Future Princess

Future Princess
19. Kemungkinan Keberuntungan


__ADS_3

BRUK!!


Suara Igon yang jatuh dari pohon dengan kerasnya mungkin jika orang normal yang jatuh dia gegar otak kali ya.


"Kau jahat sekali Li'er" gumam Igon mendekati Xiao Li sambil memegang kepalanya yang berdarah.


"Hei aku bahkan tidak menyentuhmu" jawab Xiao Li santai tidak memperdulikan darah Igon yang mengalir deras toh bisa sembuh lagi pikirnya.


"Setidaknya biarkan aku tidur lagi" ucap Igon lalu bersandar di bahu Xiao Li untuk tidur kembali.


Sedangkan ketiga lelaki yang melihat adegan tersebut menatap kaget.


"Jess" panggil Pangeran Lien dingin dan datar.


"Nani?" Mengerutkan alis "oke jangan samakan aku dengan cabe itu" ucap Xiao Li mengusap wajahnya kasar.


(Cabe yang di maksud Xiao Li adalah adiknya di era modern)


"Lalu?" Tanya Pangeran Lien han.


Sedangkan Pangeran Zhu Han memutuskan untuk duduk dan ikut mendengarkan.


Berbeda dengan Pangeran Lan Han yang menampakkan wajah kecewa dia kira Putri Xiao Li berbeda dari yang lain.


"Dia temen gue" kata Xiao Li santai.


"Woii adek lo waktu itu juga bilang gitu nj*r" emosi Pangeran Lien Han semakin menjadi.


"Seterah lo dah emang dia temen gue tepatnya hewan peliharaan" kata Xiao Li sambil menoel noel pipi Igon.


Xiao Li mencoba membangunkan Igon namun nihil si Igon ternyata sama kebonya.


Sedangkan Pangeran Lan Han menatap sendu interaksi antara Xiao Li dan Igon.


Berbeda halnya dengan Pangeran Lien Han dan Pangeran Zhu Han yang menggelap marah.


Ctak!!


"Bangun kebo" teriak cempreng Xiao Li membuat telinga yang mendengar berdengung.


"Astaga telinga ku rusak" keluh Igon sambil menggosok gosok telinga dan dahinya yang kena jitak.


"Ada apa nona?" Tanya Igon setelah rasa sakitnya mulai hilang.


"Jelaskan pada mereka mengapa kau selalu menempel seperti parasit" kata Xiao Li beranjak berdiri meregangkan tubuhnya.


"What? Parasit?" Tanya Pangeran Lien Han bingung bukankah tadi mereka terlihat sangat mesra?


"Kau mau kemana?" Pangeran Zhu Han angkat bicara.


"Aku hanya berdiri tidak ingin kemana mana" jawab Xiao Li sambil meraba raba bahunya apakah masih di tempatnya atau sudah jatuh ketanah karena menopang Igon terlalu lama.


"Jess duduk di samping gegeku" titah Pangeran Lien Han yang hanya di angguki Xiao Li.


Xiao Li berjalan mendekati Pangeran Lan Han yang menatapnya sendu sedangkan Xiao Li yang merasa di tatap hanya menggelengkan kepala.


"Katakan" titah Pangeran Zhu Han datar.


Sedangkan Xiao Li kini tengah duduk manis dengan semangkuk jumbo ramen yang entah sejak kapan ada di hadapan Xiao Li.

__ADS_1


Igon menceritakan bahwa dia di tugaskan oleh pemiliknya terdahulu untuk menjaga atau lebih tepatnya menjadi hewan kontrak Xiao Li agar Xiao Li tidak di tindas lagi.


Igon tidak menceritakan siapa dan dari mana Xiao Li sebenarnya karena Igon tidak memiliki hak untuk mengatakannya jadi dia hanya bercerita asal dan brafo di percayai oleh ketiga lelaki tersebut.


Ketiga pangeran mendengar perkataan Igon hanya mangut mangut karena memang ceritanya logis menurut mereka.


"Baiklah walaupun kau hewan legenda tapi tetap saja kau harus menjaga jarak dengan Putri Xiao Li" Kata Pangeran Zhu Han.


"Aku setuju" kata Pangeran Lien Han.


Sedangkan Igon perhatiannya di curi oleh semangkuk jumbo ramen yang sedang di santap oleh Xiao Li.


Pangeran Lien Han dan Pangeran Zhu Han yang tidak mendapat respon dari Igon mengikuti arah pandangan Igon yang menatap Xiao Li dengan muka memelas.


Sedangkan Xiao Li hanya cuek bebek.


Kruyuk!!


Bunyi perut keempat laki laki tersebut secara bersamaan.


"Hei Putri apa yang kau makan" tanya Pangeran Zhu Han.


"Beri aku semakuk jangan makan sendiri" teriak Pangeran Lien Han.


"Nona" panggil Igon dengan manja dan bersikap seimut imutnya membuat mata ketiga pangeran yang memandang jengah.


"Aish kalian mengganggu makan enakku" pekik Xiao Li malas sambil mengeluarkan empat mangkuk jumbo ramen yang langsung di serbu oleh ketiga pangeran dan juga Igon.


"Aku rindu rasa makanan normal" gumam Pangeran Lien Han aambil bercucuran air mata yah itu karena makanan yang dia santap sehari hari membuat lidahnya mati rasa kalau tidak hambar pasti keasinan.


"Makanan apa ini putri lezat sekali" kata Pangeran Zhu Han menyantap makanannya dengan lahap sedangkan Igon dan Pangeran Lan Han membisu memilih untuk menikmati makanannya.


Setelah empat pemuda itu selesai makan mangkuk jumbo di tangan mereka tiba tiba menghilang membuat kaget ketiga pangeran kecuali Igon.


"Apakah ramen tadi hanya halusinasi" kata Pangeran Lien Han dengan tatapan kosong ke arah tanggannya yang tadi memegang mangkuk.


"Hei bodoh itu nyata" ceplos Xiao Li santai.


"Baiklah kembali ke inti cerita" kata Xiao Li dan di saat bersamaan dron yang Xiao Li terbangkan entah kapan terbang mendekati tempatnya duduk.


Pangeran Lan Han dan Pengeran Zhu Han melonjak kaget karena benda aneh terbang mendekati mereka.


"Kau memang bisa di andalkan Jess" kata Pangeran Lien Han bangga "tapi dari mana kau mandapatkan semua peralatan canggih ini" lanjutnya lagi saat melihat laptop yang entah dari mana sudah berada di depan Xiao Li.


"Apapun yang ku inginkan pasti harus ada" Jawab Xiao Li yang tidak menjawab tanda tanya besar di otak Pangeran Lien Han.


Xiao Li mulai sibuk menekan nekan tombol laptop dengan lincahnya bahkan Pangeran Lan Han dan Pangeran Zhu Han menatap takjub dengan jari lentik Xiao Li yang mereka pikirkan apakah jarinya tidak akan kesleo bergerak secepat itu.


"Coba lihat ini" kata Xiao Li menyodorkan laptopnya pada Pangeran Lien Han.


"In inikan hutan kabut" gumam Pangeran Zhu Han yang masih bisa di dengar oleh Pangeran Lien Han maupun Xiao Li yang berada tepat di tengah tengah antara Pangeran Zhu Han dan Pangeran Lan Han.


"Bagai mana bisa hutan kabut berada di dalam batu hitam ini" kata Pangeran Zhu Han lagi sambil menyentuh layar laptop.


Sedangkan Xiao Li dan Pangeran Lien Han jangan ditanya lagi mereka sedang tertawa cekikikan mendengar laptop benda canggih ini di panggil batu.


"Sudahlah kembali ke topik" kata Pangeran Lien Han mencoba menetralkan tawanya.


"Apa kau melihat sebuah gubuk setelah melewati kabut tebal tersebut" kata Xiao Li membuat Pangeran Lien Han memperhatikan layar dengan serius.

__ADS_1


"Ya aku melihatnya jadi?" Tanya Pangean Lien Han.


"Kemungkinan ada yang menetap di sana" serobot Pangeran Zhu Han "tapi siapa karena siapapun akan mati saat melewati kabut beracun tersebut" tambahnya lagi.


"Entahlah tapi ada sedikit kemungkinan bahwa Kaisar Han yang asli masih hidup dan mebetap di sana aku juga sempat memeriksa jarak kabut dengan tanah sekitar 30 senti meter" kata Xiao Li.


"Kemungkinan besar ayah kaisar memang masih hidup bila saat dia dibuang kesana dan masuk kedalam hutan kabut dengan merangkak" Kata Pangeran Lien Han.


"Jadi ingin kesana? Ku dengar di sana juga terdapat banyak herbal langka" kata Xiao Li.


"Apa kita akan merangkak untuk masuk ke dalam hutan?" Tanya Pangeran Lien Han.


"Hei kita memiliki jet pribadi tidak perlu repot untuk merangkak masuk bukan" kata Xiao Li sambil menatap aneh Igon.


"Aku mengerti tapi apakah herbal di sana bisa menyembuhkan dantian gegeku yang tersumbat dan membuat gegeku bisa bicara lagi?" Tanya Pangeran Lien Han penuh Harap.


"Untuk dantian yang tersumbat kita membutuhkan bunga lotus hitam serta beberapa tetes darah ular salju" kata Igon karena dia memang sedang mencari cari bunga dan ular tersebut.


"Bukankah lotus hitam dan ular salju itu sudah dinyatakan punah?" Tanya Pangeran Zhu Han.


"Benar dan kalimat itu membuatku hampir putus asa sebelum aku melihat ini" jawab Xiao Li sambil menekan tombol pada leptopnya dan memperlihatkan gambar bunga lotus hitam yang hidup subur di hutan kabut serta gambar ular putih raksasa yang sedang tertidur lelap.


"Bagus sekali dayung dua tiga pulau terlampaui" ceplos Pangeran Lien Han.


"Dan bagaimana dengan cara membuat gegeku bisa bicara lagi?" Tanya Pangeran Zhu Han.


"Gunakan saja air suci itu akan membersihkan pita suaranya dan membantu mengeluarkan racun racun yang berada di tubuhnya" jawab Igon yang membuat Pangeran Lien Han dan Pangeran Zhu Han menatap dengan putus asa.


"Air suci itu sangat sulit untuk di cari bahkan dewapun akan berebut untuk mendapatkannya" Pangeran Lien Han.


"Dan jika aku memilikinya bagaimana cara kau menebusnya" kata Xiao Li yang membuat Pangeran Lien Han dan Pangeran Zhu Han menatap Xiao Li tidak percaya.


"Apapun bahkan jika nyawa kami taruhannya" jawab kedua pangeran tersebut kompak sedangkan Pangeran Lan Han menatap kedua adiknya tak percaya ternyata kedua adiknya sangat menyayanginya.


"Kalau begitu aku meminta masing masing satu tangan kalian" kata Xiao Li memasang smirk evilnya.


"Hei kau tak kalah gilanya dengan Sky" gumam Pangeran Lien Han yang masih bisa di dengar Xiao Li.


Sedangkan Pangeran Lan Han jangan di tanya sekarang dia sedang khawatir setengah mati takut bila kedua adiknya akan memotong sungguhan tangan mereka.


"Apapun" gumam Pangeran Zhu Han mencabut pedangnya bersiap untuk memotong salah satu tangannya diikuti oleh Pangeran Lien Han.


*Satu


Dua


Ti....




▪*


HAI PARA READERS SETIAKU YANG TERCINTAH...WKWK JIJIK YA BACANYA MAU NGINGETIN AJA JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA♥


BACA NOVEL BARUKU JUGA YAH JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK♥ GENRENYA JUGA TIME TRAVEL KOK♥ TAPI BEDA ALUR YA SAY😉


__ADS_1


__ADS_2