
Mungkin karena lelah Xiao Li tertidur pulas hingga sinar matahari telah hilang di telan bumi.... (authornya ngaco mana ada matahari ilang gegara ditelen bumi)
"Hoamm.... tidurku nyenyak sekali" ucap Xiao Li dengan suara serak khas bangun tidur.
"Tidurmu sangat sangat lelap bahkan tidak waspada padahal aku bisa membunuh kapan pun saat kau terlelap" ucap ular putih tersebut yang masih berada tepat di depan Xiao Li.
"Buktinya sekarang aku masih hidup kan... kan..." ucap Xiao Li menaik turunkan kedua alisnya.
"Dasar gadis aneh" gumam ular putih tersebut masih bisa di dengar oleh Xiao Li.
"Aku memang aneh jadi jangan terlalu heran... oh ya jawabanmu apa?" Tanya Xiao Li. Dia yakin bahwa ular putih itu tidak tau jawabannya.
"Jawabannya adalah..." dung dung dung dung (anggep aja suara gendang) "gajah terbang nampak bulat" jawab ular itu dengan bangganya.
"Tetoot salah kau harus memberikan darahmu" kini Xiao Li bangun dari duduknya mendekati ular putih.
"Kau pasti menipuku... bagaimana bisa salah" elak ular putih tersebut.
"Dengarkan ini" sambil mengelus tubuh ular putih "gajah terbang nampak boong lah gila apa ada gajah bisa terbang" ucap Xiao Li sambil mengambil darah ular putih menggunakan jarum suntik "mana ada gajah yang bisa terbang kecuali telinga gajah yang lebar itu di ganti ama sayap ayam udah beda lagi noh critanya" lanjut Xiao Li memasukan daran dalam sebuah botol kecil.
"Hmm... benar juga kau memang pandai manusia" ucap ular putih sambil berfikir menimang nimang pertanyaan dan jawaban Xiao Li.
Xiao Li yang mendengar respon ular putih itu hanya cekikikan mencoba menahan tawanya agar tidak meledak ledak.
Sedangkan Kaisar Han dan Jendral Jing Min menjatuhkan rahangnya terkejut karena pertanyaan absurd Xiao Li yang juga membuat kepala mereka pusing tujuh keliling dan jawabannya.... zonk.
Serta dengan mudahnya Xiao Li mengambil darah ular putih tanpa membuatnya terluka bahkan mungkin sang ular tidak sadar bahwa darahnya sudah di ambil.
"Oh ya sejak awal kita bertemu aku belum mengetahui namamu?" Masih mengelus kulit si ular putih "perkenalkan namaku Xiao Li dan siapa namamu?" Tanya Xiao Li.
"Hahaha kau manusia aneh aku adalah hewan legenda dan selama aku tidak memiliki tuan aku tidak akan memiliki nama" jawab ular itu sambil tertawa garing.
Xiao Li tau dalam tawanya terdapat kesedihan namun entah sedih karena apa.
"Jadi ini alasanmu selalu berusaha keluar dari hutan ini tapi selalu tak mampu" gumam Xiao Li menyadari sesuatu.
"Apa maksudmu manusia?" Ular putih
"Kau kesepian ular putih..." jawab Xiao Li dengan suara rendah "aku tau rohmu sedang terluka bukan? dan tubuhmu ini penuh dengan luka walaupun kau menyembunyikan lukanya bau darah tidak akan pernah tersamarkan" ucap Xiao Li suaranya semakin rendah bahkan seperti berbisik.
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Tanya ular putih dengan sendu.
"Terlihat dari caramu muncul di depanku kau pasti menyadari sesuatu bukan?" Xiao Li.
"Kau menyadarinya? Hebat sekali.... aku datang kemari karena mencium bau wangi dari air suci.... kau memilikinya bukan?" Ular putih.
"Aha apa yang ingin kau pertaruhkan untuk satu tetes air itu?" Tanya Xiao Li sambil tersenyum misterius.
"Apapun... kau membutuhkan darahku bukan? Kau bisa mengambilnya semaumu" tawar ular putih.
"Aish aku bisa mengambilnya tapi jika darahmu saja di penuhi dengan racun yang mulai menyebar dari lukamu itu bagaimana? Darahmu tidak akan berguna bagiku lagi pula aku tak butuh karena aku sudah punya" jawab Xiao Li sambil menunjukan botol kecil berisi cairan merah.
"Hmm.... kau benar aku yang tidak berguna ini bisa apa?" Kata ular putih dengan lesunya "bagaimana bila aku menjadi budakmu? Aku yakin aku bisa melayanimu" tawar ular putih belum menyerah.
__ADS_1
"Emm tawaran yang menarik tapi aku tidak tertarik... begini saja jadilah sahabatku yang paling setia maka akan ku berikan air itu dengan percuma" tawar Xiao Li membuat ular putih bahkan kaisar dan Jendral Jing terkejut.
"Kau yakin manusia?" Tanya ular putih masih terkejut.
"Aku serius" jawab Xiao Li sambil melemparkan botol yang tutupnya sudah terbuka berisi air suci kedalam mulut ular tersebut "oh ya muntahkan kembali botolnya jangan di telan" perintah Xiao Li menatap ular putih yang hampir menelan botol plastik yang Xiao Li lemparkan ke mulutnya.
"Memang kenapa?" Tanya ular putih setelah memberikan kembali botol plastik itu kepada Xiao Li.
"Kau akan sakit perut jika menelan botol ini" kata Xiao Li menyimpan botolnya kembali ke ruang dimensinya.
Ular putih tidak menjawab dia mulai merasa kesakitan seluruh tububnya terasa terbakar.
Tubuh ular putih itu mengeluarkan sinar putih yang begitu terang Xiao Li mengeluarkan kaca mata hitamnya karena matanya tidak kuat untuk menahan cahaya silau di depannya.
Ular putih itu berubah menjadi wujud manusianya dengan wajah yang rupawan dan tubuh yang err membuat air liur para gadis keluar tapi tidak berpengaruh untuk Xiao Li walaupun Xiao Li di kehidupan sebelumnya adalah penggemar pemuda tamvan.
(Author: masih silau gaess😎)
"Padahal kau sangat tampan tapi sayang tubuhmu penuh luka" ucap Xiao Li sambil mengelus dadanya merasa kasian karena ketampanan yang hampir mendekati sempurna itu harus tertutup oleh luka.
"Terima kasih nona" uacp ular tersebut sambil berlutut.
"Ayolah kau kan sudah menjadi sahabatku jadi tidak perlu merendah seperti itu" membantu ular putih itu berdiri lalu merangkulnya "lebih baik sekarang bantu aku mencari bunga lotus hitam aku hampir putus asa mencarinya" keluh Xiao Li dengan muka melasnya.
Sedangkan si ular putih jangan ditanya sekarang ini wajahnya sudah merah padam karena malu ini pertama kalinya ular putih itu berinteraksi dengan seorang gadis sedekat ini.
"Bu bunga itu tumbuh subur di sarangku" kata ular putih dengan sedikit tergagap.
"Di puncak bukit itu" ucap ular putih telunjuknya mengarah pada gua di atas sana.
"Ck aku terlalu malas untuk mendaki bukit" ucap Xiao Li sambil berdecak kesal.
"Dasar orang gila pemalas" sindir seorang yang baru saja datang bersamaan dengan keluarnya Kaisar Han dan Jendral Jing dari tempatnya bersembunyi.
Seketika wajah kesal Xiao Li berubah menjadi tatapan penuh binar dan harapan.
"Abang... abang baek kan" kata Xiao Li dengan manisnya sambil mengedip ngedipkan kelopak matanya.
"Iya iya gue nyerah singkirin tuh muka bikin gue kesel aja nggak bisa nolak tau" kata orang tersebut yang ternyata adalah Zhuang Lee.
"Lien'er lu kan baik tuh ambilin gih" pinta Zhuang Lee dengan nada sok imutnya.
"Idih kagak sudi gue... jauh jauh jangan deket deket jijik gue enek liat muka lo" ucap Lien Han sambil mengibas ngibaskan tangannya dan berjalan mundur.
"Lo berdua laki apa laki sih cemen bener" ledek Niao Nian sambil tangannya bersiap melempari muka Zhuang Lee dengan buah kelapa kering yang ada di dekatnya "eneg gue liat muka lo" kata Niao Nian sebelum melemparkan buah kelapa kering ke arah muka Zhuang Lee.
Bugh!!
"Tidak wajah tamvanku...." teriak Zhuang Lee dengan lebaynya padahal lemparan Niao Nian meleset.
"Anj*r jijik gue bang udah cepet sono ambilin bunga lotusnya kalo nggak cepet lo ambil gue hukum lo" ancam Xiao Li pada Zhuang.
"Okeh oteweh" ucap Zhuang segera melesat pergi dia takut karena jika Xiao Li udah main ancam ancaman berarti dia bakal di jadiin kelinci manis buat percobaan racun racun aneh buatan Xiao Li.
__ADS_1
"****** lo" ledek Niao Nian setelah kepergian Zhuang Lee.
Pangeran Lien Han memandang tak suka pada Xiao Li yang merangkul laki laki antah berantah entah dari mana.
"Gue colok juga mata lo.... biasa aja kali" cerocos Xiao Li sadar dengan tatapan Pangeran Lien Han.
"Oh ya bapaknya nih anak TK mana?" Tanya Niao Nian sambil telunjuknya menempel pada kening Lien Han.
"Tuh..." tunjuk Xiao Li menggunakan mulutnya ke arah Kaisar Han dan Jendral Jing Min berdiri.
"Buapaaaak...." teriak Pangeran Lien Han dengan amat lebaynya serta tempo larinya yang di slow motion.
"Cut... jelek ulang" teriak Niao Nian menghentikan lari lambat Pangeran Lien Han.
"Ok siap satu dua action" teriaknya lagi.
"Dady I miss you so much" teriak Pangeran Lien Han masih dengan kelebayan yang sama.
Jendral Jing Min dan Kaisar Han saling menatap dalam fikiran mereka "????"
Xiao Li dan Niao Nian tidak bisa tidak tertawa bahkan Pangeran Zhuang yang baru saja turun dari bukit sampai jatuh tersandung angin karena kegokilan Pangeran Lien Han.
"Anj*r lo ****** apa **** sih" teriak Pangeran Zhu Han setelah bangun dari jatuhnya.
"Hancur sudah image kerenku" gumam Lien Han sambil berjalan lambat kearah Kaisar Han dengan menunduk menahan malu karena dia baru sadar bahwa masih ada Jendral Jing Min yang menyaksikan tingkah konyolnya tadi.
"Hormat hamba ayahanda" ucap Lien Han sambil berposisi hormat.
(Bukan hormat bendera ok)
"Kau...." kata Kaisar Han terhenti karena memang tidak mengetahui siapa orang yang sedang berdiri di depannya.
"Hamba Pangeran kedua Lien Han ayahanda apa anda melupakan anakmu ini?" Pangeran Lien Han.
"Tidak kau kau... anakku" ucap Kaisar Han berkaca kaca "bagaimana dengan Pangeran Lan dan Pangeran Luo?" Tanya Kaisar sambil memeluk Lien Han dengan erat.
"Selama hamba keluar dari istana mereka baik ayah" Jawab Lien Han sedikit kikuk karena dia bingung harus bersikap seperti apa.
"Guys ... haru haruannya di pending dulu sekarang PR kita gimana cara keluar dari sini tanpa luka sedikitpun" ucap Niao Nian memecahkan suasana.
pict Xiao Li dan Tara di era modern
■
■
■
Maaf kalo ada typo bertebaran karena belum di koreksi😀 oh ya sekali lagi makasih ya terutama yang udah mau komen karena komentar kalian itu aku jadiin inspirasi buat part selanjutnya😁
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE😍
__ADS_1