
Mata mereka melotot seperti ikan di air, semua terpaku melihat perban yang membalut kaki ku. Tangan jahil si playboy mencoba yang sudah gatal mencoba menyentuh. Tamparan kasih sayang ku daratkan pada wajah pria itu yang sangat menjengkelkan. Insak air mata mengalir di pipinya sambil mendramatisir rasa sakit yang diterima.
Aku hanya bisa jutek dan tidak peduli dengan tingkahnya yang sangat cari perhatian. Si gadis berambut biru tiba-tiba berdiri di sampingnya. Kemudian dia menarik telinga pria itu keluar agar tidak mengganggu konsentrasi ku yang sedang melanjutkan proses pembuatan alat proyek kami.
"Kenapa kaki mu, bisa terlilit mumi begitu ?" tanya dia sambil duduk di kursi dekat meja.
"Hm...Aku hanya kebetulan jatuh saja ketika membuat tugas."
"Benarkah ? Itu sangat aneh sekali. Orang super Cerbelum seperti melakukan hal teledor seperti itu." ujar gadis itu yang terlihat meledek ku.
"Aku serius, aku sedang membuat tugas penting, karena itu aku bisa seperti ini ?" keluh ku sambil melanjutkan pekerjaan.
"Tugas apa ? apa tugas itu penting dari ini ?" tiba-tiba nuansa gadis berubah. Rasa mencekam dan mengintimidasi terpancar dari aura gadis itu. Aku hanya menggarukkan jari seperti orang kebingungan. Jika aku menceritakan yang aku buat, aku khawatir dia akan menerkam ku dengan sejuta logaritma yang tidak bisa dijelaskan.
Dari pintu masuk seseorang sambil membawakan laptop di tangannya. Dia berteriak ke arah ku sambil menunjukkan jadi video mv yang sudah dia buat untuk ku. Wajah ku merah padam melihat pandangan teman-teman ku yang tertuju pada ku. Mereka yang mendengar perkataan pria tadi langsung ikut menyaksikan pemutaran video mv lagu ku. Aku hanya bisa menahan rasa malu sembari menggigit obeng yang ku pegang.
"Whohoho, it's so hot ma chercie." puji dari si pria playboy.
"Kyaaaaa ! ini sangat luar biasa sekali." sahut si gadis manic kegirangan sambil memfoto adegan mv ku.
"....85." gadis rambut biru itu hanya menyebut sebuah angka yang tidak aku mengerti maksudnya.
Sambil menahan rasa baru komentar dari mereka yang tidak jelas. Aku juga memperhatikan dengan sesama video mv buatan pria itu. Ada beberapa adegan yang pernah ku lihat sebelumnya. Seperti adegan tidur dan bangun tidur yang sama persis dengan kejadian tadi pagi. Tapi ada adegan lain yang tidak pernah ku lakukan sama sekali.
Terlihat sangat familir, aku pernah melihatnya tapi dimana ?
Kepala ku berpikir keras mengingat semua memori yang ada di kepala ku. Ruangan penyimpangan di kepala terlalu banyak isinya sehingga ku kesulitan untuk mencari lokasi file memori itu. Setelah banyak mencari, akhirnya aku ingat dengan jelas. Adengan lain yang ada pada video itu adalah hasil rekaman yang sering dia lakukan pada ku akhir-akhir.
__ADS_1
Tatapan kematian keluar dari mata ku yang melihat ke arah pria itu. Dia melirik kepada ku sambil tersenyum seperti rubah yang licik dan jahil. Bukan senang atau bahagia, aku justru sangat kelas melihat cuplikan mv video yang dia buat. Semua adegan yang dia gunakan terlalu banyak menampilkan sisi konyol dari diriku.
Aku yang terlalu termakan oleh rasa malu, langsung menutup laptop pria itu. Teman ku yang lain kebingungan dengan apa yang telah ku lakukan.
"Lho, Kenapa kamu tutup laptopnya Aon ?" tanya pria playboy sambil memegang jidatnya.
"Iya, padahal tadi itu kelihatan seru. Aku penasaran dengan kelanjutannya." ujar gadis manis sambil mengambil foto.
"Itu sudah cukup, kalian tidak boleh terlalu banyak melihatnya." tegas ku dengan kesal.
"Memangnya kenapa ?" tanya gadis itu.
"Ah, tidak perlu ku jelaskan."
"Hm... kalau boleh tahu apa opa Bright yang membuat ini semua ?" pria itu hanya diam seolah tidak tahu apa-apa. Aku hanya bisa mengangguk untuk mengubah iyakan pertanyaan gado itu.
Sebelum pembicaraan semakin panjang membahas tentang mv. Aku mengajak pria itu pergi menuju ruang klub musik segera. Walau bukan jadwalnya untuk berkumpul, aku ingin berbicara empat mata dengan pria itu.
Langkah kaki tertatih-tatih ku jalani jalanan ini dengan tongkat ditahan ku, pria menawarkan diri untuk menggendong ku sampai disana. Tapi ku tolak karena sebenarnya aku hanya ingin bicara dengan dia di tempat lain tanpa gangguan dari makhluk yang ada di ruangan tadi.
"Sudah berapa lama kamu merekam ku diam-diam begitu ?"
"Hm... kamu mungkin bisa mengetahuinya ?"
"Aku tidak mengerti sama sekali yang kamu maksud ?" ujar ku.
"Aku tahu kamu akan lupa dengan tugas itu, jadi aku sengaja melakukannya karena kamu terlalu fokus mengerjakan proyek mu." jelas pria itu.
__ADS_1
"Ya tapi... kamu bisa mengingatkan aku langsung sehingga aku jadi seperti sekarang ini." keluh ku dengan kesal kepada.
"Hm... aku cuma ingin main-main saja."
"Ai Bright, kamu benar keterlaluan" aku memukuli pria itu dengan tongkat yang aku pegang. Dia hanya tertawa girang sambil menghindari pukulan itu.
"Kamu harusnya berterima kasih karena sudah ku bantu."
"Terima kasih jidat mu, video yang kamu bikin itu membuat ku malu tahu." keluh ku sangat kesal.
"Itu sudah sangat bagus aku buat tahu, kalau kamu serahkan aku yakin kamu pemenang dari klub kita nanti." ujar pria itu.
"Aku tidak yakin dengan apa yang kamu bilang."
"Baiklah kalau begitu bagaimana kita bertaruh ?" tawar pria itu sambil mendekati ku.
"Apa untungnya bagi ku ?"
"Jika kamu yang menang, aku akan menjadi anak yang baik menuruti perkataan mu. Tapi kalau jam yang kalah, kamu yang harus menuruti ku. Jadi bagiamana ?" lagi-lagi dia memainkan permainan konyol lagi kepada ku. Tapi kalau di pikirkan lagi sepertinya aku yang akan menang. Dengan video yang seperti itu, akan sangat kecil kemungkinan untuk menang.
Baiklah aku terima tantangan pria itu. Aku yakin kalau akulah yang akan menang dari permainannya kali ini. Jika aku menang aku bisa melakukan apapun kepada dia.
Di ruangan klub waktu pemilihan karya yang akan ikut lomba sudah di mulai. Bagaikan petir di siang bolong, suara tepuk tangan terdengar sangat keras kepada ku. Karya yang di pilih untuk lomba video mv akan di wakilkan oleh video milik ku. Aku hanya bisa terpelonggo melihat semua kejadian. Video dengan tampilan adegan yang sangat aneh menurut ku, malah digemari oleh banyak yang berada di ruangan ini.
Dari ujung sana pria itu terlihat tersenyum lebar menikmati kemenangkan yang dapat.
Ai Bright !!!
__ADS_1