
Tangan mengotak-atik papan tulis di kamarku dengan cepat, ini kesini dan ini kesana oh jangan lupa ini tambahakan kurang bagian ini dengan akar pangkat delta ohm gamma dan selesai.
Akhirnya formulanya sudah siap ah aku lega sekali dan aku berguling dikasur ku untuk beristirahat sejenak. Sekarang tinggal memperbaiki benda itu.
“ Kau kelihatan lelah sekali, ini minum ” kata Bight sambil memberikan segelas susu panas.
“ O seharusnya kau tidak melakukan ini ” kataku sambil terbangun dari kasur.
“ Tidak apa aku senang melakukanya , kamu juga kadang juga lupa pada dirimu kalau sedang fokus begitu. Jadi aku khawatir ” jelas Bright.
“ Hmm, Terima kasih ”
“ Untuk ? ”
“ Ha..untuk memikirkanku serta susu hangat ini dan menemaniku malam ini ”
Kemudian dia mengambil gitarnya dan duduk disampingku.
“ Boleh aku bernyanyi ? ” tanya Bright.
“ Boleh ”
Dia pun memainkan sebuah lagu dengan suara yang bagus dan alunan gitar yang merdu. Benar-benar membuatku terbawa suasana dan mengantuk hingga aku akhirnya tertidur lelap tanpa sadar sebelum minumanku habis semuanya.
“ Aon…Aon ”
Seseorang terdengar memanggilku didalam bawah sadar, suara nya lebut dan indah .Rasanya aku sedang bermimpi indah, tapi tiba-tiba.
“ Aon..oy Aon bangun !!! ”
Mendadak aku terbangun dari tidurku karena suaranya mendadak keras dan membuatku kaget dan ternyata itu suara Bright.
“ Ada apa ? ” tanyaku.
“ Ada apa, ada apa kamu tidur dibahu ku semalam.” Jawabnya sambil memijat bahunya.
“ O, maaf ”
“ Bukanya kau mau memperbaiki benda itu lagi ”
“Oya aku hampir lupa ” segera mengambil perlengkapan dan bersiap untuk memperbaikinya.
“ Cuci mukamu dulu ”
“ Aku tidak bisa, aku sekarang sangat bersemangat untuk menyelesaiakan ini dengan cepat” Ujarku.
Tiba-tiba Bright tertidur pulas, akupun berhenti sesaat dan mendekatinya untuk memberinya selimut. Sepertinya dia benar-benar kelelahan karena membiarkan ku tidur dibahunya semalam , akupun melanjutkan memperbaiki benda itu.
Di grup FORMUISIKA aku menunjukan pada Win dan Frans hasil yang telah aku capai susah payah dari kemarin hingga sekarang.
Mereka benar-benar dengan terpana dengan bentuk benda itu dalam kondisi yang utuh dan berbeda dari keadaaannya saat rusak.
“ Woah magnifique Aon ” puji Frans.
“ Aku tidak menyangka hasilnya sangat sebagus ini ” kata Win.
“ Begitu lah, setidaknya aku sudah memperbaikinya dan ini masih bisa berfungsi ”
“ Memang fungsinya apa Aon ? ” tanya Win.
“ Lihat ya ”
Tapi ketika ingin menunjukan pada mereka, disaat besamaan Horou masuk dan kami panik langsung menyembunyikan benda itu kembali tapi sepertinya suasana hatinya tidak terlihat bagus.
“ Kalian sedang apa ? ” tanya Horou.
“ Anu.. kami tadi ”
“ Lagi berdiskusi tentang penemuan baru Aon ” Kata Win.
“ Oya , bagaimana hasilnya ? ”
“ Masih belum selesai , aku masih perlu mencari formula yang tepat untuk membuatnya hehe ” jawabku panik.
“ O begitu, Apakah kalian melihat Elanda ? ”
“ Kami tidak melihatnya seharian ini ”
“ Baiklah aku pergi dulu mencarinya dulu, jika kalian melihatnya hubungi aku ya” kata Horou sambil meninggalkan ruangan.
Kami akhirnya bisa menarik nafas lega tapi…. Bukanya lebih baik ku berikan saja tadi ah ini benar-benar konyol kenapa aku malah panik dan menyembunyikan benda ini.
“ Hm sebaiknya kamu memeberikanya dengan cara yang lain ” Ujar Frans.
“ Bukanya lebih bagus menyerahkan langsung ”
“ No, no, no kamu harus memberikanya dari hati Aon”
“ Apa maksudmu ? ”
“ Begini kamu tidak liat ekspresi dia tadi, biasanya kalau seorang gadis cantik bersikap seperti itu pasti dia kesal karena sesuatu ” jelas Frans.
__ADS_1
Setelah kupikir-pikir perkataan Frans benar, Aku teringat kemarin Horou memintaku mencarinya tapi aku tau kalau benda itu ada pada ku jadi aku tidak menacarinya, mungkin saja dia mencarinya saat itu sendiri. Ah aku benar-benar lupa soal itu.
“Jadi aku harus bagaimana ? ”
“ Kamu harus mengajaknya makan malam berdua alias kencan ” saran Frans.
“Jangan memberi ide yang tidak-tidak ” Bantah Bright.
“ Hey aku memeberikan ide yang terbaik, kalau seorang gadis diajak seperti ini mereka akan sangat senang dan saat yang tepat kamu berikan itu seperti sebuah hadiah ” jelas Frans.
“ Hm baiklah akan kulakukan ” kataku dengan yakin.
“ Teserah kau ” Bright pun pergi.
Melihat tingkah bright tadi membuat ku khawatir akupun langsung mengejarnya, terkadang dia selalu bersikap seperti ini tapi aku terpaksa melakukanya untuk menjaga hubunganku dengan Horou.
“ Bright tunggu ”
Kemudian dia berhenti dan membalikan badan menghadap kepadaku.
“ Ada apa lagi ? ” tanyanya ketus.
“ Aku minta ma-maaf ”
“ Untuk ? ”
“ Karena keputusan tadi, aku terpaksa kalau tidak hubunganku dengan Horou tidak akan baik ”
Dia hanya diam dan tak melihat kearah ku sama sekali.
“ Kumohon mengerti la, kalau tidak aku akan melakukan apapun untukmu” kataku sambil menarik bajunya.
“ Huh, tidak apa pergilah ” kata Bright sambil tersenyum.
“ Benarkah ? "
" Hmm "
" Terima kasih Bright ”
“ Tapi ingat sesuai kata-katamu kau harus tepati” katanya sambil menarik hidungku dan pergi.
Dia benar-benar licik dan menyebalkan. Tapi inilah caraku agar bisa meredakan emosinya.Akhirnya malam ini aku mengajak Horou untuk makan malam bersama disebuah restoran.
Perasaan ku benar-benar gugup, ini pertama kalinya kau mengajak seorang gadis untuk makan bersama walaupun seperti kencan tapi ku buang jauh- jauh pikiran aneh ini.
“ Sudah menunggu cukup lama ?” tanya Horou.
Aku terpana melihat penampilannya malam ini dari ujung rambut sampai ujung kaki, sangat berbeda dari sebelumnya, sangat cantik.
“ Ada apa, matamu jelalatan begitu ” Tegur Horou
“ O tidak ada, silahkan masuk”
Kamipun masuk dan duduk dalamnya. Seorang pelayan pun datang menghampiri kami.
“ Silahkan pesan apa tuan ? ” tanya pelayan.
“ Aku pesan steak daging saja ”
“ Kalau kamu Horou ? ”
“ Aku juga pesan yang sama ”
“ Baik tuan, silahkan ditunggu ”
Setelah pelayan itu pergi , Suasana menjadi hening dan kami hanya diam-diam saja. Tiba-tiba Horou mulai mengajak ku berbicara .
“Jadi kenapa kamu mengajakku kesini ? ”
“ Anu..Aku ingin tanya apa kamu marah padaku ? ” tanyaku.
“ Marah ? Untuk apa ? ”
“ Siang tadi kamu kelihatanya kesal kali tadi siang ” ujarku.
“ O, itu aku kesal karna Elanda meminjam peralatanku dan belum memulangkanya padaku, karena itu aku mencarinya seharian” jelas Horou.
” Oh begitu aku salah paham ”
“ Kamu terlalu berlebihan tau ”
“ Kamu berhasil bertemu denganya ? ”
“ Hmm ”
“ Oya soal benda pemberian orang tuamu itu bagaimana ? ”
“ Aku tidak punya waktu untuk mencarinya karena terlalu sibuk akhir-akhir ”
“ A..itu ”
__ADS_1
“ Tuan silahkan dinkmati ”
“ Ah terima kasih ” Ucap ku sedikit kesal karena dia menyela pembicaraan ku.
” Ayo dimakan ”
“ Baik ”
Aku hanya bisa terdiam dan memandangi dia sedang makan, tiba-tiba dia menyadarinya.
“ Kenapa kamu tidak makan ? ” tanya Horou.
“ Horou ”
Aku menarik nafas dan memberanikan diri untuk memberikan benda tersebut.
“ Ada hal yang ingin kuberikan padamu ”
Aku mengambil benda itu dari dalam tas ku dan memberikanya dengan perasaan deg-degan.
“ Apa ini ? ” tanya Horou.
“ Buka saja ”
Setelah membukanya dia langsung terkejut dan berdiri dengan wajah kesal.
“O jadi karena ini kamu mengajak ku kemari ”
Dia pun melemparnya padaku dan pergi, aku heran apa yang salah kemudia aku mengecek isinya.
Ternyata kotak yang kuberikan itu salah, bukanya kotak berisi benda itu malah kotak berisi pakai Win dengan ****** ***** yang lupa aku berikan tadi, aku benar-benar payah.
Akupun segera mengejarnya dan segera menjelaskan padanya, kalau tidak aku benar-benar akan dalam masalah besar.
“ Horou tunggu dulu ” panggilku sambil menariknya.
“ Untuk apa kau menemuiku lagi ” katanya sambil membuang muka padaku.
“ Maaf aku memeberikan kotak yang salah ”
Dia masih diam dan tidak menoleh sama sekali padaku.
“ Horou ini ” aku menyerahkan kotak yang satunya lagi.
“ Kamu ingin mempermainkanku lagi” katanya dengan kesal.
“ Percayalah ini yang sebenarnya kuberikan ”
Sambil memberikanya pada tanganya, diapun akhirnya membukanya dan terdiam sesaat ketika melihat isinya berupa benda pemberian orang tuany miliknya.
“ Maaf aku bisa memberikanya sekarang, seharusnya aku memberikannya dengan cara biasa saja” jelasku sambil menunduk.
“ Jadi karena itu kamu mengajak kesitu ” Tanya Horou.
” Ya ” kataku menganggukan kepala
Dia pun melihat kearahku dan tersenyum manis.
“ Terima kasih, maaf salah paham padamu ”
“ Tidak harusnya aku yang minta maaf ” ujarku dengan malu.
“ Apa kamu ingin melihat fungsi alat ini ? ” Tawar Horou.
“ Boleh ”
Dia pun menggunakannya dan muncul hologram yang berisi banyak foto-foto tentang masa lalu Horou dan orang tuanya.
“ Sebenarnya ini alat yang dibuatkan oleh orang tuaku agar aku bisa melihat kenangan bersama sejak kecil, kamu lihat betapa bahagianya aku ketika berkumpul bersama keluarga saat itu.
Karna itu benda ini sangat berharga bagiku ketika aku rindu mereka aku menelpon mereka dan melihat kenang-kenangan ini” Jelas Horou dengan perasaan yang menyentuh.
“ Sangat indah ”
“ Eh ? ”
“ Maksudku sangat indah melihat ini apalagi disaat malam yang indah ” Jelasku.
“ Kamu benar ”
“ Ngomong-ngomong soal keluarga, kamu bisa menganggap kita semua di FORMUISIKA adalah keluarga ”
“ Sepertinya begitu ” kata Horou sambil tersenyum dan mengusap matanya.
“ Kau menangis ? ”
“ Ah tidak, ini karena cahaya hologramnya tidak seperti biasanya ” katanya sambil tertawa kecil.
“Eh benarkah ? ”
Aku lupa kalau itu baru diperbaiki wajar hasilnya berbeda ketika digunakan , aku harap dia tidak curiga sama sekali hehehe.
__ADS_1