
"Sky... mobil gue woi benerin dulu!" Teriak Xiao Li masih tidak terima dengan kondisi kendaraan kesayangannga tersebut.
Seketika semua mata memandang Xiao Li terkejut sekaligus takut karena tidak pernah ada yang berani memanggil Jendral Sky dengan sebutan nama tanpa embel embel apapun, apalagi memerintah seperti yang mereka dengar saat ini.
Ya saat ini Xiao Li berada di markas Black Scorpio, karena memang tujuan Xiao Li memilih berkunjung di kekaisaran ini selain bertemu dengan kedua sahabatnya juga ingin melihat perkembangan pasukan yang di bentuk dan di latih langsung di bawah kepemimpinan Zhuang Lee sebagai Jendral satu dan Niao Nian sebagai Jendral dua.
"Astaga spion lo cuma patah Jes, lo bisa buang dan ngambil yang baru kan?" Jawab Niao Nian sambil menaik turunkan alisnya di tambah dengan wajah tanpa dosanya membuat Xiao Li semakin geram.
"Sky" panggil Xiao Li dengan lembut dan senyum manisnya yang seketika membuat Niao Nian dan Zhuang Lee membeku di tempat.
Mereka tau jika Queennya sudah memasang ekspresi seperti itu maka neraka dunia akan segera mereka rasakan.
"A.. aku akan segera memanggil Cici untuk memperbaiki spion mobilnya" kata Niao Nian sambil mengendalikan kegugupannya berbeda dengan Zhuang Lee yang langsung mencari alasan untuk menghindar dari amukan manis Queennya.
Niao Nian dan Zhuang Lee bisa merasa setakut itu bukan karena hukuman fisik yang akan Xiao Li berikan melainkan Niao Nian dan Zhuang Lee akan di jadikan objek uji coba berbagai racun mengerikan buatan Xiao Li.
Bahkan dulu saat di kehidupan pertama mereka, mereka berdua sering hampir saja kehilangan nyawa hanya karena racun racun buatan Xiao Li.
Apa lagi yang paling mereka berdua benci adalah efek samping dari racun buatan Xiao Li yang sangat merepotkan.
Bagi Xiao Li di kehidupan sebelumnya nyawa bukanlah hal yang penting kalo mati yauda mati aja...
Beberapa waktu kemudian setelah ketegangan sesaat...
"Boring guee" rengek Xiao Li.
Niao Nian dan Zhuang Lee saling tatap mereka tidak tau harus merespon apa...
"Gue harus gimana woiii" teriak Xiao Li sambil mengacak rambutnya.
"Ikut jalanin misi anak anak aja" saran Niao Nian.
"Ah kalo misinya ngebosenin apa bedanya nj*rr" rengek Xiao Li.
"Gue yakin lo nggak bakal bosen" Niao Nian.
"Misi apaan?" Xiao Li.
"Sebenernya misinya gampang gampang susah sih" Zhuang Lee.
_______________________________________
Setelah perdebatan panjang akhirnya Xiao Li ikut dalam misi tingkat S yang dikatakan Niao Nian dan Zhuang Lee adalah misi yang katanya lumayan menantang.
__ADS_1
Tapi bagi Xiao Li misi ini adalah misi biasa saja karena tugas para anggota yang di kirim hanya menjaga seorang pangeran yang terkenal idiot di Kerajaan Yin.
'Apa susahnya menjaga seorang pangeran idiot?' Itulah yang dipikirkan Xiao Li saat menerima misi ini.
Xiao Li berangkat bersama dua orang dari tim satu atau bisa di sebut tim inti, tiga orang tim dua atau sering di sebut tim shadow karena tugas mereka sebagai pengawal bayangan sekaligus tim yang di bentuk sebagai pencari dan pembawa informasi.
Yang terakhir adalah tim tiga yang berjumlah empat orang tugas utama tim ini adalah untuk tim medis dan mereka adalah tim yang paling ahli menggunakan berbagai racun racun unik, tentu saja resep racun yang mereka pakai berasal dari Xiao Li sang penggila racun.
Xiao Li dkk memilih berangkat melalui hutan hijau, ya di namai hutan hijau karena hutan itu adalah hutan tersubur di kekaisaran ini.
Selain karena hutannya yang terlihat lebih lebat dari hutan lain, hutan ini juga terkenal dengan hewan hewan buasnya.
Meski di dalam hutan tidak ada satupun spirit beast namun hutan itu rata rata di penuhi ular yang ukurannya di luar nalar manusia (anak konda), maka dari itu orang biasa akan berfikir ribuan kali untuk melewati hutan tersebut, kecuali jika dia ingin bunuh diri hutan ini adalah pilihan yang terbaik.
Berbeda dengan Xiao Li dkk yang terlihat santai santai saja saat melewati beberapa ular besar yang sedang fokus dengan kesibukannya masing masing.
Saat Xiao Li dkk hampir mendekati perbatasan hutan pandangannya tertuju pada dua orang pria dengan usia yang mungkin terpaut hanya beberapa tahun.
"Hei tunggu lihat mereka... seperti pernah melihatnya tapi di mana" ucap Siao Shan (dari tim satu) yang tiba tiba berhenti dan fokus mengamati dua orang pria yang sedang di kepung oleh tiga ekor ular besar yang terlihat seperti sedang berebut.
Yah posisi ketiga ular itu melingkar dan dua pria berada di tengah tengah antara ular besar tersebut.
"Aku ingat salah satu dari mereka adalah Pangeran dari Kerajaan Yin yang harus kita lindungi" celetuk Jinyi (dari tim tiga).
Dengan secepat kilat Xiao Li sudah berdiri di depan dua pria tersebut, pria yang terlihat lebih dewasa sudah bersiap dengan pedangnya untuk berjaga jaga kalau nanti salah satu dari mereka (ular) menyerang.
Sedangkan pria satunya terlihat pasrah, tatapannya kosong seakan siap untuk kehilangan nyawanya.
Berbeda dengan Xiao Li yang malah sempat sempatnya menguap lebar karena sedari kedatangannya tadi tidak ada satupun ular yang bergerak untuk menyerang.
Bahkan ular ular itu terlihat ketakutan, tapi mereka takut karena apa?
Ular ular itu takut karena aura Putih yang menyelimuti tubuh Xiao Li, bisa di bilang Putih adalah raja dari segala jenis ular tidak akan ada satupun jenis ular yang berani menentangnya bahkan merasakan auranya saja sudah gemetaran.
Karena Xiao Li mendapat telepati dari Putih bahwa dia tidak boleh membunuh apa lagi melukai kaumnya, akhirnya Xiao Li memilih untuk menyemprotkan wewangian kesukaannya.
Dari yang Xiao Li ketahui ular akan sangat peka dengan bau bauan bahkan mereka sangat membenci bau yang menyengat, maka dari itu Xiao Li menyemprotkan sedikit banyak parfum yang di bawanya untuk mengusir secara halus para ular tersebut.
"Yah abis" gumam Xiao Li saat ular ular tersebut sudah pergi menjauh, jangan di tanya ekspresi Xiao Li saat ini terlihat sangat melas (ngenes) hanya karena parfumnya yang habis.
Ya kenyataannya emang tinggal sedikit sih isinya:v
"Terima kasih nona sudah mau membantu kami" ucap pria yang terlihat lebih dewasa.
__ADS_1
"Itu adalah tugas jadi tidak perlu sungkan" jawab Xiao Li masih fokus pada botol parfumnya.
"Tugas?" Gumam pria yang terlihat dewasa sambil mengernyitkan dahinya.
"Kau hebat sekali Li'er bahkan kau belum sempat mengeluarkan pedang mereka sudah pergi kalang kabut ketakutan" ucap Sia dari tim 3 yang baru saja tiba.
"...." Xiao Li yang masih memajang muka melas.
"Kami adalah tim yang di kirim untuk menjaga Pangeran Zhengge Yin" ucap Siao Shan selaku kapten tim (kenyataannya hanya dia seorang yang terlihat lebih dewasa dari yang lain).
"Huft... jadi kenapa kalian berada di hutan ini? Kalian tau bukan betapa bahayanya hutan ini?" Celetuk Xiao Li sedikit merasa marah karena harus mengorbankan parfum kesukaannya.
"Maaf nona alasan kami berada di sini karena Pangeran Zhengge yang tiba tiba menghilang dari istana, kejadian ini sering terjadi berulang kali karena Pangeran selalu mencoba untuk melakukan percobaan bunuh diri" jelas laki laki dewasa tersebut yang bernama Liu pengawal pribadi Pangeran Zhengge Yin.
Xiao Li dkk terdiam dan saling pandang hingga tatapan mereka berhenti pada Pangeran Zhengge Yin yang terlihat tidak memiliki gairah hidup bahkan lebih seperti mayat hidup.
Tubuhnya yang terlihat kurus (nggak ada ototnya bree), wajah datar namun terlihat sendu dan tatapan matanya yang kosong seolah tak memiliki gairah untuk hidup.
"Apa yang membuat Pangeran Zhengge menjadi seperti ini?" Tanya Xiao Li yang masih fokus mengamati keadaan Pangeran Zhengge.
"Saya akan jelaskan tapi bukan di sini nona, disini terlalu berbahaya" jawab Liu sambil mengarahkan tangannya ke arah perbatasan hutan hijau lebih tepatnya mengajak seluruh anggota tim keluar dari hutan tersebut.
Saat ini Xiao Li dkk sudah berada di lantai tiga rumah makan yang ada di tengah ibu kota kerajaan Yin.
Xiao Li dkk menatap Liu penuh rasa penasaran.
"Sebenarnya....."
■
■
■
Aku nggak tau harus nyampein apa😂 tapi intinya aku bahagia:)
Ceritanya nyambung nggak sih?
Serius nanya...
Kritik sarannya di kolom komentar ya gaes...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE♡
__ADS_1