Future Princess

Future Princess
25. Misteri Hutan Kabut 4 (Ular Salju)


__ADS_3

"Aku terlambat... hiks aku terlambat..." kata Xiao Li dengan suara rendah.


"Dia adalah satu satunya prajurit yang paling bisa di percaya dan yang paling setia" ucap Kaisar Han memandang kosong ukiran di atas batu nisan tersebut.


"Dia bahkan membuat berbagai jebakan berbahaya di lapisah pertama hutan kabut ini hanya untuk membuatku tetap hidup" Lanjutnya kini dengan mata berkaca kaca.


"Aku juga tau kalau dia ternyata bukan dari dimensi ini. Dia pernah bercerita padaku bahwa dia sangat mengagumi seorang wanita tangguh namun dia menyesal karena tidak sempat menyatakan perasaannya" lanjut Kaisar Han.


"Stop... don't talk anymore" teriak Xiao Li tak sanggup mendengar kisah tentangnya.


☆FLASH BACK ON☆


Di sebuah ruangan dengan warna dominan putih terlihat seorang lelaki terbaring lemah dengan berbagai alat medis yang melekat menghiasi tubuh kurusnya.


"Tara lo pasti kuat lo harus bertahan" ucap seorang gadis yang menangis tersedu sedu sambil menggenggam jemari lelaki itu.


"Jes inget kata kata ini" terjeda "Cinta itu akan berubah seiring bertambahnya waktu dan dia akan terbang mencari tempat tumbuh yang baru dandelion ku" kata lelaki tersebut yang bernama Tara seraya tersenyum lemah.


"Tunggu apa maksudmu? Argh kau merusak suasana mengapa di saat genting seperti ini kau masih bisa tersenyum?" Membuang nafas kasar huft.. "dengarkan ini baik baik jika kau berani meninggalkanku tanpa seizinku aku akan sangat membencimu" ucap gadis tersebut bersamaan dengan datangnya tim medis yang ingin membawa Tara ke dalam ruang oprasi.


"Berjanjilah padaku kau akan tetap hidup... demi aku" bisik gadis tersebut seaaat sebelum Tara di bawa masuk kedalam ruang oprasi.


Satu jam...


Dua jam...


Tiga jam...


Empat jam...


Kriet pintu ruang oprasi terbuka keluar seorang dokter dengan raut wajah yang sulit di mengerti.


"Maaf tuhan lebih sayang terhadap tuan muda" ucap dokter tersebut dan berlalu pergi.


Tubuh gadis itu seketika lemas hingga kakinya tak dapat menahan tubuhnya lagi dengan air mata yang tak kunjung

__ADS_1


berhenti mengalir.


☆FLASH BACK OF☆


"Cinta itu akan berubah seiring bertambahnya waktu dan dia akan terbang mencari tempat tumbuh yang baru dandelion ku" gumam Xiao Li mencium nisan tersebut dan mengusap wajahnya yang sembab memastikan agar tak ada lagi air mata yang jatuh.


"Kalimat yang kau ucapkan mirip dengan kalimat yang sering dia ucapkan selama dia berada di dekatku" ucap Kaisar Han.


"Bravo... kita tunggu jendral kesayanganku dan sahabatku datang lalu cari pola jebakannya" ucap Xiao Li dengan cerianya.


"Sikapmu mudah sekali berubah ubah sangat unik. Yang mana sebenarnya sifatmu yang asli?" Tanya Kaisar Han dengan raut terkejutnya.


"Hmm... bukankah semua wanita itu lemah dan merepotkan?" Pertanyaan Kaisar Han yang dibalas pertanyaan oleh Xiao Li dengan senyum manisnya.


"Maaf yang mulia aku ingin berjalan jalan di sekitar sini ada benda yang ingin kucari" pamit Xiao Li pada Kaisar Han dan bersiap berdiri.


"Mau ku bantu?" Tanya Jendral Jing Min.


"Tak perlu lebih baik kau bersama yang mulia... aku pergi dulu bye bye" jawab Xiao Li berjalan meninggalkan Kaisar Han dan Jendral Jing Min.


Xiao Li terus berjalan mengelilingi Hutan Kabut untuk mencari bunga lotus hitam dan ular salju.


Memang sedikit aneh sih bukankah hawa di tempat ini terasa panas tapi mengapa ular salju bisa hidup di hutan ini?


Xiao Li berlari dari pohon ke pohon untuk mencari letak tanaman bunga tersebut tapi nihil apa yang di cari tidak di temukannya hingga Xiao Li memilih untuk duduk beristirahat sambil mengingat ingat lokasi ular putih itu.


Tiba tiba udara hangat di sekeliling Xiao Li berubah dari hangat menjadi sangat dingin serasa ingin membeku dan tepat didepan Xiao Li muncullah seekor ular putih raksasa.


"A... a... a... anak konda" teriak Xiao Li terkejut.


"Hei nona jangan berteriak begitu telingaku sakit jadinya" kata ular putih tersebut.


"Ka.. kau bisa bicara??" Tanya Xiao Li tergagap.


"Hahaha tentu saja bahkan aku tau apa tujuanmu" kata ular putih tersebut sambil menggeliat mendekat ke arah Xiao Li.

__ADS_1


"Tunggu kau tau bukan bahwa aku tidak bisa berkultivasi jadi dengan menggunakan kekuatanmu pasti aku akan sangat mudah untuk mati tidak akan seru nantinya kau akan cepat bosan" elak Xiao Li saat ular tersebut hampir melahap Xiao Li.


"Hmm... kau benar sekali manusia aku akan cepat bosan walau sebenarnya aku bosan" kata ular putih tidak jadi melahap Xiao Li.


"Bagaimana kalau kita bermain tebak tebakan" tawar Xiao Li sambil menggosok gosok dagunya "jika kau bisa menjawab pertanyaanku dengan benar kau bebas bisa memakanku atau apakan aku tapi jika dalam tiga kali menjawab semua jawabanmu salah aku boleh meminta darahmu... bagaimana? Setuju?" Tawar Xiao Li.


"Baiklah aku setuju... aku pasti bisa menjawabnya karena aku sudah hidup selama seratus tahun dan banyak informasi yang ku dapat dari dunia luar" kata ular itu dengan sombongnya.


Xiao Li yang mendengar perkataan dari ular putih itu hanya bisa tersenyum misteri. Mana mungkin Xiao Li akan memberikan pertanyaan masuk akal tentang dunia ini sedangkan dia tidak tau menau tentang dunia ini.


"Dengarkan pertanyaanku baik baik" terjeda "gajah terbang nampak apa?" Tanya Xiao Li sambil menyilangkan tangannya lalu menggerakan jari jarinya seperti kupu kupu yang sedang terbang.


"Tidak ada gajah yang bisa terbang" ucap ular tersebut dengan kebingungan.


"Satu kau hanya memiliki dua kesempatan lagi" ucap Xiao Li yang kini sudah duduk manis di tanah tanpa ada rasa jijik sedikitpun.


"Hei kau curang" ucap ular tersebut.


"Tinggal satu kesempatan lagi jangan sia siakan itu" kata Xiao Li yang kini berganti posisi menjadi berbaring "aku akan menunggumu sampai matahari terbenam nanti jadi jangan sia siakan satu kesempatanmu dan berfikirlah dengan keras" Xiao Li mulai memejamkan mata "aku akan tidur sejenak"


"Apa kau tidak takut aku akan memakanmu?" Tanya ular tersebut sedikit menakuti.


"Jika kau memakanku itu justru menguntungkanku aku hanya tinggal merobek perutmu mengambil darahmu semauku lalu meninggalkanmu yang sedang terluka parah ini" ucap Xiao Li matanya masih terpejam.


"Kau cukup keji gadis muda" gumam ular tersebut yang masih bisa di dengar Xiao Li sedangkan Xiao Li hanya tersenyum manis namun matanya masih terpejam.


Xiao Li dan ular putih itu tidak sadar jika sedari tadi kegiatan dan percakapan mereka di awasi oleh Kaisar Han dan Jendral Jing Min yang masih terheran heran dengan keberanian Xiao Li lebih tepatnya kenekatan Xiao Li.





Makasih semua yang udah mau like komen maupun vote novel ini.... makin sayang deh😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2