Future Princess

Future Princess
08. saudara?


__ADS_3

Gavin sebenarnya bingung mengapa semua orang memanggilnya Pangeran Lien Han, tapi yang lebih membuatnya bingung mengapa dia sebagai Pangeran tidak di hargai sama sekali.


Mungkin kebutuhan secara materinya terpenuhi tapi perlakuan mereka terhadap Pangeran Lien Han patut di pertanyakan.


Seaampainya Lien Han/ Gavin di peraduannya dia hanya memandang tempat itu sejenak.


"Gila ni kamar bocah apa gudang banyak bener mainannya mana burix burix lagi" gumam Lien Han sambil berjalan menuju ranjang berukuran sedang.


Lien Han duduk mematung di tepi ranjangnya sambil memandang berbagai benda yang ada di ruangan itu, di otaknya penuh dengan pertanyaan tapi yang paling membuatnya pusing adalah apakah dia benar benar masih hidup.


Saat kalimat itu meluncur di otaknya dengan sadar tangn kanannya bergerak mencupit pipinya memastikan apakah terasa sakit atau tidak.


"Aww anj*ng gobl*k sakit asdfghjkl" umpat Lien Han sesaat setelah mencubit pipinya.


"Gilaaak muka gue ngilu semua" gumam Lien Han dalam tengah tengah umpatannya.


Saat Lien Han sibuk mengumpat datng dua anak laki laki dari penampilannya bisa dilihat kalau dia termasuk kategori orang terpandang.

__ADS_1


"Lien'er apa kau baik baik saja" tanya salah satu dari anak laki laki tersebut sambil berlari memeluk Lien Han.


Lien Han merasakan dekapan erat, tubuhnya tiba tiba menegang dia berhenti mengumpat mengucapkan sumpah serampahnya.


"Lien'er" panggil anak laki laki yang memeluknya.


Lien Han tetap diam membisu dia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang alangkah terkejutnya dia melihat dua anak laki laki usianya sekitar 15 dan 18 tahun.


Degg!!


Jantung Lien Han seolah berhenti berdetak tiba tiba rasa sakit menyerang kepalanya sungguh dia merasa kesakitan tapi dia tidak merintih maupun mengeluh walapun kalau dia disuruh memilih antara sakit kepala yang seperti itu atau di tembak ngenggunakan pistol dia lebih memilih untuk di tembak.


"Lien'er" anak laki laki tersebut mengeratkan pelukannya saat itu juga rasa sakit yang di derita Lien Han berangsur menghilang.


Lien Han memandang kembali kedua anak laki laki tersebut


"A aku tak apa" jawab Lien Han sedikit tergagap pasalnya dia masi bingung bagaimana bisa, di ingatannya mereka adalah saudara dan kedua anak lelaki itu adalah adik dan kakaknya.

__ADS_1


"Gege kau kejam sekali wajahmu saja sudah biru biru seperti itu dan kau selalu bilang baik baik saja kau kejam kejam sekali" teriak Pangeran Luo Han Putra ke empat Kaisar Han yang memeluknya dengan erat sambil terisak sedangkan yang di peluk masih bingung dengan situasi yang dihadapinya saat ini.


Sedangkan Pangeran Lan Han (Putra pertama Kaisar Han) yang sedari tadi diam kini mulai beranjak dari tempatnya dia mulai mengoleskan entahlah seperti bubuk tapi terasa sangat dingin namun cukup membuat rasa ngilu pada wajah Lien Han berangsur menghilang.


"Lien'er mengapa kau berubah" ucap Pangeran Luo Han di sela isakannya "biasanya kau akan menangis menahan sakit tapi sekarang kau hanya dian seperti batu" lanjut Luo Han sambil melonggarkan pelukannya.


"Aku tak apa jangan terlalu cemas" entah kata kata itu meluncur begitu saja dari mulut Lien Han sambil mengacak rambut Luo Han.


Luo Han dan Lan Han tidak bisa tidak terkejut bagaimana tidak Lien Han yang terkenal sebagai Pangeran Idiot tiba tiba bertingkah seperti orang dewasa, walaupun kenyataannya jiwanya memang orang dewasa.


"Apa kau benar banar Lien'er kami? apa kau benar benar gegeku?" Tanya Luo Han masih tidak percaya dengan apa yang di dengar dan dilihatnya saat ini.


"Hmm" jawab Lien Han.


Sedangkan Pangeran Lan Han terlihat sangat bahagia dia mengacak rambut Lien Han sejenak lalu memeluknya.


Lien Han baru sadar bila Lan Han sedari tadi hanya diam tapi dia mengingat bahwa Lan Han adalah Pangeran yang bisu dulunya dia bisa bicara tapi entah mengapa setelah kematian Mendiang Permaisuri terdahulu Lan Han tidak pernah bicara lagi.

__ADS_1


'Berarti mulai hari ini gue bakal di kenal sebagai Pangeran Idiot ahh beruntungnya diriku_- batin Lien Han meratapi nasipnya.


__ADS_2