
'Sepertinya mau tidak mau aku harus mau mnerima Pangeran Lan Han itu meskipun aku tidak tertarik dengan salah satu dari mereka' batin Xiao Li meratapi nasipnya.
"Hamba akan tetap menerima Pangeran Pertama sebagai calon suami hamba yang mulia" ucap Xiao Li sambil memandang Pangeran Lien Han yang terlihat tersenyum lega.
"Keputusan yang tepat terimalah dekrit dari Zhen" ucap Kaisar Han dengan bahagia karena ketiga putranya memang sudah memasuki waktu menikah tapi karena keadannya membuat tidak ada satupun wanita yang tertarik dengan mereka terutama Pangeran Lan Han dan Pangeran Lien Han.
Setelah Xiao Li menerima dekrit dari kaisar dan kembali di tempatnya pesta dilanjutkan dengan pertunjukan bakat dari para putri bangsawan untuk menarik perhatian para pangeran kerajaan lain terutama Putra Mahkota dari Kaisar Han karena sampai saat ini posisi permaisuri masih kosong walaupun Pangeran Putra mahkota telah memiliki banyak selir.
Semua pertunjukan yang para putri putri bangsawan perlihatkan itu terlihat membosankan di mata Xiao Li karena kebanyakan dari mereka Hanya menari melenggak lenggok menunjukan tubuh mereka yang errr dengan pakaian yang terbuka.
Saat ini adalah penampilan dari adiknya siapa lagi kalau bukan Putri Xiao Yu Ning. Dia menari dan menyanyi menampilkan tubuhnya yang elok serta suaranya yang merdu sungguh membuat Xuao Li semakin muak dia berperan seolah dia adalah seorang putri yang sangat baik dan lemah padahal sifat aslinya sangat sombong serta hobinya yang suka menindas.
Dan bagusnya banyak pangeran dari kerajaan lain yang terkagum dengan penampilan Xiao Yu Ning tapi tidak dengan Pangeran Putra Mahkota dia bahkan terlihat acuh tak acuh begitu pula dengan Pangeran Lan Han aish sepertinya Xiao Li tidak salah pilih.
"Bagus sekali Zhen sangat menyukainya zhen akan memberikan dua gulung kain sutra emas beserta dua ratus tael emas kepada putri Xiao Yu Ning" ucap kaisar.
"Terima kasih yang mulia semoga anda selalu diberkati dan hidup selama seribu tahun" ucap Xiao Yu Ning dengan gembira karena mendapat hadiah.
"Tapi yang mulia penampilan hamba masih belum ada apa apanya dibandingkan dengan Putri Xiao Li"
'Astaga akhirnya anak ular berbisa mulai menyemburkan bisanya' batin Xiao Li menampilkan smirknya dibalik cadar.
"Benarkah itu Putri Xiao Li? Maukah kau menampilkan bakatmu untuk zhen?" tanya Kaisar Han dengan nada mencemooh.
'Kukira kaisar ini berbeda ternyata sama aja njirr' gerutu Xiao Li dalam hati.
"Ampun yang mulia apapun untuk menyenangkan anda" kata Xiao Li telah berdiri di tengah aula sambil menunduk hormat.
"Lalu apa yang ingin Puntri ini tampilkan untuk menyenangkan zhen?" Tanya kaisar lagi.
"Hamba bisa bermain musik yang mulia" jawab Xiao Li saat menengok kearah jejeran alat musik yang tetsusun dengan rapi tapi yang membuat Xiao Li tertarik adalah sebuah piano dan violin yang sepertinya tidak penah digunakan.
Tunggu inikan masa lampau bagaimana bisa ada violin dan piano sedangkan makanan disini saja rasanya sangat tidak enak kalau tidak hambar pasti keasinan.
"Kalau begitu silahkan pilih alat musik yang Putri butuhkan disana" ucap kaisar menunjuk jejeran alat musik.
"Terima kasih yang mulia" ucap Xiao Li dan berlalu mendekat ke arah piano serta meminta tolong pada penjaga untuk menggeser piano tersebut ke tengah aula.
Para tamu menatap Xiao Li remeh karena rumor buruk yang terlanjur tersebar tentangnya.
Kagiatan Xiao Li ini tidak luput dari pandangan Permaisuri Niao Nian dan Pangeran Lien Han mereka sangat terkejut karena alat musik itu berasal dunia mereka sebelumnya dan tidak ada yang bisa memainkan alat musik tersebut kecuali jika Xiao Li juga berasal dari dunia yang sama.
Tatapan terkejut Permaisuri Niao Nian juga tidak luput dari pandangan Kaisar Lee karena semenjak Permaisuri di kabarkan diserang bandit dan dia di temukan di sungai dekat hutan keramat sifatnya yang pemalu dan penurut berubah menjadi permaisuri datar dan pendiam.
Permaisuri Niao Nian juga tidak pernah menampakkan ekspresi apapun hingga saat dia melihat Xiao Li dengan ekspresi terkejutnya.
Xiao Li kembali ketengah aula dia juga membawa violin dan menaruhnya di atas piano karena sejak awal disitulah tempatnya violin dan piano itu dan sejak awal juga sudah terlihat seperti pasangan.
__ADS_1
(kurang lebih seperti itu gambar piano dan violinnya)
Sebenarnya Xiao Li mempunyai tujuan lain dengan membawa serta violin dia berharap ada juga orang lain yang ikut tersesat ke zaman kuno ini dan memancing orang tersebut meminkan violin dengannya.
Xiao Li mulai memposiaikan duduknya serta jari jarinya yang siap menekan tuts pada piano.
Saat Xiao Li memainkan intro Permaisuri Niao Nian menghampiri Xiao Li ketengah aula dan mengambil Violin yang ada di atas piano.
Xiao Li berhenti sejenak dan memandang Permaisuri Xiao yang terlihat sudah siap dengan posisinya.
Xiao Li melepas cadar yang tadinya dia gunakan sambil tersenyum menatap Permaisuri Niao Nian.
Sontak semua mata terpukau dengan kecantikan Xiao Li yang dapat menghancurkan satu benua hanya untuk mendapatkannya.
Hal itu membuat Putri Xiao Yu Ning sangat geram karena ternyata Xiao Li juga sudah tidak buruk rupa lagi.
Xiao Li memulai kembali permainannya beserta Permaisuri Niao Nian.
Xiao Li mulai menyanyikan lagu, tentu saja lagu dari dunianya.
*Setelah hujan reda, aku melihat pelangi di langit dan bunga memancarkan cahaya yang indah
Saat itu aku melihatmu sedang memandangi langit sore, aku sadar telah jatuh cinta padamu
Bahkan sekilas bingkai dari film dramatis ini takkan memudar
Dirimu, dirimulah! Orang yang 'buatku menyadari
Andai kita bisa menyinari kegelapan, langit akan menjadi berbintang
Kesedihan 'kan berubah jadi senyuman, jadi jangan disembunyikan lagi
Setiap bintang-bintang yang berkelap-kelip ini 'kan menyinarimu
Cahaya pagi yang aku sambut, setelah lupa untuk terlelap, amat terik cerahnya
Saat melihatmu, ketegangan di kepalaku bahkan mereda
Keromantisan yang membisu, bak gula yang meleleh ke dalam teh hitam
Seraya suaramu berputar-putar di sekujur tubuhku
Dirimu, dirimulah! Orang yang beriku senyum ini
Jika kita bisa membuat air mata yang bersinar, itu 'kan 'jadi bintang jatuh
Tanganmu t'lah terluka, tapi jangan pernah lepaskannya lagi
__ADS_1
Dari langit yang terpenuhi keinginan, hari esok 'kan segera datang
Cahya yang membimbingku adalah dirimu
Dan aku pun ditarik karenanya
Sebelum kusadarim kita mulai sebrangi jalan itu
Sekaranglah saatnya! Jikalau kita hanya bisa bersinar di sini
Dirimu, dirimulah! Orang yang 'buatku menyadari
Andai kita bisa menyinari kegelapan, langit akan menjadi berbintang
Kesedihan 'kan berubah jadi senyuman, jadi jangan disembunyikan lagi
Setiap bintang-bintang yang berkelap-kelip ini 'kan menyinarimu
Apakah jawaban selalu datang kebetulan? Kebutuhan?
Jalan yang kita pilih akan menjadi takdir kita
Itulah harapan dan kecemasan yang kita pikul
Menjadi cahaya yang membimbing kita lebih jauh lagi*
[Kalo kalian kepo lagunya kaya apa bisa cari di you tube judul lagunya hikaru nara opening dari your lie in april 1. Trus kalo kepo sama suara pianonya bisa cari juga di you tube hikaru kara coverby @pianominion]
Lagu serta alunan musik yang dimainkan oleh Xiao Li membuat seluruh mata yang menyaksikan tercengang pasalnya mereka baru pertama kali mendengarkan lagu tersebut serta iringan musik dengan tempo yang sangat cepat bagi mereka serta jari jari Xiao Li yang terlihat lincah dan gesekan violin Permaisuri Niao Nian yang tak kalah hebat. Mereka berdua sudah terlihat seperti pemain pro.
Lamunan para tamu dan kaisar kaisar yang hadir buyar saat Xiao Li dan Permaisuri Niao Nian bergandengan serta melakukan gerakan hormat yang aneh tapi terlihat sangat berwibawa dan anggun.
"Hebat zhen tidak tau kalau Putri Xiao Li dan permaisuri Niao Nian ternyata sangat pandai bermain musik dan bernyanyi bahkan kalian terlihat sangat handal memainkan kedua alat musik yang bahkan orang orangku tidak mampu untuk memainkannya" ungkap Kaisar Han dengan penuh kekaguman.
"Zhen akan memberikan sepuluh gulung kain sutra emas dan lima peti yang masing masing terdapat seribu tael emas pada setiap petinya serta alat musik yang tadi di mainkan oleh Putri Xiao Li" tambah Kaisar Han.
"Terima kasih atas kemurahan hati yang mulia semoga anda selalu di berkati dan hidup selama seribu tahun" ucap Xiao Li kini sudah tidak menggunakan cadar hingga terlihat ekspresi yang sama datarnya dengan Permaisuri Niao Nian, bahkan setiap katanya tidak menandakan bahwa dia senang dengan semua hadiah namun lain dengab hatinya yang sudah bersorak ria.
"Lalu apa yang anda inginkan sebagai hadiah dari Zhen Permaisuri Niao Nian?" Tanya kaisar han takut apabila hadiah yang dia berikan pada Permaisuri Niao Nian akan menyinggung Kaisar Lee karena kekuatan dari kekaisaran timur tidak dapat diremehkan.
"Hamba hanya menginginkan violin itu tidak perlu hadiah yang terlalu muluk muluk" jawab Permaisuri Niao Nian datar kalian tau kan Sky/ Permaisuri Niao Nian tidak ahli dalam berbicara sopan maupun manis maka dari iti semenjak kedatangannya di dunia kuno ini dia jarang berbicara bahkan tidak pernah berbicara.
Kaisar Han sangat terkejut mendengar Permaisuri Niao Nian berbicara bukan hanya kaisar han, Kaisar Lee dan kaisar kaisar yang lain juga tak kalah terkejutnya.
"Ba baik ambillah Permaisuri Nian" kata Kaisar Han tergagap.
"Terima kasih" Permaisuri Niao Nian sengaja tidak menyebut kata yang mulia karena baginya sopan santun dan penghormatan hanya untuk Queennya.
Xiao Li dan Permaisuri Niao Nian pamit dan mengundurkan diri untuk kembali ke tempat duduknya semula namun sebelum kembali Xiao Li sempat membisikan sesuatu pada Permaisuri Niao Nian.
__ADS_1
"Senang bertemu denganmu lagi sky" bisik Xiao Li sebelum berlalu pergi.
Interaksi mereka tidak luput dari pandangan Kaisar Lee apa lagi saat Kaisar Lee melihat ekspresi terkejut Permaisuri Niao Nian yang berubah menjadi senyuman tipis.