Future Princess

Future Princess
23. Misteri Hutan Kabut 2


__ADS_3

Tiba tiba....


Slash.... slash...


Suara banyak panah yang datang secara bersamaan ke arah Jendral Jing.


"Merunduk" intruksi Xiao Li yang pastinya bisa di dengar oleh Jendral Jing (maklum lah tadikan Xiao Li dan Niao Nian udah masang berbagai benda aneh di tubuh Jendral Jing termasuk alat komunikasi) karena dron yang Xiao Li terbangkan tidak mungkin sanggup menghalau panah yang berdatangan.


Clap!


Arghh!


Teriak Jendral Jing terkena panah.


"Nian" teriak Xiao Li membanting remote pengendali dronnya dan mendekat ke arah Niao Nian.


"Panah datang dari arah jam dua, sepuluh panah datang setiap lima detik sekali kurasa panah itu beracun" jelas Niao Nian masih sibuk memantau.


"Beri tahu aku jika ada jebakan lain!" tanya Xiao Li lebih tepatnya perintah.


"Ada lihat ini" ucap Pangeran Zhuang masih sibuk memperhatikan laptopnya dengan teliti.


"Katakan" kata Xiao Li setelah berada di dekat Pangeran Zhuang.


"Lihat ini perhatikan dengan teliti mungkin jika hanya di pandang sebelah mata maka hanya terlihat seperti rerumputan biasa namun ini adalah sebuah lubang entah ada jebakan apa lagi di dalamnya. Lalu perhatikan lubang pada pohon ini, ini bukanlah lubang biasa kemungkinan lubang tersebut adalah tempat keluarnya panah dan mungkin...." jelas Pangeran Zhuang terhenti.


"Gas beracun" tebak Pangeran Lien.


"Tepat... Zhuang beri tau di mana saja titik rawan hutan ini" perintah Xiao Li.


"Lihatlah keseluruhan titik merah ini hanya seorang yang memiliki insting tinggi yang mampu melewati jebakan maut ini dan hanya orang gila yang membuat jebakan ini" kata Zhuang sambil menunjukan keseluruhan jebakan yang ada.


"Aku masuk jika dalam lima belas menit aku belum keluar ada dua kemungkinan besar kalian tau bukan" ucap Xiao Li bersiap masuk.


"Kau gila bahkan kau lebih gila dari dia" teriak Zhuang Lee tidak ingin Xiao Li masuk ke dalam hutan dengan telunjuk Zhuang Lee mengarah pada Niao Nian.


Sedangkan yang di tunjuk hanya diam tanda dia mengakui kegilaannya.


"Zhuang benar Li'er kemungkinan hidup didalam hutan hanya sedikit apa kau yakin" ucap Pangeran Lien mencoba menenangkan suasana.

__ADS_1


"Tidak ada gunanya kau berbicara dengan orang gila jadi lebih baik diam dan turuti" serobot Niao Nian melepas seluruh hiasan kepalanya yang amat ribet dan sangat berat melemparkannya sembarangan.


Xiao Li juga mulai menguncir rambutnya ke atas diikuti Niao Nian setelah seluruh hiasan rambutnya terlepas sepenuhnya.


"Apa yang kau lakukan permaisuri" gertak Kaisar Lee merasa aneh dengan tingkah permaisurinya.


"Kau tau aku lebih baik mat* karena kebodohanku dari pada mat* karena ancaman dan gertakannmu" terjeda "aku benci kau perintah" lanjut Niao Nian tersenyum sinis lalu menatap Xiao Li yang di balas Xiao Li dengan anggukan.


Krekk!


Suara kain yang disobek. Ya kain yang di maksud adalah baju Xiao Li dan Niao Nian mereka menyobek bajunya karena baju yang mereka pakai saat ini sangat sangat membuat gerak mereka tidak fleksibel lagian mereka juga sudah memakai baju buatan mereka walaupun terlihat ketat dan lumayan terbuka.


"PERMAISURI!!" teriak Kaisar Lee murka.


Niao Nian dan Xiao Li hanya memandang malas Kaisar Lee lalu berlari masuk kedalam hutan kabut dengan kecepatan di atas rata rata.


"CEPAT KALIAN TANGKAP PERMAISURI SEKARANG JUGA!!!" teriak Kaisar Lee yang amarahnya mulai meledak ledak.


"Jika kalian ingin mati konyol silahkan saja ayo Lien kita susul mereka" kata Pangeran Zhuang dengan santainya.


"Apa kau mencoba melawan perintah kaisar Pangeran Zhuang" ucap Kaisar sambil menerkam kerah leher Pangeran Zhuang.


"Gege lan dan kau tetap diam disini jangan pernah selangkahpun mencoba masuk kedalam hutan kemungkinan...." ucapan Pangeran Lien terhenti dia berbalik dan berjalan memasuki hutan kabut.


Sedangkan di posisi Xiao Li dan Niao Nian saat ini.


"Li'er bawa jendral itu pergi aku akan menghalau panah itu" teriak Niao Nian pada Xiao Li.


Xiao Li tidak menjawab dia langsung melesat menggendong Jendral Jing dengan tidak etiknya ayolah itu sangat memalukan untuk seorang Jendral yang terkenal bengis dalam pertarungan digendong ala bridal.


Xiao Li terus berlari lurus masuk kedalam hutan tidak perduli dengan tubuhnya yang sekarang di penuhi luka yah dia sekarang tidak bisa bergerak dengan bebas karena beban yang ada di tangannya.


Clap!


Salah satu panah menancap manis pada kaki kanan Xiao Li.


"Argggh merepotkan" umpat Xiao Li di sela sela berlarinya yang sedikit tertantih.


"Ayolah sedikit lagi" ucap Xiao Li menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


"Jika aku terlalu membebanimu kau bisa meninggalkanku disini" kata Jendral Jing dengan lemah.


"Astaga kau sudah sangat merepotkan tapi setidaknya jika aku berhasil menyelamatkanmu kau harus membalas budi padaku" gerutu Xiao Li pada Jendral Jing.


Jendral Jing Hanya tersenyum mendengar perkataan Xiao Li bukankah tadi dia bilang tidak perduli dengan nyawanya? Tapi sekarang lihatlah justru malah Xiao Li yang menyelamatkannya.


"Gadis aneh" gumam Jendral Jing.


"Apa? Kau bilang apa tadi?" Tanya Xiao Li karena dia seperti mendengar Jendral Jing berbicara tapi entah apa.


"Tidak ada lebih baik kau fokus dengan semua kegilaan ini aku tak ingin mati konyol karena kegilaanmu" ucap Jendral Jing yang semakin melemah.


"Hei bodoh bertahanlah sebentar lagi kita akan keluar dari kabut gila ini" Ucap Xiao Li takut kalau beban yang sengaja dia selamatkan dengan repotnya harus mati itu akan membuat usahanya sia sia.


'Sebentar lagi sebentar lagi sampai' batin Xiao memberi semangat pada dirinya sendiri kaki saat ini sudah mati rasa mungkin racun dari panah yang mengenai kakinya tadi sudah mulai bekerja pada tubuhnya.


Terlihat cahaya samar samar didepan Xiao Li. Kini Xiao Li mulai berjalan tertantih semangatnya untuk hidup masih membara dia belum ingin mat* sebelum keinginannya mendapatkan cinta dan kasih sayang serta kehidupan yang tenang terwujud.


"Ah.. ahirnya sam... pai" ucap Xiao Li ter engah engah karena tenaga dan kesadarannya sudah mulai redup.


"Nona anda tak apa?" Tanya seorang yang masih bisa Xiao Li dengar samar samar lalu kesadarannya menghilang.



pict Jendral Jing Min





**HAI PARA PEMBACA SETIA😘 MAU NANYA NIH CERITAKU MBOSENIN NGGA? KALO EMANG NGEBOSENIN BANGET MAAP YAH MAKLUMLAH BUAT NOVEL INI AJA CUMA COBA COBA DAN AKU JUGA TERMASUK MASIH AWAM.


YAH WALAUPUN AKU BUAT NOVEL INI KARENA TERINSPIRASI DARI NOVEL TIME TRAV PUNYA TETANGGA, AKU JUGA NYOBA SUPAYA DI NOVEL INI BEDA DARI NOVEL2 TIME TRAV SEBELAH TAPI NGGA TAU, MENURUT KALIAN ADA BEDANYA APA NGGA?


JAWAB DI KOLOM KOMENTAR YAA♥


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE♥♥♥♥**

__ADS_1


__ADS_2