” Tidak mau, harus mau ”
“ Tidak ”
“ Ya ”
“ Tidak ”
“ ya ”
“ Tidak , tidak ”
“ Kalau begitu rasakan ini”
" Oy jangan, jangan, jangan !!!! "
__ADS_1
" Gyaaaaaaaaaaa................!!! "
Akhirnya ini adalah malam terakhir bagiku, semoga cerita ini masi berlanjut ................*_*.