Future Princess

Future Princess
09. Pesta Kaisar


__ADS_3

Nama Xiao Yi Sekarang berubah jadi Xiao Li ya.....


_______________________________________


Hari hari sebelum pesta di Kekaisaran Han dimulai, Xiao Li gunakan untuk melatih fisiknya di dalam ruang dimensinya.


Xiao Li belum mempelajari tingkatan kultivasi karena Xiao Li yang dulu hanya mengurung diri di dalam kamarnya dan sangat jarang untuk keluar bahkan ilmu pengetahuan di dunianyapun dia sama sekali tak tau.


Jadi itu memudahkan selir ular dan anaknya bebas untuk membulinya karena ayah Xiao Li jarang memperhatikannya begitu pula ibunya karena sakit yang diderita Permaisuri Suzi menjadi jarang untuk mengunjungi Xiao Li.


Sementara ayah Xiao Li Jendral Xiao sibuk memata matai selirnya. Sebenarnya Jendral Xiao sudah mengutus salah satu pengawal bayangan kepercayaannya untuk mencari informasi tentang rencana apa saja yang akan dilakukan pasangan ibu dan anak tersebut.


Sebenarnya Jendral Xiao ingin segera mengeksekusi mereka segera namun Xiao Li melarang karena dia curiga masih ada kejahatan lain yang disembunyikan Selir Cyo.


_________________________________________


"Li'er kau sudah siap" tanya Permaisuri Suzi yang menyempatkan diri untuk datang menjemput Xiao Li.


"Sudah ibu" jawab Xiao Li sambil berjalan menghampiri Permaisuri Suzi.


"Mengapa kau memakai cadar Li'er?" Tanya Permaisuri Suzi karena dia bingung bukankah wajah anaknya ini sangat cantik tidak seperti sebelumnya bahkan tubuhnya sekarang lebih berisi bak gitar spanyol.


"Hanya menghindari masalah ibu" jawab Xiao Li.


'Bukankah kalau Li'er memakai cadar justru malah membuat dirinya dihina karena kabar burung yang mengatakan bahwa dia berwajah buruk rupa?' batin Permaisuri Suzi.


_________________________________________

__ADS_1


Perjalanan menuju kastil Kaisar Han cukup memakan waktu selama tiga jam mungkin bagi orang orang di masa itu tiga jam merupakan waktu yang singkat tapi bagi Xiao Li terasa sangat lama dan cukup membuatnya mengantuk dan tertidur pulas didalam kereta.


"Li'er bangun nak" Permaisuri Suzi membangunkan Xiao Li sambil menepuk pipinya "kita sudah hampir sampai... lihatlah dadananmu sangat berantakan" lanjutnya lalu menata kembali rambut Xiao Li agar lebih rapi.


Xiao Li sedari tadi hanya diam dia memikirkan seprti apa jalannya pesta ini?


Apakah adik beda ibunya itu akan membuatnya menunjukan bakatnya? Atau kaisar memberikan dekrit (surat) dari Pangeran Putra mahkota dan membuatnya dan keluarganya malu habis habisan lalu menyelamatkan kaisar dari pembunuhan? Ahh sangat menyebalkan.


Sungguh Xiao Li mearasa pesta kali ini akan sangat berbahaya.


Kereta yang ditumpangi Xiao Li dan Permasuri Suzi kini telah berhenti, kain yang senantiasa tertutup kini terbuka terlihat uluran tangan yang kekar dari luar sana untuk membantu Permaisuri Suzi dan Xiao Li turun.


Semua mata tertuju pada Permaisuri Xiao yang melangkah turun dari kereta. Mereka cukup terkejut pasalnya setiap kali Permaisuri Suzi menghadiri acara acara besar dia selalu menggunakan cadar (untuk menutupi wajahnya karena saat itu racun dalam tubuhnya sudah terlalu menumpuk membuat racun racun tersebut berubah menjadi bintik bintik jerawat yang cukup banyak) bahkan selir ular dan anaknya juga tak kalah terkejutnya saat melihat wajah cantik Permaisuri Suzi dalam benak mereka bertanya apakah racun yang mereka berikan tidak bereaksi sama sekali? Hal itu cukup membuat mereka sangat kesal.


Tapi saat uluran kedua dari Jendral Xiao tatapan para tamu terlihat mencemooh larena dari gosip yang mereka dengar Putri Pertama Jendral Xiao tetkenal sangat jelek dan bodoh.


Walaupun ini adalah kemunculan pertama Xiao Li tapi tatapan meremehkan dan bisik bisik tetangga yang memuakkan menghina Xiao Li tentang betapa bodoh dan jeleknya dia. Sedangkan Xiao Li sendiri tetap diam dan tidak menggubris mereka karena mereka belum tau saja betapa cantiknya Xiao Li sekarang apa lagi jiwa Jessi adalah mantan genius nomor satu dunia serta pembunuh keji orang orang yang memang pantas mati.


Xiao Li dengan acuh tak acuhnya berjalan berdampingan denga ayah dan ibunya begitu pula selir ular dan anaknya ikut berjalan mengikuti Jendral Xiao.


Saat sampai di depan pintu aula yang digunakan untuk pesta salah satu pengawal mengumumkan kedatangan Jendral Xiao beserta keluarganya.


"Jendral Xiao dan keluarga memasuki aula" teriak penjaga tersebut.


Seluruh tamu undangan terlihat sangat terkejut dengan kecantikann Permaisuri Xiao dan hadirnya Xiao Li.


Dan sudah kodrat manusia jika mereka memiliki hobi bergosip dan menghujat secara terang terangan tapi bagi Xiao Li semua itu hanya di anggap suara anj*ng menggonggong.

__ADS_1


Setelah keluarga Jendral Xiao menempatkan diri di tempat yang disediakan penjaga diluar mengumumkan kedatangan Kaisar dan keluarganya.


"Yang mulia kaisar beserta keluarga memasuki aula" teriak penjaga dari luar.


Seluruh tamu undangan yang tadinya sibuk bergibah kini diam dan berdiri untuk menyambut kedatangan kaisar dan keluarganya, begitu pula dengan keluarga Jendral Xiao.


Setelah salam yang menunjukan formalitas yang begitu membosankan selesai Kaisar Han mengumumkan bahwa acara akan segera dimulai.


Setelah pembukaan yang bertele tele tersebut Kaisar Han memanggil Putri Pertama Jendral Xiao siapa lagi kalo bukan Xiao Li untuk menghadapnya karena Kaisar ingin memberikan sebuah dekrit untuknya.


Saat Xiao Li mulai berjalan untuk menghadap kaisar bisik bisik yang tadinya terdengar terulang kembali.


"Pasti kaisar ingin memberikan surat cerai dari putra mahkota" bisik si A.


"Aku yakin pasti keliaraga Jendral Xiao akan menanggung malu yang sangat besar hari ini" bisik si B.


"Hormat hamba Yang Mulia semoga anda dapat hidup selama seratus tahun" kata Xiao Li sambil membungkukkan badannya 90% dan menangkupkan kedua tangannya kedepan kening.


"Bangunlah Zhen memanggilmu kemari karena ingin menggantikan pertunanganmu dengan putra mahkota yang di batalkan dengan memberikan dekrit pertunanganmu dengan Pangeran Pertama Pangeran Lan Han" ucap Kaisar Han tegas dan penuh wibawa.


Belum sempat Xiao Li menjawab Kaisar Han berkata lagi "jika kau tidak mau dengan Pangeran Lan Han kau bisa memilih dari antara kedua putraku Pangeran Lien Han dan Pangeran Luo Han"


Degg! Jantung Pangeran Lien Han seolah berhenti berdetak seketika tatapan polosnya berganti dengan tatapan tajam yang mengarah kepada Xiao Li.


Xiao Li menengok sebentar pada ketiga pangeran yang duduk tidak jauh dari kaisar.


Dia tidak sengaja melihat tatapan Pangeran Lien yang terkenal keidiotannya menatapnya dengan tajam yang membuat Xiao Li tersenyum miring.

__ADS_1


"Hamba memilih pangeran....."


__ADS_2