
Tapi saat Niao Nian meelewati gerbang rumahnya dan berhenti di halamam yang cukup luas alangkah terkejutnya.... saat ini halamannya menjadi ramai dengan banyak orang asing namun ada satu orang yang sangat Niao Nian kenal dia adalah.....
"AYAS!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA HALAMAN KU" teriak Niao Nian murka.
[Ceritanya Niao Nian sekarang udah terbiasa dengan bahasa formal ya]
"Bisakah kau memanggilku dengan nama resmi.... oh ya mereka akan menjadi pasukan mafia kita nantinya dan aku membawa mereka kemari karena aku tidak mempunyai tempat untuk menampung mereka jadi kubawa saja kemari" Jelas Zhuang Lee santai.
"Huft... baik aku akan menerima mereka dengan satu syarat" tawar Niao Nian sambil memijit pelipisnya.
"Baiklah apapun syaratmu" jawab Zhuang singkat.
"Cici bawakan barang itu kemari" teriak Niao Nian.
Cici adalah robot ciptaan Niao Nian yang saat ini dia tugaskan untuk mengurus rumahnya.
Cici keluar dari rumah dengam membawa nampan dan sebuah botol besar terbuat dari kaca bening hingga terlihat cairan merah pekat.
Mungkin terlihat seperti darah namun itu adalah anggur yang di buat oleh Niao Nian secara pribadi.
Niao Nian saat di era modern sangat menyukai anggur mungkin lebih tepat bila mencintai anggur karena dia selalu memiliki koleksi anggur yang langka dan amat di cari cari jadi tidak heran bila saat dia di era kuno dia memiliki gudang anggur buatannya sendiri.
Bagi Niao Nian lebih baik minum seteguk anggur untuk menikmati hidup dari pada harus hidup tanpa anggur sama sekali.
Cici menuangkan anggur tersebut pada sebuah gelas kaca berwarna bening yang sangat indah karena gelas kaca tersebut dibentuk seperti bongkahan berlian.
Semua mata para budak yang di beli oleh Zhuang maupun Niao Nian menatap ngeri pada cairan merah tersebut mereka mengira kalau cairan itu adalah darah.
"Kalian pasti tau apa syarat dariku bukan? Tanpa basa basi lagi maju lah satu persatu dan setiap orang wajib menghabiskan satu gelas" ucap Niao Nian sambil tersenyum penuh makna.
Zhuang yang sudah mengetahui maksud dari Niao Nian ikut tersenyum penuh makna.
"Dan bagi kalian yang tidak ingin meminumnya kalian bisa angkat kaki dari kediaman ini" tambah Zhuang ikut menguji calon anggota mafianya.
"Maaf tuan tuan apa itu darah?" Tanya seorang lelaki yang penampilannya sangat mengenaskan dengan tubuhnya yang sangat kurus namun masih terlihat tampan.
"Ya apakah itu darah"
"Aku tak ingin meminum darah"
"Bagaimana ini apakah kita pergi saja?" Bisik bisik dari para budak tersebut.
"Apapun itu bila kalian sudah meminumnya maka hidup kalian akan berubah saat itu juga" jawab Niao Nian sambil melangkah duduk di samping Zhuang.
__ADS_1
"Jadi adakah dari kalian yang ingin pergi?" Tanya Zhuang saat Niao Nian sudah duduk disampingnya.
Semua budak itu terdiam sampai laki laki yang berani bartanya tadi berdiri dan mendekati anggur yang berdiam manis di atas nampan yang dipegang oleh Cici.
Dia menatapnya sejenak lalu meminumnya, pertama dia merasakannya terlebih dahulu 'manis' itulah hal pertama yang melintas di pikirannya setelah itu dia menengguk habis dalam satu kali tegukkan.
Setelah beberapa detik laki laki tersebut merasa panas di pergelangan tangan kirinya namun itu hanya sebentar dan entah sejak kapan ada seekor kalajengking hitam yang melingkar manis di pergelangannya.
Niao Nian mengerti dengan tatapan kebingungan dari laki laki tersebut hingga Niao Nian angkat suara.
"Lukisan kalajengking pada pergelangan tangan mu beraratikan bahwa kau sudah di menjadi anggota dari pasukan mafiaku dan lukisan itu juga berarti kesetiaan mu pada Queen kami" jelas Niao Nian.
"Dan jangan menganggap remeh lukisan itu karena lukisan yang berada di tanganmu itu hidup dan bisa membunuhmu kapanpun saat kau berusaha berhianat" lanjut Niao Nian dengan smirknya.
Semua orang yang melihat smirk dari Niao Nian bergidik ngeri kecuali Zhuang karena dia sudah terbiasa dengan apapun ulah Niao Nian.
"Hamba mengerti tuan" jawab laki laki tersebut lalu kembali di tempatnya tadi.
Setelah laki laki itu duduk satu persatu dari mereka mulai maju dan meminum anggur tersebut.
Mereka juga memiliki tanda yang sama di pergelangan tangan kirinya
"Baiklah kalian semua tidak mengecewakanku...." kata Niao Nian terpotong.
"Heii..." teriak Niao Nian tidak terima.
"Ahh... dan perkenalkan dia Niao Nian Jendral kanan kanan kalian pemilik kediaman ini yang akan menyediakan tempat pelatihan serta berbagai kebutuhan kalian nantinya" lanjut Zhuang memperkenalkan Niao Nian tanpa menggubris Niao Nian yang mulai geram.
"Huft... Zhuang" panggil Niao Nian dengan nada yang sangat lembut tapi bagi Zhuang itu adalah sisi Niao Nian yang paling menyeramkan bahkan lebih menyeramkan dari kemarahannya.
"I...iya" jawab Zhuang sambil menelan salivanya dengan susah payah.
"Kau hari ini akan tidur di luar tanpa makan malam" ucap Niao Nian sinis.
Sedangkan anggota yang menyaksikan kedua tuannya itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Ayolah Nian kau jahat sekali padaku" rengek Zhuang yang tidak ada keren kerennya sama sekali.
"Oh aku memang jahat" jawab Niao Nian sambil tersenyum puas.
"Aku hampir lupa siapa nama kalian?" Tanya Niao Nian pada anggotanya tanpa memperdulikan rengekan Zhuang.
"Sejak kami di jual menjadi budak nama tidaklah penting tuan" jawab salah satu dari mereka yang belum menyadari bahwa Niao Nian adalah perempuan.
__ADS_1
"Hmm baiklah marga kalian sekarang adalah Tang setelah ini tentukan nama kalian masing masing lalu bisikkan nama kalian di pergelangan tangan kiri kalian" jelas Niao Nian.
"Dan ingat aku ini seorang wanita bukan seorang lelaki ingat itu dan namaku adalah Niao Nian dan kalian bisa memanggilku Sky" jelas Niao Nian.
"Maaf nona bukankah nama anda sangat mirip dengan nama permaisuri kekaisaran ini?" Tanya salah satu dari mereka.
"Dan bukankah nama tuan Zhuang dan nama marganya sangat mirip dengan nama adik dari Kaisar Lee?" Kali ini pertanyaan dari salah satu kaum hawa yang tadi Niao Nian beli.
"Memang itu kami" jawab Zhuang yang kini telah mengendalikan ekspresinya.
Semua anggota di sana sangat terkejut apalagi dengan rumor tentang pangeran Zhuang yang amat sangat membenci Permaisuri Niao Nian.
Dan kabar tentang Permaisuri Niao Niao yang tidak pernah menunjukan ekspresi apapun kini ada di depan mereka dengan tersenyum manis.
"Hormat kami yang mulia Permaisuri dan Pangeran Zhuang" ucap mereka serempak dengan salah satu kakinya ditekuk menyentuh dan tangan kanan menempel pada dada bagian kiri mereka.
"Hentikan basa basi kalian tidak perlu menunduk hormat seperti itu.... selama kalian setia pada kami maka kalian adalah keluarga kami" ucap Zhuang sambil mengisyaratkan agar mereka berdiri kembali.
Semua budak yang ada di sana hatinya terasa hangat karena biasanya seorang bangsawan terutama pangeran ataupun permaisuri dari kekaisaran lain tidak akan sudi mengakui mereka yang rendahan ini sebagai keluarga.
"Dengarkan baik baik nama pasukan mafia ini adalah Black Scorpio dan mulai besok kalian akan memulai pelatihan yang terasa seperti neraka jadi persiapkan mental dan fisik kalian" kata Niao Nian dengan smirknya.
Perasaan hangat yang tadinya mereka rasakan hilang entah kemana saat melihat smirk dari Niao Nian entah nyali mereka serasa ciut.
"Sudahlah sekarang saatnya istirahat.... Cici bisakah kau mengantar mereka?" Tanya Zhuang pada Cici.
"Baik tuan" jawab Cici dan berlalu pergi mengantarkan anggota Black Scorpio.
☆
☆
☆
HAI READERS KU UNTUK PENJELASAN TENTANG CICI
Kalian tau upin ipin kan😀 nah Cici itu bentuk dan warnanya mirip sama Pin Pin/ Pim Pim (yah kalo ngga salah itu namanya). Aku udah cari di goole tapi ngga bisa nemuin gambarnya😭. Sebenernya ada sih tapi ya kek gitu deh😐
ni pict cici😉
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA DI TUNGGU YAH♥
__ADS_1