FORMUISIKA

FORMUISIKA
22- Blind Layer


__ADS_3

Sudah seminggu ini aku tidak bisa menemuinya. Setiap aku mencari keberadaan dia yang kutemukan pria menyebalkan ini, Park Kitty. Seolah dia menjadi dinding diantara aku dan dia.


"Aku sudah lama penasaran, kenapa kau begitu posesif padanya ?"


"Memang apa urusannya dengan mu !"


" Oh ya, tentu saja."


"Jangan bersikap kau seolah sangat dekatnya !"


"Kami jauh lebih dari dekat ini. "


Hati ku sangat panas mendengarkan ocehan orang ini. Tangan ku sudah sangat gatal dan ingin sekali menghajar wajahnya. Tapi ku urungkan niatku dan pergi meninggalkanya. Tujuanku adalah menemuinya bukan mencari masalah orang ini.


"Oy, Bright."


"Oh kalian."


"Hey kau dari mana saja dari kemarin, P'Bim sudah lama mencari tahu."


"Mencari ku ? kenapa? "


"Kenapa ? kau lupa, kita akan melakukan pertandingan hari jumat besok dengan anak fakultas seni."


"Benarkah ?"


"P'Bim benar-benar kesal dengan mudah karena tidak merespon panggilan maupun chattinganya tahu."


"Ok, ok aku akan ikut hari jumat ini."


"Btw, kau sudah lama tidak muncul di kampus ?"


"Hmm... aku rasa ini pasti karena dek Aon ya wkwkw. "


"Ahh.. aku pergi dulu, sampai jumpa."


"Aku salah sebut ya ?"


"Bodoh kau Kok."


Hari jumat di lapangan bola, aku benar-benar sedang tidak mood untuk bermain. Karena itu hari ini aku mengambil posisi menjadi pemain cadangan. Aku masih memikirkan dia ada dimana sekarang.


Aku benar-benar merindukan masa-masa dia ada disini saat ku bermain bola. Ah.. aku harurbagaimana ? Ini semua salah ku yang terlalu keras padanya waktu itu.


"Seperti pistol tidak ada pelurunya."


"Kenapa kamu disini, Horou ?"


"Melihat mu jadi kartu simpanan rasanya sangat aneh, bukan seperti dirimu."

__ADS_1


"Pergilah, aku tidak mau mendengarkan bualanmu."


"Sebenarnya apa yang terjadi diantara mu dan Aon ?"


"Itu bukan urusanmu."


"Kenapa ? tentang urusan ku juga, bukan hanya itu ini urusan klub juga."


"Aku tidak peduli."


"Walau kamu bilang begitu, kami masih peduli tahu."


"Huft, kalau pertemuan aku dulu bersama Aon."


Peluit pengganti pemain pun berbunyi. Aku pergi dan meninggalkan dia sendiri disana sampai pertandingan selesai, dia tidak terlihat lagi. Baguslah aku tidak suka dibuntuti oleh orang seperti dia.


Walaupun satu penggangu sudah pergi, masih ada penggangu baru muncul.


"Bright, sini kamu."


"Ada P'Bim ?"


"Sudah lama kita tidak bertemu, ayo kita pergi ke bar."


"Maaf tapi aku segera pulang."


"Buru-buru sekali jangan pulang dulu lah."


"A..a..a... aku memaksa."


Aku akhirnya terpaksa harus ikut bersama dengan mereka. Aku harus mencari peluang untuk kabur dari mereka saat tiba disana.


Malam itu di bar, sebuah musik jezz di putar. Suasana hiruk piruk terdengar disana sini. Mereka semua minum dengan penuh nikmat, kecuali aku yang berpura-pura meminumnya.


"Oy, Bright kemana kamu menghilang selama ini ?"


"Aku..."


"Apa kamu ada masalah sama cewek huh ?"


"Bukan, aku hanya sakit."


"Serius ? kenapa kau tidak mengabari kami ?"


"Ya, selain itu kamu tidak bisa dihubungi sama sekali."


"Maaf, waktu itu ponsel rusak dan diperbaiki."


"Hahaha... memangnya kamu sakit apa sampai lama begitu ?"

__ADS_1


"Sebaiknya kalian tidak perlu tahu."


"Jangan bilang kamu lagi sakit cinta ... hahaha."


"Bukan."


"Bright, jika kamu ada masalah apapun cerita saja pada kami."


"Ya, P'Bim benar mana tahu kami bisa bantu."


"Itu betul Kim, kita inikan teman."


"Terima kasih, ayo bersulang. "


Setelah cukup lama, akhirnya mereka semua tertidur lelap. Aku bisa pergi meninggalkan mereka dengan meninggalkan beberapa uang didekat mereka untuk membayar tagihan minuman.


Hari senin besoknya aku kembali ke mencarinya kembali. Di kelas, laboratorium, ruang klub, WC dan lain-lainya. Aku masih belum menemukanya.


Aku benar-benar bingung harus mencarinya kemala lagi. Terutama aku tidak pernah menemukan Park Kitty. Kalau orang itu ada pasti keberadaan dia ada sekitar sana. Tapi kali ini aku bahkan tidak bertemu dengannya segarkan ini.


Sepertinya aku tidak punya cara lain selain menggunakan orang dalam yang memiliki musuh yang sama dengan ku.


"Kau datang ke orang yang tepat Bright."


"Langsung keintinya saja."


"Sejak pria itu bergabung di klub ini, Elanda semakin menjauhi ku nuisible huhuhu."


"Apa kau tahu apa alasannya bergabung di klub ini ?"


"Ah aku ingat kalau tidak salah ini karena kau Bright."


"Karena aku, kenapa ?"


"Aon sengaja mengajak si Park untuk memberi pelajaran padamu karena tindakan mu yang posesif padanya."


"Omong kosong."


"Aku serius, cuma aku dan dek Horou yang tidak menyetujuinya apalagi menerimanya."


"Terus apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?"


"Itu lah aku sendirian tidak tahu harus bertindak seperti apa karena Horou lebih memilih mengabaikannya."


"Baiklah kalau begitu aku memberimu tawaran."


"Apapun itu asalkan bisa menyingkirkan pria itu aku akan membantu Bright."


"Pertama kau harus mempertemukan aku dengan Aon."

__ADS_1


"Bagaiaman caranya ?"


Sambil mengeluarkan senyum licik, aku pun menjelaskan rencana ini padanya. Saat api dibalas dengan api.


__ADS_2