
BRAK!!
"Aku tidak setuju dan kenapa harus aku" bantah Xiao Li sambil menggebrak meja.
"Kau seharusnya menyadari ini sedari awal" mengusap kasar wajahnya "jika ada selain kamu yang tidak memiliki tanda seperti kami maka aku akan menyarankan orang lain" argumen Dai Dai sambil memperlihatkan tato kalajengking di pergelangan tangannya yang terlihat begitu nyata.
"Ayolah demi kelancaran misi ini" bujuk Siao Shan.
"Tapi kenapa peranku harus menjadi seorang pelakor" runtuk Xiao Li pada dirinya sendiri.
Ya ide Dai Dai untuk membatalkan pertunangan Pangeran Zhengge adalah dengan adanya Xiao Li yang berperan sebagai orang ketiga.
_______________________________________
Setelah perdebatan dan adu argumen yang panjang akhirnya mau tidak mau Xiao Li harus mengikuti rencana Dai Dai.
Pertemuan saat itu di akhiri dengan pembagian tugas anggota tim untuk berpencar.
Xiao Li mendapat tugas untuk selalu berada di dekat Pangeran Zhengge, mengawasinya dari dekat maupun jauh.
Takutnya jika nanti Pangeran Zhengge melakukan hal hal yang tidak dinginnkan.
Setelah keluar dari kedai makan, Liu meminta izin untuk kembali ke istana karena ada tugas penting yang harus dia selesaikan, begitu pula anggota tim yang lain kini mulai berpisah dan menyebar.
Dan untuk Xiao Li saat ini dia berada di sebuah gang sempit mengikuti setiap tujuan langkah Pangeran Zhengge.
Gang ini terlihat sangat kumuh dan beberapa rumah yang terlihat tidak layak menambah muak mata yang memandang, tapi tidak bagi Xiao Li.
Xiao Li/ Jessi di masa depan pernah melihat kondisi yang lebih kumuh dari ini, jadi bisa di bilang ini adalah pemandangan merusak mata yang sudah biasa.
Pangeran Zhengge sempat menengok ke arah Xiao Li beberapa kali (ya karena Xiao Li mengikuti Pangeran Zhengge secara terang terangan) mungkin Pangeran Zhengge kira kalau Xiao Li akan merasa jijik jika melewati tempat kumuh ini.
Tapi kenyataannya wajah Xiao Li tidak menampakkan rasa jijik sama sekali Xiao Li justru terlihat berjalan santai sambil sesekali menengok ke kanan dan kekiri.
Pangeran Zhengge terus berjalan hingga akirnya berhenti di sebuah rumah bobrok di lorong gang paling ujung.
Ahh bahkan rumah itu tidak pantas di sebut rumah....
Dilihat dari atas sampai bawah mungkin bisa di sebut gubuk tapi berukuran lebih luas, pintunya saja sudah lapuk dan kropos bahkan di dinding dindingnya terlihat jelas lubang lubang besar yang di tutup dengan barang seadanya.
Xiao Li memandang rumah ahh gubuk di depannya sambil memicingkan mata.
'Astoge nih pangeran satu mau ngapain sih' batin Xiao Li.
__ADS_1
Pangeran Zhengge berjalan memasuki gubuk tersebut beserta Xiao Li yang masih mengekor di belakang.
Xiao Li berhenti di ambang pintu sorotan matanya memancarkan kekaguman bahkan senyumnya ikut mengembang.
Mungkin jika dilihat dari luar gubuk itu terlihat kumuh namun saat melihat tatanan di dalamnya terlihat sangat rapi dan bersih, tidak seperti tampilan luarnya.
Di dalam gubuk ternyata dihuni oleh anak anak yang mungkin usianya sekitar tujuh sampai dua belas tahun.
Mereka terlihat sangat sibuk, mungkin sedang menyiapkan sebuah acara atau apalah itu Xiao Li tidak tahu, pastinya anak anak itu sedang sibuk berjalan kesana kemari sambil membawa beberapa kudapan untuk di tata di sebuah alas seadanya....
'Apa mereka sedang membuat sebuah pesta?' Batin Xiao Li yang masih diam ditempat.
Berbeda dengan Pangeran Zhengge yang kini tengah memandang penuh haru atas apa yang dilakukan anak anak saat ini.
Prang!!
Suara benda terjatuh dari salah satu anak yang sedang sibuk membawa kudapan kesana kemari.
"Hei hati hati" ucap salah satu dari anak anak tersebut.
"Li lihatlah" ucap anak yang menjatuhkan kudapan.
"Hah... pangeran datang bersama seorang gadis" teriaknya histeris.
'Nyesel gue...' batin Xiao Li.
Salah satu dari gerombolan anak anak itu berlari menghampiri Xiao Li...
"Mari nona ikut aku" ucapnya sambil menarik tangan Xiao Li masuk ke dalam tempat tinggal mereka.
"Ling ling apa yang kau lakukan" sergah Pangeran Zhengge.
"Apa aku salah mengajak nona ini untuk masuk?" Tanya anak perempuan yang menggandeng tangan Xiao Li dengan tatapan polosnya.
"Kau tidak salah... lanjutkan saja karena aku hanya akan melihat" ucap Xiao Li sambil berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Ling Ling.
"Tidak nona kau harus ikut" paksa seorang anak lelaki yang sedari tadi diam menyaksikan kehebohan teman temannya.
Xiao Li menatap Pangeran Zhengge untuk meminta izin tapi tidak mendapat respon sedikitpun.
"Huft" Xiao Li membuang nafasnya kasar "sepertinya aku tidak di izinkan untuk bergabung dengan kalian" ucap Xiao Li dengan wajah dibuat semelas mungkin.
"Tidak... nona harus ikut" paksa Ling Ling sambil merengek.
__ADS_1
"Huft... baiklah" jawab Xiao Li sambil mengelus surai rambut Ling Ling.
Xiao Li duduk di atas alas sederhana bersama dengan anak anak tersebut. Sebenarnya Xiao Li merasa sedikut aneh dengan berbagai jenis makanan yang tersaji di depannya ini....
Bagaimana tidak aneh di jaman kuno ini kan belum ada makanan yang berbumbu yah memang ada makanan berbumbu tapi hanya berasa asin atau hanya hambar... tapi didepan Xiao Li saat ini?
"Nona makanan makanan ini sangat menggiurkan bukan?" Tanya Ling Ling yang duduk di samping Xiao Li.
"Yah sangat menggiurkan" jawab Xiao Li dengan senyum penuh makna.
Ekspresi yang di tampilkan Xiao Li saat ini tidak luput dari penglihatan Pangeran Zhengge... entah apa yang difikirkannya yang pasti itu bukan hal yang baik.
"Tara ini adalah menu spesial hari ini dessert susu" ucap seorang lelaki yang kira kira seumuran dengan Xiao Li, kini tengah berjalan dari arah dapur sambil membawa dessert susu buatannnya mendekat ke tempat Xiao Li dan yang lainnya duduk.
"Oh hai nona?" Sapa laki laki itu sambil mengulurkan tangannya "namaku Feng Yu dan kau?"
Xiao Li tersenyum sambil mengulurkan tangannya "Xiao Li" jawabnya "senang juga bertemu denganmu Feng Yu"
Feng Yu sedikit terkejut saat Xiao Li menjawab ajakan jabat tangannya, setahu Feng Yu di dunia antah berantah ini tidak ada manusia yang berkenalan degan berjabat tangan.
Feng Yu membulatkan matanya seakan menyadari sesuatu "kuharap dugaanku benar" batin Feng Yu sambil tersenyum misterius.
"Bagaimana rasanya? Enak bukan?" Tanya Feng Yu saat Xiao Li mencicipi ayam bakar buatannya.
"Emm..." Xiao Li sedikit berfikir "kurasa akan lebih enak jika ada saus keju disini"
"Hmm menarik akan ku coba membuatnya" terjeda "tapi aku tidak tau caranya" lanjut Feng Yu sambil menepuk jidatnya.
Xiao Li hanya tersenyum menanggapi sikap Feng Yu. Sebenarnya Xiao Li menduga kalau Feng Yu dulunya adalah seorang koki atau semacamnya karena masakannya terbilang cukup mewah untuk jajaran koki biasa.
"Xiao Li apa kau tau apa yang aku pikirkan saat ini?" tanya Feng Yu kali ini raut wajahnya serius.
Xiao Li memicingkan matanya dia kurang mengerti dengan pertanyaan Feng Yu.
"Kuarasa kita satu server" ucapnya lagi dengan bahasa yang pasti tidak dimengerti oleh mereka yang sedari tadi menyimak percakapan Feng Yu dan Xiao Li.
Xiao Li tersenyum dan menjawab dengan bahasa yang tak kalah anehnya jika di dengar oleh para penyimak "yes, I know"
■
■
Maaf baru up tugas menggunung😪
__ADS_1