
"time to play bayby" teriak Xiao Li sambil menyeret Niao Nian menuju aula pesta, karena sejak pesta di mulai Niao Nian belum memperlihatkan batang hidungnya.
"Stop" cegah Niao Nian sambil memberontak lepas dari cengkraman Xiao Li.
"Nani?" Tanya Xiao Li sambil memandang Niao Nian penuh tanya.
(Nani \= apa)
"Astaga ogep banget sih lo" menepuk jidat "liat nih baju berantakan rambut acak acakan nggak pake make up" sambil jari telunjuknya bergerak ke arah yang dimaksud.
"Trus apa hubungannya?" Tanya Xiao Li masih belum mengerti.
"Bodo amat penting gue mau ganti baju dulu dandan yang cantik baru keluar" ucap Niao Nian dengan nada ngegas lalu pergi untuk memilih baju.
"Lah marah dia gue salah ngomong apa coba?" Monolog Xiao Li setelah kepergian Niao Nian "ngikut aja dah"
S
K
I
P
Dengan alasan jarak paviliun milik Niao Nian yang jauh dari aula pesta dan sempat berdebat panjang kali lebar kali tinggi yang niatnya nggak ada ujungnya, akhirnya Xiao Li dengan sedikit enggan mengeluarkan mobil ferrari berwarna merah dan anggun kesayangannya.
Memang benar jarak paviliun Niao Nian dengan tempat tempat penting dan utama di istana sangat jauh, karena paviliun Niao Nian berada di tempat yang paling ujung serta minim penjaga yang membuat Niao Nian dengan mudah keluar masuk istana tanpa ketauan.
Jika Niao Nian di antar menggunakan tandu mungkin akan memakan waktu selama satu sampai dua jam.
Niao Nian yang jiwanya dari era modern tidak akan betah duduk anteng di dalam tandu tanpa melakukan apapun di jamin pinggangnya akan langsung encok karena terlalu lama duduk sehingga Niao Nian memaksa Xiao Li mengeluarkan kendaraan yang lajunya lebih cepat dan efisien.
Sementara itu di taman samping aula istana Kaisar Lee tempat pesta penyambutan Selir Fahiya dilaksanakan.
"Salam yang mulia kaisar yang mulia selir semoga anda hidup harmonis selamanya" ucap beberapa bangsawan memberi hormat.
"Bangunlah" jawab Kaisar Lee sambil mengibaskan tangan kanannya sedangkan Selir Fahiya bergelayut di tangan kiri Kaisar Lee dengan manjanya membuat mata siapapun yang memandang menjadi risih dan jijik secara bersamaan.
"Maaf yang mulia sedikit lancang... kalau boleh hamba tau dimana yang mulia permaisuri?" Tanya bangsawan A
"Benar dimana yang mulia permaisuri hamba belum melihatnya" bangsawan B
"Bukankah menurut adat yang ada di saat yang mulia kaisar mengadakan pesta pengangkatan selir baru yang akan mengisi harem istana Permaisuri harus ikut serta dalam pesta dan memberikan hadiah?" Bangsawan C
"Benar itu jika Permaisuri tidak hadir dan memberikan hadian maka acara pengangkatan selir hari ini akan di anggap tidak sah" Bangsawan D
Kaisar Lee yang di serbu pertanyaan dan argumen penguat secara beruntun memandang para Bangsawan itu dengan senyum terpaksa dan berkata...
"Permaisuri sedang tidak enak badan jadi dia tidak hadir" ucap Kaisar Lee yang di angguki oleh Selir Fahiya.
"Apakah Permaisuri tidak menyetujui adanya Selir baru di harem kaisar?"
"Permaisuri pasti tidak mau repot repot datang untuk seorang Selir"
"Benar katamu wanita mana yang mau di duakan oleh suaminya"
"Kalau aku menjadi Permaisuri aku pasti tidak akan mau datang ke acara penyambutan selir ini"
"Lihatlah lagi pula Selir baru itu seperti orang tidak tau malu bergelayut manja di tangan Kaisar seperti monyet"
"Benar benar tidak sopan tidak tau kondisi"
Bisik bisik para tamu undangan yang tidak sengaja mendengar percakapan Kaisar Lee beserta beberapa bangsawan.
"Yang mulia yang mulia" teriak salah satu prajurit yang berjaga.
__ADS_1
"Lancang berteriak di depan Kaisar" teriak Selir Fahiya murka "pelayan cambuk prajurit rendahan ini lima puluh kali" perintah Selir Fahiya pada pelayannya.
Sebenarnya Selir Fahiya melakukan itu hanya untuk menunjukan kekuasaannya supaya orang orang tidak memandang rendah dirinya yah walaupun hanya seorang selir namun tetap dia adalah kesayangan kaisar.
"Ampun yang mulia hamba datang kemari untuk melaporkan berita darurat ampuni kelancangan hamba yang mulia" ucap prajurit itu sambil jatuh bersujut di bawah kaki Kaisar Lee.
"Hmm... katakan" parintah Kaisar Lee tanpa menyuruh berdiri prajurit tersebut.
"Hamba mendapat berita bahwa ada binatang besar aneh yang sedang menuju kemari dengan sangat cepat" ucap prajurit itu masih bersujut.
"Binatang apa itu?" Kaisar Lee mulai penasaran.
"Ampun yang mulia hamba tidak tau" jawab prajurit itu apa adanya.
"Hmm... bangunlah dan panggil prajurit lain untuk menjinakkan hewan tersebut kalau tidak bisa di jinakan bunuh saja" perintah Kaisar Lee sambil mengibas ngibaskan tangannya menyuruh prajurit itu untuk segera pergi.
Sedangkan Jendral Jing Min yang sedari tadi bersantai ria di atas pohon terpaksa harus turun untuk bersiap melindungi Kaisar Lee.
Tin
Tiiin!
Suara klakson mobil Xiao Li yang bermaksut menyuruh orang orang konyol yang menghadang jalannya menyingkir.... eh malah semakin banyak orang yang menghadang jalannya.
"Ck... dasar orang gila" decak Xiao Li malas masih fokus melihat jalan di depan.
Jendral Jing Min sudah memasang kuda kuda di depan Kaisar Lee bersiap menyerang apabila para prajurit di depan tidak bisa menahan hewan aneh tersebut.
Tin
Tiiin!
Bunyi klakson Xiao Li kini lebih panjang dari sebelumnya membuat para prajurit di depan kini lebih siaga.
Tin!
Tin!
Tin!
Xiao Li menekan klaksonnya dengan emosi karena prajurit di depan bukannya menyingkir dari jalan malah bertambah banyak.
Brum!
Brum!
Suara mobil Xiao Li sambil sedikit demi sedikit maju memperingati prajurit di depan untuk segera menyingkir kalau tidak dengan senang hati Xiao Li akan menabrak mereka karena kebetulan sekarang Xiao Li sedang kesal dan butuh pelampiasan.
Karena kepekaan para prajurit yang tidak ingin mati konyol oleh hewan aneh didepannya mereka mulai menyingir memberikan jalan untuk hewan tersebut.
Sedangkan Kaisar Lee melihat prajuritnya yang hanya memiliki nyali cetek menatap para prajurit murka.
"Apakah perlu ku kirim mereka di medan perang? di mana nyali juang mereka" batin Kaisar Lee.
Kini mobil Xiao Li berhenti tepat di hadapan Jendral Jing Min yang membelakangi Kaisar Lee serta sedari tadi sudah bersiap menyerang apa bila mobil Xiao Li berminat jahat.
Namun tingkat kewaspadaanya menurun setelah melihat Xiao Li keluar dari mobilnya yang diikuti dengan Niao Nian.
(gambar mobilnya gaes)
Tatapan ketakutan serta tatapan waspada dari para tamu dan prajurit kini berubah menjadi tatapa kagum dan memuja.
"Lihatlah ternyata hewan aneh itu adalah milik Permaisuri hebat sekali dia dapat menjinakan hewan seunik itu"
__ADS_1
"Benar aku bahkan belum pernah melihatnya"
Bisik bisik kekaguman dari para tamu undangan yang membuat Selir Fahiya memberikan tatapan permusuhan pada Niao Nian.
"Hormat hamba yang mulia Permaisuri semoga diberi kesabaran yang panjang" salam hormat dari Jendral Jing Min yang sangat tepat dengan keadaan yang ada membuat Kaisar Lee memandang aneh Jendral kepercayaannya itu.
"Hmm" jawab Niao Nian sambil mengibaskan tangan kanannya.
Kini Niao Nian sudah berdiri tepat dihadapan Kaisar Lee tapi Niao Nian tidak menunjukan tanda tanda bahwa dia akan memberikan hormat kepada Kaisar Lee sehingga menciptakan keheningan untuk beberapa saat.
"Ehem yang mulia silahkan lanjutkan acaranya" ucap Xiao Li memecahkan suasana.
"Permaisuri sebelum acara ini dilanjutkan boleh kutau hewan apa yang mengantarmu kemari tadi?" Tanya Selir Fahiya dengan tidak sopannya.
"...." Niao Nian hanya diam sambil menatap datar Selir Fahiya dia belum minat berganti posisi bahkan untuk sekedar bergerak dari tempatnya sekarangpun enggan.
"Sial beraninya dia mengabaikanku lihat saja hewan peliharaanmu akan menjadi milikku" batin Selir Fahiya murka dan tersenyum licik secara bersamaan.
Sedagkan Xiao Li bagai di beri tontonan gratis dan entah sejak kapan kini dia sudah berdiri bersandar di pohon yang sama dengan yang Jendral Jing Min tempati saat ini sambil memandang pertunjukan didepan sana dengan semangat tanpa memperdulikan keberadaan Jendral Jing Min, bahkan mungkin Xiao Li tidak tau kalau Jendral Jing Min berada di sampingnya.
"Yang Mulia apakah yang mulia sengaja menitipkan hewan aneh itu pada Permaisuri untuk di berikan kepada hamba?" Tanya Selir Fahiya dengan percaya dirinya pada Kaisar Lee bahkan sempat sempatnya menatap rendah Niao Nian.
"I.. iya" jawab Kaisar Lee tergagap sambil memasang senyum kikuknya.
"Kalau begitu ayo antar hamba berkeliling istana dengan hewan aneh itu" ucap Selir Fahiya dengan semangatnya sambil menarik narik lengan Kaisar Lee.
Niao Nian? Dia masih di tempat yang sama dengan pose yang sama dan posisi yang sama menatap datar setiap interaksi Kaisar Lee dengan Selir barunya.
Kini Selir Fahiya dan Kaisar Lee sudah berada di samping Mobil Xiao Li namun Selir Fahiya bingung harus bagaimana untuk dapat masuk ke dalam mobil tersebut.
"Hei hewan jelek rendahan ku perintahkan kau buka sayapmu sekarang dan bawa kami untuk berkeliling istana ini" titah Selir Fahiya pada mobil Xiao Li yang hanya benda mati.
Mungkin jika mobil Xiao Li saat ini hidup dia akan merasa sweatdrop dengan perintah konyol Selir Fahiya.
Sedangkan Xiao Li yang mendengar titah dari Selir baru kaisar untuk mobilnya kini sudah tertawa cekikikan membuat Jendral Jing Min yang berada disampingnya menatap aneh Xiao Li.
"Hei mengapa kau diam saja ayo cepat buka sayapmu" ucap Selir Fahiya dengan tidak sabar menarik narik kaca spion mobil Xiao Li.
Krak!
"***** mobil gue" teriak Xiao Li mengusap kasar wajahnya.
Kaca spion mobil Xiao Li patah akibat tarikan tarikan kasar Selir Fahiya.
"Lihatlah bahkan hewan itu merasa jijik hanya untuk di sentuh oleh seorang selir apa lagi membawanya berkeliling istana dia tidak akan sudi" celetuk salah satu tamu undangan yang membuat Kaisar Lee merasa malu.
"Hentikan tingkah bodohmu itu" bentak Kaisar Lee yang kini sudah merasa malu dengan setiap kelakuan Selir Fahiya "dan lanjutkan kembali acaranya" sambil berjalan menuju singgasana cadangan yang selalu dia gunakan di acara acara semacam ini.
Selir Fahiya menatap Kaisar Lee dengan berkaca kaca berharap bahwa Kaisar akan tetap mengajaknya berkeliling Istana dengan mobil Xiao Li.
Drama Selir Fahiya membuat Niao Nian muak mungkin jika Selir Fahiya berada di era modern dia sudah mendapatkan piala oscar karena keahliannya dalam bersandiwara.
Kini Niao Nian mengikuti langkah Kaisar Lee menuju singgasana Permaisuri yang ada di samping singgasana Kaisar Lee.
Niao Nian berjalan dengan anggun dan sangat berwibawa bahkan wibawanya mengalahkan Kaisar Lee membuat takjup setiap mata memandang berbeda dengan Selir Fahiya yang menatap Niao Nian penuh kebencian.
Niao Nian duduk di singgasananya dengan aura kepemimpinan yang menguar bagaikan singa betina yang tenang namun siap menerkam membuat rasa takjup dan rasa hormat untuk Niao Nian bertambah.
(Niao Nian)
■
■
__ADS_1
■
Up lagi nih... like komen ama votenya banyakin dong supaya makin semangat ngetiknya♡♡