
"Bright kamu serius aku harus begini ?"
"Kamu ingin cepat menyelesaikan tugas tidak ?"
"Ya, kenapa harus begini ?"
"Kita sudah tidak punya banyak waktu lagi, setelah ini kamu harus membuat cover lagu ini dengan suara mu." sambil mengendur pintu kamar mandi.
Aku sepertinya tidak punya pilihan, aku membuka pintu dengan malu. Mv yang aku buat berdasarkan aktivitas keseharian dari awal bangun tidur hingga tidur kembali. Ada bagian scane yang tidak ku senangi tapi harus ku lakukan karena harus sesuai dengan clip video dari lagu aslinya. Scan itu adalah aktivitas di kamar mandi.
Kini aku dalam kondisi tanpa busana selain menggunakan sehelai kain penutup bagian rahasia ku. Aku memukul ponsel pria itu yang mereka ku terus saat belum waktunya pengambilan scane. Untungnya bagian ini tidak terlalu lama. Adegan yang diambil saat aku mengikat gigi saja. Tapi aku kesal karena harus berpenampilan seperti itu dengan durasi pengambilan yang sebentar. Padahal tidak salahnya memakai pakaian biasa seperti yang ada di clip video lagu aslinya. Pria itu hanya beralasan agar aku tidak terlalu copy paste dari siang yang asli.
Ha... yang benar saja palingan ini akal-akalanya saja.
Kemudian kami adegan scane berikutnya yaitu sarapan. Aku sering kali melakukan kesalahan dengan cara makan ku. Bright menginginkan aku melakukannya seperti yang ada di clip lagunya. Aku harus terlihat terburu-buru dan berantakan saat makan. Sudah berulang kali aku lakukan, silih baju sering berganti, aku tetap masih melakukan kesalahan terus. Aku hampir frustrasi karena sudah banyak baju ku yang kotor hingga untuk baju yang terakhir aku berhasil melakukannya.
Tapi...
"Ini masih belum terlihat bagus. " ujar pria itu sambil memperhatikan rekaman yang sudah di ambilnya.
"Yang benar saja, aku sudah tidak punya pakaian lagi." ujar ku dengan kesal.
"Kamu serius tidak mau mengulanginya lagi."
"Tidak perlu, bagi ku menyelesaikan mv dengan cepat jauh lebih baik."
"Baiklah kalau begitu. Untuk scane berikutnya adalah lari pagi."
"Ayo segera kita lakukan."
"Hei, ini sudah malam kita tidak mungkin bisa melakukannya di luar sekarang." jelas pria itu sambil memukul kepala ku.
"Lalu, aku harus apa sekarang ?" tanya ku dengan penuh kebingungan.
__ADS_1
"Aku sekarang buat cover lagunya, aku akan mengurus pembuatan video mv mu."
"Bagaimana caranya kamu membuat video itu sementara kita belum melakukan rekaman lain ?"
"Kalau untuk itu kamu tidak perlu khawatir, scan yang tinggal cuma bagian lari saja lagi." jelas pria itu sambil menyiapkan laptopnya.
"Apa kamu yakin bisa menyelesaikannya sampai besok ?"
"Makanya kamu segera buat cover lagunya sekarang, kamu kebanyakan tanya tahu." keluh pria itu dengan suara yang tinggi.
Aku segera mencoba mereka suara sambil mengikuti BGM dari lagu "Bring life enjoy". Aku mencoba terus mengikuti irama dan lirik lagu itu. Walaupun terdengar santai, ternyata lagu ini sulit untuk dinyanyikan. Pria ith bahkan sempat tertawa dan meledek ku ketika mendengar suara ku yang tidak seirama dengan BGM lagu yang diputar. Karena terus diganggu ledekan pria itu, aku memutuskan keluar kamar untuk berlatih sendirian di beranda.
Di tengah malam ini, aku termenung sejenak melihat suasana malam tanpa suara kehidupan sama sekali. Suara orang, jangkit atau kendaraan, tidak ada satu pun yang terdengar. Apa mungkin ini hanya perasaan ku saja. Aku hampir lupa dengan tujuan ku berada di luar sini. Sudah berapa aku berhenti dari rekaman suara ku. Terlihat angka 120 menit, berarti aku sudah terdiam selama dua jam diberanda ini sendirian.
Aku kemudian mencoba untuk kembali ke kamar, tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Terlihat Brigh telah terdapat di atas laptopnya yang padam. Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat dia seperti itu. Aku mengambil selimut dan memakaikannya pada pria itu agar dia tidak masuk angin. Kemudian aku kembali memulai rekaman suara kembali di beranda.
Keesokan paginya, Tidak ada angin tidak ada badai, aku sudah terbangun di atas kasur. Ku ingat-ingat kegiatan aku tadi malam yang melakukan rekaman semalam suntuk tanpa henti. Tapi aku kebingungan bagaimana aku bisa sampai di atas kasur ini. Apa karena aku ketiduran dan melakukan mimpi jalan?
"Kamu bisa gunakan cara baik-baik tidak sih. aku jadi basah semua." keluh ku sambil mengomel kesal pada pria itu.
"Kamu terlalu keenakan tidur, ini untuk menghemat kamu waktu."
"Tapi adegan berikutnya aku lari pagi, ujung-ujungnya aku juga bakalan mandi tahu.
"Sudah jangan banyak terlalu bicara, waktu kita sudah tipis." ujar pria sambil melihat jam di ponselnya.
"Aku sudah tidak punya pakaian lagi, semua baju ku masih kotor. "
"Kalau begitu cepat pakai ini." sambil melemparkan pakaian kepada ku.
"Baju siapa ini ?"
"Itu baju ku, cepat di pakai. "
__ADS_1
"Aku tidak mau pakai, apalagi ini bau." keluh ku sambil menjauhkan baju busuk dia.
"Kamu ini terlalu pilih-pilih. " pria itu mengganti bajuku dengan kedua tanyanya secara paksa. Benar-benar keterlaluan tapi aku tak berdaya melawan kekuatan dia yang terlalu besar dari ku.
Di tepi jalanan pagi buta ini, aku berdiri sambil mengecek mata ku yang tekantuk-kantuk. Pria itu menyoraki ku untuk segeraberlari secepat mungkin. Aku melakukan apa yang sesuai yang di instruksikannya. Namun di saat aku sudah berlari di atas limit ku, aku tersandung jatuh ke permukaan aspal.
Badan ku terluka berdarah, pria itu berlari ke arah ku dan mengecek kondisi dengan panik dan khawatir. Aku mencoba menenangkan dia karena luka kecil ini,t api aku baru sadar kaki ternyata terkilir. Rasa perih yang luar biasa baru bisa kurasakan saat aku mulai berdiri. Aku tak sanggup berdiri dengan kondisi kaki seperti ini.
Pria itu kemudian menggendong ku dan membawa ku kembali ke kos. Terlihat wajah pria itu berubah drastis ketika melihat kondisi ku tadi. Seakan dia menyesal dengan apa yang telah dia perbuat.
"Maafkan aku ini semua salah ku." pinta pria itu dengan lesu.
"Ah tidak, ini bukan salah mj yg kok Bright."
"Seharusnya aku tidak berlebihan seperti itu kepada mu."
"Tidak apa, lagian kamu juga ingin membantu ku bukan." pria itu tampak terdiam dan tak berkata-kata.
"Aku justru khawatir bagaimana dengan nasib video mv ini." ujar ku untuk menenangkan pria itu.
"Untuk masalah itu serahkan saja pada ku."
"Eh tapi scanenya ?"
"Tenang saja, rekaman lari tadi duda cukup bagi ku. Sakarang tinggal menyatukannya lagi dengan yang lain. Untuk rekaman suaranya bagaimana ?"
"Ada di ponsel ku, tapi aku tidak tahu yang mana karena aku terlalu banyak merekam."
"Kalau begitu kita tidak punya waktu banyak lagi. Aon kamu segera mencari lagu sambil berpegangan erat pada ku." jelas pria.
"Eh ?"
Pria itu kemudian berlari dengan cepat bagai kilat sambil menggendong ku menuju kos.
__ADS_1