Future Princess

Future Princess
17. Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Selama seminggu terakhir pasukan Black Scorpio belum mulai menjalani pelatihan mereka hanya di tugaskan untuk menyembuhkan luka luka yang mereka miliki akibat cambukan dari pemilik mereka sebelumnya bahkan ada yang sengaja di racuni sebelum mereka di jual menjadi budak.


Sedangkan di Kekaisaran Han tepatnya Kediaman Jendral Xiao terlihat seorang gadis yang sedang duduk manis di sebuah gazebo dengan muka di tekuk.


"Li'er sepertinya suasana hatimu sedang buruk" tanya Igon di dalam ruang dimensi melalui telepati.


"Aku merasa sangat bosan Igon" rengek Xiao Li.


"Astaga kau terlihat sangat imut dan menyeramkan secara bersamaan" celetuk Igon yang tiba tiba sudah duduk manis di samping Xiao Li sambil meminum teh dari cangkir milik Xiao Li.


"Igoon..." rengek Xiao Li semakin menjadi jadi, bahkan Xiao Li sampai mengguncang tubuh Igon kedepan dan kebelakang yang membuat teh di dalam cangkir yang Igon pegang tumpah.


"Astaga Li'er lihatlah bajuku basah karenamu" kata Igon lesu.


"Ya sudah kau tinggal berganti pakaian kan" jawab Xiao Li sedikit merasa bersalah.


"Huftt... aku hanya memiliki satu baju saja Li'er tuan ku yang dulu belum pernah membelikanku baju" ucap Igon dengan raut sedih yang di buat buat.


'tak apakan sekali kali aku yang menjahilimu' batin Igon tertawa renyah.


"Oh Igon kecil ku yang malang.... baiklah hari ini kita akan meminjam baju ayah untukmu" teriak Xiao Li dengan percaya dirinya namum membuat Igon sweatdrop.


"Astaga ku kira kau akan membelikanku baju baru mengapa malah pinjam" gumam Igon sambil tepok jidat sedangkan Xiao Li hanya tersenyum kuda.


"Ayo Igon ikut aku kita akan meminjam baju ayah setelah itu kita pergi jalan jalan tapi tidak di tempat yang ramai terlalu bising" ucap Xiao Li menarik tangan Igon.


Igon hanya menurut saja lagi pula dia memang tidak memiliki baju ganti selain baju yang d pakainya.


Setelah Igon mengganti bajunya Xiao Li menyuruh Igon untuk masuk ke dalam ruang dimensinya lagi sebentar untuk mendapat ijin dari sang ayah agar dapat keluar untuk berjalan jalan.


Setelah perjuangan panjang dengan perdebatan yang cukup absurd, bagaimana tidak hanya meminta ijin untuk berjalan jalan saja begitu sangat menguras otak dan tenaga.


Sedangkan Igon di ruang dimensi tertawa cekikikan melihat keabsurdtan keluarga Xiao Li.


Bayangkan saat Xiao Li meminta ijin keluar awal di perbolehkan tapi tiba tiba ayahnya memberikan syarat Xiao Li harus memakai baju yang tertutup Xiao Li hanya mengiyakan saja tapi saat pakaian tertutup yang di maksud tiba Xiao Li tidak mau memakainya.


Hei baju itu sangat tebal bahkan saat Xiao Li memakainya bisa diyakinkan dia akan sulit sekali berjalan.


Namun dengan bantuan bujukan sang ibu ayah Xiao Li memperbolehkannya keluar asalkan dengan membawa pengawal.


Awalnya Xiao Li menolak tapi dengan sangat terpaksa jika ingin keluar harus membawa pengawal...aish merepotkan.


Xiao Li keluar dari kediaman Jendral dengan menyamar menjadi rakyat biasa dengan para pengawal Xiao Li paksa untuk menyamar juga.


Selama perjalanan Xiao Li merasa jengah karena para pengawal itu walaupun sudah mwnyamar tapi tetap terlihat mencolok.


Xiao Li juga merasa tidak bebas karena mereka bagaikan penjara berjalan yang akan mengikuti Xiao Li lemanapun.


"Li'er bagaimana kalau kita kerjai saja mereka" kata Igon melalui telepati.


"Bagaimana caranya?" Tanya Xiao Li bersemangat.


"Kita beri mereka istirahat selama seharian penuh" jawab Igon tak kalah semangat.


"Baiklah aku mengerti" Xiao Li


Setelah percakapan singkat antara Xiao Li dan Igon. Xiao Li mulai berjalan mendekati sebuah penginapan membuat para pengawal tersebut mengerutkan alis dalam benak mereka bertanya untuk apa nonanya menyewa sebuah kamar padahal kediaman Jendral Xiao tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.


Yap Xiao Li sekarang berada di pusat kota sebenarnya tujuan awal Xiao Li adalah hutan hantu atau apalah itu Xiao Li tidak tau.

__ADS_1


Tapi di lihat dari namanya sepertinya itu hutan yang sangat indah (iya indah di mata Xiao Li tapi menyeramkan bagi mereka yang sudah mendengar banyak rumor tentang hutan tersebut).


Xiao Li memasuki kamar yang dia pesan lumayan luas dan nyaman itu kesan pertamanya saat memasuki penginapan tersebut.


Xiao Li menyuruh seluruh prajurit utusan ayahnya masuk, para prajurit itu menatap Xiao Li horor mereka takut bila mereka akan di jadikan ****** untuk melayani nonanya, tapi itu semua hanyalah asumsi absurd mereka saja kenyataannya Xiao Li langsung mengeluarkan bom asap yang sebenarnya adalah obat bius agar mereka tertidur lelap.


Setelah seluruh prajurit itu tumbang Xiao Li langsung keluar dari penginapan dan berjalan menuju hutan hantu.


Oh ya hutan itu memiliki banyak julukan ada yang mengatakan bahwa itu adalah hutan kematian, ada yang bilang itu adalah hutan iblis dan banyak julukan lainnya.


Entahlah apa tujuan orang yang memberi nama hutan itu dengan nama yang menyeramkan tapi justru itu menantang bagi orang segila Xiao Li.


Sesampainya di pinggir hutan.


"Igon keluarlah temani aku mengelilingi hutan" kata Xiao Li yang diiyakan oleh Igon.


"Menyeramkan bukan" celetuk Igon saat sudah berdiri di samping Xiao Li.


"Menyeramkan gundulmu hutan ini tidak ada bedanya dengan hutan yang ada di duniaku" jawab Xiao Li sedikit kecewa dengan pemandangan monoton di depan matanya.


"...." Igon hanya diam membisu dia tidak bisa menyangkal perkataan Xiao Li karena dia belum pernah melihat sendiri seperti apa dunia Xiao Li dengan mata kepalanya dia hanya mendengar melalui cerita Xiao Li saja.


"Oke lets go" teriak Xiao Li lalu berjalan masuk kedalam hutan diikuti Igon.


"Igon bisa kau sembunyikan auramu yang menyebalkan itu" pekik Xiao Li sebal karena semua binatang buas yang dilihatnya lari kocar kacir sebelum Xiao Li menyapa mereka.


"Ini demi keamananmu Li'er" jawab Igon.


"Tapi kau membuat kucing kecil itu ketakutan" teriak Xiao Li kesal karena singa besar yang ada di depannya tiba tiba lari terbirit birit entah kemana.


"...." Igon mendengar kata kucing kecil merasa ingin muntah darah bagaimana bisa hewan spirit tingkat 7 disebut kucing kecil.


_________________________________________


~*Tingkat perunggu (terdiri dari 9 level)


~Tingkat Perak (terdiri atas 9 level)


~Tingkat Emas (terdiri dari 9 level)


~Tingkat Dewa (terdiri dari 3 level)


~Tingkat Surgawi/ abadi (terdiri dari 3 level)


Tingkatan diatas juga berlaku untuk alkemis.


Lalu untuk hewan spirit dibagi menjadi 9 tingkatan yang terdiri dari 7 level pada masing masing tingkatan jika mereka dapat menembus lebih dari tingkat sembilan maka mereka akan di sebut hewan legenda dan bila mereka ingin berada di puncak teratas mereka harus melewati ujian tiga petir surgawi untuk menjadi hewan spirit surgawi*.


________________________________________


Back to story


"Baiklah aku mengalah" ucap Igon menarik seluruh hawa membunuhnya.


"Ahh ini baru suasana hutan yang menyegarkan" teriak Xiao Li berlarian seperti di seolah olah sedang berada di sebuah taman bermain.


Igon yang melihat Nonanya bertingkah seperti bocah hanya bisa menggeleng pasrah.


Entah ada angin apa tiba tiba hewan hewan berdatangan seolah ingin ikut bermain bersama Xiao Li.

__ADS_1


Xiao Li terus bermain main dengan seluruh penghuni hutan bahkan hewan buas dan hewan spirit pun ikut bemain main dengan Xiao Li sampai Xiao Li merasa lelah.


"Igon aku jadi merasa lelah dan sangat mengantuk maukah kau menggendongku" ucap Xiao Li menguap lebar tidak ada anggun anggunnya sama sekali.


"Hmm" pasrah Igon sambil berjongkok untuk menggendong tubuh nonanya.


*Satu jam


Dua jam


Tiga jam


Berjam jam kemudian*


Punggung Igon serasa mau patah saat nonanya tidur begitu lama bahkan sekarang matahari sudah tenggelam sempurna menampakkan sang bulan dengan sinar redupnya.


Igon yang benar benar tidak kuat lagi memilih untuk menyenderkan tubuh Xiao Li di atas batang pohon dengan punggung Igon yang benar benar encok karena nonanya yang tidur seperti kebo susah di bangunin lagi, Igon juga ikut duduk disamping Xiao Li untuk menjaganya agar tidak jatuh.


Namun tidur nyenyak Xiao Li yang tenang dan damai terganggu dengan suara dentingan senjata yang menggema di telinganya.


(Padahal tadi di bangunin sama Igon susahnya minta ampun🤐)


*Trang..


Sring*...


(Anggap aja itu suara senjata yang sedang beradu)


"Arghh... suara itu mengganggu tidur nyenyakku" teriak Xiao Li murka membuat Igon yang tadinya hampir terlelap jadi jantungan karena suara cempreng Xiao Li.


Orang orang berbaju hitam yang berada di bawah pohon kaget saat melihat seorang gadis berada di dalam hutan yang terkenal keangkerannya bahkan dengan santainya terlelap di dalam hutan tanpa takut di makan hewan buas.


Tidak hanya orang orang yang berbaju hitam saja yang terkejut tapi laki laki yang penampilannya sudah bisa di pastikan bahwa dia adalah bangsawan.


Siapa lagi kalau bukan Putra mahkota atau lebih tepatnya Pangeran Zhu Han, Putra ke tiga dari Kaisar Han.


Di dalam fikiran Pangeran Zhu Han saat ini 'apakah ini kasus perselingkuhan? Karena Xiao Li tidak serius menerima Gege Lan?'


Namum fikiran itu di kuatkan dengan Xiao Li yang dengan tenangnya menyandarkan kepalanya di dada bidang Igon bersiap untuk terlelap.


"Aishh... bangunlah Li'er kau sudah tertidur begitu lama" rengek Igon merasa ini bukan situasi yang tepat untuk tidur.


"Aha ... tepat ini saatnya menonton pertunjukan" ucap Xiao Li dengan semangat.


"Hei paman...."






pict Pangeran Zhu Han



__ADS_1



JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE♥


__ADS_2