
Suara langkah demi langkah terdengar sangat jelas. Degup jantung berdetak dengan cepat. Kali ini aku benar-benar 1000% panik. Aku tidak dapat berpindah karena posisi ku sudah terkurung dalam jalan buntuk seperti rumah siput yang hanya memiliki satu jalan keluar.
Dia sudah datang tepat berada dibalik rak buku. Terdengar suaranya sangat jelas yang bertanya "Halo, apa ada orang disana ?". Aku mengunci rapat mulut ku dengan kedua tangan dan hanya bisa berharap tidak ketahuan.
Tak disangka sebuah tangan telah muncul mengeram sebuah buku didampingi ku. Bayangan dia juga terlihat jelas dari samping dan semakin membesar. Aku semakin salah tingkah hingga komat kamit membaca mantra.
"Kak Bright, kamu dipanggil untuk segera ke aula sekarang."
"Ow, Baiklah aku akan segera kesana."
Apa itu ? Seorang malakait telah datang menyelamatkan ku. Aku benar-benar sangat bersyurukur kepada tuhan yang telah memberikan seorang malaikat untuk melindungi ku. Aku pun melihat dia yang sudah semakin jauh dari keberadaan ku. Aku akhirnya dapat bernafas dengan lega.
Hmm.... tapi aku penasaran kenapa dia bisa berada disini. Bagaikan kerasukan setan tiba-tiba pikiran ku berkeinginan untuk mengikutinya. Aku ikuti atau tidak ya, aku sangat penasaran. Hati ku gelisah sekali dan tergoncang sehingga tubuh ku ini bergerak untuk membuntuti orang itu seperti dua kuyup magnet yang saling bertarikan.
Bagai semut yang bergerak kerumunan tapi tak bersuara. Aku terus mengikuti dia dari belakang dan sesekali bersembunyi di balik rak, pakaian, tembok orang dan tong sampan. Rasanya konyol sekali, aku seperti stranger penjahat yang memata-matainya. Sikap ku bertentangan dari rumus formula ilmiah yang telah ada.
Walaupun begitu aku menyampingkan hal itu karena kadang banyak hal-hal yang sangat menarik diluar pengetahuan yang ada. Dari itu semua akan melahir pengetahuan yang baru. Ah aku mikirin apa sih? aku harus fokus mengikuti dia tapi sekarang aku kehilangan dia karena pikiram konyol ku.
Duk !
"Aw, maaf saya tidak sengaja." Akibat dari kebanyakan berpikir aku menabrak seseorang.
"Aon !"
Oh tidak, satu orang menyebalkan sudah cukup. Sekarang bertambah lagi beban pikiran ku karena orang satu ini. Frans, pria playboy yang sangat mengejutkan bisa datang ketempat seperti ini. Ini sangat aneh kenapa aku bisa bertemu orang random begini di tempat seperti ini.
Dia mengulurkan tangannya untuk dibantu berdiri. Sangat menjengkelkan ditambah dengan raut wajah menawannya yang masih menggoda wanita disekitar. Aku menariknya dengan kuat hingga menghapus ekspresi wajah konyol tersebut dari dia.
"Hey, sakit tahu."
"Kalau begitu kenapa tidak berdiri sendiri saja !" ucap ku dengan nada kesal dan menyindir.
__ADS_1
"He he he, maaf ma chercie."
Dari atas hingga kebawah, pakaian pria ini seperti orang yang mau ngeband di suatu tempat. Aku semakin semakin penasaran apa dia ada hubungannya dengan Bright. Tapi aku lihat tadi dia hanya berpakaian biasa saja.
"Sedang apa kamu disini ?" tanya ku dengan aura yang mengintimidasi dia.
"Anu... aku... "
"Cepat bilang sekarang !"
"Ini aku ada jadwal kerja buat manggung di tempat hiburan disini, kebetulan aku mengambilnya untuk menambah uang ekstra." logat bicara dia terdengar aneh saat menyampaikan dan membuat ku sedikit kurang nyaman.
"Bagaimana dengan pekerjaan memasak mu ?"
"Itu masih berjalan sih, cuma aku ingin menambah lagi karena aku ini lelaki penuh wanita Aon." Fix, dia rusak berat akibat Elanda lebih dekat dengan Park Kitty sehingga mendekati lebih banyak wanita lagi.
"Oh iya !"
Ugh... perasaan ku tidak enak ketika dia berkata seperti. Tanda-tanda aku bakal terlibat lagi dengan masalah dia lagi. Aku harap jangan ajak aku lagi dalam masalah konyol mu lagi.
"A... itu aku minta maaf, saat ini aku sedang mencari perlengkapan untuk penelitian jadi aku tidak bisa."
"Ow ayolah Aon kali ini saja, kalau tidak aku akan hancur... huaa !!!."
Pria itu bertingkah seperti anak kecil. Dia memeluk ku sambil mengucang badan ku. Pandangan jutaan umat tertuju kepada kami. Asli, orang ini bikin malu sekali. Rasanya aku ingin segera lenyap dari peradapan ini yang telah mulai mencoreng nama baik sang ilmuan masa depan ini.
"Oke, oke aku akan bantu."
"Benarkah ? terima kasih makan chercie."
"Eits, jangan ada pelukan lagi."Cegah ku dengan tangan yang menahan kepalanya dengan perasaan yang geli.
__ADS_1
Pada akhirnya aku harus membantunya agar tidak menimbulkan masalah yang lebih rumit lagi. Keramaian orang bagaikan semut terlihat di sepanjang jalan. Terutama di dekat panggung yang kami akan tepati.
Di dalam ruangan ganti aku tidak melihat anggota lain selain kami berdua. Itu cukup aneh dengan kondisi yang seramai ini. Aku juga merasakan ada sesosok orang yang ditunggu-tunggu. Pasti ada anggota lain selain kami berdua.
"Ayo Aon kita segera manggung."
"Tunggu tapi kita hanya berjuang orang saja ?"
"Ah ayo, penonton sudah menunggu kita." Dia menarik tangan ku dan segera menuju ke panggung yang berisi banyak orang.
Bagaikan lautan manusia yang memenuhi ruangangan tersebut. Kini aku harus menyajikan permainan yang baik agar tidak mencari rasa yang diawali dengan m. Papan nama itu, aku rasa kenal sekali. Tertulis dengan nama... Bright !
Kemudian aku melirik kesamping dan alangkah terkejutnya aku. Perasaan aneh dan tidak nyaman ini ternyata sebuah tanda yang bahkan tidak bisa dijelaskan dengan rumus formula yang ada. Aku hanya bisa terdiam di tengah keramaian dan sorak poranda dari penonton yang ada.
"Kalau kamu tidak bisa bermain musik, sebaiknya kamu turun saja." Itu yang dibilang pria tersebut dengan suara mix yang keras.
Hati ku benar-benar terasa panas. Sang jenius masa depan ini dipermalukan dihadapan banyak orang. Tetap tenang dan jangan tepancing Aon. Mari kita selesaikan permainan ini dengan cepat tanpa harus merusak citra ku.
Lantunan musik telah dikeluarkan, diiringi dengan permain gitar dari Bright sekaligus vokalis dalam band. Aku kebingungan harus mengikuti irama dari nyanyian tersebut. Aku mencoba fokus dengan mengingat lagunya.
Rasa ini tidak asing, aku pernah mendengarnya. Setiap kalimat dan kata-kata sama seperti yang telah dibuat. Tidak salah lagi ini lagu yang telah kami buat sebelum dengan judul "Between Us". Akhirnya formula permainan ini dapat ku lakukan.
Permainan band kami pun terdengar semakin membaik. Terdengar sorak teriakan fans Bright dan orang-orang yang kegirangan mendengung keras seperti sekumpulan lebah. Semangat api membara terasa didalam diri ku sehingga membuat ku semakin membuat ku bermain dengan hingga akhir.
Ditutup dengan tepuk tangan yang terasa seperti permen gulali yang lembut dan manis. Aku hanya bisa tersenyum melihat sorakan, tepuk tangan dan ucapan semangat dari penonton. Rasa yang sangat menyejukkan sekali.
Di dalam ruang ganti, aku baru sadar masalah yang haru aku hadapi adalah orang itu. Kini dia telah berdiri tepat dihadapkan ku. Aku masih terduduk diam sambil menundukkan kepala ku kebawah. Tak berani aku menatap matanya.
"Kamu terlihat sehat ya Aon."
Aku tak merespon dirinya, sesekali aku lihat dia dengan lirikan mata yang cepat. Terlihat dia masih melihat ku dengan senyuman. Sangat membuat diriku merinding.
__ADS_1
"Jika kamu sudah siap mau berbicara dengan ku, temui saja aku dimana kamu bisa menemui ku"
Pria itu pergi tanpa aksi brutal yang dulu sering dia lakukan pada ku. Itu membuat terhanyut dalam belenggu rasa bersalah. Apakah aku sangat paranoid pada dirinya sehingga membuat hubungan kami seperti. Entahlah aku tidak tahu formula yang tepat untuk ini.