
Beberapa saat sebelum kejadian...
Dikediaman Jendral Xiao...
"Setdah ni tempat sepi amat penghuninya mana?" Tanya Niao Nian masih mengendap endap tanpa mengendurkan kewaspadaannya.
"Kagak tau gue mending sekarang cari kamar tu selir otak miring dulu deh" jawab Zhuang yang sudah mulai bosan karena sejak kedatangan mereka tidak ada satu orangpun yang berada di kediaman Jendral Xiao ini bahkan para pelayan maupun penjaga tidak ada sama sekali.
"Tetap waspada Zhuang aku merasa masih ada orang disini" bisik Niao Nian menempelkan telinganya di salah satu paviliun "sini" bisik Nian sambil menarik tangan Zhuang ikut menempelkan telinganya di dinding papan paviliun.
"Kok suaranya panas gitu yah? Kira kira siapa yang di dalem?" Tanya Zhuang masih menempelkan telinganya di dinding.
Niao Nian tidak menjawab dia hanya tersenyum simpul lalu melepaskan beberapa cctv berjalan/ serangga pengintai untuk mengetahui siapa yang berada di dalam.
Mata Niao Nian berbinar terang saat melihat adegan panas di dalam layar tabletnya, Zhuang yang penasaran ikut melihat dalam sekejap tatapannya berubah menjadi tatapan merendahkan.
"Pe... lan pe... lan" ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Putri Xiao Yu Ning adik tiri Xiao Li.
"Tenanglah disini sangat aman dan kau bisa berteriak sepuasmu karena semua prajurit sudah di kurung oleh Kaisar di penjara bawah tanah kediaman ini" ucap laki laki yang sedang meniduri Xiao Yu Ning.
Sebelumnya dia adalah prajurit kepercayaan Selir Cyo dan Xiao Yu Ning mereka juga sudah berhubungan cukup lama bahkan sampai melakukan hal hal di luar tata moral dan etika, mereka bertiga sudah seperti hewan yang berganti pasangan seenaknya bahkan lebih rendah dari hewan.
"Bagus kita bebaskan semua prajurit jendral sembunyikan mereka di tempat yang aman lalu keluarkan saat kita terdesak" ucap Niao Nian penuh semangat.
Zhuang tidak menjawab dia mulai berjalan santai menjauhi tempat tersebut sedangkan Niao Nian melepaskan laba laba beracun yang dia budidayakan di markas Black Scorpio.
Jika ada yg terkena satu gigitan dari laba ini dia akan menderita selama beberapa hari lalu mati dengan keadaan tubuh tak utuh karena racun dari laba laba ini sangat unik dan sengaja Niao Nian budi daya untuk di gunakan dalam keadaan terdesak.
Di dalam penjara bawah tanah.
"Iyuh lihat penjara ini sangat menjijikan" kesal Niao Nian saat sudah berada di dalam penjara bawah tanah.
"Dasar manja" gumam Zhuang.
"Zhuang lo liat deh itu apaan?" Tanya Niao Nian menunjuk seekor serangga yang begitu familiar.
"Cuma kecoa" jawabnya datar.
"Hiyyy" Niao Nian bergidik ngeri... meskipun dia terkenal dengan sifatnya yang kejam dia tetaplah perempuan yang merasa geli dengan hewan bersayap tersebut "Zhuang terbang" pekik Xiao Li saat kecoa itu terbang kearahnya.
Niao Nian dengan sigap menarik tubuh Zhuang agar berdiri di depannya sebagai benteng agar tidak dihinggapi oleh kecoa tersebut.
"Anj*r terbang vangs*t" teriak Zhuang saat kecoa terbang mendekatinya.
Puk!
Kecoa tersebut menempel tepat di jidat Zhuang.
"Aaaaaaaaa vangs*t pergi lo dari jidat gue" teriak Zhuang sambil jingkrak jingkrak lompat sana lompat sini dengan tangannya yang berayun seperti kera.
"Lo..." Niao Nian tidak bisa berkata kata atas tingkah absurd sahabatnya ini bahkan dia tidak tau harus tertawa atau harus menangis melihat Zhuang yang melompat lompat seperti kera kerasukan.
__ADS_1
Bugh!
Bogem Niao Nian berhasil mendarat di perut Zuang.
"Akh... sikit ****" rintih Zhuang memegangi perutnya.
Ctak!
Suara sarung pedang Niao Nian mendarat di kening Zhuang membuat kecoa yang tadinya bertengger manis jatuh tak bernyawa.
"Aaaaaaa jidat rata bak lapangan golf gue jadi benjol kan" teriak Zhuang tangan kanannya meraba raba benjolan di jidatnya.
Ctak!
Sarung pedang Niao Nian sekali lagi mendarat di tempat yang sama.
"Banyak bac*t lo" terjeda "tapi cocok juga jidat lo sekarang ada rumah patricknya santai cocok kok" canda Nian sambil cekikikan.
"Nj*r sini lo gue kasih rumah patrick juga" teriak marah Zhuang Lee sedangkan Niao Nian sudah melarikan diri melupakan rasa jijiknya terhadap kondisi penjara ini.
"Sini wlee kejar kalo berani" ejek Niao Nian sambil menjulurkan lidahnya.
Masih di penjara bawah tanah para prajurit yang di kurung di lorong paling ujung merasa sedikit ngeri... apakah tempat ini berhantu? Mengapa ada suara tawa ceria di tempat suram seperti ini dan lagi suaranya semakin mendekat.
"Aaaaaaaa" teriak para prajurit saat melihat Niao Nian melintasi jeruji besi yang mengurung mereka.
Jeduk!
Suara Niao Nian menabrak dinding dan terjatuh.
"Adududu pantat gue" teriaknya sambil menggosok gosok pantatnya "siapa sih yang taro dinding disini jadi nabrak kan gue dasar dinding sial*n" gerutu Niao Nian.
"Hahaha" tawa keras Zhuang Lee "kualat kan lo udah jatoh ketimpa tangga pula" ucapnya masih diiringi tawa.
"Ma maaf kalian ini siapa?" Tanya salah satu prajurit.
"Oh gue lupa" Niao Nian mengeluarkan kapur ajaib buatannya intuk membuka jeruji besi, karena kapur buatan Niao Nian mampu melelehkan benda sekeras apapun bahkan Niao Nian harus hati hati untuk menyentuh kapur tersebut agar jari jari tangannya tidak meleleh.
sedangkan Zhuang Lee mencari cari kunci namun tidak di temukan jadi dia memilih untuk merusak rantai yang mengikat pintu tersebut.
"Silahkan" ucap Zhuang Lee namun tidak ada yang keluar dari pintu yang sudah di bukannya dengan susah payah.
"Terima kasih" ucap Niao Nian masuk dari lubang buatannya lalu keluar dari pintu yang di buka oleh Zhuang Lee.
"Pfft" suara para prajurit yang bersusah payah menahan tawa mereka karena kelakuan konyol ke dua orang yang baru saja mereka temui bahkan namanya pun mereka tak tau.
"Shit! Rusak image gue" gumam Zhuang Lee berjalan keluar sambil menutupi wajahnya yang memerah malu.
"Pfft... hahaha" tawa Niao Nian pecah saat melihat wajah merah malu Zhuang Lee dengan wajah datarnya yang tiba tiba berubah menjadi menggemaskan.... aaa so cute♡
Setelah keluar dari penjara bawah tanah beberapa pasukan di kerahkan Niao Nian untuk menangkap Putri Xiao Yu Ning serta kekasih gelapnya.
__ADS_1
Dan sebagian lagi dikerahkannya untuk mencari Selir Cyo namun nihil tidak ada tanda tanda keberadaan Selir gila itu bahkan batang hidungnyapun tidak di temukan.
"Zhuang kita ke pusat kota sekarang" ucap Niao Nian hatinya tidak tenang dan merasa khawatir.
Zhuang hanya mengangguki dan mengajak beberapa prajurit untuk mengikuti mereka secara diam diam dan keluar saat Zhuang Lee dan Niao Nian terdesak.
Tepat di alun alun kota tempat di eksekusi Jendral Xiao dan para pejabat yang lain.
Terdapat pemandangan yang sama sekali tidak ingin dilihat oleh Zhuang maupun Niao Nian, orang yang mereka jaga dan mereka sayang sedang mencoba bertahan hidup sekarang.
Serta berani beraninya wanita rendahan seperti dia membangunkan singa yang sedang tidur.
Tepat saat pedang yang menancap di perut Xiao Li terlepas iris hitam mata Niao Nian berubah menjadi merah darah diikuti surai hitam Niao Nian juga berubah menjadi merah.
Niao Nian berlari mendekati Selir Cyo yang sudah menodongkan pedangnya dengan tangan gemetaran.
Dengan mudah Niao Nian menepis pedang Selir Cyo dengan tangan kosong dan mencekik leher Selir Cyo menumpahkan seluruh amarahnya.
"Nian jangan bunuh dia sekarang" terjeda "jadikan dia mainan dahulu baru membunuhnya" ucap Zhuang Lee sambil membantu Xiao Li meminum air suci yang sengaja Xiao Li bawa untuk berjaga jaga.
"Ah... jangan Nian aku bahkan belum sempat membalaskan dendamku pada jal*ng rendahan ini" teriak Xiao Li saat luka di perutnya berangsur hilang seperti tidak terluka sama sekali.
Beda halnya dengan mereka yang menyaksikan perubahan warna mata dan rambut Niao Nian.
Semua orang di benua ini sudah mengetahui tentang suku darah yang sangat berbahaya.
Kemarahan dari satu orang klan suku darah bahkan bisa membunuh seribu prajurit terlatih.
Namun klan suku darah dinyatakan musnah karena pembantaian yang dilakukan oleh orang orang misterius dan kini mereka menyaksikan mungkin satu satunya klan suku darah yang tersisa.
Warna mata dan rambut Niao Nian kini berubah mejadi hitam seperti semula.
Di antara kerumunan warga terlihat seorang dengan jubah hitam serta topeng perak yang menutupi area wajahnya memandang Niao Nian dengan tatapan sendu.
"Maafkan aku" ucap pemuda berjubah itu lirih.
(*Igon)
■
■
■*
hai para pembaca setia... maap ya keliatannya aku ngga bisa up tiap hari untuk beberapa minggu kedepan😢 karena aku lagi bantuin pihak sekolahanku buat pendaftaran ulang siswa baru di sana jadi seharian full aku sibuk di sekolahan.
tapi aku tetep nyicil buat ngetik kelanjutan ceritanya ko cuman ga bisa up tiap hari.
maap juga kalo ada typo bertebaran:v
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE🎉