FORMUISIKA

FORMUISIKA
12-Festival


__ADS_3

Hari ini adalah hari festival di kampus kami dimana setiap orang dapat kesenangan untuk menikmati semua hiburan yang ada disana.


Namun terkecuali untuk fakultas kami untuk saat ini, kami dimintak oleh Professor Annis untuk melanjutkan proyek kami.


Tapi untung kami masih ada kesempatan untuk menonton pertunjukan Bright nanti karena waktu pengerjaan proyek ini tidak terlalu lama.


“ Horou ,sehabis ini kita semua menonto pertujukan Bright ya ? ” tanyaku sambil memasang bagian proyek.


“ Terus bagaimana dengan klup kita ? ”


“ Memang jam berapa tim penilaiannya ? ”


“ Secara teori limit waktu aku tidak terlalu tau”


“ Hm, tapi kita usahakan juga untuk melihatnya, kasihan Bright ” kataku dengan ekpresi sedih jahil yang mengemaskan.


“ Kita lihat saja nanti ”


“ Oya ngomong-ngomong soal ruang klub, siapa yang jaga sekarang?”


“ Aku sudah meminta Win , Frans dan Elanda untuk menjaganya saat ini ”


“ Kamu yakin menyuruh mereka ? ” ujarku tidak yakin.


“ Dari pada memikirkan itu lebih baik kita meneruskan pembuat proyek ini dengan formula mu dengan cepat , biar kita bisa selesai cepat dan menoton pertunjukan itu” kata Horou.


“ Baiklah ”


Sementara itu di klub kelihatanya sangat sibuk dan ribut sekali. Itu karena pengunjungnya sangat banyak yang melebihi kapasitas ruangan klub FORMUISIKA.


“ Harap tenang jangan masuk berurutan ” kata Win.


“ Para ladies silahkan, lihat lah lukisan yang indah ini ” kata Frans.


“ Wah bagus sekali Frans, bisa kau mengambarkan untuk kami” kata Fansnya yang kegirangan.


“ Gampang my ladies , apapun demi gadis cantik seperti kalian “ kata Frans dengan nada romantis.


“ Kyaa ”


“ Hey tolong jangan berisik ! ” Teriak Win.


“ Wah gadis cantik, karya foto-foto mu sangat bagus” ujar pengunjung pria.


“ Terima kasih Opa ”kata Elanda.


“ Ngomong-nomong apa kita boleh foto bersama?” tanya pengunjung pria lain.


“ Maaf opa demi kenyaman , untuk saat ini tidak bisa tapi lain waktu ya ” jawab Elanda sambil tersenyum manis mengemaskan.


“ Kyaa imutnya ” teriak pengunjung semua pria.


“ Elanda tolong tenangkan pengunjung yang lain” kata Win.


“ Op ya Win, opa tolong ya ” minta Elanda pada pengunjungnya.


“ Hah benar-benar merepotkan ” keluh Win.


Tak lama , tiba-tiba seseorang yang berpakain rapi dan membawa sebuah lampiran kertas dan pena mendekati Win.


“ Apakah ini klub yang bernama FORMUISIKA ?”


“ Ya ”


" Bolehkah saya masuk ? "


" Ah..i-iya silahkan "


Orang itu masuk keruangan tersebut, Win yang melihat orang tadi bingung dan berpikir sesuatu.


Setelah cukup lama akhirnya jam proyek kami pun habis, kami pun segera keluar dan menuju ruang FORMUISIKA secepat mungkin.


“ Ayo, Horou cepat ” kataku dengan semangat sambil menarik tanganya.


“ Iya, iya tunggu. Kenapa harus terburu-buru sekali sih ? ” tanya Horou.


“ Kalau kita bisa cepat selesai penilaian nanti, kita semua bisa melihat pertunjukan Bright bersama-sama ” ujarku senang.


“ Ha, dasar ” keluh Horou.


Akhirnya kami sampai diklub , tapi suasana sepi dan hening. Wiwn, Frans dan Elanda terlihat duduk diam sambil menundukan kepala mereka.


“ Ada apa ? ”


“ Tidak ada ” jawab Win.


“ Kenapa kalian lesu seperti kekurangan H0? lalu kenapa ruangan ini kosong tidak ada pengunjung ?” tanya Horou sedikit keras.


“ Tim penilainya sudah datang tadi ” jawab Win.


“ Bagaiamana hasilnya ? ” tanya Horou kembali.


“ Maaf, ma chercie” kata Frans.


“ Aku mengerti ”


Horou terbujur kaku dan lesu sambil duduk dan menundukkan kepalanya. Tiba-tiba Elanda mendekatiku dan memberikan sebuah kertas dan tiba-tiba tersenyum.

__ADS_1


“ Eh ”


Setelah aku membacanya tiba-tiba mereka semua tertawa terbahak-bahak.


“ Ada apa ? Apa yang lucu ? ” tanya Horou.


“ Lihat ini Horou ”


Horou segera mendekatiku dan melihatnya. Tenyata lembar kertas yang diberi Elanda adalah hasil penilaian ruangan kami yang mendapatkan nilai yang sangat bagus.


Tapi tiba-tiba Horou terdiam dan menundukan kepalanya cukup lama sekali.


“Hei ada apa Horou ?” tanya Wiwin.


“ Iya ma chercie ada apa ? Kami tadi cuma bercanda “ kata Frans.


Kemudian Horou berdiri dan menarik telinga Win dan Frans dengan kencang.


“ Aduh! Sakit Horou” jerit mereka berdua.


“ Kalian ini benar-benar keterlaluan ” kata Horou dengan kesal bercampur senang.


“ Iya Horou ampun, maaf “


" Hahaha jeweran Horou cis” kata Elanda sambil memfoto.


” Tapi kenapa tempat ini sepi ?" tanya Horou sambil melepas jewerannya.


“ O tadi setelah penilaian mereka semua pergi ke lapangan untuk melihat pertunjukan musik ” ujar Win.


“ Oh benarkah ? Ayo kita segera kesana”


“ Baiklah sekarang kita kesana ”


“ Ye liat opa Bright main musik juga ”


“ Frans jangan lupa kunci pintu ruang klub ” perintah Horou sambil mengajak yang lain pergi.


“ Tunggu Ma chercie, jangan tinggalkan aku, dalam kesendirian ini” kata Frans sambil mengunci pintu terbirit-birit.


Ditempat Bright, dia sudah bersiap-siap untuk tampil dan sekarang adalah waktu giliranya.


“ Apa kamu sudah siap Bright ? ” tanya Lillia.


“ Aku sudah siap ”


Dia pun memasuki panggung bersama anggota yang lainya dan duduk ditempat yang sudah disiapkan. Dia pun memandang kesekitarnya.


“ Bright !!! ” teriak para fansnya.


Tapi Bright tidak begitu menghiraukan mereka dan masih diam tak melakukan apapun ambil memandangi wilayab sekitar.Hal ini membuat susana menjadi hening dan kebingungan.


“ Apa yang kau tunggu lagi pria tampan !”


Dia kemudian melihat kearah suara dari kejauhan. Ya, siapa lagi kalau bukan kami dengan teriakan Frans dan yang keras memanggil dia


“ Mana teriakannya” kata Win kepada penonton lain.


Semua orang teriak menyoraki semangat pada Bright, akhirnya dia pun mulai bernyanyi.


Aku sangat senang sekali melihat pertunjukan Bright bersama dengan teman-teman sampai aku ikut mengayunkan tangan bersama Win dan Frans menikmati suasana ini.


Dia memang hebat dalam soal bernyanyi dan bermain. Aku juga senang mendengarkan lagu buatan kami berdua.


Akhirnya giliran Bright selesai dengan sorakan tepuk tangan yang meriah terdengar keras, dia pun berlari didekat kerumunan tersebut dan datang menemui kami.


“ Wah kau bermain dengan baik Bright ”puji ku .


“ Iya lo opa, aku juga sudah rekam tadi ” kata Elanda.


“ Hahaha itu semua berkat sorakan aku dong ” kata Frans dengan pede.


“ Sorakan mu buruk tau, sangat mengangguku” ledek Bright.


“ Hei Bright aku seperti ini karna dirimu” ujar Frans.


“ Bodoh amat ”


“ Ha kau ini kejam sekali ”keluh Frans.


“ Tapi terima kasih kalian semua sudah datang ” kata Bright.


“ Baiklah karna semua sudah selesai kita kembali lagi ke grup” kata Horou.


“ Ha bukanya sudah dinilai ma chercie, kenapa harus ke klub lagi ?” ujar Frans.


“ Kau ini kita harus buka lagi, agar mendapat repon yang lebih baik lagi dari pengunjung tau”


Tiba-tiba Bright memandangku seakan speprti mengingatkan ku sesuatu.


“ A Horou, aku dan Bright ada keperluan sebentar jadi izin dulu ya?” tanyaku pada Horou.


“ Baiklah, tapi jangan lupa untuk kembali” kata Horou sambil tersenyum.


“ Terima kasih Horou “


“ Anu aku sepertinya ada keperluan” kata Frans.

__ADS_1


“ O iya aku juga ada janji dengan teman-temanku” kata Win sambil bergerak pergi.


“ Hey kalian mau kemana ? ” Horou kembali menjewer mereka.


“ Aduh sakit Horou !”


“Ayo pergi ” kata Horou sambil menarik telinga mereka.


“ Dada Aon, opa Bright” kata Elanda sambil melambaikan.


Sesuai janji kami pun jalan-jalan walaupun aku merasa sedikit kurang enak.


“ Hey apa yang kamu pikrkan ?” tanya Bright.


“ Aku tidak merasa enak dengan yang lain”


“ Kau kan sudah minta izin ” ujar Bright.


“ Benar sih ” entah kenapa rasanya masih kurang enak begitu.


“ Apa kau makan itu ?” tanya Bright sambil menunjuk sebuah tempat jualan siswi kampus


“ Boleh ”


Kami pun pergi menuju tempat jualan tersebut.


“ Aku pesan dua ” kata Bright.


“ Ow Bright ” sapa siswi penjual.


“ Penampilanmu sangat keren tadi, boleh kami minta foto bersama” kata siswi yang satu lagi.


“ Tidak, cepat siapkan pesananku ” tegas Bright.


“ Hmm bagaimana kalau begini, kamu bisa dapat dengan gratis asal kami dapat foto bersama ” kata penjual siswi tadi.


“ Tidak, cepat siapkan saja ” tak lama muncul para fans Bright yang lain.


“ Itu, Bright Kyaa ” kemudian mereka menyerbunya.


“ Bright foto bersama yuk ” kata mereka.


Melihat kondisi itu, aku merasa risih dan kurang senang, aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat lain sendirian dan meninggalkanya dengan fansnya.


Dibawah pohon aku duduk didekat tempat duduk dibawahnya, tak lama Bright tiba.


“ Kenapa kau pergi meninggalkan aku sendirian ? ” tanya Bright.


“ A..Maaf ”


“ Ha sepertinya kau sedikit tidak nyaman dengan mereka”


Diapun duduk disampingku sambil memeberikan makanan yang pesan tadi pada ku.


“ Kau jadi berfoto dengan mereka ?”


“ Hmm kau cemburu” kata Bright sambil tertawa kecil.


“ Untuk apa aku cemburu ” jawabku kesal.


“ Tidak, aku membayarnya ”


“ Lalu bagaimana caranya kau bisa pergi dari keramaian fans-fansmu ?”


“ Setelah makanan tadi selesai aku langsung pergi setelah mereka sedikit lengah ” jelas Bright.


“ Itu pasti merepotkan ” ujarku sambil tersenyum.


“ Ya tentu sangat merepotkan dan menggangu kebahagiaan kita berdua” kata Bright sambil menatapku.


“ Ah kau ini bisa saja ”


Entah kenapa perkataan Bright itu bisa membuatku malu bercampur senang.


” Oya bagaiamana kita ke ruang klub sekarang ? ” ajakku


“ Apa tidak terlalu cepat untuk kesana?”


“ Hei sambil jalan-jalan, aku juga ingin mendengarmu bernyanyi lagi ”


“ Hm baiklah untuk apa yang tidak”Kata Bright sambil tersenyum sambil menarik hidung ku.


“ Hey sakit ”


“ Habiskan dulu makananmu ”


" Iya-iya”


Kami pun pergi menuju kesana, seketika itu suasana di klub FORMUISIKA ramai dan penuh sorakan kebahagiaan dari pengunjung dimana mendengarkan Bright bernyanyi di panggung yang sudah kusiapkan.


“ Kerja bagus Aon, kamu memepresiapkannya dengan baik ” Puji Horou.


“ Ah aku hanya berbuat sebisa ku saja” kata ku malu


“ Kurasa dia bernyanyi untuk mu” ujar Horou.


“ Kamu ini bisa aja” kataku

__ADS_1


Tapi entah kenapa aku merasa senang sekali melihat dia benyanyi seperti itu walaupun aku sering mendengarnya bernyanyi baru kali aku merasakan perasaan berbeda.


“ Ha” tiba-tba Elanda berdiri dan berlari kegirangan keluar.......


__ADS_2