
"Oh ya ayah sebenarnya pertapa itu juga menyebutkan siapa pelaku yang meracuni ibu dan putrimu ini"
"Siapa dia beraninya meracuni Permaisuri Jenral Xiao dan Putri Pertama" teriak jendral marah dan mengeluarkan hawa membunuhnya.
Terlihat marah Jendral Xiao ini tidak di buat buat wajahnya yang memerah dan tangannya yang mengepal tanda siap menyerang siapapun yang tidak sisukainya.
'Wah...Ternyata Jendral ini masih menyayangi putri dan istrinya' batin Xiao Li.
"Tapi ayah janji jangan marah" kata Xiao Li berpura pura merasa tertekan dengan aura membunuh yang di keluarkan ayahnya.
Jendral Xiao sadar karena anak dan istrinya merasa tertekan dengan auranya segera menarik kembali auranya dan menenangkan diri.
"Baiklah ayah tidak akan marah" kata Jendral Xiao penuh aura menenangkan.
"Pertapa itu mengatakan bahwa salah satu anggota Keluarga Xiao ada yang berhianat tapi dia tidak memberitahukan siapa"
Oh ayolah siapa lagi kalau bukan kedua wanita ular yang bersarang di kediaman Jendral Xiai ini.
Xiao Li menampakkan smirk evilnya tapi hanya sebentar tidak ada yang mengtahuinya bahkan Jendral Xiao pun tidak menyadarinya.
"Lalu siapa dia?" Tanya Permaisuri Suzi.
"Sayapun tidak mengetahuinya ibu tapi pertapa itu memberikan ini sebagai petunjuk" Xiao Li mengeluarkan robot pengintai micro dalam wujut laba laba, kupu kupu dan nyamuk.
Robot pengintai itu sudah Xiao Li disain dengan sedemikian rupa agar mirip dengan hewan asli dan tidak dapat di ragukan lagi kualitasnya.
__ADS_1
"Untuk apa serangga itu Li'er?" Tanya Jendral Xiao yang di angguki Permaisuri Suzi.
Mereka berfikir bagaimana serangga bisa membuktikan siapa penghianat yang bersarang di kediaman Jenral ini.
"Ini adalah serangga pengumpul informasi ayah serangga ini akan mengintai seluruh kediaman dan mengawasi gerak gerik seluruh penghuni kediaman ini lalu semua informasi yang didapat akan bisa terlihat di monitor tablet ini" jelas Xiao Li.
"Bagaimana cara batu hitam itu menyampaikan informasi yang di dapat dari para serangga kejujuran?" Tanya Permaisuri Suzi.
'Astaga tablet cantik seperti ini disebut batu' batin Xiao Li tertohok dengan perkataan Permaisuri Suzi.
Xiao Li terlihat menekan nekan tabletnya dan mulai terlihat gambar Selir Cyo dan Putri Xiao Yu Ning sedang berbincang namun raut wajah mereka terlihat sangat tegang dan serius.
"Ibu si j*l*ng itu masih hidup bagaimana ini?" Xiao Yu Ning dengan resah berjalan bolak balik membuat Selir Cyo merasa pusing.
"Bagaimana aku bisa tenang ibu kalau j*l*ng itu masih hidup"
"Tenanglah sayang kau masih mempunyai Putra Mahkota ibu yakin setelah dia memutuskan pertunangannya dengan j*l*ng itu dia pasti akan segera melamar mu"
"Aku tau itu ibu tapi tetap saja aku ini putri dari seorang selir" teriak Xiao Yu Ning dengan kesal.
"Tenanglah putriku racun dalam tubuh Permaisuri bod*h itu sebentar lagi pasti akan membuatnya mati tanpa ada yang mengetahui penyebabnya karena racun yang aku gunakan adalah racun yang langka bahkan tidak ada penawarnya" kata Selir Cyo dengan seringai penuh kemenangan.
Siapa sangka percakapan mereka saat ini di sengar oleh Jendar Xiao beserta Permaisuri Suzi.
Permaisuri Suzi terlihat sangat kecewa bahkan menyesal karena dia telah terlalu baik dengan dengan Selir Cyo.
__ADS_1
Berbeda dengan Permaisuri Suzi Jendral Xiao terlihat sangat marah terlihat dari ekspresinya dia ingin menyeret Selir Cyo dan anaknya untuk di eksekusi segera.
Xiao Li yang menyadari kemarahan ayahnya dan isi fikiran dari ayahnya mencoba untuk menenangkan.
"Ayah untuk sekarang sepertinya kita harus diam seolah tidak mengetahui apapun, karena Selir Cyo memiliki hubungan baik dengan Permaisuri An Ding" Permaisuri Kaisar Han
"Benar kata Li'er suamiku kita harus bersabar dan mengumpulkan bukti yang jelas walau pun batu hitam itu bisa menjadi bukti yang kuat tapi kita harus tetap bersabar" kata Permaisuri Suzi mencoba menenangkan amarah Jendral Xiao.
"Ayah kurasa Selir Cyo dan Putri Xiao Yu Ning tidak hanya sekedar menginginkan jabatan dan kekuasaan ayah"
"Apa maksudmu Li'er?" Kini Jendral Xiao angkat bicara.
"Ya ayah aku curiga kalau Selir Cyo dan Permaisuri An Ding berencana melakukan kudeta ku rasa mereka sudah bekerja sama dengan seseorang di balik layar untuk menggulingkan Kekaisaran Han"
"Aku mengerti Li'er lebih baik kita membicarakan ini lain kali karena aku merasa tidak aman membicarakan hal genting ini di lingkungan terbuka ayah merasa ada yang mengawasi kita" jelas Jendral Xiao.
"Aku mengerti ayah" sebenarnya Xiao Li juga merasakan kalau ada tamu tak di dundang tapi dia tetap diam karena tidak merasakan niat jahat dan keberadaannya juga terasa familiar entah siapakah dia?
"Oh ya ayah bolehkah aku tinggal di Paviliun Anggrek?" Tanya Xiao Li.
"Tentu apapun untukmu Li'er" Jawab Jendral Xiao.
"Terima kasih ayah... ayah yang terbaik" teriak Xiao Li menghambur ke pemelukan Jendral Xiao.
Seorang berjubah gelap dengan pandangan sendu yang berdiri di atas pohon terpampang senyum tipis di bibirnya lalu menghilang dalam kesunyian.
__ADS_1