Future Princess

Future Princess
27. Kabar Buruk


__ADS_3

"Guys ... haru haruannya di pending dulu sekarang PR kita gimana cara keluar dari sini tanpa luka sedikitpun" ucap Niao Nian memecahkan suasana.


"Andai disini ada mobil sama jalan yang lebih rata tanpa ada pohon yang menghalangi jalan" ucap Zhuang Lee berandai andai.


"Ada sih tapi kalo mobil gue lecet lo mau benerin?" Xiao Li.


"Kalo gue saranin sih mending motor yang larinya kenceng aja kalo mobil kegedean" Lien Han.


Jendral Jing Min dan Kaisar Han "????"


Xiao Li hanya membisu dan menjentikan tangannya dan bim salabim tiga motor sport terparkir manis di depan mereka.


"Ko cuma tiga sih trus yang satu gimana kitakan bertujuh" ceplos Pangeran Lien Han.


"Nah lo goncengin tuh bapak lo sama tuh orang satu" ucap Pangeran Zhuang sambil mulutnya menunjuk ke arah Jendral Jing Min.


"Kagak mau lo kira gue cabe cabean" tolak Pangeran Lien Han.


"Sans kali kita berenam juga" kata Xiao Li karna ular putih kini sudah berubah ke wujud ular mini yang melingkar manis di tangan Xiao Li menjadi gelang.


Lien Han dan Zhuang Lee sebenarnya masih belum paham kemana hilangnya makhluk ghoib satu itu, tapi mereka memilih diam dan langsung menuju pada motor yang terparkir manis di depan mereka.


"Gue nebeng lo dong" ucap Niao Nian mendekati Zhuang Lee, tanpa mendengar pernyataan persetujuan sang empu Niao Nian sudah duduk manis di kursi penumpang.


Sedangkan Pangeran Lien Han memilih memboncengkan ayahnya jadi mau tak mau Xiao Li harus memboncengkan Jendral Jing min.


"Nih pake..." perintah Xiao Li dingin sambil menyodorkan helm.


"??" Jendral Jing hanya menatap penuh tanya karena dia tidak tau cara menggunakan benda bulat berlubang tersebut.


"Ck" decak kesal Xiao Li sambil menyambar helm yang dipegang Jendral Jing dan memakaikannya.


S


K


I


P


Di luar hutan kabut terlihat pasukan Kaisar Lee yang telah membangun tenda namun suasana di sana sangat mencekam karena emosi Kaisar Lee yang belum reda.


Serta beberapa orang asing yang ternyata adalah bawahan Xiao Li yang dia tugaskan untuk mengawasi pergerakan Selir Cyo serta melindungi ayah dan ibunya.


'Brumm' bunyi motor Xiao Li dkk dari dalam hutan tapi belum nampak batang hidungnya.


'Ckitttt' suara rem dari ketiga motor sport yang Xiao Li dkk tumpangi berhenti tepat di depan orang orang Xiao Li.


"Hormat kami Nona Li" ucap kedua orang tersebut yang bernama Deng Xi dan Den Xi, mereka adalah saudara kembar yang tidak sengaja Xiao Li dapatkan saat perjalanan pulang dari hutan hantu beberapa hari yang lalu.


Yah mereka adalah budak yang kabur dari penangkaran karena tidak sanggup lagi menjalani hidup sebagai budak dan di perlakukan secara semena mena.


"Katakan" perintah Xiao Li tidak ingin bertele tele karena firasat Xiao Li mengatakan bahwa kedatangan Deng Xi dan Den Xi untuk menyampaikan berita buruk.


"Kedok bahwa Kaisar yang sekarang adalah kaisar palsu sudah terbongkar sehingga Keluarga Jendral dan Keluarga mentri lain yang masih setia dengan kaisar terdahulu di tangkap dan akan di eksekusi mat* besok siang tepat di alun alun ibukota" ucap Deng Xi masih berlutut.


'Ternyata mereka bergerak lebih cepat dari dugaanku' batin Xiao Li.


"Sedangkan pangeran pertama dan pangeran keempat kini di kurung di penjara bawah tanah" lanjut Den Xi.

__ADS_1


"Di mana Igon?" Tanya Xiao Li.


"Dia berada di istana kaisar Nona tepatnya di penjara bawah tanah bersama pangeran pertama dan pangeran keempat" Den Xi


Xiao Li hanya mangut mangut lalu pandangannya tertuju pada Pangeran Lien Han dan Kaisar Han.


"Kita harus selamatkan mereka" ucap Pangeran Lien Han.


"Kita bisa menyelamatkan mereka atau tidak itu bergantung pada ayahmu" terjeda "yang mulia apakah anda ingin merebut tahta anda kembali?" Tanya Xiao Li memandang Kaisar Han yang terlihat cemas dan bingung.


"Kalau aku sudah tidak menginginkan tahtaku apakah kau akan menolongku?" Tanya Kaisar Han menyadari maksud Xiao Li.


"Tentu saja tidak aku hanya akan menyelamatkan orang yang ku anggap penting.... ketahuilah aku tidak ingin kerepotan dengan membantu menyelamatkan mereka karena aku bukanlah orang yang baik" jawab Xiao Li dengan sangat jujur.


Sebenarnya Xiao Li berbicara seperti itu karena tidak suka dengan cara dan sistem pemerintahan kaisar palsu yang semena mena dia dengan seenak jidat menaikkan pajak dan selalu meminta upeti setiap harinya sehingga membuat rakyat yang sudah miskin menjadi semakin miskin dan menderita.


Dan lagi akan lebih mudah memberantas keluarga Selir Cyo dan anaknya dengan bantuan Kaisar Lee walaupun Xiao Li bisa melakukannya sendiri.


Tapi pernyataan Xiao Li itu memang benar karena dia bukan orang yang baik maupun orang yang jahat dia hanya akan bersikap sesuai situasi dan suasana hatinya.


"Kalau begitu pilihanku hanya satu aku mau kau membantuku merebut kembali tahtaku" Kaisar Han.


"Dengan satu syarat" Xiao Li .


"Katakan" Kaisar Han.


"Pertunanganku dan pangeran pertama di anggap tidak ada" ucap Xiao Li sambil memandang Pangeran Lien Han yang terlihat tidak suka.


"Mengapa? Apa karena...." ucapan Pangeran Lien Han terpotong.


"Karena aku tidak suka terikat apa lagi di ikat aku lebih menyukai kebebasan" potong Xiao Li.


Sedangkan Pangeran Lien Han menjadi sangat kesal namun dia tidak bisa apa apa mengingat kebaikan Xiao Li yang dengan gampangnya memberikan air suci untuk membuat kakaknya bisa berbicara lagi.


Setelah negosiasi tersebut tidak ada lagi percakapan, Xiao Li dkk segera beranjak menuju ibukota di ikuti rombongan Kaisar Lee yang menyamar menjadi rakyat biasa.


Yah Kaisar Lee melupakan rasa marahnya pada Permaisuri Niao Nian dan Pangeran Zhuang untuk bahkan mereka semua sama sekali lupa dan tidak melirik kendaraan yang Xiao Li dkk gunakan, saat ini yang ada di otak mereka adalah membantu Kaisar Han medapatkan kembali tahtanya.


Kenyataan bahwa Kaisar Lee telah mengetahui kebenaran tentang Kaisar Han palsu.


Itu sudah di ketahuinya cukup lama, tapi dia tidak ingin mengibarkan bendera peperangan dan menyebabkan rakyat Kekaisaran Han akan semakin menderita karena terkena dampak buruk peperangan.


Jadi Kaisar Lee memilih untuk bertindak secara diam diam dan saat seperti inilah yang Kaisar Lee nantikan sejak lama, membantu sahabatnya untuk meraih tahtahnya kembali dan mengembalikan kejayaan dari Kekaisaran Han.


Saat sebelum sampai di ibukota Xiao Li dkk beserta Kaisar Lee dan antek anteknya terbagi menjadi beberapa kelompok.


Xiao Li bersama Kaisar Han yang asli dan Pangeran Lien Han mengawasi sekitar alun, lebih tepatnya untuk menyelamatkan keluarga Xiao dan mentri mentri yang masih begitu setia pada Kaisar Han.


Lalu Kaisar Lee bersama Jendral Jing Min bertugas untuk menyelinap kedalam istana untuk menyelamatkan kedua pangeran beserta Igon dan menangkap Permaisuri An Ding atas keinginan Xiao Li, entahlah apa tujuannya.


Sedangkan Niao Nian dan Zhuang Lee bertugas untuk menangkap Selir Cyo dan anaknya.


____________________________________


Di bawah terik panasnya matahari yang seharusnya membuat kerumunan manusia ini pergi mencari tempat yang teduh....


Tepat di tengah tengah alun alun ibukota terlihat kepala keluarga masing masing pejabat negara sudah berdiri di depan tiang gantung.


Menunggu ajal mereka yang begitu tenang, bahkan mereka masih belum percaya kalau mereka akan mati dengan cara seperti ini... sungguh malang.

__ADS_1


Saat tali hukuman sudah menggantung manis di leher mereka...


"Hentikan!" Teriak seorang dengan suara khas yang mereka kenali.


"Siapa yang memerintahkan kalian untuk melakukan ini" teriaknya lagi dengan nada tegas serta aura khas pemimpin.


"Ya yang mu mulia" kata seorang prajurit dengan tergagap yang dia ketahui dari bisik bisik di istana, Kaisar Han yang asli telah tewas di dalam hutan kabut dan Kaisar yang sekarang adalah orang lain yang menyamar sebagai Kaisar Han.


Jika memang benar Kaisar Han yang asli telah tewas lalu siapa orang yang ada di hadapannya saat ini?


"Hn... aku hanya pergi sebentar dan keadaan rakyat beserta Istanaku menjadi kacau seperti ini? Sungguh mengecewakan" ucap Kaisar Han dengan nada kecewa dan merendahkan.


"Ho hormat hamba yang mulia" ucap prajurit tadi yang bernama Huo Lie.


Dulunya dia adalah salah satu pengawal rahasia/ pengawal bayangan Kaisar Han dan bisa di katakan cukup akrab dengan kaisar, namun setelah kehamilan Selir An Ding (permaisuri yang sekarang) dan Permaisuri terdahulu sikap Kaisar Han berubah dan Huo Lie harus di pindah tugaskan menjadi prajurit biasa.


Betapa terkejutnya Huo Lie setelah mengetahui bahwa orang yang di layaninya selama ini bukanlah Kaisar Han yang asli membuat amarahnya membuncah namun apa daya Huo Lie hanya seorang prajurit biasa saat ini.


"Hn... lepaskan mereka" perintah Kaisar Han.


Sedangkan Xiao Li sedikit bertanya tanya mengapa acara melepaskan orang orang yang akan di eksekusi hari ini terlalu mudah? Bahkan tidak ada perlawanan sedikitpun.


Jleb!


Tiba tiba ada sebuah pedang yang sudah menusuknya dari belakang menembus perutnya dengan darah yang mengalir melalui ujung pedang...


hening tanpa adanya suara rintihan kesakitan.


"Hahaha akhirnya kau akan mati di tanganku" ucap orang yang menusuknya dari belakang "cepat laksanakan hukuman gantung" teriak orang tersebut dan dituruti oleh prajurit lain kecuali Huo Lie.


Gubrak!


Suara orang yang jatuh karena tali yang di gunakan untuk hukuman gantung terputus.


"Tak akan semudah itu...." ucap orang yang tertusuk pedang tadi setelah melemparkan suriken untuk memotong tali berjejer didepannya.


"Mat* kau" ucap orangitu sambil memperdalam tusukannya dan di cabutnya pedang tersebut.


"Ugh..." rintih orang yang tertusuk pedang.



(kaisar Han)



(Huo Lie)





Mon maap baru up...


Semoga menghibur😢 ngga taulah cerita di part ini bagus apa ngga.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE🎉

__ADS_1


__ADS_2