
"Nona anda tak apa?" Tanya seorang yang masih bisa Xiao Li dengar samar samar lalu kesadarannya menghilang.
Orang itu membawa Jendral Jing Min dan Xiao Li masuk kedalam rumah sederhananya atau bisa di sebut gubuk.
Orang itu juga mengobati luka pada dada kiri Jendral Jing untung saja tidak mengenai jantung, dan Jendral Jing ternyata juga menahan racunnya agar tidak menyebar keseluruh tubuhnya dengan menggunakan tenaga dalam miliknya sehingga mempermudah orang asing itu mengobati luka Jendral Jing Min.
Berbeda dengan Xiao Li sekarang kondisinya sangat kritis karena banyak sekali luka gores dari panah beracun yang mengenai tubuhnya apalagi luka pada kaki kanan Xiao Li yang racunnya sudah mulai menyebar hingga paha. Orang asing itu hanya bisa memberi totokan pada kaki Xiao Li agar racunnya berhenti menyebar.
Kemungkinan besar Xiao Li bisa sembuh hanya bisa menggunakan rebusan herbal yang menggunakan air suci sementara di hutan ini tidak ada sama sekali sumber air yang bahkan di perebutkan oleh para dewa karena airnya yang multi fungsi.
Dan kini Xiao Li harus menjalani hidup dengan kaki kanannya yang lumpuh.
____________________________________
Ke esokan harinya Jendral Jing membuka matanya dia merasakan tubuhnya lebih ringan, mungkin karena racun dalam tubuhnya sudah di keluarkan oleh orang asing tersebut.
Jendral Jing langsung mengambil Posisi Lotus dia mulai menyerap kekuatan alam yang ada di dekatnya untuk membantu penyembuhan pada tubuhnya.
"Oh ternyata kau sudah bangun" kata orang asing tersebut.
"Benar tuan terima kasih atas bantuannya" jawab Jendral Jing setelah selesai menyerap energi alam "apakah tuan juga menyelamatkan teman saya?" Tanya Jendral Jing dengan ekspresi khawatir yang tidak bisa disembunyikan.
"Kau yakin dia temanmu? tapi dilihat dari raut wajahmu gadis itu terlihat lebih dari sekedar teman" terjeda "kondisinya baik dan buruk" jawab orang asing tersebut.
"Maksud anda tuan?" Tanya Jendral Jing bingung dengan jawaban yang di berikan oleh orang asing tersebut.
"Iya baik karena dia masih hidup dan buruk karena dia hidup sebagai manusia tak berguna dengan kakinya yang lumpuh apalagi dia tidak bisa berkultivasi karena racun yang mengendap di dalam tubuhnya" jelas orang asing tersebut.
Mendengar penjelasan dari orang asing itu tubuh Jendral Jing tiba tiba menegang 'apakah dia seingin itu untuk mati' batin Jendral Jing.
"Maaf tuan bisa antarkan aku ke tempat temanku beristirahat" pinta Jendral Jing.
"Mari" jawab orang asing itu singkat.
Di tempat Xiao Li saat ini jangan di tanya lagi dia sangat senang karena sekarang dirinya masih hidup dan dia berusaha untuk berdiri namun kaki kanannya tidak bisa di ajak kompromi.
Saat Xiao Li benar benar berdiri kaki kanannya tidak bisa menopang tubuhnya hingga dia terjatuh.
Namun anehnya dia tidak merasa sakit hingga di bukanya kelopak matanya yang dia lilihat saat ini adalah dada bidang dan perut kotak kotak yang begitu menggiurkan.
"Hei sampai kapan kau akan terus berada di atasku" ucap Jendral Jing datar.
"Ma maaf" jawab Xiao Li berusaha untuk bangun kaki kanannya benar benar tidak berfungsi.
Jendral Jing yang melihat Xiao Li kesulitan untuk berdiri merasa sesak di dadanya entah karena sakitnya yang belum pulih atau apa dia tak tau.
Jendral Jing membantu Xiao Li berdiri dan mendudukan Xiao Li di salah satu sisi tempat tidur.
"Hmm jadi kakiku lumpuh?" Tanya Xiao Li menatap dua orang laki laki di depannya dengan santainya.
__ADS_1
"Benar" jawab orang asing itu dengan sedikit heran.
Bukankah jika orang yang lumpuh akan merasa sangat sedih atau mungkin frustasi karena tidak bisa berjalan lagi tapi gadis di depannya ini kenapa ekspresinya sangat santai seolah tidak terjadi apa apa.
"Aish sayang sekali aku akan menjadi beban untuk mereka... tapi juga tidak rugi karena aku tak perlu repot menggerakan kakiku untuk berjalan jauh" gumam Xiao Li membayangkan bagaimana repotnya ketiga sahabatnya nanti "dan paman apakah kakiku perlu di amputasi atau ada sebuah ramuan untuk menghilangkan racunnya?" Tanya Xiao Li pada orang asing tersebut.
"Kau membutuhkan beberapa herbal langka yang tumbuh subur disini namun kau akan kekurangan satu bahan utama yang sangat sulit untuk di temukan" jelas orang asing itu sambil menggosok gosok dagunya.
Yah orang asing tersebut bertubuh kekar dengan raut wajah tegas khas seorang pemimpin dengan pakaian yang sudah sangat tidak layak karena terdapat banyak lubang dan sudah koyak koyak.
'Tunggu raut wajah itu aku seperti pernah melihatnya tapi dimana?' Batin Xiao Li menatap lekat orang asing tersebut sedangkan yang ditatap malah menampilkan ekspresi aneh.
"Hei pak tua apa kau tidak merindukan ketiga anakmu?" Tanya Xiao Li dengan dengan senyum manisnya namun terlihat sangat menyeramkan bila mereka sadar.
"Dari mana kau tau nona?" Pertanyaan Xiao Li yang malah di balas pertanyaan oleh orang asing tersebut.
"Hormat hamba yang mulia kaisar" ucap Xiao Li dalam posisi hormat tapi masih duduk.
"Kau... siapa kau?" Tanya Orang asing tersebut yang ternyata adalah Kaisar Han dengan telunjuknya mengarah kepada Xiao Li.
"Paman bisa kau carikan aku herbal yang kau maksud aku masih belum ingin menjadi beban karena aku sangat merepotkan" elak Xiao Li yang tidak menjawab pertanyaan dari Kaisar Han.
Kaisar Han tidak menjawab dia langsung keluar entah untuk mencari herbal atau apa tapi yang pasti suasana hati Kaisar Han saat ini tidaklah baik.
Setelah kepergian Kaisar Han Xiao Li menatap Jendral Jing lekat lekat.
Xiao Li hanya menggeleng tanda tak perduli dia mulai mengeluarkan jarum suntik untuk mengambil darahnya.
Lalu menguji darahnya mungkin saja Xiao Li memiliki obatnya.
Jendral Jing? Tak perlu mengingatnya, sekarang Jendral Jing hanya berdiri sambil menatap seluruh kegiatan Xiao Li dengan benda benda aneh yang tiba tiba muncul di dekat Xiao Li.
Kalian pasti bingung kenapa Jendral Jing tidak kaget saat mengetahui bahwa orang asing yang menolongnya adalah Kaisar Han.
Karena tujuan Kaisar Lee adalah untuk mengeluarkan Kaisar Han dari hutan terkutuk ini. Sudah berkali kali bawahan Kaisar Lee mencoba menerobos masuk hutan terkutuk ini namun selalu gagal karena mereka tidak pernah kembali dengan selamat bisa di bilang mereka sudah tewas di telan berbagai jebakan di dalam hutan.
Xiao Li mengerutkan dahinya 'kok kayak kenal ya?' Batin Xiao Li.
Karena racun yang berada di kaki kanan Xiao Li saat ini merupakan racun mematikan nomor 60 yang pernah Xiao Li ciptakan saat dia masih hidup di era modern dan yang mengetahui semua resep racunnya hanya satu orang....
Yah di kehidupannya dulu Xiao Li selalu membedakan racun buatannya dan memberikan peringkat angka. Angka kecil seperti angka satu itu berarti racun yang paling mematikan dan ampuh dan angka di bawahnya berarti racun itu lebih lemah dari racun nomor satu begitu pula seterusnya.
Xiao Li bergegas mengeluarkan penawarnya sebuah jarum suntik yang lebih besar dari yang sebelumnya dan menyuntikkannya ke kakinya.
Penawar yang Xiao Li gunakan akan bereaksi setelah lima belas menit jadi saat ini kaki kanan Xiao Li masih mati rasa.
Xiao Li mencoba untuk berdiri dan berjalan dengan berpegangan pada dinding.
"Hei mau kemana?" Tanya Jendral Jing Min dingin.
__ADS_1
"Aish kata kata mu dingin sekali" umpat Xiao Li sedangkan yang diumpat hanya datar tanpa ekspresi.
"Kau berbaliklah" titah Xiao Li yang dituruti oleh Jendral Jing Min dengan ragu.
"Ah punggungmu nyaman sekali" gumam Xiao Li.
Jendral Jing Ming tersentak kaget saat tubuh mungil Xiao Li tiba tiba sudah berada di punggungnya dengan tangan Xiao Li yang memeluk lehernya, apalagi saat dua benda kenyal menempel pada punggung Jendral Jing Min membuat sang empu diam membeku masih terkejut dengan kelakuan gadis aneh ini.
"Kau..." belum selesai bicara mulut Jendral Jing Min di bekap oleh tangan mungil Xiao Li.
"Cepat jalan keluar dan cari yang mulia.... aku tidak menerima bantahan" bisik Xiao Li tepat di telinga Jendral Jing dengan nada tak kalah dingin.
"Ck gadis aneh ini" gumam Jendral Jing Min mengusap wajahnya kasar.
Sedangkan Xiao Li yang mendengar ucapan Jendral Jing hanya menampilkan senyum kudanya lalu menyembunyikan wajahnya di balik tengkuk Jendral Jing.
Jendral Jing merasakan deru nafas Xiao Li membuat sesuatu dalam dirinya meronta ronta.
"Singkirkan wajahmu dari situ" perintah Jendral Jing dingin + datar.
Xiao Li tidak menjawab dia hanya menuruti perintah Jendral Jing setelah itu Jendral Jing berjalan keluar dari gubuk dan mencari keberadaan Kaisar Han.
_____________________________________
Yah sosok itu kini sedang berdiri di depan sebuah batu dengan ukiran yang entah dia sendiri tidak mengetahui maksudnya karena ukiran di batu itu di buat olehnya sesaat sebelum kematiannya dan batu itu di jadikan nisan oleh Kaisar Lee.
Tubuh Xiao Li menegang saat melihat Kaisar Han berdiri di depan sebuah batu dengan ukiran alfabet yang sangat dikenalnya.
Jendral Jing Min sekali lagi tersentak kaget karena bahunya di cengkram dengan kuat oleh tangan mungil Xiao Li.
'Apakah saat ini sedang hujan?' Batin Jendral Jing merasa baju bagian belakangnya basah.
Xiao Li turun dari gendongan Jendral Jing dan berjalan dengan terseok seok mendekati batu yang ada di depan Kaisar Han.
Dia jatuh terduduk di depan batu itu yang diyakini Xiao Li adalah batu nisan dengan ukiran bertuliskan 'I Love You Jessi'
Tangan Xiao Li bergetar hebat saat menyentuh tulisan yang terukir di atas batu sambil menangis tersedu sedu.
"Aku terlambat... hiks aku terlambat..." kata Xiao Li dengan suara rendah.
β
β
β
**HAI PARA PEMBACA SETIA... PADA KEPO NGGA DIA SIAPA?
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTEπππ**
__ADS_1